MANAGED BY:
RABU
25 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Jumat, 15 Desember 2017 06:40
Klaster Bawang BI di Balikpapan Panen Perdana
Dapat 21 Ton, Hanya 50 Persen Dikonsumsi
SIAP DIPASARKAN: Salah satu anggota kelompok petani bawang merah binaan KPw-BI Balikpapan saat panen perdana di kawasan Gunung Bubukan, Teritip, Balikpapan Timur, kemarin. (ANGGI PRADITHA/KP)

PROKAL.CO, Upaya Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim menekan inflasi dari sektor pangan, satu per satu menemui titik terang. Untuk komoditas bawang merah, program klaster dari bank sentral ini akhirnya menggelar panen perdana, Kamis (14/12).

BAWANG merah memang menjadi salah satu biang inflasi di Balikpapan, maupun Kaltim. Selama ini, pasokan komoditas pangan dari subkelompok bumbu itu banyak dipenuhi dari Jawa timur dan Sulawesi.

SebelumBalikpapan, klaster bawang merah BI telah melaksanakan panen di Penajam Paser Utara. Menanam sejak Juli lalu, kemarin, panen tanaman ini yang dibudi daya di kawasan Teritip, Balikpapan Timur itu mencapai 21 ton.

Kepala KPw BI Balikpapan Suharman Tabrani mengatakan, program ini merupakan kerja sama antara pihaknya dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), serta Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan Balikpapan. Berdasarkan roadmap, program ini berlangsung hingga 2019 nanti.

Adapun 21 ton bawang merah yang dipanen kemarin, berasal dari 1 ton bibit yang dibawa dari Brebes. Daerah di Jawa Tengah itu juga menjadi lokasi belajar para petani binaan dari KPw-BI Balikpapan, Juni lalu.

“Panen 21 ton ini tak semua dikonsumsi. Setengahnya wajib digunakan untuk pembibitan,” kata Suharman saat panen perdana klaster bawang merah di kawasan Gunung Bubukan, Kelurahan Teritip, Balikpapan Timur, kemarin.

Kebijakan alokasi produksi panen ini, lanjut Suharman, sudah disepakati bersama para petani. Sebab, tujuan dari program ini adalah untuk keberlanjutan pasokan. Termasuk untuk memenuhi kebutuhan daerah lain di Kaltim.

“Tak hanya bibit, dalam program klaster ini, petani juga mendapat pengadaan gudang penangkaran. Gudangnya terdiri dari dua ruangan, untuk ruangan penyimpanan dan pengasapan,” ungkap Suharman,

Adapun ruangan penyimpanan, kata dia, digunakan untuk menyimpan dan menggantung hasil panen. Sedangkan ruangan pengasapan digunakan untuk proses pengasapan calon-calon bibit bawang merah yang akan ditanam pada periode produksi selanjutnya.

“Pengasapan ini untuk mengurangi kadar air, sehingga bibit tidak cepat busuk. Juga agar tidak mudah timbul bakteri pada umbi tanamannya,” jelas dia.

Suharman berharap, hasil budi daya bawang merah bisa perlahan memenuhi kebutuhan masyarakat Balikpapan dan sekitarnya. Ketergantungan pasokan dari daerah lain pun bisa dikurangi.

“Perlu dicatat juga bahwa kami tidak hanya fokus ke produksi. Pemasarannya juga harus dipikirkan. Tidak gampang masuk pasar tradisional, tapi ini akan kami pikirkan,” sebutnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Balikpapan Yosmianto mengakui, petani di Kota Minyak memang memiliki masalah dalam memasarkan hasil tani. Ada yang dapat menjual ke pasar langsung ke pedagang, namun hanya sebagian kecil.

Melihat kondisi tersebut, bersama TPID dan Dinas Perdagangan Balikpapan berencana membuat pasar penyeimbang. Pasar ini akan ditempatkan di dekat Pasar Klandasan.

Yosmianto berharap, upaya tersebut dapat terealisasi awal tahun depan. “Petani bisa memanfaatkan pasar penyeimbang ini. Mereka dapat harga selayaknya. Selama ini, harga yang mereka dapat sangat rendah, karena rantai distribusi yang terlalu panjang,” ungkapnya. Adapun opsi lainnya, adalah dengan menggandeng Perum Bulog sebagai pembeli khusus.

Pria yang akrab disapa Yos ini menyebut, kebutuhan bawang merah di Balikpapan saat ini sekitar 800 ton per tahun. Saat ini, produksi lokal memang belum mampu memenuhinya.

Saat ini, kata dia, ada tiga kelompok tani yang menanam bawang merah, tapi produksinya belum cukup. Sekali panen hanya di kisaran 20 ton, dengan tiga kali panen per tahun.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kelompok Tani Hikma,  Bahar mengaku, selama ini mereka kesulitan memasok ke pasar tradisional. Tak jarang, para anggota harus menjual sendiri hasil panennya.

“Semoga ke depan, ada upaya baru untuk memastikan penjualannya. Produksi 21 ton bawang merah kami ini baru menggunakan lahan 1 hektare dengan 10 petani. Ke depan, akan lebih banyak, jadi butuh pasar yang lebih besar,” ulasnya. (aji/man/k15)


BACA JUGA

Rabu, 25 April 2018 07:20

TUH..!! Tak Ada Penerbangan Malam di APT Pranoto

SAMARINDA - Beroperasinya Bandara Aji PangeranTumenggung (APT) Pranoto di Samarinda ternyata belum menyeluruh.…

Selasa, 24 April 2018 12:30

WARNING..!! Rupiah Terus Melemah, Ini yang Dilakukan BI

Nilai mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami pelemahan yang cukup dalam…

Selasa, 24 April 2018 07:18

Penjualan Daihatsu Tumbuh 10 Persen

JAKARTA – Daihatsu mencatatkan pertumbuhan penjualannya di Indonesia, sepanjang kuartal pertama…

Selasa, 24 April 2018 07:12

Penuhi Hasrat Pencinta Modifikasi Retro

MESKI tak sebesar segmen matik ataupun sport, pangsa pasar motor retro tetap memiliki peminat. Tak terkecuali…

Selasa, 24 April 2018 07:08

Genjot Potensi Ekspor ke Bangladesh

JAKARTA - Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) Kementerian Perdagangan memperkuat…

Selasa, 24 April 2018 07:07

Konsumsi Alas Kaki Makin Tinggi

JAKARTA - Industri alas kaki diproyeksi menggeliat tahun ini, seiring pertumbuhan penduduk dan…

Selasa, 24 April 2018 07:07

BUMN Ditarget Raup Rp 2.200 Triliun

JAKARTA - Para direksi dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tampaknya harus bekerja lebih keras tahun…

Selasa, 24 April 2018 07:06

Penggunaan Biodiesel Akan Diperluas

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana mencampur seluruh jenis solar…

Selasa, 24 April 2018 07:05

Syarat Penerima Tax Holiday Diusulkan Turun

JAKARTA - Upaya mendorong investasi di Tanah Air terus dilakukan pemerintah. Salah satunya, dengan mempertimbangkan…

Senin, 23 April 2018 08:26

Tujuh Blok Terminasi Diserahkan ke Pertamina

JAKARTA – Tujuhwilayah kerja minyak dan gas bumi (migas) yang berakhir masa kontraknya (terminasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .