MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Sabtu, 06 Januari 2018 06:40
Cerita Anak Kelainan Jantung yang Ditangani YJI Balikpapan

Harus Minum Obat Seumur Hidup, Tak Boleh Makan Sayuran Hijau

TERUS BERJUANG: Muhammad Basith Ramadhan (dua kiri) dan Pitri Ningsih (dua kanan) bersama tim dari Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Balikpapan.

PROKAL.CO, Kesadaran ibu hamil terhadap perkembangan anak sangatlah penting. Terutama mendeteksi sedini mungkin adanya tanda-tanda kelainan jantung.

Rizki Hadid, Balikpapan

PITRI Ningsih mengusap kepala Muhammad Basith Ramadhan dengan penuh kasih sayang, pada 2003 silam. Baru berusia enam bulan, batuk dan pilek bayi itu belum berhenti sejak dua pekan. Istri dari Sugianto itu merasa resah. Akhirnya dia memutuskan memeriksakan anaknya ke dokter spesialis anak.   

Dia kaget bukan kepalang. Dokter memvonis anak pertamanya itu mengalami kelainan jantung. Sewaktu hamil, Pitri mengaku tidak ada sesuatu yang aneh. Saat dilakukan pemeriksaan janin pun normal saja. Saat sudah lahir, Pitri tidak memperhatikan ada warna biru di sekujur tubuh anaknya. Dia mengira itu biasa saja. Namun, ternyata warna itu salah satu ciri adanya kelainan jantung.

Pitri disarankan melanjutkan pengobatan anaknya ke dokter jantung. Selama setahun, Basith hanya diberi obat. Akhirnya dokter menyarankan agar anak yang lahir pada 17 November 2003 itu dioperasi. Lantaran biaya operasi cukup mahal, Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Balikpapan memberikan bantuan pendanaan.

Operasi pertama berlangsung di Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita di Jakarta pada 2010. Itu saat Basith berusia tujuh tahun. Tindakan medis yang diambil adalah membuat jalur baru di jantungnya untuk memisahkan darah bersih dan kotor. Supaya peredaran darahnya normal. Setelah operasi, Basith harus terus minum obat pengencer darah dan selalu kontrol darah.

Pada 2015 lalu, Basith melanjutkan operasi kedua. Tindakan medis kali ini kurang lebih sama dengan operasi pertama. Hasil operasi ini cukup signifikan. Basith tidak lagi merasa letih jika beraktivitas dan warna biru di tubuhnya mulai hilang. “Sekarang olahraga apapun bebas. Tapi semampunya saja. Tak boleh dipaksa,” ujar Pitri.

Saat ini, Basith sekolah kelas delapan di salah satu SMP swasta di Prapatan. Basith terbilang anak yang pendiam. Itu membuat Pitri khawatir anaknya tak bisa bergaul. Kata Pitri, Basith lebih suka menyimpan perasaan ketimbang bicara. “Kalau tidak ditanya dia tidak bicara. Saya pesan ke gurunya supaya Basith tidak terlalu dibatasi supaya dia tumbuh jadi anak yang percaya diri,” ucap dia.

Meski mengalami kelainan jantung, Basith tidak pernah pingsan. Hanya, Basith memang cepat letih seperti orang yang lari jauh. Dia juga tak pernah dirawat inap di rumah sakit. Kalaupun pernah, itu tak ada hubungannya dengan jantung. Yakni saat dia demam berdarah. Menurut Pitri, dokter menyebut operasi kedua itu adalah operasi terakhir Basith. Selebihnya hanya kontrol kesehatan saja.

Dalam kesehariannya, Basith yang bercita-cita menjadi polisi itu lebih suka menghabiskan waktu dengan bermain game di ponsel. Itu juga yang membuat matanya minus dan mesti berkacamata. “Saya malah berharap Basith bergaul. Tapi rumah temannya jauh,” imbuh dia.

Kelainan jantung itu membuat Basith seumur hidup mengonsumsi obat dan cek darah. Pantangannya tidak boleh makan sayuran hijau dan makanan berpengawet. Kata dia, itu bisa membuat darahnya mengental. Sementara obat yang harus dia konsumsi itu untuk mengencerkan darah. “Dijalani saja. Saya bersyukur Basith diberi umur panjang,” tutur Pitri. (*/rsh/k18)


BACA JUGA

Sabtu, 15 September 2018 01:57

Pangan Masih Bergantung, kalau Gelombang Harga Ikut Bergoyang

Di sejumlah media ramai "diskusi" tentang Rp 100 ribu bisa belanja apa zaman now? Wartawan Kaltim Post…

Sabtu, 08 September 2018 06:55

Wajib Perawan, Tes Kejiwaan yang Menentukan

Join the navy to see the world. Kalimat tersebut membakar semangat mereka yang ingin bergabung ke TNI…

Senin, 03 September 2018 08:10

Maju Terus Srikandi-Srikandi Bangsa

Oleh: Kompol Yolanda E. Sebayang SIK MM(Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kaltim)SATU September lalu merupakan…

Sabtu, 01 September 2018 02:05

Orangtua Ngajar Bimbel, Berangkat ke AS setelah Dapat Sponsor

Rebecca Alexandria Hadibroto menjadi pebalet Indonesia pertama yang meraih first place kompetisi balet…

Kamis, 30 Agustus 2018 11:25

Perjuangan Berakhir di Sawah Lunto

Pada 7 April 1906 terjadi penyerahan kekuasaan Kesultanan Paser oleh Sultan Ibrahim Khaliluddin (Sultan…

Senin, 27 Agustus 2018 11:11
Rekam Jejak Perjuangan Pahlawan Suku Paser; Panglima Sentik

Dapat Gelar setelah Penggal Kepala Bajak Laut

Cukup banyak literasi yang terhimpun untuk mengisahkan perjalanan hidup Panglima Sentik. Karena keterbatasan…

Minggu, 26 Agustus 2018 21:22
Suka Duka Profesi Ulu-Ulu atau Pembersih Sampah Kali Code

Pernah Diajak Duel hingga Dilempar Sampah dari Atas Jembatan

Profesi ini mungkin belum begitu familiar di telinga masyarakat. Ulu-ulu Kali Code. Ya, profesi ini…

Sabtu, 25 Agustus 2018 07:36

Merasa Dibantu Malaikat saat Melempar Jumrah

Momentum haji bisa menggambarkan kuatnya persaudaraan antarmuslim di dunia. Imam Hambali benar-benar…

Sabtu, 25 Agustus 2018 07:20

Kepincut Durian Merah dan Ayam Urap Bakar-

Setelah memacu adrenalin dengan rafting di Sungai Badeng, Banyuwangi, rombongan berkunjung ke Desa Wisata…

Sabtu, 25 Agustus 2018 06:21

Jadi Portofolio Baru, Kian Optimistis karena RDMP

Setelah menjalin silaturahmi dengan mengunjungi Gedung Biru Kaltim Post Balikpapan pada Jumat (10/8),…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .