MANAGED BY:
JUMAT
23 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Jumat, 15 Desember 2017 11:17
“Minta Jatah” Itu Sudah Tradisi

Perompak Sungai Mahakam Hanya Kena Tipiring

JATAH PREMAN: Dua perompak yang sudah lama beraksi di Sungai Mahakam dibekuk setelah turun dari salah satu tugboat sasaran.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Aktivitas di Sungai Mahakam memang tidak pernah berhenti. Selama 24 jam, sungai sepanjang 920 kilometer itu selalu dilintasi kapal, khususnya penarik batu bara (tugboat). Nah, tugboat inilah yang dijadikan sasaran para perompak. Mirisnya, dari pengungkapan yang sering dilakukan aparat berseragam cokelat, proses hukumnya sebatas tindak pidana ringan (tipiring).

Yang teranyar adalah penangkapan dua perompak di perairan kawasan Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir, kemarin (14/12). Mereka adalah Eko Adi Prastyo (28) dan Openg Rudi Hartono (25) yang tak berkutik dibekuk polisi. Keduanya ditangkap saat turun dari tugboat yang membawa emas hitam tujuan Muara Berau.

“Penangkapan keduanya saat kebetulan kami melintas. Dari kejauhan kami sudah melihat ada kapal kecil yang melintas,” ujar Kanit Reskrim Polsekta Kawasan Pelabuhan (KP) Samarinda Iptu Purwo Asmadi. Mereka tak bisa berkilah lantaran bukan bagian dari anak buah kapal (ABK) tugboat. Terlebih, polisi mendapati uang Rp 50 ribu hasil palakan.

Purwo membeberkan, keduanya menggunakan perahu kecil untuk sampai ke tugboat sasaran. Perwira berpangkat balok dua itu menegaskan, target para perompak biasanya hingga 10 kapal. “Bisa dibayangkan kalau sehari 10 kapal yang melintas, sebulan bisa dapat hingga jutaan,” tuturnya. Barang bukti yang disita petugas berupa satu perahu beserta mesin, jeriken kosong, dan uang Rp 50 ribu.

Ditemui koran ini, Eko mengaku aktivitas mereka dianggap sudah jadi tradisi warga yang dilakukan turun-temurun. “Kami tidak mematok tarif, hanya sukarela,” sebutnya. Pria bertato di lengan kanan itu menyatakan, apabila tak diberi oleh awak kapal, mereka memilih meninggalkan kapal. “Tidak ada itu paksa-paksa,” sambungnya.

Eko mengutarakan, ABK tugboat biasanya sudah paham ketika ada kapal-kapal kecil yang mendekat. “Di atas kapal terkadang kami juga menawarkan jasa bantu-bantu,” sebutnya. Dia mengungkapkan, tak memiliki pekerjaan membuatnya memilih “membajak” kapal yang melintas.

Mengenai hal itu, Kanit Reskrim Polsekta Kawasan Pelabuhan Iptu Purwo Asmadi menyatakan tidak memercayai seutuhnya keterangan pelaku. Untuk proses hukum, eks kasi Propam Polresta Samarinda tersebut tengah berkoordinasi dengan Pengadilan Negeri (PN) Samarinda untuk memberi sanksi tipiring. “Kabarnya banyak hakim yang libur, makanya kami tahan sementara 1x24 jam,” pungkasnya. (*/dra/iza/k8)


BACA JUGA

Kamis, 22 Februari 2018 10:10

PARAH INI..!! Ada Batu Baranya, Kuburan Dikeruk Oknum Polisi

SAMARINDA – Aktivitas penambangan batu bara secara sembunyi-sembunyi alias ilegal, seolah tak…

Kamis, 22 Februari 2018 10:09

MENGENAL CARA KERJA REPORTER

Puluhan murid TK Islam Ruhamaa Samarinda antusias mengunjungi redaksi Kaltim Post di Jalan Untung Suropati…

Kamis, 22 Februari 2018 10:08

Fasilitas Citra Niaga Akan Ditingkatkan

SAMARINDA – Citra Niaga telah tertinggal jauh dari pusat perbelanjaan modern. Pemkot Samarinda…

Kamis, 22 Februari 2018 10:07

Pemkot Diminta Seriusi Relokasi Warga SKM

SAMARINDA –Tertundanya relokasi warga di bantaran Sungai Karang Mumus (SKM) ke Handil Kopi jadi…

Rabu, 21 Februari 2018 10:37

Unsur Kelalaian Belum Ditemukan

SAMARINDA – Keberadaan pelindung tiang utama jembatan sangat diperlukan. Tujuannya agar kapal-kapal…

Rabu, 21 Februari 2018 10:36

WASPADA..!! Jalan AW Sjahranie Rawan Kriminal

SAMARINDA - Kriminalitas di ibu kota Kaltim bisa dibilang memprihatinkan. Terutama di ruas Jalan AW…

Rabu, 21 Februari 2018 10:36

Lima Tempat Dilarang Pasang Algaka

SAMARINDA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Samarinda kembali menggelar rapat koordinasi dengan Polresta,…

Rabu, 21 Februari 2018 10:35

Manusia Harus Sadar, Hutan Itu Penting

Proses hukum atas kematian orangutan di Taman Nasional Kutai (TNK) telah berjalan setengah bulan. Empat…

Rabu, 21 Februari 2018 09:24

Hari Ini, DLH Panggil Indomaret

SAMARINDA –Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda dibuat geram oleh pemilik Indomaret di Jalan…

Rabu, 21 Februari 2018 09:22

Kata Jaang, Jangan Bersosialisasi Menjelekkan Paslon Lain

TENGGARONG- Calon Gubernur Kaltim Syaharie Jaang mengingatkan kepada seluruh tim suksesnya agar tetap…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .