MANAGED BY:
JUMAT
21 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Rabu, 03 Januari 2018 09:23
Bilang Menyesal, tapi Cengengesan
TIGA KALI TERSANDUNG: Jennifer Dunn mengenakan baju tahanan saat jumpa pers di Polda Metro Jaya kemarin. Tampak barang bukti turut dibeber polisi. (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)

PROKAL.CO, JAKARTA – Jennifer Dunn tampaknya tidak jera berurusan dengan narkoba. Artis yang pernah terjerat narkotika pada 2005 dan 2009 itu kembali tertangkap polisi karena kasus penyalahgunaan narkoba pada 31 Desember 2017.

Kronologi penangkapan disampaikan Kasubdit I Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvijn Simanjuntak kemarin (2/1). Awalnya dari penangkapan tersangka FS pada Minggu (31/12) sore. Mendapat laporan dari masyarakat bahwa di rumah FS, kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, sering ada penyalahgunaan narkoba, tim meluncur ke lokasi. “Dari FS, ditemukan 0,6 gram amfetamin (sabu-sabu) dalam plastik klip yang disimpan di kotak bekas rokok,” tuturnya.

Tersangka FS, laki-laki berusia sekitar 40 tahun itu sempat kabur dengan melompat ke belakang rumah, bersembunyi di rumah warga lain. “Setelah tersangka FS bisa diamankan, terungkap bahwa 0,6 gram sabu-sabu tersebut adalah pesanan JD,” lanjut Calvijn. Tim bergegas meluncur ke rumah JD di kawasan Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

JD atau Jennifer Dunn ditangkap di kamarnya dengan barang bukti sedotan untuk menyendok sabu-sabu serta ponsel yang memuat bukti komunikasi antara dia dan FS untuk pemesanan sabu-sabu. FS ditangkap pukul 16.00 WIB, Jennifer pukul 17.30 WIB.

Calvijn menuturkan, Jennifer mengakui bahwa pada pagi harinya sudah mendapatkan sabu-sabu dari FS sebanyak 0,5 gram. JD dan FS bertemu di salah satu restoran siap saji di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. “Barang itu sudah dikonsumsi Jennifer. Tapi, menurut dia, hanya 0,4 gram. Maka, sisanya akan diantar lagi sore itu,” terangnya. Dari hasil tes urine, keduanya (FS dan Jennifer) positif amfetamin.

Mengenakan kemeja lengan panjang dilapisi baju tahanan oranye, Jennifer yang dihadirkan dalam konferensi pers banyak mengumbar senyum. Pembawaannya riang, terkesan cengengesan.

Dia sempat memberikan pernyataan singkat. “Cuma mau ngomong, maaf semuanya. Buat teman media dan keluarga, aku menyesal. Sudah, itu saja,” ujarnya. Sedetik kemudian, dia langsung masuk ke ruangan. Beberapa awak media berupaya mengejar dan mengajukan pertanyaan, tapi perempuan 28 tahun itu bergegas naik tangga. “Dadah...,” katanya sambil melambaikan tangan dengan wajah ceria.

Jennifer Dunn pernah membintangi beberapa sinetron dan iklan. Namun, sosoknya lebih dikenal dari kasus dan kontroversi yang kerap dia lakukan. Perempuan kelahiran 10 Oktober 1989 itu turut bermain dalam sinetron Dan, Atas Nama Cinta, dan Bukan Salah Bunda Mengandung.

Pada 2005, Jennifer tertangkap polisi karena kedapatan membawa ganja. Empat tahun berselang, dia kembali tersangkut kasus narkoba dan dijatuhi hukuman empat tahun penjara, namun kemudian bebas pada 2012.

Pada 2014, Jennifer terseret kasus pencucian uang yang dilakukan Tubagus Chaeri Wardana atau Wawan, adik mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. Jennifer mengaku mendapatkan mobil mewah Toyota Vellfire dan kartu kredit berlimit Rp 50 juta per bulan.

Belakangan ini, nama Jennifer kembali mencuat karena dikabarkan menikah siri dengan pengusaha yang masih beristri. Pernikahan itu diakui Jennifer sudah berlangsung pada Desember 2015. Namun, sampai kemarin sore (2/1), polisi mengatakan belum ada keluarga maupun suami Jennifer yang menjenguk.

Aparat kepolisian terus mengendus dugaan tersangka kasus narkoba selain Jennifer dan FS. Polisi telah mengantongi tiga nama tersangka itu yang salah satunya diduga sebagai pemasok. Ketiganya adalah BL, T, dan K (pemasok).

Calvijn menyebutkan, sama seperti Jennifer, BL dan T adalah konsumen FS. FS mendapatkan sabu-sabu tersebut dari pemasok, yakni K. “K terpantau masih di Jakarta,” terangnya saat ditemui di Mapolda kemarin.

Polisi berpangkat dua melati itu membeberkan rangkaian pengiriman SS dari FS kepada Jennifer. Calvijn mengatakan, Jennifer memesan sabu-sabu 1 gram kepada FS pada 30 Desember. Jennifer memesan melalui WhatsApp Call dan Text. “Per gram Rp 850 ribu,” jelasnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, Jennifer dan FS dikenakan Pasal 114 Ayat 1 subsider Pasal 112 Ayat 1 juncto Pasal 132 Ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Jennifer dan FS terancam mendekam di penjara minimal lima tahun dan maksimal 20 tahun.

Pada saat penangkapan, FS yang sebelumnya pernah mengalami patah kaki itu terjatuh saat berusaha kabur dengan melompati tembok. “Sekarang dalam perawatan di RS Polri, jadi tidak bisa kami hadirkan di sini (konferensi pers),” tuturnya.

Selain mengejar ketiga tersangka lain, menurut Argo, ada pekerjaan rumah (PR) lain yang harus segera diselesaikan. Mantan Kapolres Nunukan, Kaltara itu mengungkapkan, pihaknya bakal mengonfrontasi FS dengan Jennifer.

Sebab, lanjut Argo, ada beberapa keterangan dari keduanya yang berbeda dalam BAP. Misalnya, pengakuan Jennifer terkait jumlah pemesanan sabu-sabu ke FS. “Jennifer bilang baru tiga kali dalam setahun ini. Tapi, FS bilang 10 kali,” beber polisi berpangkat tiga melati itu. (nor/sam/jpnn/rom/k11)


BACA JUGA

Jumat, 21 September 2018 09:05

Tugas Pertama Menyambut Jamaah Haji

PENAJAM - Penajam Paser Utara (PPU) resmi memiliki bupati dan wakil bupati baru. Abdul Gafur Mas’ud…

Kamis, 20 September 2018 10:27

Diminta Kawal Proyek Strategis

SAMARINDA – Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak melantik bupati dan wakil bupati Penajam Paser…

Kamis, 20 September 2018 10:23

Diprediksi Rampung Pertengahan Tahun Depan

Ada kabar gembira. Dari rencana pembangunan Transmart Samarinda. Di pengujung masa jabatannya, Gubernur…

Kamis, 20 September 2018 10:04

Curigai Iming-Iming Untung Tinggi

MENGETAHUI sebuah investasi bodong atau tidak sebenarnya sederhana. Kategori tersebut bisa diketahui…

Rabu, 19 September 2018 12:22

Perusda Didorong Garap IUP

SAMARINDA – Minimnya kontribusi badan usaha milik Pemprov Kaltim terhadap peningkatan pendapatan…

Rabu, 19 September 2018 12:00

Ngga Jelas, Ternyata Kilang Bontang Masih Tunggu Investor

BONTANG – Pembangunan kilang minyak di Bontang belum ada kejelasan. Pemerintah belum memutuskan…

Selasa, 18 September 2018 12:00

Kaltim Masih Diuntungkan dari Ekspor yang Tinggi

SAMARINDA – Mata uang negeri ini masih terpuruk. Hingga kemarin (17/9), nilai tukar rupiah berada…

Selasa, 18 September 2018 08:51

Menang setelah Lima Tahun

TENGGARONG – Mitra Kukar berhasil mematahkan kutukan tak pernah menang dari Persipura Jayapura…

Selasa, 18 September 2018 08:47

DPRD Kaltim Ngotot Bentuk Pansus

SAMARINDA - Upaya DPRD Kaltim membentuk panitia khusus (pansus) proyek multiyears contract (MYC) tidak…

Selasa, 18 September 2018 08:44

Edy Sinergi dengan Program Gubernur

DUKUNGAN untuk para kandidat anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI daerah pemilihan (dapil) Kaltim…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .