MANAGED BY:
MINGGU
21 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Rabu, 27 Desember 2017 07:57
Disusun Guru-Guru Berpengalaman, Ditelaah para Dosen

UN di Tahun Pilkada, Kemendikbud Jamin Tak Ada Politisasi Soal

RAWAN DIPOLITISASI: Untuk memastikan naskah UN 2018 bebas dari SARA maupun figur calon peserta pilkada, Kemendikbud melakukan pengecekan berlapis sebelum soal sampai ditangan siswa. (DOK KP)

PROKAL.CO, class="m5302087395683538832gmail-msonormal">Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menjamin pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2018 bebas dari unsur politisasi. Termasuk di Kaltim yang menggelar pemilihan gubernur dan pemilihan bupati Penajam Paser Utara (PPU).

PELAKSANAAN UN kali ini bersamaan dengan berlangsungnya pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak di beberapa daerah. Kepala Bidang Penilaian Nonakademik Puspendik Kemendikbud Giri S Hamiseno menuturkan, pihaknya sudah mengantisipasi sejak awal sehingga dipastikan tidak ada soal-soal UN yang berbau politik. ”Untuk mengantisipasinya, kami sudah membuat persiapan lebih awal dan adanya peningkatan prosedur check  dan recheck,” ungkap Giri kepada Kaltim Post, Selasa (26/12).

Giri, sapaan akrabnya, menerangkan bahwa, langkah berikutnya adalah validasi soal-soal UN. Tahapan ini dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud dan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). ”Sampai sekarang ini, soal sudah siap. Januari nanti kita lakukan pengecekan terakhir termasuk masalah infrastruktur dan sekolah,” katanya.

Selain itu, lanjut Giri, untuk memastikan kesiapan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), maka Kemendikbud yang bekerja sama dengan pemerintah daerah akan melakukan simulasi. ”Dijadwalkan pada awal Februari ada simulasi UNBK,” ucapnya. Sementara itu, Kepala BSNP, Bambang Suryadi menambahkan, soal-soal UN telah disusun berdasarkan kisi-kisi UN yang mengacu pada kurikulum, kompetensi inti, kompetensi dasar dan standar isi. ”Soal disusun oleh guru-guru yang berpengalaman dan kemudian ditelaah oleh para dosen,” jelas Bambang. Selanjutnya, mengenai validitas soal UN, Bambang menyebutkan bahwa hal ini menjadi prioritas utama BSNP.

Sehingga, memastikan soal-soal UN tidak ada unsur SARA atau bias budaya dan kepentingan tertentu. ”Maka itu, meskipun tahun depan tahun politik, kebijakan UN tidak akan terpengaruh,” imbuhnya. Diwawancarai terpisah, mantan Ketua Tim Pengembang Kurikulum Pendidikan Prof Dr Said Hamid Hasan berpendapat, UN sebaiknya harus digunakan sesuai fungsinya. Yakni sebagai penyeleksi dan menyatakan seorang siswa telah menyelesaikan pendidikan di satuan pendidikan dan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

”Soal menguji kompetensi sesuai kurikulum dikembangkan oleh Puspendik. Sedangkan kisi-kisi oleh Pusat Kurikulum dam Perbukuan (Puskurbuk). Kemudian, BSNP dapat menjadi reviewer terhadap kisi-kisi soal,” jelas Hamid. Di satu sisi, kata Hamid, khusus untuk pelaksanaan UN SMA/SMK yang hasilnya digunakan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi, maka perlu kerja sama dengan perguruan tinggi.

Sehingga, pendidikan bisa lebih hemat tanpa mengabaikan mutu. Menurutnya, kisi-kisi soal tetap dikembangkan Puskurbuk namun di-review oleh Forum Rektor dengan mengerahkan dosen bidang yang sesuai dengan mata uji. ”Sebelumnya, tingkat kesulitan soal dalam Permendiknas Nomor 64 Tahun 2013 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah disebutkan jenjang kesulitannya enam. Tapi, sayangnya tingkat kesulitan ini dihapus dalam Permendikbud Nomor 21 Tahun 2016 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah yang dikembangkan BSNP,” bebernya.

Hamid menilai, kondisi ini tentu menimbulkan kesulitan bagi guru dalam mengembangkan materi belajar yang sesuai dengan jenjang pendidikan siswa, dan soal-soal UN baik SMP/MTs maupun SMA/MA/SMK. ”Kembali lagi dunia pendidikan Indonesia dalam masalah kualitas yang terkait tingkat kesulitan. Terjadi kesenjangan antara tingkat kesulitan yang dikembangkan guru dengan pengembang kisi-kiri dan butir soal. Korban selalu peserta didik yang helpless,” tuturnya.

Dia menyarankan, penyelenggara UN untuk jenjang SMA dan sederajat sebaiknya Kemdikbud bekerja sama dengan Kemenristekdikti dan perguruan tinggi. Dikatakan, pengalaman kerja sama ini juga sudah pernah dilakukan dalam Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN) beberapa tahun yang lalu, meskipun perlu adanya penyempurnaan, mengingat ada dua kementerian yang terlibat.

”Reputasi penyelenggaraan UMPTN dapat dijadikan cara kerja dalam mencegah kebocoran naskah, maupun tekanan politik dan isu SARA,” tegasnya. (sar/riz/k15)


BACA JUGA

Sabtu, 06 Januari 2018 06:51

Menjaga Gairah Out of the Box, Tonjolkan Kearifan Lokal

Pagi yang cerah di Balikpapan. Secerah suasana di Gedung Biru Kaltim Post (GBK), Jalan Soekarno-Hatta,…

Sabtu, 06 Januari 2018 06:40

Cerita Anak Kelainan Jantung yang Ditangani YJI Balikpapan

Kesadaran ibu hamil terhadap perkembangan anak sangatlah penting. Terutama mendeteksi sedini mungkin…

Kamis, 04 Januari 2018 10:51
Nor Anisa, Mahasiswi Prodi HI yang Ikuti Forum World Bank

Bincang dengan Profesor, Kritik Dampak Pengembangan Teknologi

Berawal dari menulis sebuah personal statement tentang kemajuan teknologi yang berhubungan dengan pendidikan…

Senin, 01 Januari 2018 07:59
Disbudpar Berminat Kelola Penangkaran Rusa Api-Api

Mimpi Jadikan Ikon PPU sebagai Sarana Ekowisata

Penangkaran Rusa Api-Api dilirik Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar). Aset daerah itu ingin…

Sabtu, 30 Desember 2017 07:24
Dari Diskusi HUT Ke-30 Kaltim Post: Mencari Gubernur Pengganti Awang Faroek Ishak? (1)

Perlu Pemimpin yang Berani Lepas dari Ketergantungan SDA

ALAN RUSANDI Kaltim dipastikan dipimpin gubernur baru. Awang Faroek Ishak yang sudah dua periode menjadi…

Sabtu, 30 Desember 2017 07:21
Bincang Sore di Hari Jadi Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Sonhadji

Suka Tantangan dan Olahraga di Luar Ruangan

Jumat (29/12), menjadi hari spesial bagi Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Sonhadji. Memasuki hari jadinya…

Sabtu, 30 Desember 2017 06:46

Tribrata, Menghibur Sekaligus Mengamankan

Banyak cara untuk polisi menjalankan fungsi mengayomi masyarakat. Tak melulu soal memberi keamanan,…

Selasa, 26 Desember 2017 07:25

Melestarikan Pengetahuan “Dukun” lewat Penelitian

Zaman dulu, etnis asli Kalimantan menggunakan kekayaan alam untuk pengobatan. Kini tanaman obat tersebut…

Senin, 25 Desember 2017 07:09
Amien Rais dan Alasannya Mendukung Aji Dedi Mulawarman di Pilgub Kaltim

Berpengalaman, Representasi Ulama dan Tokoh Ekonomi Nasional

Selain dikenal sebagai sosok yang vokal menyuarakan kesejahteraan masyarakat kecil, Aji Dedi Mulawarman…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .