MANAGED BY:
KAMIS
20 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Minggu, 24 Desember 2017 08:47
Sepinggan Siap Hadapi Persaingan

BSB yang Bakal Buka Rute Internasional

BERJUANG CARI PELUANG: Usulan rute internasional untuk BSB bisa mengancam pasar Bandara Sepinggan. Kedua bandara bakal bersaing secara terbuka memperebutkan penumpang. (ANGGI PRADITHA/ALAN RUSANDI/P)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Kabar usulan rute internasional dari Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda telah diketahui PT Angkasa Pura (AP) I. BUMN itu merespons hangat rencana tersebut. Sebab, bila penerbangan tersebut disetujui Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Bandara Internasional Sepinggan, Balikpapan, bakal ditinggal penumpang.

General Manager AP I Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan Handy Heryudhitiawan mengatakan, pihaknya telah menyiapkan strategi agar pasar yang mereka miliki sekarang tidak tergerus.

“Sampai saat ini, dari AP I memang belum ada keputusan final apakah menjadi operator BSB (Bandara Samarinda Baru) atau tidak. Ya, yang saya tahu ada kabar mereka mengajukan rute penerbangan ke Kemenhub. Ada rute internasional juga,” ucapnya kemarin.

Dia mengatakan, tidak bisa dimungkiri lagi jika Samarinda beroperasi pasti akan menggerus penumpang di Balikpapan. Penurunan jumlah penumpang mungkin pada awal-awal. “Ya, kalau kami juga yang kelola tidak usah pusing. Tinggal kami yang mengaturnya saja. Tapi, kalau provinsi (pemprov) yang mengelola, akan ada persaingan,” tuturnya.

Kendati demikian, Handy mengklaim pihaknya siap bersaing dengan bandara yang populer dengan nama BSB tersebut. Ada beberapa strategi yang telah disiapkan. Paling utama melakukan sinergi dengan daerah setempat (Balikpapan dan kawasan terdekat). Tidak bisa bandara berjalan sendiri peran pendukung lainnya diperlukan.

Sinergi itu berkaitan bagaimana upaya memajukan kota dan memberikan kesan nyaman. Serta, daya tarik bagi masyarakat. Misalkan, ada kuliner enak di Balikpapan atau tempat wisata menarik. “Penumpang pasti berpikir, berangkat dari Balikpapan saja lah. Karena ada kuliner enak. Paling tidak mereka bisa stay 1–2 hari dulu,” tuturnya.

Hal itu terbangun melalui sinergi. Dia akan berdiskusi dengan Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi dan Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Yusran Aspar untuk mewujudkan itu. Ya, karena jika Bandara Samarinda beroperasi dan pihaknya tidak memiliki strategi jitu, maka pasar Bandara Sepinggan akan tergerus.

Penumpang dari Samarinda, Tenggarong, Bontang, Kutai Barat, Bontang, dan Kutai Timur akan hilang. Selanjutnya, bandara terbesar di Kaltim itu hanya mengandalkan Balikpapan, PPU, Paser, dan wilayah terdekat lainnya.

“Maka Balikpapan, PPU, dan Paser perlu membangun infrastruktur yang memudahkan ke bandara. Mengembangkan pariwisata. Mari kita duduk bareng dan membuat pasar itu mau ke Balikpapan atau PPU. Bandara ini kan pintu gerbang. Mari kita create keunggulan Balikpapan,” ujar pria yang sebelumnya bertugas di Banjarmasin tersebut.

Menurut dia, ke depan, bila BSB beroperasi, warga akan memilih mana yang terbaik. “Kami serahkan kepada konsumen. Yang pasti kenyamanan dan servis yang kami berikan sudah terbukti dengan menyabet penghargaan,” ungkapnya dengan antusias.

Bandara Sepinggan sukses meraih predikat pertama dalam survei kepuasan pelayanan terbaik tahun ini. Prestasi itu merupakan hasil survei pada triwulan kedua dari Airport Council International (ACI) untuk airport services quality (ASQ), kategori kapasitas 5–15 juta penumpang.

Sementara jika jalan tol sudah rampung, akses dari Samarinda akan mudah dan cepat. Tinggal moda transportasi darat dikembangkan lagi. Pembangunan jalan tol bisa diteruskan ke Bontang.

Dia mencontohkan Jogjakarta dan Solo. Orang yang berangkat atau datang lebih banyak lewat Jogjakarta karena banyak ragam wisata yang bisa dikunjungi. Daerah bisa menarik masyarakat untuk singgah dahulu. “Intinya yang dikuatkan adalah daerahnya. Bandara kami sudah siap,” serunya.

Menurutnya, persoalan Bandara APT Pranoto dan Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan hampir mirip dengan lapangan terbang di Jawa Barat. Yakni Bandara Internasional Husein Sastranegara di Bandung dan Bandara Internasional Kertajati di Kabupaten Majalengka. Khusus Bandara Kertajati progresnya kini sekitar 80 persen.

“Bila beroperasi, berpotensi menggerus penumpang di Bandara Husein Sastranegara. Tetapi, tidak semudah itu. Mengoperasikan bandara ini tidak mudah. Bandara Kertajati diapit Bandung, Jakarta, geser ke timur ada Semarang. Ya, tidak tahu juga nanti bagaimana itu,” papar Handi.

Dia mengatakan, di Indonesia bandara yang tidak dikelola AP I dan II ini jumlahnya cukup banyak. Sekitar 260 bandara. Beberapa di antaranya berstatus internasional. Seperti Bandara Juwata Tarakan itu miliki pemerintah, melalui Dinas Perhubungan, statusnya bandara internasional.

Lebih lanjut, pria ramah tersebut menuturkan, mengelola bandara tidak semudah membalikkan tangan. Minimal bandara harus memiliki tiga juta penumpang per tahun. Di bawah angka itu, kondisi keuangan pasti buruk.

“Lalu, perawatan bandara ini tidak murah. Maintenance landasan pacu (runway) itu menghabiskan dana miliaran rupiah per enam bulan. Belum lagi perawatan terminal, parkir, logistik dan lain sebagainya,” jelas Handy.

Dia melanjutkan, perlu waktu delapan bulan membentuk perusahaan sebelum mengoperasikan bandara. Tenaganya pun harus memiliki jam terbang tinggi di dunia penerbangan. Khususnya sumber daya manusia yang bertugas di runway. Mereka harus bersertifikasi. “Kami investasi Bandara Sepinggan ini tidak sedikit. Sampai sekarang saja belum balik modal. Beroperasinya Samarinda akan menjadi tantangan bagi kami,” tuturnya.

PT AP I menggelontorkan dana sebesar Rp 2 triliun untuk membangun terminal baru Bandara Sepinggan. Proyek tersebut mulai dibangun pada 2012 dan rampung dua tahun kemudian. Pada 2014, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang meresmikan terminal baru tersebut.

Handy menjelaskan, jumlah penerbangan di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, sebanyak 90 penerbangan per hari. Tahun depan dia menargetkan bisa menjadi 100.

Penerbangan umrah kemungkinan akan ditambah lagi tahun depan. Sementara sekarang rute Bandara Sepinggan ke Madinah, Arab Saudi, baru sekali tiap pekan. Adapun jumlah penumpang sampai November di angka 6.757.836 orang atau turun 10 persen dari tahun lalu pada periode yang sama. Jumlah jadwal penerbangan Januari–November 2017 sebanyak 61.510 penerbangan. Dan, ada 7.656 penerbangan yang statusnya cancel.

LIHAT PASAR

District Manager Citilink Balikpapan Redemtus Pramono menyebut, sampai sekarang, pihaknya belum mendapatkan surat resmi dari pusat perihal rute BSB. “Jika memang ada, biasa ada pemberitahuan dari pusat. Sekarang penerbangan masih terpusat di Balikpapan,” ucapnya.

Dia menjelaskan, penumpang Citilink yang berangkat dari SAMS Sepinggan Balikpapan mayoritas dari luar Balikpapan. Menurutnya, pangsa pasar dari utara Kaltim. Cakupan pasar Balikpapan tak terlalu banyak dan paling hanya dari Penajam Paser Utara, Paser, Samboja, dan kawasan terdekat lainnya. “Bisa dibilang pasar penumpang dari Samarinda, Bontang, Kukar, dan sekitarnya sebanyak 60 persen. Sisanya dari Balikpapan dan daerah terdekatnya,” tambah dia.

Sedangkan, District Manager Sriwijaya Air Area Balikpapan Fredy J De Hart, sampai saat ini pihaknya masih menunggu status Bandara APT Pranoto. Dari sudut pandangnya, dua bandara yang jaraknya cukup dekat, pasti maskapai akan lebih memilih pasar yang lebih besar. “Serta, cost yang lebih murah di mana,” ucapnya.

Pria berdarah Belanda itu mengatakan, saat ini load factor Sriwijaya Air lebih banyak didominasi penumpang dari Samarinda, Bontang, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Kutai Barat, dan Mahakam Ulu. Kontribusinya hingga 60 persen. Sedangkan untuk Balikpapan, PPU, Samboja, dan Paser kontribusi penumpang hanya 40 persen.

“Kalau BSB beroperasi, dan frekuensi penerbangan di Bandara Sepinggan akan tergerus. Atau bahkan, bisa saja beberapa rute yang ramai kami alihkan semua ke Samarinda. Persaingan harga jelas akan terjadi,” jelasnya.

Untuk itu, dia berharap PT Angkasa Pura I perlu mengkaji secara mendalam terkait kondisi ini. Harus ada skema yang jelas. Poinnya, bandara beroperasi bersama, tapi keduanya tetap untung.

Menurutnya, bisa saja memberikan rute baru agar pasar tetap stabil. Untuk dalam jangka pendek, dia rasa tidak masalah. Pihak maskapai pasti akan menerawang pasar dulu. Saat ini, load factor average Sriwijaya Air untuk rute dominan adalah Jogjakarta, Berau, dan Surabaya sekitar 85 persen. Sedangkan Jakarta sekitar 75 persen.

General Manager Garuda Indonesia Area Balikpapan Joseph A Saul menuturkan, maskapainya mau mendaratkan pesawat di suatu kota ditentukan potensi pasarnya. “Ya, nanti, orang Samarinda kalau bepergian tidak lewat Balikpapan lagi. Market untuk Garuda dari wilayah Samarinda ke utara dan Balikpapan sekitar 50–50 persen.

Sebelumnya, terbang dari Samarinda ke luar negeri semakin dekat dari kenyataan. Ada langkah maju untuk merealisasikan mimpi itu. Yakni, masuknya usulan sejumlah rute penerbangan internasional dari BSB ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub). “Rute yang diusulkan itu adalah rencana penerbangan yang akan dibuka,” kata Kepala Dishub Kaltim Salman Lumoindong.

Dia menyebut, Pemprov Kaltim memang mengusulkan BSB menjadi bandara internasional. Namun, rute yang diusulkan tersebut bergantung kesediaan maskapai penerbangan yang mendarat di BSB.

Adapun rute yang diusulkan ke Kemenhub tersebut, di antaranya Samarinda-Jakarta, Samarinda-Surabaya, Samarinda-Manado, Samarinda-Palangka Raya, Samarinda-Kuching, Samarinda-Kinabalu, Samarinda-Kuala Lumpur, Samarinda-Brunei Darussalam, dan Samarinda-Singapura. (aji/rom/k9)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 19 Juni 2019 10:56
Polemik PPDB Sistem Zonasi

PPDB Bertujuan Mulia, Tapi Pelaksanaan Bermasalah

JAKARTA - Semangat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meniadakan sekolah favorit…

Rabu, 19 Juni 2019 10:53

Makin Menjamur, Guest House Resahkan Perhotelan

Menjamurnya guest house di Kota Minyak diyakini bisa memperbesar lapangan…

Rabu, 19 Juni 2019 10:51

Makin Sadar, Warga Pilih Tukarkan Uang Pecahan di Perbankan

SAMARINDA- Kinerja outflow pada Mei 2019 meningkat 86,03 persen year-on-year…

Senin, 17 Juni 2019 14:50
Atasi Banjir Samarinda, Sekkot Minta Bantuan Pemprov dan Pusat

Atasi Banjir di Samarinda, Ini Kuncinya...

Mengatasi banjir di sejumlah wilayah di Kaltim menjadi pekerjaan utama…

Senin, 17 Juni 2019 14:45

Begini Sistem Anyar Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Negeri

Seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBM PTN) tahun ini…

Senin, 17 Juni 2019 14:28

Pemprov Kaltim Sediakan Rp 10 Miliar Tangani Banjir

SAMARINDA - Usai musibah banjir hampir sepekan melumpuhkan sebagian aktivitas…

Minggu, 16 Juni 2019 23:00

Samarinda Harus Berani Tanpa Tambang

Mengatasi banjir Samarinda cukup pelik. Meski penyebabnya sudah diketahui. Hingga…

Minggu, 16 Juni 2019 22:09

Limbah Perusahaan Kayu Diduga Jadi Penyebab

PUSDALOPS BPBD PPU UNTUK KP TERULANG LAGI : Banjir di…

Minggu, 16 Juni 2019 12:56

Mahulu Mulai Surut, PPU Banjir

BANJIR di Samarinda memang semakin surut. Lalu lintas berangsur-angsur normal.…

Minggu, 16 Juni 2019 12:55

Tujuh RT di PPU Terendam

BANJIR kembali menggenangi sejumlah wilayah di Penajam Paser Utara (PPU)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*