MANAGED BY:
RABU
25 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Rabu, 03 Januari 2018 09:23
Bilang Menyesal, tapi Cengengesan
TIGA KALI TERSANDUNG: Jennifer Dunn mengenakan baju tahanan saat jumpa pers di Polda Metro Jaya kemarin. Tampak barang bukti turut dibeber polisi. (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)

PROKAL.CO, JAKARTA – Jennifer Dunn tampaknya tidak jera berurusan dengan narkoba. Artis yang pernah terjerat narkotika pada 2005 dan 2009 itu kembali tertangkap polisi karena kasus penyalahgunaan narkoba pada 31 Desember 2017.

Kronologi penangkapan disampaikan Kasubdit I Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvijn Simanjuntak kemarin (2/1). Awalnya dari penangkapan tersangka FS pada Minggu (31/12) sore. Mendapat laporan dari masyarakat bahwa di rumah FS, kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, sering ada penyalahgunaan narkoba, tim meluncur ke lokasi. “Dari FS, ditemukan 0,6 gram amfetamin (sabu-sabu) dalam plastik klip yang disimpan di kotak bekas rokok,” tuturnya.

Tersangka FS, laki-laki berusia sekitar 40 tahun itu sempat kabur dengan melompat ke belakang rumah, bersembunyi di rumah warga lain. “Setelah tersangka FS bisa diamankan, terungkap bahwa 0,6 gram sabu-sabu tersebut adalah pesanan JD,” lanjut Calvijn. Tim bergegas meluncur ke rumah JD di kawasan Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

JD atau Jennifer Dunn ditangkap di kamarnya dengan barang bukti sedotan untuk menyendok sabu-sabu serta ponsel yang memuat bukti komunikasi antara dia dan FS untuk pemesanan sabu-sabu. FS ditangkap pukul 16.00 WIB, Jennifer pukul 17.30 WIB.

Calvijn menuturkan, Jennifer mengakui bahwa pada pagi harinya sudah mendapatkan sabu-sabu dari FS sebanyak 0,5 gram. JD dan FS bertemu di salah satu restoran siap saji di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. “Barang itu sudah dikonsumsi Jennifer. Tapi, menurut dia, hanya 0,4 gram. Maka, sisanya akan diantar lagi sore itu,” terangnya. Dari hasil tes urine, keduanya (FS dan Jennifer) positif amfetamin.

Mengenakan kemeja lengan panjang dilapisi baju tahanan oranye, Jennifer yang dihadirkan dalam konferensi pers banyak mengumbar senyum. Pembawaannya riang, terkesan cengengesan.

Dia sempat memberikan pernyataan singkat. “Cuma mau ngomong, maaf semuanya. Buat teman media dan keluarga, aku menyesal. Sudah, itu saja,” ujarnya. Sedetik kemudian, dia langsung masuk ke ruangan. Beberapa awak media berupaya mengejar dan mengajukan pertanyaan, tapi perempuan 28 tahun itu bergegas naik tangga. “Dadah...,” katanya sambil melambaikan tangan dengan wajah ceria.

Jennifer Dunn pernah membintangi beberapa sinetron dan iklan. Namun, sosoknya lebih dikenal dari kasus dan kontroversi yang kerap dia lakukan. Perempuan kelahiran 10 Oktober 1989 itu turut bermain dalam sinetron Dan, Atas Nama Cinta, dan Bukan Salah Bunda Mengandung.

Pada 2005, Jennifer tertangkap polisi karena kedapatan membawa ganja. Empat tahun berselang, dia kembali tersangkut kasus narkoba dan dijatuhi hukuman empat tahun penjara, namun kemudian bebas pada 2012.

Pada 2014, Jennifer terseret kasus pencucian uang yang dilakukan Tubagus Chaeri Wardana atau Wawan, adik mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. Jennifer mengaku mendapatkan mobil mewah Toyota Vellfire dan kartu kredit berlimit Rp 50 juta per bulan.

Belakangan ini, nama Jennifer kembali mencuat karena dikabarkan menikah siri dengan pengusaha yang masih beristri. Pernikahan itu diakui Jennifer sudah berlangsung pada Desember 2015. Namun, sampai kemarin sore (2/1), polisi mengatakan belum ada keluarga maupun suami Jennifer yang menjenguk.

Aparat kepolisian terus mengendus dugaan tersangka kasus narkoba selain Jennifer dan FS. Polisi telah mengantongi tiga nama tersangka itu yang salah satunya diduga sebagai pemasok. Ketiganya adalah BL, T, dan K (pemasok).

Calvijn menyebutkan, sama seperti Jennifer, BL dan T adalah konsumen FS. FS mendapatkan sabu-sabu tersebut dari pemasok, yakni K. “K terpantau masih di Jakarta,” terangnya saat ditemui di Mapolda kemarin.

Polisi berpangkat dua melati itu membeberkan rangkaian pengiriman SS dari FS kepada Jennifer. Calvijn mengatakan, Jennifer memesan sabu-sabu 1 gram kepada FS pada 30 Desember. Jennifer memesan melalui WhatsApp Call dan Text. “Per gram Rp 850 ribu,” jelasnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, Jennifer dan FS dikenakan Pasal 114 Ayat 1 subsider Pasal 112 Ayat 1 juncto Pasal 132 Ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Jennifer dan FS terancam mendekam di penjara minimal lima tahun dan maksimal 20 tahun.

Pada saat penangkapan, FS yang sebelumnya pernah mengalami patah kaki itu terjatuh saat berusaha kabur dengan melompati tembok. “Sekarang dalam perawatan di RS Polri, jadi tidak bisa kami hadirkan di sini (konferensi pers),” tuturnya.

Selain mengejar ketiga tersangka lain, menurut Argo, ada pekerjaan rumah (PR) lain yang harus segera diselesaikan. Mantan Kapolres Nunukan, Kaltara itu mengungkapkan, pihaknya bakal mengonfrontasi FS dengan Jennifer.

Sebab, lanjut Argo, ada beberapa keterangan dari keduanya yang berbeda dalam BAP. Misalnya, pengakuan Jennifer terkait jumlah pemesanan sabu-sabu ke FS. “Jennifer bilang baru tiga kali dalam setahun ini. Tapi, FS bilang 10 kali,” beber polisi berpangkat tiga melati itu. (nor/sam/jpnn/rom/k11)


BACA JUGA

Selasa, 24 April 2018 09:31

Sangat Layak Jadi Daerah Otonomi Penuh

TANJUNG SELOR – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menilai, Kalimantan Utara (Kaltara)…

Selasa, 24 April 2018 09:29

“Selamat Jalan sang Petarung, Perjuanganmu Selalu Dikenang”

Mulai hari ini (24/4) sampai Sabtu (28/4) akan dilaksanakan adat Rambu Solo’ pemakaman almarhum…

Senin, 23 April 2018 10:19

Kaltim Tak Khawatir Dosen Asing, INI ALASANNYA....

SAMARINDA – Kebijakan pemerintah pusat membuka keran impor dosen asing memang menuai pro dan kontra.…

Senin, 23 April 2018 10:12
Dua Hari Polisi Olah TKP

Periksa Potongan Pipa Minyak yang Putus di Teluk Balikpapan

BALIKPAPAN – Seluruh potongan pipa minyak milik Pertamina yang menjadi barang bukti akhirnya berhasil…

Senin, 23 April 2018 10:05
Imigran Disarankan Tetap Tinggal di Rudenim

Penolakan Community House Menguat

BALIKPAPAN – Keinginan imigran menjadikan Balikpapan sebagai community house terus mendapat penolakan.…

Senin, 23 April 2018 10:02

Terjadi Gempa Susulan, Warga Waswas

BANJARNEGARA – Gempa-gempa susulan terus mengguncang wilayah Kecamatan Kalibening, Banjarnegara…

Senin, 23 April 2018 10:01
Nabi Tajima, Orang Tertua di Dunia yang Meninggal di Usia 117 Tahun

Diyakini Miliki 160 Keturunan, Cucunya Pun Punya Buyut

Rencana memasukkan Nabi Tajima dalam daftar The Guinness Book of World Records sebagai manusia tertua…

Minggu, 22 April 2018 09:04

Imigran Tuntut Kebebasan

BALIKPAPAN – Aksi pengungsi di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Balikpapan berlanjut. Pantauan…

Minggu, 22 April 2018 09:00

Dua Pekan Periksa Pipa Pertamina

BALIKPAPAN - Dominasi arah kebijakan pemerintah pada korporasi badan usaha milik negara (BUMN) semakin…

Minggu, 22 April 2018 08:58

214 Perempuan Menyelam, Kibarkan Bendera

SITUBONDO - Hari Kartini kemarin (21/4) menjadi momen bersejarah bagi Pramuka Saka Bahari Lantamal V.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .