MANAGED BY:
SELASA
19 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Minggu, 24 Desember 2017 06:25
Mencicipi Musim Dingin di Beijing
SUMMER PALACE: Kawasan yang berada di distrik Haidian ini dulunya digunakan keluarga kekaisaran sebagai tempat peristirahatan maupun pesta.

PROKAL.CO, Banyak warna kehidupan tersajikan di Beijing. Mulai dari gaya metropolitan maupun merasakan kejayaan masa lampau.

OLEH: AKIN SUDHARTA *

SEBAGAI ibu kota Tiongkok, Beijing diwarisi banyak destinasi menarik untuk berwisata. Saya sendiri sudah berulang kali mengunjungi Tiongkok, tetapi rasanya belum tuntas karena masih banyak lokasi yang belum saya rasakan.   

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kali ini saya dan istri memutuskan bepergian ke Beijing pada musim dingin. Perjalanan kami lakukan pada 1-6 Desember lalu. Perjalanan ini hanya sekadar untuk merasakan musim yang berbeda dengan lokasi wisata yang paling banyak dikunjungi saat summer (musim panas). 

Lokasi pertama ialah Tian An Men Square, Forbidden City. Kota Terlarang ini merupakan bagian dari sejarah Beijing, di mana pernah menjadi tempat tinggal dua puluh empat kaisar pada zaman Dinasti Ming dan Dinasti Qing. Kami sempat pula mengunjungi China National Grand Theater. Bangunannya unik menyerupai telur sehingga menjadi lokasi photo stop.

Rasanya pun tidak afdol bila belum mengunjungi Great Wall. Tembok raksasa yang merupakan salah satu keajaiban dunia ini memiliki panjang dinding hingga 10 ribu kilometer. Sekalipun lelah menaiki ratusan anak tangga, keringat saya tidak mengucur karena hawa dingin yang menyusup ke badan. Musim dingin juga mengakibatkan bunga banyak yang rontok dan pemandangan ditutupi salju. Banyak wisatawan tetap berkunjung, walau tak sebanyak musim panas.

Perjalanan dilanjutkan mengunjungi Summer Palace. Selama di sana hawa dingin mencapai -9 sampai -4 derajat. Bahkan membuat danau di daerah tersebut membeku. Summer Palace merupakan istana musim panas bagi keluarga kekaisaran, yang dilengkapi arsitektur berusia lebih dari ribuan tahun. Setibanya waktu beristirahat kami juga menyempatkan diri mengunjungi Masjid Nandouya. Masjid tampak cantik dengan berbagai ornamen khas Tiongkok.   

Tak lama kemudian kami tiba di Temple of Heaven, tempat di mana pada zaman kekaisaran digunakan sebagai lokasi berdoa atas panen yang melimpah, dan dekat dengan Wangfujing Street. Di sana kami juga menikmati mengelilingi kota tua Beijing dengan becak, serta sepeda yang kami sewa dengan sistem barcode.

Dan bisa pula berbelanja di Yashow Market, lokasi ini terkenal dengan merek-merek terkenal versi KW 1. Bila berbelanja di sana cukup berhati-hati, karena banyak barang tiruan dibanderol dengan harga berlipat-lipat, itulah mengapa saya anjurkan agar menawar hingga 80 persen. Ya, mesti pintar tawar-menawar agar tak mudah terjebak.  Bicara soal kebersihan, toilet Beijing kini kian bersih tak seperti beberapa tahun lalu. Begitulah kiranya perjalanan yang kami lakukan di Beijing, dan berharap bisa kembali lagi untuk menuntaskan perjalanan wisata ke kota lainnya di Tiongkok. (*/lil/tom)

*)Pengirim adalah pengusaha yang berdomisili di Balikpapan dan aktif di sejumlah organisasi


BACA JUGA

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .