MANAGED BY:
SELASA
22 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Sabtu, 30 Desember 2017 07:24
Dari Diskusi HUT Ke-30 Kaltim Post: Mencari Gubernur Pengganti Awang Faroek Ishak? (1)
Perlu Pemimpin yang Berani Lepas dari Ketergantungan SDA
SAMPAIKAN GAGASAN: Agus Suwandy (kanan) saat menjadi narasumber diskusi terbatas di Ballroom Swiss-Belhotel Samarinda, Rabu (27/12).

PROKAL.CO, ALAN RUSANDI

Kaltim dipastikan dipimpin gubernur baru. Awang Faroek Ishak yang sudah dua periode menjadi pilot akan mengakhiri masa baktinya pada 18 Desember 2018. Bagaimana kriteria gubernur pengganti yang layak dan pantas? Kaltim Post akan menurunkan secara berseri dari berbagai perspektif.

 

M CHAIRIL ANWAR, Samarinda

 

MASYARAKAT Kaltim tak lama lagi menyambut pesta demokrasi memilih kepala daerah tingkat provinsi. Tidak ada bakal calon petahana dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018. Dalam ketentuan, maksimal kepala daerah hanya memimpin dua periode. Dengan dasar itu bisa dipastikan wajah baru yang akan memimpin Benua Etam periode 2018–2023.

Dinamika politik belakangan, figur yang bakal berlaga mulai mengerucut empat pasang. Sekalipun dari nama-nama beredar tersebut, baru Isran Noor dan Hadi Mulyadi yang hampir pasti mendaftarkan diri di Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 8–10 Januari 2018.

Tiga lainnya masih menunggu turunnya surat keputusan (SK) rekomendasi penetapan bakal calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) dari partai politik yang dikabarkan mengusung.

Adapun mereka, Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang yang disebut-sebut bergandengan dengan Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi, mantan Wali Kota Bontang Andi Sofyan Hasdam atau mantan Bupati Berau Makmur HAPK bersama Sekprov Kaltim Rusmadi, serta Kapolda Kaltim Irjen Safaruddin dengan mantan Gubernur Kaltim Farid Wadjdy.

Agus Suwandy, politikus sekaligus anggota DPRD Kaltim, memberi pandangan mengenai kriteria gubernur baru mendatang. “Mengelola Kaltim tidak bisa oleh manusia biasa, harus luar biasa. Punya kemampuan di atas rata-rata,” ujarnya yang menjadi salah seorang pembicara diskusi terbatas dalam rangka HUT ke-30 Kaltim Post di Ballroom Swiss-Belhotel Samarinda, Rabu (27/12).

Mencari figur berkualitas bukan sekadar populer adalah sesuatu yang ideal. Namun, dalam pemilihan kepala daerah, figur yang berkualitas bergantung dengan nasib. Sebab, kontestasi seperti itu mesti mendapatkan perahu partai politik. Sayangnya, dalam pilgub kali ini tak ada bakal cagub-cawagub dari jalur independen alias perseorangan. “Dari empat figur bakal cagub yang sudah di-launching Kaltim Post, mungkin di antara itulah pengganti Awang Faroek Ishak,” katanya.

Tentu, lanjut dia, dalam memilih figur gubernur harus lebih dulu tahu persoalan di Kaltim. Provinsi paling timur di Pulau Kalimantan ini dengan 10 kabupaten/kota dan berpenduduk hampir tembus 4 juta. Jumlah pemilih dalam pilgub kelak diestimasi sebanyak 2,5 juta.

Tantangan Kaltim ke depan dinilai semakin berat. Daerah yang selama ini dikenal dengan kekayaan sumber daya alam (SDA) itu sudah mendapat banyak pelajaran dari zaman keemasan kayu, minyak dan gas bumi (migas), serta yang terakhir batu bara.

Namun, beberapa tahun belakangan, perekonomian Kaltim terpukul. Bahkan, sempat berada di titik terendahnya, tumbuh minus. “Ini pengaruhnya apa? Karena masih mengandalkan pendapatan daerah dari SDA tak terbarukan. Kalau bergantung SDA, pada waktunya akan habis,” ucapnya.

Diketahui, Pemprov Kaltim saat sekarang sedang mengevaluasi 1.404 izin usaha pertambangan (IUP). Dari jumlah itu, 809 izin di antaranya akan dicabut dan diakhiri. Secara terperinci, 403 IUP berstatus non-clear and clean (C&C) dan 406 dengan label C&C.

Kata Agus yang juga ketua Komisi III DPRD Kaltim, ada celah meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari usaha pertambangan eksploratif tersebut. Bila selama ini hanya menerima dana bagi hasil yang diberikan pemerintah pusat, ke depan bisa melibatkan perusahaan daerah (perusda) dengan terjun langsung sebagai pelaku usaha. “Saya sudah meminta kepada eksekutif supaya perusda bisa mengelola minimal 20 IUP,” ucapnya.

Dengan asumsi kasar produksi 100 ribu ton per bulan, artinya dengan 20 izin bisa menghasilkan 2 juta ton. Bila harga batu bara acuan minimal USD 30, hasil penjualan sebesar USD 60 juta.

Dalam setahun, menurut hitung-hitungannya, potensi PAD yang dikantongi berkisar Rp 800 miliar hingga Rp 1 triliun dalam setahun. “Sudah sejak 2015 disampaikan dalam beberapa kali rapat, tapi belum juga (direalisasikan),” terangnya. Di luar kegiatan usaha itu banyak yang bisa digali, termasuk sektor perkebunan. Menengok ke Sulawesi Selatan, di sana mereka menciptakan PAD dari produk lokal.

Nah, figur yang bisa merealisasikan konsep itu yang dicari. Memang, terang dia, selain memahami birokrasi dengan baik, juga mesti memiliki jiwa entrepreneur. Sebab, bila hanya mengandalkan pendapatan dari sumber yang ada sekarang, maka terjadi stagnan. Malah, terang dia, bila berkaca tren penerimaan dari dana perimbangan mengalami penurunan. “Jangan sampai hanya tahu membelanjakan APBD, tapi tidak tahu cara mencari uang,” tuturnya.

Apakah ada kriteria tersebut dari empat figur bakal cagub yang mengemuka? Dengan tegas Agus menjawab ada. “Saya yakin dan percaya itu. Memang untuk menjadi seorang gubernur itu harus ada kemauan, tapi bukan kehandakan (ngebet). Kemauan dan kehandakan jelas bedanya,” sebut politikus Gerindra tersebut.

Jiwa pengusaha, terang dia, bisa diciptakan. Kemauan dan ketegasan sudah cukup menjadi modal sebagai posisi daya tawar. Dalam visi-misi, jiwa entrepreneur bisa dituangkan. (rom/k8)


BACA JUGA

Sabtu, 12 Januari 2019 07:19

Kuasai Semua Alat Musik di Pendopo

Kondisi Djoko Sudiro memang terbatas. Namun, Djoko tidak berhenti belajar,…

Sabtu, 12 Januari 2019 07:02
Melihat Pelatihan Make-up di Rutan Klas IIB Balikpapan

Tepis Bosan, Modal agar Tak Kembali Terjerumus

Bayangan terhadap kelam dan buruknya kehidupan di balik dinding penjara…

Minggu, 06 Januari 2019 08:52

Mingalabar from Myanmar

Oleh: Firman Wahyudi   PERJALANAN dari Balikpapan ke Myanmar memakan…

Sabtu, 05 Januari 2019 06:57

Raih Harmony Award, Warga Punya Peran Besar

Kalimantan Utara (Kaltara) dinobatkan Kementerian Agama (Kemenag) sebagai provinsi dengan…

Sabtu, 29 Desember 2018 06:59

Evaluasi APBD Sudah Rampung, Menunggu Pengesahan DPRD

Draf APBD Kalimantan Utara (Kaltara) 2019 sudah dievaluasi Kementerian Dalam…

Rabu, 26 Desember 2018 11:54
Kisah Para Nelayan Pandeglang yang Selamat dari Tsunami

Selembar Penutup Boks Ikan Jadi Penyelamat

Kuatnya terjangan tsunami membuat kapal-kapal pencari ikan itu pecah. Nelayan…

Sabtu, 22 Desember 2018 06:59
Menengok MRI Anyar Milik RSUD dr Kanujoso Djatiwibowo

Bantu Dokter Mampu Visualisasikan Jaringan Tubuh Terkecil Pasien

Setahun lalu diusulkan, Magnetic Resonance Imaging (MRI) baru milik RSUD…

Sabtu, 22 Desember 2018 06:45
AKP MD Djauhari, Kapolsek Loa Janan Peraih Medali Perak Porprov

Tetap Percaya Diri Meski Bersaing dengan Atlet Muda

Nama AKP MD Djauhari tak asing lagi di lingkungan atlet…

Sabtu, 22 Desember 2018 06:38

Ikuti Adik Jajal Samarinda, Sudah Bidik Pasar Luar Negeri

Memiliki jiwa bisnis, putra sulung Presiden RI ke-7, Joko Widodo,…

Sabtu, 15 Desember 2018 07:12

Penularan “Santun”, Pasien Tak Perlu Dijauhi

Stigma HIV/AIDS di kalangan masyarakat masih buruk. Penderitanya kerap dikucilkan:…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*