MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

CELOTEH

Sabtu, 30 Desember 2017 11:08
Pencernaaan Sehat Selama Hamil
VARIATIF: Serat membantu mengatasi sembelit saat hamil, tapi variasikan makanan kaya dan rendah serat dalam sehari, agar tidak memicu sembelit.

PROKAL.CO, SEMBELIT saat hamil sering terjadi. Karena itu, ibu hamil (bumil) disarankan mengonsumsi banyak makanan berserat. Namun, ada batasan konsumsi serat yang perlu dipahami, jangan terlalu banyak dan makanlah serat di waktu tepat.

Menurut ahli gizi Suska Aris, sembelit atau susah buang air besar sering terjadi saat usia kehamilan bertambah. Ukuran lambung yang mengecil dan ada tekanan rahim yang semakin membesar menjadi salah satu penyebabnya. Karena kinerja usus dalam mencerna makanan menurun, sehingga kotoran di pencernaan sulit dibuang.

“Sebab itu, bumil perlu makan serat tiga kali sehari, serat bisa didapat dari sayur, buah, serta makanan yang masuk dalam golongan serealia. Berupa gandum, jagung, dan kacang-kacangan. Kalau buah, disarankan makan 30 menit atau satu jam sebelum makan. Saat makan utama, jangan lupa juga makan sayur. Jumlah sekali makan sayur dan buah sekitar 100 gram ukuran rumah tangga. Contoh kalau mau makan papaya atau semangka ukuran sedang, potong selebar dua ruas jari Anda,” papar ahli gizi dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Bantuas Samarinda, saat ditemui pada Jumat (22/12).

Suska mengatakan, dalam sehari Anda perlu mengonsumsi sayur dan buah yang kandungan seratnya bervariasi. Kombinasikan konsumsi sayur dan buah yang rendah serat dan tinggi serat. Jika dalam sehari Anda terus-terusan makan sayur-buah kaya serat, malah memicu diare dan nutrisi yang dibutuhkan terbuang.

“Buah yang kaya serat itu misalnya apel, papaya, pisang, semangka. Untuk sayuran yang tinggi serat adalah sayuran hijau. Jadi, kalau sudah makan sayur hijau, usahakan tidak makan papaya, tapi pilih buah nanas atau buah rendah serat lainnya,” ujar alumnus Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Jogjakarta itu.

Selain itu, lanjut dia, mengonsumsi makanan berserat tinggi tidak dianjurkan berbarengan dengan makanan berkalsium, misalnya susu. Karena serat dapat memengaruhi serapan mineral dan kalsium. “Kalau mau minum susu, lebih baik dikonsumsi pagi dan malam saja,” pungkasnya.

(*/ni2)


BACA JUGA

Minggu, 09 Desember 2018 06:18

Tips Olah Ayam Bakar Nikmat

SAAT ini, banyak ditemukan tempat makan yang menjual ayam bakar.…

Senin, 03 Desember 2018 10:07

Anak Ngambek, Bunda Jangan Stress, Lakukan Ini

Ketika mengajak anak ke mal atau ketika mereka menginginkan sesuatu,…

Minggu, 02 Desember 2018 10:06

Percaya Diri dengan Tubuh Mini

TIDAK sedikit dari kaum hawa harus menghadapi berbagai tekanan yang…

Minggu, 02 Desember 2018 06:26

Terinspirasi Pernikahan Sendiri

Tangan kanan Widy berhati-hati tatkala melukis di punggung tangan kliennya.…

Minggu, 02 Desember 2018 06:22

17 Jam Melayani Satu Keluarga

PENGALAMAN adalah guru terbaik, hal itu diyakini Widyasari yang sudah…

Minggu, 02 Desember 2018 06:18

Belajar dari Pengalaman untuk Menjadi Orang Besar

NYARIS seluruh daerah terpencil di Kalimantan pernah disambangi Widyasari untuk…

Minggu, 02 Desember 2018 06:16

Inovasi Kue Tradisional

BANYAK orang berlomba-lomba mengembangkan kreativitas demi menciptakan menu terbaru. Salah…

Minggu, 02 Desember 2018 06:13

Terang Bulan Cake

HENNY Chandra tertarik membuat keik dengan konsep dari terang bulan…

Selasa, 27 November 2018 11:35

Cantik dengan Tomat, Begini Caranya...

Tomat kaya akan beta-karoten, vitamin C dan lycopene, ini yang membuat…

Minggu, 25 November 2018 10:03

Inspirasi dari Luar Negeri

BUNGA memang selalu identik dengan keindahan. Umumnya, objek yang satu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .