MANAGED BY:
MINGGU
20 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Jumat, 15 Desember 2017 11:17
“Minta Jatah” Itu Sudah Tradisi

Perompak Sungai Mahakam Hanya Kena Tipiring

JATAH PREMAN: Dua perompak yang sudah lama beraksi di Sungai Mahakam dibekuk setelah turun dari salah satu tugboat sasaran.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Aktivitas di Sungai Mahakam memang tidak pernah berhenti. Selama 24 jam, sungai sepanjang 920 kilometer itu selalu dilintasi kapal, khususnya penarik batu bara (tugboat). Nah, tugboat inilah yang dijadikan sasaran para perompak. Mirisnya, dari pengungkapan yang sering dilakukan aparat berseragam cokelat, proses hukumnya sebatas tindak pidana ringan (tipiring).

Yang teranyar adalah penangkapan dua perompak di perairan kawasan Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir, kemarin (14/12). Mereka adalah Eko Adi Prastyo (28) dan Openg Rudi Hartono (25) yang tak berkutik dibekuk polisi. Keduanya ditangkap saat turun dari tugboat yang membawa emas hitam tujuan Muara Berau.

“Penangkapan keduanya saat kebetulan kami melintas. Dari kejauhan kami sudah melihat ada kapal kecil yang melintas,” ujar Kanit Reskrim Polsekta Kawasan Pelabuhan (KP) Samarinda Iptu Purwo Asmadi. Mereka tak bisa berkilah lantaran bukan bagian dari anak buah kapal (ABK) tugboat. Terlebih, polisi mendapati uang Rp 50 ribu hasil palakan.

Purwo membeberkan, keduanya menggunakan perahu kecil untuk sampai ke tugboat sasaran. Perwira berpangkat balok dua itu menegaskan, target para perompak biasanya hingga 10 kapal. “Bisa dibayangkan kalau sehari 10 kapal yang melintas, sebulan bisa dapat hingga jutaan,” tuturnya. Barang bukti yang disita petugas berupa satu perahu beserta mesin, jeriken kosong, dan uang Rp 50 ribu.

Ditemui koran ini, Eko mengaku aktivitas mereka dianggap sudah jadi tradisi warga yang dilakukan turun-temurun. “Kami tidak mematok tarif, hanya sukarela,” sebutnya. Pria bertato di lengan kanan itu menyatakan, apabila tak diberi oleh awak kapal, mereka memilih meninggalkan kapal. “Tidak ada itu paksa-paksa,” sambungnya.

Eko mengutarakan, ABK tugboat biasanya sudah paham ketika ada kapal-kapal kecil yang mendekat. “Di atas kapal terkadang kami juga menawarkan jasa bantu-bantu,” sebutnya. Dia mengungkapkan, tak memiliki pekerjaan membuatnya memilih “membajak” kapal yang melintas.

Mengenai hal itu, Kanit Reskrim Polsekta Kawasan Pelabuhan Iptu Purwo Asmadi menyatakan tidak memercayai seutuhnya keterangan pelaku. Untuk proses hukum, eks kasi Propam Polresta Samarinda tersebut tengah berkoordinasi dengan Pengadilan Negeri (PN) Samarinda untuk memberi sanksi tipiring. “Kabarnya banyak hakim yang libur, makanya kami tahan sementara 1x24 jam,” pungkasnya. (*/dra/iza/k8)


BACA JUGA

Kamis, 17 Mei 2018 11:44

CSR BPJS Ketenagakerjaan Sambut Ramadan, Bagi 300 Paket Sembako

SAMARINDA - Menyambut bulan suci Ramadan 1439 H, BPJS Ketenagakerjaan membagikan sembako kepada masyarakat…

Kamis, 17 Mei 2018 10:37

Peluang Tenaga Kerja Lokal

SAMARINDA - Rencana pembangunan kilang minyak Pertamina di Balikpapan dan kilang gas di Bontang dipastikan…

Kamis, 17 Mei 2018 10:36

Alhamdulillah, SBU Bandara APT Pranoto Sudah Terbit!

SAMARINDA - Kabar gembira untuk warga Kota Samarinda dan Kaltim pada umumnya. Sertifikat Bandar Udara…

Kamis, 17 Mei 2018 10:11

Perizinan Masih Dikeluhkan

SAMARINDA – Kepastian waktu pengurusan perizinan di Kaltim masih dikeluhkan pengusaha. Padahal,…

Kamis, 17 Mei 2018 10:10

Bandara Dihijaukan, Jalan Akan Dilebarkan

SAMARINDA – Bandara APT Pranoto dipastikan mulai beroperasi 24 Mei mendatang. Pemkot Samarinda…

Kamis, 17 Mei 2018 10:09

Satgas Harus Bagi Waktu

SATUAN Tugas (Satgas) Illegal Mining menepis anggapan yang menyebut pihaknya terkesan tebang pilih,…

Kamis, 17 Mei 2018 10:09

Pemeriksaan Jembatan Belum Detail

SAMARINDA – Peristiwa di Jembatan Mahakam pada Minggu (29/4), tentunya masih jadi pekerjaan tambahan…

Kamis, 17 Mei 2018 10:09

Ada Cairan dan Tumpukan Kertas Mencurigakan

Rumah bangsal di Jalan AW Sjahranie, Gang Pandan Mekar, RT 30, No 10A, mendadak jadi pusat perhatian.…

Rabu, 16 Mei 2018 11:34

Ketua KPU Kaltim ke Desa Budaya Pampang, Loh Ngapain?

SAMARINDA – Berbagai upaya sosialisasi digalakkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim untuk meningkatkan…

Rabu, 16 Mei 2018 10:06

Hasil Analisis Timsus Belum Keluar

SAMARINDA –Tim khusus (Timsus) dari Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR), pekan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .