MANAGED BY:
RABU
21 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Rabu, 13 Desember 2017 15:22
Ekspansi Agresif, Flormar Pilih Kota Minyak
“Konsumen Kosmetik Jarang Loyal dengan Produk Tertentu”
ANGGI PRADITHA/KP SIAP BERSAING: Christine Victoria (dua kanan) saat memimpin kunjungan Flormar di Gedung Biru, kemarin.

PROKAL.CO, Produk kosmetik memang bukan kebutuhan utama bagi sebagian besar masyarakat. Namun tetap saja, kebutuhan itu memiliki pangsa pasar yang potensial. Tak terkecuali di Balikpapan.

SELAIN deretanproduk lokal, Indonesia juga menjadi pasar menarik bagi brand kosmetik impor. Salah satunya, Flormar, merek asal Italia.

Brand Executive Flormar Christine Victoria mengatakan, PT Izone Indonesia selaku pemegang merek tak hanya melihat potensi pasar otomotif di Pulau Jawa. Meski baru masuk ke Indonesia tahun lalu, mereka telah hadir di 15 kota besar, termasuk satu kota di Sumatra, serta dua kota di Kalimantan, Banjarmasin dan Balikpapan.

“Strategi kami memang langsung dengan membuka store di luar Jabodetabek. Ekspansi pasar kami memang tergolong cepat. Kalau tidak begitu, pasti ketinggalan, karena di Indonesia, kompetitor sudah lama hadir,” kata Christine saat berkunjung ke Gedung Biru Kaltim Post, Selasa (12/12). Ekspansi cepat Flormar tersebut, lanjut dia, pada tahap awal memang untuk sosialisasi produk.

Belum lama ini, Flormar membuka gerai di Mal Pentacity. Alasan memilih Balikpapan, disebut Veronica, karena kota ini masih berpotensi berkembang. Kata dia, bagi investor di bidang apapun, Kota Minyak masih sangat layak untuk sasaran ekspansi.

Di tengah iklim industri yang kurang menggembirakan, dia menyebut, bisnis kosmetik tetap menjanjikan potensi. Selain pangsa pasarnya sudah jelas, yakni para perempuan, bagi sebagian kalangan produk kosmetik merupakan kebutuhan vital.
Apalagi, kata Christine, tren pemakaian kosmetik sudah semakin meluas. Tak hanya perempuan dewasa, anak usia sekolah pun kian akrab dengan alat kecantikan.

“Konsumen kosmetik jarang loyal dengan produk tertentu. Sehingga, meski kami baru, saya kira pasarnya masih sangat potensial,” ujarnya.
Misi Flormar di Balikpapan saat ini, lanjut dia, lebih dulu ingin mempermudah masyarakat melihat dan mengenal produk mereka. Karenanya, kehadiran gerai merupakan tahapan penting.

Christine yakin, pangsa pasar di luar Jawa masih sangat potensial. Itu terbukti dari ekspansi mereka sebelumnya, di Medan dan Bali. Dalam sebulan, masing-masing kota tersebut berhasil meraup omzet antara Rp 250–350 juta. Terkait sasaran pasar, dia menyebut, paling besar adalah perempuan dengan rentang usia antara 20–40 tahun.

Meski masih tergolong pemain baru, Christine menyebut bahwa Flormar tetap berupaya mengedukasi masyarakat. Salah satunya terkait kewaspadaan terhadap peredaran produk palsu. Saat ini, dia memastikan, belum ada barang imitasi dari Flormar. “Membuka banyak toko tersebut jadi salah satu upaya menekan peredaran produk palsu,” tuturnya.

Dia mengakui, saat ini persaingan pasar kosmetik kian ketat. Terlebih, banyak produsen yang sudah memasarkan produknya secara daring, atau online. Strategi itu pun turut mereka siapkan.

“Tapi menurut kami, toko offline tetap yang paling penting. Calon konsumen butuh pengalaman langsung merasakan sebuah produk. Jika sudah ada pengalaman, kemudian mungkin baru membeli via online secara rutin,” terang Christine. (aji/man/k9)

 


BACA JUGA

Rabu, 21 Februari 2018 07:25

WADUH..!! Baru 36 Persen Perusahaan Jamin Pekerja

BALIKPAPAN - Tingkatkepesertaan dunia usaha Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan…

Selasa, 20 Februari 2018 09:27

Pengembang Berharap Perlakuan Khusus

BALIKPAPAN - Pengembang di segmen rumah subsidi masih keberatan dengan suku bunga kredit yang diterapkan…

Selasa, 20 Februari 2018 09:23

Target Satu Juta Per Tahun Belum Tercapai

PROGRAM satu juta rumah belum terealisasi sesuai target. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat…

Selasa, 20 Februari 2018 09:20

Anggaran Cukup, Belum Dianggap Urgen

JAKARTA - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) mengeluhkan tak adanya cadangan nasional BBM…

Selasa, 20 Februari 2018 09:17

Pengangguran Didorong Garap Sektor Nonformal

BALIKPAPAN - Selain memaksimalkan serapan industri dari investasi baru, Pemkot Balikpapan telah menyiapkan…

Selasa, 20 Februari 2018 09:16

Polytron Luncurkan Prime 7 Pro

POLYTRON tampaknya kian serius menjajal pasar smartphone nasional. Setelah Prime 7 meluncur ke pasaran…

Selasa, 20 Februari 2018 09:14

Gaya Hidup Tak Sehat Masyarakat Jadi Potensi Pasar

Pangsa pasar sektor consumer goods di Indonesia masih didominasi makanan pokok dan cepat saji. Produk…

Selasa, 20 Februari 2018 09:08

Bunga Deposito Bisa Turun Lagi

JAKARTA - Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) memperkirakan, tren penurunan bunga deposito akan berlanjut…

Selasa, 20 Februari 2018 09:05

Sektor Industri Ditarget Tumbuh 5,67 Persen

JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan industri pengolahan non-migas tumbuh 5,67…

Selasa, 20 Februari 2018 09:04

RI Kebut Perundingan Dagang dengan Eropa

SURAKARTA - Kementerian Perdagangan akan mempercepat perundingan Indonesia-European Union Comprehensive…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .