MANAGED BY:
JUMAT
22 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Selasa, 02 Januari 2018 08:25
Bom Botol Isi Paku Lukai Dua Polisi

Teror di Polsek Bontoala saat Pergantian Tahun

-

PROKAL.CO, JAKARTA – Pergantian tahun diwarnai serangan teror di Polsek Bontoala, Makassar, Sulawesi Selatan. Serangan dilakukan dengan botol berisi bahan petasan dan paku terjadi dini hari kemarin (1/1). Kapolsek Bontoala Kompol Rafiuddin luka ringan di kelingking dan Brigadir Yudirsan terluka di bagian paha.

Karopenmas Divhumas, Polri, Brigjen M Iqbal, menjelaskan diduga ada dua pelaku yang melemparkan botol dan membuat letupan kecil. Bom dengan daya ledak low explosive itu dilemparkan tiga kali. ”Dilempar dari jarak beberapa meter,” ujarnya di kantor Divhumas Polri, Jakarta, kemarin.

Saat lemparan pertama, Kapolsek yang sedang stand by menjaga perayaan tahun baru langsung keluar bersama seorang anggota untuk memeriksa. Lemparan kedua dan ketiga dilakukan dan melukai keduanya. ”Kapolsek luka di bagian kelingking dan Brigadir Yudirsan mengalami dua luka di paha. Ini luka yang tidak fatal. Kapolsek juga sempat melepas tembakan untuk melumpuhkan pelaku, walau tidak kena,” paparnya.

Polisi langsung mengejar pelaku, namun pelaku membaur dengan masyarakat yang baru saja merayakan tahun baru. ”Belum tertangkap, namun kami kejar terus,” ujarnya. Tidak ada kerusakan yang terjadi di kantor Polsek Bontoala.

Kejadian itu membuktikan, bahwa Polri sangat siaga dalam mengantisipasi kejadian apapun, Kapolsek berada di kantornya untuk melakukan pengamanan perayaan tahun baru hingga dini hari. ”Kami waspada dan tidak underestimate,” paparnya. Setelah dianalisis, diketahui bahwa botol yang dilemparkan itu berisi bahan-bahan yang identik dipergunakan untuk petasan. ”Makanya, kami belum bisa simpulkan apakah kejadian ini terhubung dengan jaringan terorisme atau tidak,” tuturnya.

Mengingat lokasi yang cukup dekat dengan Poso, apakah kejadian ini terhubung dengan kelompok teror Santoso cs yang masih aktif? Dia mengatakan, hingga saat ini belum bisa disimpulkan. ”Tentunya, ada strategi yang dilakukan kepolisian, namun tidak bisa diungkapkan ke publik,” jelasnya. Menurutnya, aksi teror itu bukan kejadian menonjol. Hanya ada satu polsek diserang dari 5 ribu polsek se-Indonesia. Persentasenya hanya 0,02 persen dari keseluruhan polsek. ”Artinya, secara umum Indonesia sangat aman,” jelasnya.

Iqbal menambahkan, penyerangan Polsek Bontoala itu menunjukkan, bahwa sebenarnya pengamanan di kantor polsek sudah cukup efektif. Pelaku penyerangan melakukan aksi dari luar kantor. ”Artinya, pembatasan untuk yang mengunjungi polsek juga berjalan,” jelasnya.

Meski begitu, Polri tetap berupaya melayani masyarakat. Sebab, ada fungsi pelayanan di polsek. ”Pelayanan masyarakat jalan, tapi kewaspadaan juga dilakukan. Sehingga, kedua fungsi pengamanan dan pelayanan publik ini tidak saling terusik,” ujarnya.

Pengamat terorisme Al Chaidar menuturkan, kejadian itu jelas sekali bahwa jaringan terorisme di Indonesia kemampuannya menurun drastis. Penyerangan dengan melempar botol berbahan petasan itu jauh lebih mudah daripada penyerangan lain yang pernah terjadi. ”Kemampuannya makin tumpul,” bebernya dihubungi Jawa Pos kemarin.

Penurunan kemampuan itu juga terlihat dalam aksi teror belakangan ini. Seperti penyerangan ke Polres Dharmasraya yang melakukan pembakaran dan pelakunya memanah. ”Tidak ada lagi penggunaan kemampuan tingkat menengah dan tingkat tinggi,” jelasnya.

Bila dibandingkan dengan kejadian penyerangan Polres Solo, penyerangan Polsek Bontoala itu tidak ada apa-apanya. Penyerangan di Polres Solo masih menggunakan bom dengan melakukan penerobosan. ”Walau penyerangan di Solo itu hanya menewaskan pelaku sendiri. Tingkat kesulitannya lebih tinggi di Solo,” terangnya.

Kendati kemampuan menurun, namun jumlah terduga teroris meningkat. Sesuai data Polri, sepanjang 2015 ditangkap 74 terduga teroris. Lalu, 163 terduga teroris dibekuk sepanjang 2016 dan pada 2017, ada 172 terduga teroris yang ditangkap. ”Ini bisa diasumsikan, bahwa jumlah anggota jaringan teror meningkat,” paparnya.

Kata dia, kondisi itu menunjukkan bahwa Polri masih memiliki pekerjaan rumah. Yakni mencegah penyebaran paham radikalisme. ”Sehingga, tidak terjadi rekrutmen dari jaringan teroris,” urainya. (idr/oki/jpnn/far/k15)


BACA JUGA

Jumat, 22 Juni 2018 15:28

Divonis Hukuman Mati, Aman Abdurrahman Sujud, Polisi Langsung Lakukan Ini...

Pimpinan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Aman Abdurrahman telah dijatuhi vonis mati oleh Majelis…

Jumat, 22 Juni 2018 10:45

Dipukuli Ibunya, Anak Ini Minta Ampun, Akhirnya Tewas

Suasana duka tampak menyelimuti rumah korban di Dusun Tempur, Desa Pagak, Kecamatan Pagak, Kabupaten…

Kamis, 21 Juni 2018 23:03

Anak Buah SBY Balas Serangan Ketua DPP PDIP

Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon membantah pernyataan Ketua DPP PDI Perjuangan Bambang DH…

Kamis, 21 Juni 2018 23:01

Gara-Gara Ini, PDIP vs Demokrat Makin Panas

Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon geram dengan omongan Ketua DPP PDI Perjuangan Bambang DH…

Rabu, 20 Juni 2018 19:26
Kasus Meninggalnya Wartawan di Tahanan

Tim Pencari Fakta Kasus M Yusuf Mulai Pencocokan Fakta

JAKARTA- Mengawali rencana bekerja mulai 22 Juni yang akan datang, Tim Pencari Fakta atau TPF PWI Pusat,…

Rabu, 20 Juni 2018 13:19

PSK Afrika Layani Pria Mesir di Bali, Begini Nih Ujungnya

 Seorang warga negara asing (WNA) bernama Careen Bahati Mussa (25) tengah berurusan dengan kepolisian…

Senin, 18 Juni 2018 20:12

SADIS..!! Ini Pengakuan Ibu Muda yang Cincang Bayinya Sendiri

MUARA DUA- Polisi masih terus mendalami kasus pembunuhan bayi laki-laki yang dilakukan ibu kandungnya…

Senin, 18 Juni 2018 20:10

KEJINYA..!! Ibu Muda Cincang Bayinya Hingga Tewas

MUARA DUA- Seorang ibu berinisial NA, 21, di desa Kepayang Kecamatan Mekakau Ilir, kabupaten OKU Selatan,…

Minggu, 17 Juni 2018 09:46

AKHIRNYA..!! Polisi Ngaku Hentikan Kasus Chat Rizieq dan Firza

Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) akhirnya bersuara mengenai kabar yang beredar…

Sabtu, 16 Juni 2018 13:45
Uni Eropa Cabut Larangan Terbang

ALHAMDULILLAH..!! Kini Semua Maskapai Indonesia Bisa Terbang ke Eropa

JAKARTA – Kini semua maskapai berbendera Indonesia sudah bisa mendarat di Eropa. Badan Eksekutif…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .