MANAGED BY:
RABU
23 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Selasa, 12 Desember 2017 09:42
Pengusung Jaang Setia

Safaruddin, Makmur, dan Ferdian Tunggu Perintah Partai

Syaharie Jaang

PROKAL.CO, SAMARINDA – Syaharie Jaang terbuka dengan kandidat bakal calon wakilnya dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018. Adapunlima orang itu, yakni Rizal Effendi (wali kota Balikpapan), Makmur HAPK (ketua harian DPD Golkar Kaltim), Andi Sofyan Hasdam (mantan wali kota Bontang), Irjen Safaruddin (kapolda Kaltim), dan Awang Ferdian Hidayat (anggota DPR RI Dapil Kaltim).

Kelima nama tersebut disebut-sebut telah disetorkan pria yang menjabat wali kota Samarinda dua periode tersebut ke DPP Demokrat. Bagaimana tanggapan figur yang namanya masuk daftar pendamping Jaang?

Makmur HAPK mengatakan, sudah mendengar kabar soal dirinya masuk daftar bakal calon orang nomor dua Kaltim tersebut. Makmur tak menampik dirinya dan Jaang beberapa kali bertemu dan melakukan komunikasi. “Bahkan, beberapa waktu lalu ketika ke Berau, dia (Jaang) sowan ke rumah saya,” ungkapnya.

Dalam pertemuan itu, lanjut Makmur, mereka membicarakan tentang Kaltim pada masa mendatang. Namun, Makmur menampik dirinya sudah merapat ke Jaang. “Beberapa kali pertemuan kami hanya komunikasi pribadi. Memang ada ajakan, tapi saya tahu batasan yang harus dipatuhi,” ujarnya, Minggu (10/12).

Diterangkan, dirinya terikat secara organisasi sebagai ketua harian DPD Golkar Kaltim. Bila hendak merapat kepada salah seorang kandidat, tentu ada proses di organisasi dan mesti melewati itu semua.

Makmur yakin, Jaang pun terikat dengan Partai Demokrat. Surat yang berisi lima kandidat bakal cawagub itu akan disetor ke DPP Demokrat. “Maka biarlah komunikasi di tingkat DPP yang berlaku. Kami di daerah akan mengikuti. Saya enggak mau mendahului keputusan DPP,” jelasnya.

Isu yang berkembang, komunikasi yang dibangun Jaang ke Golkar adalah salah satu cara untuk menggemukkan koalisi. Jaang selama ini diusung koalisi tiga partai, Partai Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Koalisi itu menghasilkan 12 kursi. Bila Golkar ikut dalam koalisi tersebut, akan ada tambahan 13 kursi yang menjadikan totalnya 25 bangku. Menanggapi hal itu, Makmur menuturkan, hal tersebut biasa dilakukan pada tahun politik seperti sekarang. “Manuver seperti itu sudah biasa,” ucap mantan bupati Berau dua periode itu.

Nama lainnya yang masuk lirikan Jaang adalah Awang Ferdian Hidayat. Putra sulung Gubernur Kaltim dua periode itu menuturkan, bukan persoalan mau atau tidak. Sebagai petugas partai, dia hanya menunggu keputusan dari PDI Perjuangan. Tak bisa, lanjutnya, melangkah lebih jauh. “Apapun keputusan partai, saya harus loyal. Apakah itu nomor satu atau dua,” ucapnya.

Senator DPR RI itu menyebut, kemungkinan PDI Perjuangan berkoalisi dengan Partai Demokrat terbuka. Sudah ada contoh di sejumlah pelaksanaan pemilihan kepala daerah. Begitu pun dengan partai lain di luar Demokrat, tak tertutup peluang koalisi. “Saya dengar Pak Jaang sudah ada pembicaraan ke PDI Perjuangan. Ya ditunggu saja apa keputusan partai,” tuturnya.

Mengenai urusan komunikasi keduanya, Ferdian menuturkan, tak pernah bertemu langsung Jaang. Namun, komunikasi antartim berjalan. “Biasa komunikasi politik. Saling memberi kabar perkembangan di partai masing-masing,” ujarnya.

Diterangkan, saat ini, partai berlambang moncong putih itu tengah konsolidasi dalam rangka pemenangan. Sebab, PDI Perjuangan tak bisa berjalan sendiri di Pemilihan Gubernur Kaltim 2018. Ini mengingat jumlah kursi di DPRD Kaltim hanya 10 kursi. Sementara itu, syarat minimal pengusungan pasangan bakal calon gubernur dan calon wakil gubernur adalah 11 kursi.

Diwawancarai terpisah, Ketua DPW PPP Kaltim Rusman Yaqub menuturkan, menentukan bakal cawagub adalah urusan kandidat. “Saya enggak bisa melarang. Karena itu adalah hak kandidat,” ujarnya. Hingga sekarang, belum ada perubahan koalisi pendukung Jaang maju dalam Pilgub Kaltim 2018 mendatang. “Kalaupun ada perubahan, biar DPP yang melakukan,” ujarnya.

Ketua DPW PKB Kaltim Syafruddin menuturkan senada. Dikatakan, sampai detik ini, PKB tetap konsisten dengan kesepakatan yang merupakan hasil rekomendasi musyawarah kebangkitan dan musyawarah pimpinan wilayah pada awal November di Balikpapan. Adapun itu, mengusulkan untuk mendukung pasangan Jaang-Rizal (Jari) dalam Pilgub Kaltim 2018.

Hanya, memang, rekomendasi dari DPP PKB untuk merestui pasangan tersebut belum terbit. “Rekomendasi itu harus diawali dari Demokrat. Misal hari ini paket Jari keluar, besok PKB mengeluarkan,” ujarnya kemarin (11/12).

Partai berlambang bola dunia itu, terang dia, tak akan mendahului Demokrat untuk urusan mengeluarkan rekomendasi. Ini mengingat, Jaang merupakan kader, bahkan ketua DPD Demokrat Kaltim. “Tunggu saja kapan DPP Demokrat mengeluarkan rekomendasi berupa paket. Besoknya kami langsung menyusul,” katanya kembali.

Dari komunikasi yang terjalin dengan tim Jaang, menurut rencana, rekomendasi tersebut bakal terbit pekan ketiga Desember. Hanya, dirinya tak bisa pula memastikan lantaran urusan dapur partai lain.

Bagaimana bila DPP Demokrat mengeluarkan rekomendasi bukan paket Jari? Syafruddin yang juga anggota DPRD Kaltim itu berkata, PKB mesti kembali membangun komunikasi dengan DPC PKB seluruh kabupaten/kota di Kaltim. Sebab, tak mungkin DPW mengkhianati hasil yang telah disepakati bersama dalam musyawarah kebangkitan (muskib) dan musyawarah pimpinan wilayah (muspimwil). “Kami akan gelar muspimwil kembali. Supaya suara DPC, DPW, dan DPP seiring seirama. Satu suara,” ucap dia.

Bagaimanapun, kata dia, seluruh partai pasti menginginkan bakal calon kepala daerah yang diusung menang dalam pertarungan. Maka itu, semua mesin partai harus bergerak. Disebutnya, bila kemungkinan terburuk itu terjadi, waktu yang tersisa masih cukup. Lagi pula, partai politik lain pun belum ada mengeluarkan rekomendasi.

Adapun Safaruddin enggan berkomentar banyak soal dirinya yang diusulkan sebagai cawagub Jaang. “Saya tunggu putusan partai saja,” kata Safaruddin. Dia yang mendaftar di PDI Perjuangan juga belum mengetahui keputusan partai. “Bergantung nanti hasil rekomendasi PDI Perjuangan bagaimana. Saya mengikuti,” terang jenderal bintang dua tersebut. (ril/*/fch/aim/rom/k11)


BACA JUGA

Rabu, 23 Januari 2019 08:58

Faktor Ini Masih Jadi Penyumbang Inflasi Besar di Kaltim

SAMARINDA  - Pada tahun 2019, diperkirakan inflasi Kaltim tetap terjaga…

Rabu, 23 Januari 2019 08:31

Sudah Surati Menteri dan BNPB, Warga Diminta Tenang

Pemprov Kaltara bergerak cepat menangani dampak abrasi di Desa Tanjung…

Selasa, 22 Januari 2019 12:27

PROTES..!! Australia Tak Ingin Ba’asyir Bebas Bersyarat

Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison mengajukan protes atas rencana…

Selasa, 22 Januari 2019 12:25

BELUM PASTI..!! Pembebasan Ba’asyir Dikaji Lebih Lanjut

JAKARTA – Pembebasan Abu Bakar Ba’asyir pekan ini masih belum…

Selasa, 22 Januari 2019 09:16

Investor Minati Kembangkan Udang Windu Kaltim

SAMARINDA - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kaltim, Riza…

Selasa, 22 Januari 2019 09:14

Selama Tahun 2018, BI Temukan 1.108 Lembar Uang Palsu

SAMARINDA - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur mencatat sepanjang…

Senin, 21 Januari 2019 11:40

Menanti Dampak Perda Tata Niaga Sawit

TANA PASER – Kelapa sawit merupakan komoditas unggulan di Kabupaten…

Senin, 21 Januari 2019 10:55

Pansel KPU Buka Lagi Pendaftaran

SAMARINDA–Kerja Panitia Seleksi (Pansel) Komisioner KPU Kaltim 2018–2023 sempat terhenti.…

Senin, 21 Januari 2019 08:47

Sulit Membagi Waktu Kuliah, Ingin Fokus ke Teater

Salva Kalimatin Sava unjuk gigi di dunia perfilman. Mahasiswa asal…

Minggu, 20 Januari 2019 11:00

MUDAHAN LEBIH HOT..!! Tanpa Kisi-Kisi di Debat Kedua

JAKARTA – Debat capres-cawapres edisi kedua masih sebulan lagi. Namun,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*