MANAGED BY:
SENIN
22 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MANCANEGARA

Rabu, 13 Desember 2017 09:14
Rusia dan Turki Kompak Kecam Trump

Menentang Deklarasi Presiden AS tentang Kota Yerusalem

MELAWAN TRUMP: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kanan) berjabat tangan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin usai pertemuan di Kompleks Presiden di Ankara, belum lama ini. Keduanya sepakat pengakuan Donald Trump atas Yerusalem bisa meningkatkan ketegangan.(afp)

PROKAL.CO, class="PreformattedText">ANKARA – Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sama-sama menentang deklarasi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump soal Kota Yerusalem. Senin waktu setempat (11/12), dua pemimpin itu menggelar jumpa pers bersama. Dengan tegas, mereka menyatakan sikap mereka terhadap AS.

”Rusia dan Turki sepakat bahwa keputusan AS itu tidak membawa dampak positif apapun bagi Timur Tengah. Sebaliknya, keputusan itu justru mengganggu stabilitas keamanan dan mengaburkan prospek perdamaian di kawasan ini,” kata Putin dalam jumpa pers, sebagaimana dilansir Al Jazeera. Dia menambahkan, status Yerusalem hanya bisa diputuskan oleh Israel dan Palestina lewat dialog langsung.

Di sebelah Putin, Erdogan tersenyum. Dia mengaku sangat senang mendengar pernyataan pemimpin 65 tahun tersebut. Menyambung pernyataan tamunya, Erdogan mengecam kekerasan yang pecah di Israel dan Palestina setelah deklarasi Trump. ”Kami mengutuk Israel atas kematian beberapa warga Palestina dalam unjuk rasa yang sekarang (Senin) memasuki hari keenam tersebut,” tandasnya.

Hari ini (13/12), Erdogan dijadwalkan membuka pertemuan Organisasi Kerja Sama Islam alias OKI. Dalam forum internasional yang akan digelar di Kota Istanbul tersebut, sebanyak 57 negara anggota OKI akan membahas Yerusalem. Sebelumnya, Erdogan menyatakan bahwa deklarasi Trump pada 6 Desember itu, menjadikan AS sebagai salah satu aktor yang melanggengkan pertumpahan darah di Timur Tengah.

Karena berada di pihak yang sama soal Yerusalem, Turki lantas mengundang Rusia untuk hadir dalam pertemuan OKI. Kemarin, undangan itu Erdogan sampaikan langsung kepada Putin. Kremlin pun menyambut undangan itu dengan tangan terbuka. Moskow berjanji mengirimkan delegasi Rusia ke pertemuan negara-negara muslim tersebut. ”(Pertemuan) Itu akan menjadi titik balik krisis Israel-Palestina,” kata Erdogan.

Dalam jumpa pers bersama itu, Putin dan Erdogan mengimbau AS tidak memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem. Langkah itu akan memantik pertikaian yang lebih besar dan meliputi area yang lebih luas. Sebab, meskipun Israel yakin jika pemindahan kedubes akan diikuti oleh negara-negara sekutu AS yang lain, dua pemimpin itu yakin bakal ada lebih banyak negara yang menentang.  

Sebelum melawat Turki, Putin lebih dulu singgah di Suriah. Di sana, dia menggarisbawahi kemenangan pasukannya dan pasukan Suriah atas ISIS. Maka, dia pun langsung menginstruksikan penarikan pasukan dari negara tersebut. Dari Turki, Putin melanjutkan kunjungannya ke Mesir. Di dua negara itu, presiden yang jago bela diri tersebut menegaskan kembali sikap Rusia terhadap Yerusalem.

Tapi, menurut Marwan Karbalam, lawatan Putin itu juga mengandung kepentingan domestik. Sebab, pekan lalu, dia mengumumkan niatnya untuk kembali mencalonkan diri dalam pemilihan presiden (pilpres) yang akan datang.

Hampir sama dengan Karbalam, pakar hubungan internasional Russian International Affairs Council, Yury Barmin, menyebut lawatan Putin itu bermuatan politik. ”Itu hanyalah cara Putin untuk mengambil hati rakyat Rusia. Dengan berkunjung ke negara-negara sekutu AS, dia ingin mengumumkan kepada warganya bahwa dia adalah tokoh yang berpengaruh dan layak dipilih lagi sebagai presiden,” urainya.

Sementara itu, tanggapan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi terhadap Trump yang nekat mendeklarasikan Yerusalem sebagai ibu kota Israel menuai banyak protes. Pekan lalu, Kementerian Luar Negeri India menegaskan sikap India terhadap Yerusalem bahwa negara tersebut independen dan konsisten. Yakni, India yakin hanya Israel dan Palestina yang bisa memutuskan status Yerusalem. (hep/jpg/one/k15)


BACA JUGA

Rabu, 03 Januari 2018 08:18

Gaji Laki-Laki dan Perempuan Disetarakan

REYKJAVIK – Islandia memulai 2018 dengan kesetaraan. Setidaknya, kesetaraan gaji. Senin (1/1),…

Rabu, 03 Januari 2018 08:15

Demo Iran Kian Panas

TEHERAN – Pemerintah Iran tengah mencari kambing hitam. Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Arab…

Rabu, 03 Januari 2018 08:15

Gara-Gara Kue Moci, Mati Tersedak

TOKYO – Kue moci yang ini memang maut. Bukan karena rasanya yang enak atau teksturnya yang kenyal.…

Rabu, 03 Januari 2018 08:14

Burung Nyasar Ganggu Pesawat

DETROIT – Burung yang masuk secara serampangan memang bikin repot. Itu terjadi di Detroit, Amerika…

Rabu, 03 Januari 2018 08:14

Cicipi Ikan Petrus dari Danau Tiberias

Danau Tiberias adalah tempat penting dalam kisah Injil. Di situ, Yesus berjalan di atas air. Danau air…

Selasa, 02 Januari 2018 07:36

“Tombol Nuklir Ada di Meja Saya”

KORUT- Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un memberikan pernyataan pada Amerika Serikat (AS). Ia mengatakan,…

Selasa, 02 Januari 2018 07:34

Vladimir Putin Ditantang Perempuan

PRESIDEN Rusia Vladimir Putin mendapat penantang untuk bertarung di pemilu mendatang. Dia seorang perempuan…

Selasa, 02 Januari 2018 07:33

Lecehkan Pengadilan, Hukuman Ditambah 3 Tahun

KAIRO – Peradilan kasus-kasus yang membelit mantan Presiden Mesir Mohammed Mursi seperti tak pernah…

Selasa, 02 Januari 2018 07:32

Dipercaya karena Kekompakan Tim di Lapangan Hijau

Karier pemain sepak bola ternama dunia asal Afrika, George Weah, kini berubah. Dia menang pemilu dan…

Senin, 01 Januari 2018 08:08

Ditembak Gara-Gara Berita Hoax

KANSAS  –  Andrew Finch sedang bersantai di rumahnya ketika tiba-tiba sejumlah polisi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .