MANAGED BY:
MINGGU
20 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Kamis, 14 Desember 2017 11:21
Sangat Memadai Dilintasi Kendaraan Besar
BISA LEWAT: Jembatan Mahkota II sejatinya sudah bisa dilewati kendaraan besar. Sayangnya, akses jalan penghubung menuju kedua sisi masih tidak memungkinkan.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Sampai saat ini, Jembatan Mahkota II atau Jembatan Achmad Amins belum mengantongi sertifikat layak operasi dari tim Komisi Keamanan Jembatan Terowongan dan Jalan (KKJTJ) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Sejauh ini pemkot hanya menerima izin operasional secara lisan. Tak heran jika kendaraan yang boleh melintas dibatasi. Yakni, hanya kendaraan roda empat dan roda dua. Selebihnya tidak diperbolehkan.

Namun, konsultan pembangunan Taufiq Rinaldi mengatakan, jembatan yang dibangun selama 14 tahun itu harusnya sudah bisa dilewati kendaraan besar. “Tapi saya dengar, jalan tembusnya yang belum siap. Masak iya harus lewat kawasan Sungai Dama. Kan pasar, tentu tidak mendukung,” ujarnya.

Meski sudah putus kontrak, Taufiq mengungkapkan memiliki tanggung jawab moral terhadap jembatan yang menghabiskan anggaran APBD hingga Rp 700 miliar itu. Dia menyebut, pekan ini kemungkinan sertifikat layak operasi sudah diterima Pemkot Samarinda. “Harusnya pekan lalu. Mungkin KKJTJ sedang sibuk, karena yang diurus tidak Samarinda saja,” tutur dia.

Taufiq memastikan, saat ini kondisi jembatan sangat memadai untuk dilintasi kendaraan besar. Apalagi sudah diuji KKJTJ dengan menjejer 22 truk dengan beban keseluruhan 660 ton. “Ternyata aman. Saya rasa memungkinkan awal tahun diresmikan,” paparnya. “Saya akan mengawasi selama diperlukan. Konstruksi harus terus diperhatikan. Ini beban moral dan menjadi tanggung jawab konsultan ketika terjadi permasalahan,” jelas Taufiq.

Lanjut dia, yang perlu diawasi adalah kondisi kabel dan elevasi jembatan. “Kalau ada perubahan harus dipantau langsung,” sebutnya. Dia mengimbau pemkot gencar melaksanakan pemeliharaan setiap tahunnya. Bahkan, pemkot disarankan untuk mengalokasikan anggaran khusus perawatan. “Perawatan awal kemungkinan mencapai Rp 2 miliar. Itu bergantung kondisi jembatan,” katanya.  “Yang jelas tahun pertama perlu dilakukan perawatan, kemudian dilanjutkan setiap dua tahun. Setelah itu, perawatan setiap lima tahun sekali harus ada,” imbuhnya.

Disinggung mengenai aktivitas tambang pasir yang kerap ada di sekitar jembatan itu, Taufiq meminta agar dalam radius 100 meter dari lokasi jembatan tidak boleh ada aktivitas tambang pasir. “Untuk kedua sisi jembatan. Bahkan sudah aturannya seperti itu. Sesuai dengan Surat Menteri Nomor 41/2015 tentang Batas Pengaruh Jembatan. Saya tidak begitu ingat aturan pastinya,” bebernya.

Jika dalam radius tersebut dilakukan pengerukan pasir, bisa berdampak pada fondasi. “Semakin lama akan tergerus. Akan mengurangi kedalamannya,” terang dia. (*/dq/iza/k8)


BACA JUGA

Jumat, 18 Mei 2018 10:19
Soal Deklarasi Kota Tepian Bebas Anjal-Gepeng

Dewan Minta Samarinda Steril Dulu

SAMARINDA – Memasuki Ramadan, Dinas Sosial (Dissos) Samarinda berencana melakukan deklarasi Samarinda…

Kamis, 17 Mei 2018 11:44

CSR BPJS Ketenagakerjaan Sambut Ramadan, Bagi 300 Paket Sembako

SAMARINDA - Menyambut bulan suci Ramadan 1439 H, BPJS Ketenagakerjaan membagikan sembako kepada masyarakat…

Kamis, 17 Mei 2018 10:37

Peluang Tenaga Kerja Lokal

SAMARINDA - Rencana pembangunan kilang minyak Pertamina di Balikpapan dan kilang gas di Bontang dipastikan…

Kamis, 17 Mei 2018 10:36

Alhamdulillah, SBU Bandara APT Pranoto Sudah Terbit!

SAMARINDA - Kabar gembira untuk warga Kota Samarinda dan Kaltim pada umumnya. Sertifikat Bandar Udara…

Kamis, 17 Mei 2018 10:11

Perizinan Masih Dikeluhkan

SAMARINDA – Kepastian waktu pengurusan perizinan di Kaltim masih dikeluhkan pengusaha. Padahal,…

Kamis, 17 Mei 2018 10:10

Bandara Dihijaukan, Jalan Akan Dilebarkan

SAMARINDA – Bandara APT Pranoto dipastikan mulai beroperasi 24 Mei mendatang. Pemkot Samarinda…

Kamis, 17 Mei 2018 10:09

Satgas Harus Bagi Waktu

SATUAN Tugas (Satgas) Illegal Mining menepis anggapan yang menyebut pihaknya terkesan tebang pilih,…

Kamis, 17 Mei 2018 10:09

Pemeriksaan Jembatan Belum Detail

SAMARINDA – Peristiwa di Jembatan Mahakam pada Minggu (29/4), tentunya masih jadi pekerjaan tambahan…

Kamis, 17 Mei 2018 10:09

Ada Cairan dan Tumpukan Kertas Mencurigakan

Rumah bangsal di Jalan AW Sjahranie, Gang Pandan Mekar, RT 30, No 10A, mendadak jadi pusat perhatian.…

Rabu, 16 Mei 2018 11:34

Ketua KPU Kaltim ke Desa Budaya Pampang, Loh Ngapain?

SAMARINDA – Berbagai upaya sosialisasi digalakkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim untuk meningkatkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .