MANAGED BY:
SENIN
20 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Kamis, 04 Januari 2018 10:51
Nor Anisa, Mahasiswi Prodi HI yang Ikuti Forum World Bank
Bincang dengan Profesor, Kritik Dampak Pengembangan Teknologi
KE AMERIKA: Nor Anisa diundang ke Forum World Bank berkat personal statement tentang kemajuan teknologi.

PROKAL.CO, Berawal dari menulis sebuah personal statement tentang kemajuan teknologi yang berhubungan dengan pendidikan dalam menghadapi globalisasi dan dampak perkembangan teknologi di kehidupan masyarakat global, Nor Anisa berangkat ke World Bank Forum Technology and Innovation Impact. Acara berlangsung di Washington DC, Amerika Serikat, Senin (4/12).

Kegiatan tersebut adalah forum tahunan yang diadakan World Bank Youth Summit. Mahasiswi Program Studi (Prodi) Hubungan Internasional (HI) Universitas Mulawarman (Unmul) itu bertemu peserta dari seluruh dunia. Mereka terdiri dari mahasiswa, pebisnis, dan konsultan perusahaan. “Saat di sana, agendanya mengikuti workshop bertema Transforming The Jobs and Skills Tomorrow, Leveraging Technology for Financial Inclusion, Igniting Youth Entrepreneurship,” ucapnya.

Yang teristimewa, tutur perempuan yang akrab disapa Nisa ini, forum tersebut dihadiri President World Bank Dr Jim Yong Kim serta partner perusahaan Intel, Microsoft, dan Google. Selain itu, Nisa berkesempatan berbincang khusus bersama Profesor Djordjija Petkoski. Dia adalah dosen dan senior fellow di Wharton School, University of Pennsylvania. “Beliau konsultan dan penasihat Bank Dunia, organisasi Negara-Negara Amerika, serta organisasi pembangunan lainnya,” terang Nisa.

Dia mengutarakan, Petkoski juga pendiri dan managing director Global CDL. “Beliau telah memegang berbagai posisi senior di Bank Dunia, termasuk kepala Program Bisnis, Daya Saing, dan Pengembangan. Dia memimpin pengembangan kapasitas dan pergerakan untuk jaringan aksi global, seperti jaringan MENA dan Afrika Responsible Business,” bebernya.

Di forum ini, mahasiswi angkatan 2014 itu memberikan sebuah pernyataan berisi kritikan di hadapan para mahasiswa dari berbagai negara. Di akhir forum, dia mengungkapkan dampak dari pengembangan teknologi yang dapat merugikan beberapa pihak.

“Menurut saya, teknologi itu memiliki dampak. Apalagi kemajuan artificial intelligence (AI) yang dapat merugikan pekerja dan buruh. Di mana AI akan menjadi pemenang dibandingkan manusia secara ekonomi,” tegasnya.

Youth Summit 2017 merupakan acara tahunan yang diadakan World Bank Group (WBG) untuk terlibat dengan pemuda secara global pada topik yang paling mendesak yang dihadapi generasi mereka.

Tujuan pertemuan ini, memberdayakan kaum muda rentang usia 18–35 tahun. Guna menemukan gagasan inovatif untuk pembangunan dan menyediakan sebuah platform dialog antar-pemuda, kelompok Bank Dunia, dan masyarakat dunia. (hms/frn/iza/k8)

 


BACA JUGA

Sabtu, 18 Agustus 2018 07:11

Sempat Sakit Perut sebelum Upacara, Biasa Panjat Pohon Kelapa

Upacara pengibaran bendera Merah Putih saat HUT Ke-73 Proklamasi Kemerdekaan RI di Lapangan Pantai Motaain,…

Selasa, 14 Agustus 2018 09:03

Anggrek, si Eksotis yang Terus Terkikis

Anggrek menjadi salah satu tumbuhan favorit pencinta tanaman hias. Namun, tingginya minat itu berisiko…

Sabtu, 11 Agustus 2018 02:02

Persaingan Ketat, Timnas Bakal Jadi Kuda Hitam

Kejuaraan Daerah (Kejurda) 2015 di Stadion Utama Palaran, Samarinda menjadi momen debutnya di bola tangan.…

Sabtu, 11 Agustus 2018 00:04

Berkontribusi untuk Ibu-Ibu Puskesmas hingga Astronaut

Bagi para awam, mungkin sulit membayangkan miliaran bakteri bisa terkandung dalam botol minuman bervolume…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .