MANAGED BY:
KAMIS
18 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Senin, 01 Januari 2018 07:59
Disbudpar Berminat Kelola Penangkaran Rusa Api-Api
Mimpi Jadikan Ikon PPU sebagai Sarana Ekowisata
ASET DAERAH: Penangkaran Rusa Api-Api merupakan tempat budi daya rusa, kambing, dan ayam buras. Ini berpotensi dikembangkan menjadi sarana ekowisata.

PROKAL.CO, Penangkaran Rusa Api-Api dilirik Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar). Aset daerah itu ingin dikembangkan menjadi sarana ekowisata produktif, tentu kelak diharapkan menjadi lumbung pendapatan asli daerah.

 RENCANA  tersebut dilontarkan Kepala Disbudpar Penajam Paser Utara (PPU) Tita Deritayati kepada Kaltim Post belum lama ini. Kini, penangkaran di Jalan Provinsi Km 32, Desa Api-Api, Kecamatan Waru itu dikelola Unit Pelaksana Teknis Dinas Pembibitan dan Balai Inseminasi Buatan (UPTD BPIB) yang bernaung di Dinas Peternakan Kaltim.  

Menurut Tita, potensi pariwisata dari penangkaran rusa satu-satunya di Kaltim tersebut belum dikembangkan secara optimal. Karena itu, pihaknya ingin mengambil alih. “Pelan-pelan akan kami jajaki itu di pada 2018. Kami ingin rusa sambar sebagai ikon PPU bisa dikembangkan sebagai potensi ekowisata,” kata perempuan berkerudung tersebut.

Selama ini, kata dia, UPTD BPID memang tidak menjadikan penangkaran rusa itu sebagai tempat wisata. Melainkan tempat budi daya rusa, pengembanghijauan pakan ternak, serta percontohan ternak kambing, dan ayam buras.

Karena itu, Disbudpar berminat untuk mengelola kawasan konservasi itu sebagai tempat wisata. Jika tidak bisa dikelola langsung Disbudpar PPU, pihaknya akan mencoba pilihan lain. Yakni opsi kerja sama dengan UPTD BPIB untuk membuat penangkaran rusa tersebut menjadi sarana ekowisata di PPU.

“Karena wisata pantai sudah biasa. Makanya, kami akan mencoba menjual potensi pariwisata baru. Ekowisata di Penangkaran Rusa Api-Api,” terangnya.

Berdasarkan data Disbudpar, jumlah pengunjung di Penangkaran Rusa Api-Api mengalami penurunan. Terlihat dari kunjungan wisatawan pada 2015, hanya 1.107 orang selama setahun. Berkurang pada 2016 menjadi 1.074 orang.

Artinya, selama satu tahun berkurang 33 orang pengunjung. “Makanya, untuk meningkatkan jumlah pengunjung di sana, diperlukan formulasi paket wisata penunjang. Ini yang ingin kami tawarkan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, saat ini di Penangkaran Rusa Api-Api terdapat 197 ekor rusa sambar atau Cervus unicolor. Hewan herbivora merupakan maskot Kabupaten PPU sejak berdiri pada 2002. Penangkaran rusa berdiri di atas lahan seluas 50 hektare.

Terbagi atas 30 hektare digunakan untuk lahan tanaman hijauan pakan ternak, selebihnya, digunakan untuk bangunan perkantoran, laboratorium, perkandangan, gudang, perumahan dinas, dan jalan lingkungan. (*/kip/kri/k9)


BACA JUGA

Selasa, 09 Oktober 2018 10:14
Mengunjungi Lokalisasi Tondo Pascagempa dan Tsunami

Para WTS Tetap Beroperasi, Tetapi di Indekos

Para germo menyebut mereka telah pulang kampung. Namun, sebagian masih berada di indekos.   RIDWAN…

Sabtu, 06 Oktober 2018 06:47

Minum Air Mentah dari Sumur, Jalan 13 Km Cari Santri yang Hilang

Santri di Pondok Pesantren  Alkhairaat, Kampus Madinatul Ilmi Dolo, Sigi, tengah bersiap menunaikan…

Rabu, 26 September 2018 08:13

Semangat NKRI Adang Narkoba di Batas Negara

Peredaran narkoba dipastikan terkoordinir rapi. Pengedar, penjual, kurir sampai bandar, tak saling kenal.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .