MANAGED BY:
RABU
23 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Jumat, 05 Januari 2018 07:14
Konsumen: Tanpa Dokumen, Mobil Sendiri Rasa Mobil Curian

Tahun Berganti, Polemik Semoga Jaya Belum Juga Tuntas

PERNAH BERJAYA: Diler Semoga Jaya di Jalan Pangeran Antasari, Samarinda, kini menjadi gedung kosong. (SAIPUL ANWAR/KP)

PROKAL.CO, Menggarap sektor potensial tak serta-merta menjamin penuh kelangsungan perusahaan. Seperti cerita CV Semoga Jaya. Sempat menjadi main dealer area Kaltim untuk salah satu brand otomotif ternama, entitas bisnis itu kini malah mewariskan masalah yang merugikan konsumennya.

MONCERNYA kinerja CV Semoga Jaya selama puluhan tahun tak lepas dari nama besar brand produk yang mereka distribusikan di Benua Etam. Perusahaan yang terakhir sempat merintis bisnis perhotelan itu, merupakan diler untuk brand penguasa pasar roda dua di Indonesia.

Masalah mulai muncul sejak akhir 2016 lalu. Sejumlah konsumen mulai curiga, lantaran proses kepemilikan kendaraan mereka tak kunjung rampung. Termasuk penerbitan STNK dan BPKB, untuk kendaraan yang sudah lunas dicicil.

Kemarahan ribuan konsumen pun memuncak. Maret tahun lalu, demo pertama digelar untuk menuntut kejelasan nasib legalitas kendaraan mereka.

Di sisi lain, masalah juga menghantui internal perusahaan. Sebagian karyawan menyatakan, hak mereka belum dibayar dalam beberapa bulan terakhir. Proyek hotel yang dirintis Semoga Jaya pun mangkrak.

Tahun berganti, masalah tersebut tak juga jelas. PT Astra Motor yang mengambil alih peran sebagai diler utama, sementara hanya berani menjamin layanan penjualan dan purnajual.

Sampai sekarang, sebagian pelanggan yang membeli motor melalui Semoga Jaya belum mendapatkan bukti sah kepemilikan. Baik yang membeli secara tunai, maupun kredit.

Dalam pantauan terakhir Kaltim Post, sudah tak ada aktivitas di dua diler utama Semoga Jaya. Satu di Jalan Gajah Mada yang menangani roda dua, serta di Jalan Pangeran Antasari yang menangani roda empat.

Ahmad Sudarwan, salah satu pembeli mobil di CV Semoga Jaya mengatakan, sejak dua tahun lalu hingga sekarang, dia hanya menerima surat jalan. Berkas alternatif pengganti STNK itu pun sudah kedaluwarsa, dan belum ada penggantinya.

“Mobil saya selama ini tidak bisa dibawa pergi jauh. Sama saja saya membawa mobil bodong, karena tidak ada bukti jelas kepemilikan,” jelasnya kepada Kaltim Post, Kamis (4/1).

Sudarwan mengaku, sampai sekarang masih berusaha menghubungi pihak Semoga Jaya. Tanggapan yang diberikan pihak diler disebutnya tak juga jelas, dengan menyebut, surat tersebut masih dalam proses.

“Kalau motor, sebagian dibantu PT Astra Motor. Nah, mobil ini kita tidak tahu harus melapor ke mana. Kalau begini, pakai mobil sendiri, rasanya seperti mobil curian, karena tanpa identitas legal,” ungkapnya.

Senada, Rudi Hardianto pun telah dua tahun membeli motor di CV Semoga Jaya. STNK, baru didapatnya pada 2016 lalu.

“Saya juga bisa dapat STNK tersebut karena hampir setiap hari ke diler di Jalan Gajah Mada. Setiap hari saya desak, akhirnya bisa dapat, tapi memang lama,” jelasnya.

Pria yang membeli motor secara kredit itu mengaku, selama menunggu STNK, dia hanya diberi surat jalan. Walau STNK sudah ada, dia menyebut, pelat nomor polisi motornya sampai sekarang belum sampai di tangan.

“Motornya sudah dua tahun, tapi masih pakai pelat putih. Sangat rawan ditilang. Ini yang membuat saya terus mendesak pihak diler,” terangnya.

Sebelumnya, April lalu, Kasat Lantas Polresta Samarinda Kompol Boney Wahyu Wicaksono menuturkan, pihaknya sempat melakukan mediasi antara para perwakilan pemilik kendaraan dengan an pejabat diler Semoga Jaya. Tapi memang, belum ada kesepakatan.

Dari ribuan STNK dan BPKB konsumen yang tertahan, kesepakatan hanya menyebut hingga 1 Juni 2017, Semoga Jaya hanya sanggup melayani 150 konsumen. Dari jumlah itu pun, konsumen dipilih secara acak. Praktis, masih tersisa ribuan kendaraan lain yang bermasalah di seluruh wilayah Kaltim.

Disinggung soal data pasti jumlah STNK dan BPKB yang macet, Boney mengaku tak tahu, lantaran laporan untuk penyelesaiannya belum diterima polisi. Begitu pula dengan dana yang jumlahnya diperkirakan miliaran rupiah.

Perwira berpangkat melati satu itu meminta konsumen secepatnya menyelesaikan perkara kepemilikan surat tersebut dengan pihak Semoga Jaya, selaku penyedia transportasi. “Kami tetap sesuai prosedur kerja kepolisian, tidak ada urusan dengan pihak mana pun,” tegas Boney. (*/ctr/man/k15)


BACA JUGA

Rabu, 23 Januari 2019 07:03

Pengusaha Mamin Keluhkan Masalah Gula Lokal

JAKARTA - Penggunaan gula rafinasi impor untuk industri makanan dan…

Selasa, 22 Januari 2019 06:53

Kenaikan Harga Diklaim Wajar

BALIKPAPAN - Otoritas bandara berencana mengajukan perubahan tarif batas atas…

Selasa, 22 Januari 2019 06:47

Produksi Udang Windu Dituntut Meningkat

SAMARINDA - Udang windu Kaltim saat ini menjadi andalan Indonesia…

Selasa, 22 Januari 2019 06:45

Perjuangkan Bea Masuk Ekspor Perhiasan 0 Persen

JAKARTA – Industri perhiasan masih menjadi salah satu andalan untuk…

Selasa, 22 Januari 2019 06:41

Inka Ekspor Gerbong ke Bangladesh

SURABAYA – Kebutuhan sarana transportasi kereta di berbagai negara masih…

Selasa, 22 Januari 2019 06:40

2020, Target Kirim 30,3 Juta Ton Batu Bara

PALEMBANG - PT Bukit Asam (BA) Tbk terus meningkatkan pengiriman…

Selasa, 22 Januari 2019 06:39

PGN Optimistis Capai 244.043 Pelanggan

JAKARTA - Setelah resmi mengakuisisi 51 persen saham PT Pertamina…

Selasa, 22 Januari 2019 06:39

Maret, VietJet Air Buka Rute Vietnam-RI

JAKARTA - Maskapai penerbangan asal Vietnam, VietJet Air akan membuka…

Selasa, 22 Januari 2019 06:38

BTN Pacu Pembiayaan Perumahan di Sektor Nonformal

JAKARTA - Skema pembiayaan perumahan untuk pekerja informal jadi peluang…

Senin, 21 Januari 2019 06:57

Infrastruktur Jadi kendala

SAMARINDA – Pemprov Kaltim diminta memberi perhatian lebih kepada jalur…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*