MANAGED BY:
SELASA
19 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Minggu, 31 Desember 2017 06:45
Sensasi Balon Udara dan Kota Batu

Kapadokia

THE SCENE: Perpaduan cahaya dari api yang mematik gas ke balon udara sebelum diterbangkan.

PROKAL.CO, Berlibur bisa ke manapun. Mungkin saja lokasi berikut layak jadi referensi Anda yang merencanakan liburan.

Oleh: Adinda Ratu Nur Illiyin

THE FLINTSTONES. Masih ingatkah dengan kartun tersebut ? Booming pada era 90-an, menceritakan kehidupan Fred dan Wilma, si manusia gua. Itulah sekilas yang tampak bila berkunjung kemari, Cappadocia (Kapadokia).

Unik dan bersejarah, Kapadokia masuk daftar UNESCO World Heritage Site. Tempat ini memiliki bangunan dari bebatuan. Dulunya, pada masa lampau, penduduk memahat batu-batu dan menggali tanah untuk dijadikan tempat tinggal.

Bebatuan sedimen berwarna abu-abu kecokelatan tersebut terbentuk dari material vulkanik yang terproses secara alami. Perlahan hingga berabad-abad silam, mengubah permukaan atap-atap rumah, menghasilkan bentuk aneh yang disebut dengan ‘fairy chimney’ atau cerobong peri.

Tersembunyi di dalamnya rumah, restoran, museum, dan hotel bisa ditemukan di sini. Tak ingin ketinggalan merasakan langsung pengalaman tinggal di 'cave house', saya dan suami memutuskan menyewa hotel di salah satu bebatuan tersebut.  

Tarif yang ditawarkan cukup bervariasi, dari hotel paling murah sampai yang menawarkan fasilitas mewah. Setelah berjam-jam melewati daratan dari Istanbul agar bisa sampai ke mari, petang yang berganti malam membuat kami langsung terlelap.

Pagi yang masih begitu dini, kantuk pun belum beranjak, tapi petualangan baru telah menanti kami esok paginya. Beberapa kali mulut terkatup mencoba menahan kantuk. Tiba-tiba saja, semua perasaan sirna ketika melihat balon udara dari dekat.   

Rasa penasaranlah yang memberanikan saya menaikinya. Setelah para petugas menjelaskan beberapa peraturan, kami naik ke keranjang balon yang telah dipersiapkan. Satu keranjang bisa memuat 15-20 orang bergantung bentuknya.

Perlahan diiringi semburan gas, balon kami meninggalkan tanah dan mulai mengapung. Memainkan tuas pengatur api, sang pilot yang berada di tengah-tengah keranjang begitu andal. Perjalanan terasa halus dan lancar.

Angin menyibak. Memainkan rambut suami saya dan menerpa wajah dengan lembut. Dipenuhi sensasi yang begitu berbeda, kala melihat pemandangan dari atas balon udara. Lanskap kota diwarnai bebatuan, lembah, serta perbukitan. Panorama alam begitu luar biasa. 

Langit diwarnai puluhan balon udara yang berayun perlahan. Seketika itu pula saya lupa rasa waswas yang sempat menghantui. Semringah terus menyambangi wajah suami saya. Hingga memutuskan mengabadikan momen ke dalam foto.   

Kapadokia terletak sekitar 200 mil di selatan Ankara, ibu kota Turki. Membentang antara Gunung Taurus dan Laut Hitam. Kota ini pertama kali dihuni oleh bangsa Het dari kerajaan Hittites, lebih 3 ribu tahun lalu.

Meliputi area sekitar 5 ribu kilometer persegi, menuju ke mari bisa ditempuh dengan 10-11 jam perjalanan dari Istanbul, atau 5-6 jam perjalanan dari Ankara menggunakan bus. Alternatif lain seperti kereta maupun pesawat udara. (*/lil/bby/k15)

Penulis adalah pegawai Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan 


BACA JUGA

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .