MANAGED BY:
RABU
25 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MANCANEGARA

Rabu, 13 Desember 2017 09:14
Rusia dan Turki Kompak Kecam Trump

Menentang Deklarasi Presiden AS tentang Kota Yerusalem

MELAWAN TRUMP: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kanan) berjabat tangan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin usai pertemuan di Kompleks Presiden di Ankara, belum lama ini. Keduanya sepakat pengakuan Donald Trump atas Yerusalem bisa meningkatkan ketegangan.(afp)

PROKAL.CO, class="PreformattedText">ANKARA – Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sama-sama menentang deklarasi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump soal Kota Yerusalem. Senin waktu setempat (11/12), dua pemimpin itu menggelar jumpa pers bersama. Dengan tegas, mereka menyatakan sikap mereka terhadap AS.

”Rusia dan Turki sepakat bahwa keputusan AS itu tidak membawa dampak positif apapun bagi Timur Tengah. Sebaliknya, keputusan itu justru mengganggu stabilitas keamanan dan mengaburkan prospek perdamaian di kawasan ini,” kata Putin dalam jumpa pers, sebagaimana dilansir Al Jazeera. Dia menambahkan, status Yerusalem hanya bisa diputuskan oleh Israel dan Palestina lewat dialog langsung.

Di sebelah Putin, Erdogan tersenyum. Dia mengaku sangat senang mendengar pernyataan pemimpin 65 tahun tersebut. Menyambung pernyataan tamunya, Erdogan mengecam kekerasan yang pecah di Israel dan Palestina setelah deklarasi Trump. ”Kami mengutuk Israel atas kematian beberapa warga Palestina dalam unjuk rasa yang sekarang (Senin) memasuki hari keenam tersebut,” tandasnya.

Hari ini (13/12), Erdogan dijadwalkan membuka pertemuan Organisasi Kerja Sama Islam alias OKI. Dalam forum internasional yang akan digelar di Kota Istanbul tersebut, sebanyak 57 negara anggota OKI akan membahas Yerusalem. Sebelumnya, Erdogan menyatakan bahwa deklarasi Trump pada 6 Desember itu, menjadikan AS sebagai salah satu aktor yang melanggengkan pertumpahan darah di Timur Tengah.

Karena berada di pihak yang sama soal Yerusalem, Turki lantas mengundang Rusia untuk hadir dalam pertemuan OKI. Kemarin, undangan itu Erdogan sampaikan langsung kepada Putin. Kremlin pun menyambut undangan itu dengan tangan terbuka. Moskow berjanji mengirimkan delegasi Rusia ke pertemuan negara-negara muslim tersebut. ”(Pertemuan) Itu akan menjadi titik balik krisis Israel-Palestina,” kata Erdogan.

Dalam jumpa pers bersama itu, Putin dan Erdogan mengimbau AS tidak memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem. Langkah itu akan memantik pertikaian yang lebih besar dan meliputi area yang lebih luas. Sebab, meskipun Israel yakin jika pemindahan kedubes akan diikuti oleh negara-negara sekutu AS yang lain, dua pemimpin itu yakin bakal ada lebih banyak negara yang menentang.  

Sebelum melawat Turki, Putin lebih dulu singgah di Suriah. Di sana, dia menggarisbawahi kemenangan pasukannya dan pasukan Suriah atas ISIS. Maka, dia pun langsung menginstruksikan penarikan pasukan dari negara tersebut. Dari Turki, Putin melanjutkan kunjungannya ke Mesir. Di dua negara itu, presiden yang jago bela diri tersebut menegaskan kembali sikap Rusia terhadap Yerusalem.

Tapi, menurut Marwan Karbalam, lawatan Putin itu juga mengandung kepentingan domestik. Sebab, pekan lalu, dia mengumumkan niatnya untuk kembali mencalonkan diri dalam pemilihan presiden (pilpres) yang akan datang.

Hampir sama dengan Karbalam, pakar hubungan internasional Russian International Affairs Council, Yury Barmin, menyebut lawatan Putin itu bermuatan politik. ”Itu hanyalah cara Putin untuk mengambil hati rakyat Rusia. Dengan berkunjung ke negara-negara sekutu AS, dia ingin mengumumkan kepada warganya bahwa dia adalah tokoh yang berpengaruh dan layak dipilih lagi sebagai presiden,” urainya.

Sementara itu, tanggapan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi terhadap Trump yang nekat mendeklarasikan Yerusalem sebagai ibu kota Israel menuai banyak protes. Pekan lalu, Kementerian Luar Negeri India menegaskan sikap India terhadap Yerusalem bahwa negara tersebut independen dan konsisten. Yakni, India yakin hanya Israel dan Palestina yang bisa memutuskan status Yerusalem. (hep/jpg/one/k15)


BACA JUGA

Minggu, 08 April 2018 13:36

Putra Mahkota Saudi Dukung Israel, Putra Osama Meradang

RIYADH – Dukungan Putra Mahkota Saudi Pangeran Mohammed bin Salman kepada Israel telah membuat…

Minggu, 08 April 2018 13:32

Batu Dibalas Peluru, 19 Warga Gaza Tewas

GAZA – Peluru Israel mencabut dua nyawa di Gaza kemarin (5/4). Shadi Hamdan Al Kashef harus meninggalkan…

Minggu, 08 April 2018 13:30

Korupsi, Bekas Presiden Korsel Divonis 24 Tahun Penjara

SEOUL – Gelar baru resmi disematkan kepada eks Presiden Korea Selatan Park Geun-hye: Koruptor.…

Minggu, 01 April 2018 20:01
Kembali Bergolak, 16 Warga Palestina Tewas

Israel Tembaki Warga Gaza dengan Tank

GAZA – Sebanyak 16 orang Palestina tewas dan lebih 1.400 orang terluka dalam bentrok di Jalur…

Minggu, 01 April 2018 20:00
Rusia Balas Usir Diplomat Amerika

Makin Tegang, Ada Perang Dingin Jilid II?

MOSKOW – Pembalasan dendam yang dijanjikan Rusia akhirnya terjadi. Sebanyak 60 diplomat Amerika…

Minggu, 01 April 2018 19:59

Tak Tahan Dikecam, Najib Revisi UU Anti-Berita Bohong

KUALA LUMPUR – Perdana Menteri Malaysia Najib Razak tak tahan juga dikritik habis-habisan soal…

Minggu, 01 April 2018 19:57

KERAS BANGET..!! Najib Disindir Media Thailand

Jelang Pemilu Malaysia, Najib Razak mendapat tamparan keras dari Thailand. The Nation, salah satu media…

Minggu, 01 April 2018 19:56

Khawajasiras, Gender Resmi Ketiga di Pakistan

LAHORE – Stasiun Televisi Pakistan mempekerjakan pembawa berita transgender pertama, Marvia Malik.…

Rabu, 28 Maret 2018 11:58

Misteri Kerangka Manusia Berjari Tiga

Penemuan kerangka dengan tiga jari tangan dan kaki menyerupai wujud manusia membuat para peneliti bertanya-tanya.…

Rabu, 28 Maret 2018 11:56

Ratusan Orang Saksikan UFO di Los Angeles

Sebuah UFO (Unidentified Flying Object) tertangkap kamera tengah melintasi San Fernando Valley, Los…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .