MANAGED BY:
SABTU
21 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Senin, 01 Januari 2018 15:15
Mountain Ditemukan di Bukuan
MOUNTAIN: Co-Founder YK-RASI Danielle Kreb (kanan) bersama warga saat menemukan bangkai Mountain.

PROKAL.CO, SAMARINDA - Bangkai pesut mahakam yang dilaporkan pada Jumat (29/12), akhirnya ditemukan di kawasan Kelurahan Bukuan, Palaran kemarin (31/12). Diidentifikasi dari siripnya, pesut mahakam malang itu bernama Mountain alias Gunung. Mountain berjenis kelamin betina.

Sebelumnya, Jumat (29/12), warga melaporkan adanya temuan bangkai pesut mahakam di sekitar Kelurahan Rawamakmur, Palaran. Namun, setelah tim mencari ke tempat awal informasi, bangkai pesut mahakam tidak ditemukan.

Co-Founder Yayasan Konservasi Rare Aquatic Species of Indonesia (YK-RASI) Danielle Kreb saat itu menyebut, pesut mahakam yang tewas sudah tidak ada di lokasi awal. “Kemungkinan sudah hanyut ke hilir,” ucapnya. Pencarian pun terus berlanjut. Akhirnya, kemarin (31/12), tim berhasil mendapati bangkai pesut mahakam itu di kawasan sekitar eks pabrik kayu di Kelurahan Bukuan, Palaran. “Cek TKP hari ini pukul 11.30–12.00 Wita,” terang Founder YK-RASI Budiono kemarin (31/12).

Dari hasil pemeriksaan awal, diungkapkan Budi, dugaan sementara Mountain mati disebabkan terjerat rengge penduduk di kawasan hulu. Lalu, bangkai Mountain pun hanyut ke hilir dan akhirnya dijumpai warga di sekitar Palaran.

Kematian Mountain menjadi kasus kematian pesut yang ketiga tahun ini. Temuan bangkai pesut mahakam pada 2017, diawali pada 26 Maret. Seekor pesut dewasa bernama Patrick ditemukan tewas karena rengge. Patrick adalah salah satu pesut yang sudah dideteksi pihak RASI. Bangkai pesut mahakam sepanjang 2,23 meter itu ditemukan mengambang di Desa Rantau Hempang, Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara. Patrick adalah pesut mahakam berusia 12 tahun.

Kemudian, pada 2 Oktober, ditemukan bangkai bayi pesut mahakam yang kondisinya sudah berada di air selama empat hari dan membusuk. Diperkirakan, bangkai bayi pesut mahakam itu berusia 8–12 bulan.

Dibandingkan 2016, kasus kematian pesut mahakam pada 2017 lebih kecil. Pada 2016, ada lima kematian si smiling dolphin ini. Saat ini, kondisi pesut mahakam terancam. Pasalnya, habitatnya mengecil akibat aktivitas manusia. Meski jadi ikon Samarinda dan patungnya ada di Taman Tepian Mahakam, spesies orca air tawar itu kini jarang ditemui di Samarinda. Mereka kini lebih memilih di kawasan sungai kecil dan rawa yang masih melimpah ikannya serta minim aktivitas kapal besar. (*/nyc/iza/k11)


BACA JUGA

Jumat, 20 Juli 2018 11:54

Rekreasi Sekaligus Edukasi untuk Anak

MELEPAS penat dengan berinteraksi langsung pada hewan ternak tak perlu lagi jauh-jauh ke luar kota.…

Kamis, 19 Juli 2018 10:51

PKL Menjamur, Satpol PP Disorot

SAMARINDA–Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda Sugeng Chairuddin geram dengan pedagang kaki…

Rabu, 18 Juli 2018 10:32

Pimpinan Termuda Partai Se-Indonesia

TANA PASER – Meski terlahir bukan dari keluarga politikus, Priyan Dita Arie Sandy sejak duduk…

Rabu, 18 Juli 2018 10:11

Psikolog Rekomendasikan Observasi

SAMPAI kemarin (17/7), kepolisian masih menelusuri penyebab timbulnya aksi brutal Sarifuddin, dua hari…

Rabu, 18 Juli 2018 10:11

Belum Bisa Disebut Gangguan Jiwa

Kejadian yang menimpa Muhammad Riharja (38), membuat masyarakat Benua Etam terenyuh dan geram. Entah…

Selasa, 17 Juli 2018 23:22

Kini, Daftar Perkara Cukup Lewat Online

SAMARINDA – Transparansi harus terus digaungkan, lembaga peradilan pun harus terus mengedepankan…

Selasa, 17 Juli 2018 10:44

Gerindra Lagi Seksi, Target Menang di Kaltim

SAMARINDA - Ketua DPD Gerindra Kaltim Andi Harun memastikan semua daerah pemilihan (dapil) telah memiliki…

Selasa, 17 Juli 2018 08:42

KESETANAN..!! Pekerja Ruko Ngamuk, Kepala Orang Dicatuk Pakai Tukul, 1 Tewas

SAMARINDA–Banyak pengendara tiba-tiba menghentikan laju kendaraan saat melintas di persimpangan…

Selasa, 17 Juli 2018 08:41

Nama Calon Rektor Sudah Dikirim ke Pusat

SAMARINDA–Dinamika Pemilihan Rektor Universitas Mulawarman (Unmul), 10 Juli lalu, sungguh di luar…

Selasa, 17 Juli 2018 08:39

Disperkim Ingin seperti Bandung

SAMARINDA–Tidak terawatnya Taman Cerdas adalah hal biasa bagi masyarakat Samarinda. Betapa tidak,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .