MANAGED BY:
SABTU
26 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Kamis, 04 Januari 2018 10:51
Nor Anisa, Mahasiswi Prodi HI yang Ikuti Forum World Bank
Bincang dengan Profesor, Kritik Dampak Pengembangan Teknologi
KE AMERIKA: Nor Anisa diundang ke Forum World Bank berkat personal statement tentang kemajuan teknologi.

PROKAL.CO, Berawal dari menulis sebuah personal statement tentang kemajuan teknologi yang berhubungan dengan pendidikan dalam menghadapi globalisasi dan dampak perkembangan teknologi di kehidupan masyarakat global, Nor Anisa berangkat ke World Bank Forum Technology and Innovation Impact. Acara berlangsung di Washington DC, Amerika Serikat, Senin (4/12).

Kegiatan tersebut adalah forum tahunan yang diadakan World Bank Youth Summit. Mahasiswi Program Studi (Prodi) Hubungan Internasional (HI) Universitas Mulawarman (Unmul) itu bertemu peserta dari seluruh dunia. Mereka terdiri dari mahasiswa, pebisnis, dan konsultan perusahaan. “Saat di sana, agendanya mengikuti workshop bertema Transforming The Jobs and Skills Tomorrow, Leveraging Technology for Financial Inclusion, Igniting Youth Entrepreneurship,” ucapnya.

Yang teristimewa, tutur perempuan yang akrab disapa Nisa ini, forum tersebut dihadiri President World Bank Dr Jim Yong Kim serta partner perusahaan Intel, Microsoft, dan Google. Selain itu, Nisa berkesempatan berbincang khusus bersama Profesor Djordjija Petkoski. Dia adalah dosen dan senior fellow di Wharton School, University of Pennsylvania. “Beliau konsultan dan penasihat Bank Dunia, organisasi Negara-Negara Amerika, serta organisasi pembangunan lainnya,” terang Nisa.

Dia mengutarakan, Petkoski juga pendiri dan managing director Global CDL. “Beliau telah memegang berbagai posisi senior di Bank Dunia, termasuk kepala Program Bisnis, Daya Saing, dan Pengembangan. Dia memimpin pengembangan kapasitas dan pergerakan untuk jaringan aksi global, seperti jaringan MENA dan Afrika Responsible Business,” bebernya.

Di forum ini, mahasiswi angkatan 2014 itu memberikan sebuah pernyataan berisi kritikan di hadapan para mahasiswa dari berbagai negara. Di akhir forum, dia mengungkapkan dampak dari pengembangan teknologi yang dapat merugikan beberapa pihak.

“Menurut saya, teknologi itu memiliki dampak. Apalagi kemajuan artificial intelligence (AI) yang dapat merugikan pekerja dan buruh. Di mana AI akan menjadi pemenang dibandingkan manusia secara ekonomi,” tegasnya.

Youth Summit 2017 merupakan acara tahunan yang diadakan World Bank Group (WBG) untuk terlibat dengan pemuda secara global pada topik yang paling mendesak yang dihadapi generasi mereka.

Tujuan pertemuan ini, memberdayakan kaum muda rentang usia 18–35 tahun. Guna menemukan gagasan inovatif untuk pembangunan dan menyediakan sebuah platform dialog antar-pemuda, kelompok Bank Dunia, dan masyarakat dunia. (hms/frn/iza/k8)

 


BACA JUGA

Sabtu, 12 Mei 2018 07:23

“Awalnya Getaran, lalu Suara Menggelegar, Kami Pun Langsung Lari”

Ketika Gunung Merapi mengalami letusan freatik kemarin (11/5), ratusan pendaki tengah memasak, mengopi,…

Sabtu, 12 Mei 2018 06:30

Jelang Ramadan, Penjualan Meningkat 300 Persen

Perabotan dari jati jepara masih menjadi idola masyarakat karena memiliki kualitas mumpuni. Sempat kehilangan…

Sabtu, 05 Mei 2018 11:36

Istri Lebih Enjoy dengan Sex Toys, Suami Pilih Cerai

Salah satu tujuan menikah adalah untuk menyalurkan hasrat biologis. Namun, bagaimana jadinya jika suami…

Sabtu, 05 Mei 2018 07:45

Inisialnya Ada di Pemandian Air Panas, Lokasi Jet Ski, sampai Makam

Di saat Mustofa Kamal Pasa tersandung kasus korupsi, belum ada rencana mengubah nama berbagai tempat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .