MANAGED BY:
SABTU
21 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Sabtu, 23 Desember 2017 07:27
Mimpi Mendulang PAD dari Pariwisata

Minim Fasilitas, Disbudpar Tak Disokong Anggaran

Tita Deritayati

PROKAL.CO, Pemkab PPU berinisiatif mengembangkan industri pariwisata, yang nantinya menjadi salah satu sumber pendapatan daerah pada masa mendatang. Namun, keinginan tersebut tak bisa terlaksana tanpa infrastruktur dan fasilitas penunjang wisata.

 BUPATI Paser Yusran Aspar memiliki mimpi pariwisata di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bisa berkembang. Di benaknya, kabupaten ini memiliki banyak potensi pariwisata tapi belum mendapat perhatian yang serius. Bahkan bisa mengalahkan Bali, yang dikenal dengan wisata pantai dan budaya.

 Namun, pengembangan pariwisata terkendala promosi. Banyak objek wisata yang belum dikenal wisatawan lokal maupun mancanegara sehingga perlu terobosan. Misal, pertukaran pelajar dan mahasiswa yang melakukan homestay atau tinggal di rumah warga. Tugas mereka menginformasikan potensi pariwisata di PPU, selanjutnya dipromosikan ke daerah mereka. “Akhirnya (PPU) terkenal. Pada akhirnya meningkatkan PAD. Itu yang perlu disiapkan pemimpin nanti,” katanya saat ditemui beberapa waktu lalu.

Tampaknya untuk mewujudkan mimpi tersebut, masih jauh dari angan. Infrastruktur penunjang pariwisata di Kabupaten PPU belum mendapat perhatian serius. Padahal, saat ini sektor pariwisata dianggap sebagai salah satu sektor terpenting dalam pertumbuhan ekonomi di daerah.

Pada 2018 Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) PPU hanya mendapat jatah Rp 1,2 miliar. Termasuk untuk membiayai belanja pegawai. Menyisakan belanja kegiatan Rp 300 juta. Namun, Rp 200 juta dialokasikan untuk kegiatan Nondoi, festival adat Paser rutin yang digelar setiap tahun. “Sisanya untuk kegiatan setahun Rp 100 juta. Jadi, kalau bicara sektor pariwisata, PAD masih belum mampu,” ungkap Kepala Disbudpar Tita Deritayati saat ditemui pekan lalu.

Jika ingin sektor tersebut bisa mendulang PAD, kelengkapan sarana dan prasarana pariwisata menjadi hal penting. Misal, di ekowisata mangrove di Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Penajam. Disbudpar PPU tidak bisa menarik retribusi biaya masuk maupun parkir di sana bila tidak ada fasilitas memadai yang disiapkan. Contoh, area parkir hingga tempat istirahat yang nyaman. “Jadi objek wisata di PPU baru sekadar potensi. Belum bisa dikelola maksimal karena sarana dan prasarana pendukungnya belum layak. Belum dapat ditarik retribusi, tapi bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya,” lanjutnya.

Dengan alokasi anggaran yang sangat minim itu, Disbudpar PPU hanya bisa fokus melakukan program pengembangan masyarakat. Mengaktifkan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) untuk mengelola potensi pariwisata di daerah mereka. Keuntungan dari pengelolaan potensi pariwisata itu bisa dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar. “Kami hanya melakukan pembinaan supaya layanan yang ada di sana sesuai standar,” ujarnya.

Pihak swasta enggan melirik potensi objek pariwisata karena dinilai belum menguntungkan. Mengingat sarana dan prasarana penunjang masih belum lengkap. Sebab, yang terpenting adalah kemudahan akses menuju objek pariwisata, yang membuat pihak swasta bisa melirik untuk mengelola sektor pariwisata di PPU. “Kalau akses jalan ke objek wisata, listrik, dan air tidak ada, bagaimana swasta bisa berminat. Ini yang seharusnya menjadi perhatian Pemkab PPU. Sebab, bukan hanya tugas Disbudpar, tapi juga Dinas PU dan instansi lainnya,” tutur Tita.

Minimnya anggaran yang dialokasikan dalam APBD PPU, membuat Disbudpar PPU berupaya mencari sumber pembiayaan lain, seperti APBN. Namun, mereka kesulitan karena belum memiliki Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah atau RIPPDA. Karena melalui dokumen yang mengatur sasaran pembangunan pariwisata daerah, menjadi syarat pemerintah pusat mengalokasikan anggaran untuk pengembangan pariwisata di PPU. “Sejak Disbudpar bergabung dengan Dinas Perhubungan, belum ada RIPPDA yang dibuat,” ungkapnya.

Tahun ini Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) mengalokasikan anggaran penyusunan RIPPDA di Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan PPU. Namun, Tita tidak mengetahui apakah RIPPDA yang telah dianggarkan itu sudah selesai disusun atau tidak. Karena harus menggunakan jasa konsultasi untuk menyusun RIPPDA. “Kalau tidak selesai, tahun depan kami minta dianggarkan di Disbudpar. RIPPDA sangat penting untuk memudahkan mencari anggaran dari pusat,” tutupnya. (*/kip/waz/k16)    


BACA JUGA

Rabu, 18 Juli 2018 08:24
Bansos yang Kerap Dikorupsi

Klaim Akal-akalan Oknum

HUMAS Pengadilan Tipikor AF Joko Sutrisno menyebut, meski di meja hijau para terdakwa membeber adanya…

Rabu, 18 Juli 2018 08:06
Bansos yang Kerap Dikorupsi

Rugi Triliunan, Desak Moratorium

RENTANNYA penyelewengan dana bantuan sosial (bansos) mesti mendorong perbaikan oleh pemerintah.…

Jumat, 13 Juli 2018 08:59

Terusir Gara-Gara Zonasi

Masalah klasik menggandoli rencana pemerataan kualitas pendidikan. Ada jurang kualitas dan fasilitas.…

Jumat, 13 Juli 2018 08:56

Lahirkan Tantangan Baru

BERJALAN di antara pro dan kontra, sistem zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) diakui tak terlalu…

Jumat, 13 Juli 2018 08:36
Sengkarut PPDB Online di Kaltim

Tambah Rombel Bukan Solusi

KEPALA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan Muhaimin mengatakan, pelaksanaan PPDB…

Jumat, 13 Juli 2018 08:30

Wajar Kurang karena Pertama Kali

OMBUDSMAN Republik Indonesia (ORI) perwakilan Kaltim ikut memantau pelaksanaan penerimaan siswa baru…

Rabu, 11 Juli 2018 09:15
Ongkos Pernikahan ala Milenial

Terjal Menuju Halal

Selain kelahiran dan kematian, menikah adalah momen penting, bahkan terpenting. Sebab, bisa direncanakan…

Rabu, 11 Juli 2018 09:01

Pilah-Pilih Sesuai Budget

PERNIKAHAN dipersiapkan matang-matang. Mengingat, tak hanya cinta, pernikahan juga perlu persiapan finansial.…

Rabu, 11 Juli 2018 08:33

Bukan Perkara Adu Mewah

MINGGU (8/7), pasangan Nabila Said Amin Ar Rasyidi dan Sammy Saleh Alhuraiby baru saja melangsungkan…

Rabu, 11 Juli 2018 08:29

Janji Suci Jangan Terbelenggu Materi

MENGIKAT dua insan dalam satu bahtera rumah tangga menjadi salah satu yang dianjurkan. Gunanya, agar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .