MANAGED BY:
SABTU
21 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM PEMBACA

Senin, 11 Desember 2017 09:07
Infrastruktur Menjadi Wajah Utama

PROKAL.CO, CATATAN: RUSDIANSYAH

WACANA menjadikan Kaltim sebagai salah satu provinsi pariwisata di Indonesia bukanlah hal mustahil. Mengingat Kaltim memiliki luas 129.066,64 km persegi, dan populasi sebesar 3,6 juta atau satu setengah dari luas pulau Jawa. Provinsi ini memiliki banyak potensi pariwisata, tersebar di berbagai kabupaten dan kota.

Faktor pendukung yang kuat ada di sini, Balikpapan. Ialah Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan yang menjadikan Kota Minyak sebagai pintu gerbang utama, masuknya wisatawan asing maupun nusantara. Balikpapan pun menyandang predikat kota perdagangan dan jasa, disebut pula Kota MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition).

Hotel, restoran, tempat hiburan, transportasi serta tempat rekreasi semua tersedia. Yang semakin memanjakan para wisatawan, ataupun para pebisnis yang melakukan kegiatan di Balikpapan. Di sela waktu, mereka ingin diajak melihat penangkaran buaya (Tertip), Pantai Manggar, Pantai Lamaru, dan hutan mangrove yang menjadi andalan destinasi pelancong.

Kegiatan pariwisata di Kaltim lebih mengarah pada wawasan lingkungan, dengan mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial, budaya, ekonomi masyarakat lokal, serta aspek pembelajaran dan pendidikan yang disebut ekowisata. Dengan tujuan meningkatkan ekonomi masyarakat daerah.

Misalnya saja wisata alam Bukit Bangkirai, yang terkenal memiliki canopy bridge atau jembatan di atas pohon yang dikelola oleh PT Inhutani. Wisata ini tentu sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Kaltim. Kawasan wisata ini terletak di Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Jembatan kanopi dibangun pada Januari 1998, yang dikerjakan oleh kontraktor Amerika yang tergabung dalam CCA (Canopy Construction Associates). Sebanyak enam orang pelaksana lapangan dengan dibantu tenaga lokal sebanyak tiga orang. Jembatan tersebut berada di tengah hutan tropis yang banyak ditumbuhi pohon kayu bangkirai.

Ketika sampai di tempat tujuan, pengunjung mesti berjalan kaki sepanjang 500 meter untuk mencapai jembatan kanopi tersebut. Terdapat berbagai jenis pohon tumbuh di sini. Dari jembatan dengan ketinggian 30 meter dari permukaan tanah, pengunjung bisa menyaksikan pemandangan hutan yang teduh. Apalagi saat menyaksikan sunset di senja hari.

Di kawasan wisata juga sering ditemui mawas atau owa-owa, tupai terbang, burung enggang dan monyet merah (lutung merah), serta berbagai jenis burung lainnya. Tiap akhir pekan, banyak sekali pengunjung datang kemari dari berbagai daerah. Menikmati alam dengan udara yang masih segar ataupun sekadar melepas jenuh dari hiruk-pikuk kota.

Namun sayang, jalan sepanjang sembilan kilometer dari pintu gerbang menuju kawasan ini tidaklah seperti yang diharapkan. Jalan tersebut rusak parah, dan jika musim hujan tiba banyak kendaraan terjebak di kubangan lumpur. Pemerintah dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum (PU) seharusnya memperhatikan infrastruktur. Keperluan akses untuk menuju setiap objek wisata memang begitu urgent.

Penangan yang lebih serius, agar jalan yang dilalui benar-benar berkualitas. Maksudnya enggak asal tambal-sulam, he-he. Harus jauh lebih baik. Karena akses atau infrastruktur menggambarkan wajah Kaltim. Bukan hanya Bukit Bangkirai, masih banyak lagi titik wisata di Kaltim yang belum disentuh dengan benar. Butuh bersolek.

Itu berdampak pada kelancaran transportasi, serta perekonomian masyarakat. Yang perlu diingat, komitmen di dalam menjadikan pembangunan pariwisata di Kaltim tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Pariwisata. Tapi dinas terkait juga harus lebih peka terhadap keadaan dan kondisi jalan saat ini.

Amat disayangkan, begitulah keadaannya, transportasi darat di Kaltim masih belum mendapatkan hati. Prioritas, sepertinya begitu sulit. Sedangkan Kaltim tengah bermimpi menjadi provinsi pariwisata. Sudahkah kita bangun dari mimpi tersebut? (*/lil/rsh/k18)

**Penulis merupakan Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Provinsi Kaltim.


BACA JUGA

Minggu, 15 Juli 2018 13:44

Pentingnya Menjaga Predikat Ulama

 Oleh: Ariful Amin, penulis adalah koordinator Komunitas Pemerhati Balikpapan    Begitu…

Minggu, 15 Juli 2018 06:59

Pentingnya Menjaga Predikat Ulama

OLEH: ARIFUL AMIN(Penulis adalah koordinator Komunitas Pemerhati Balikpapan) BEGITU ada informasi tentang…

Jumat, 13 Juli 2018 07:52

Polri Adalah Wajah Hukum Kita

OLEH: H AGUS WIJAYANTO, SH, CIL(Advokat/Ketua Biropora Senkom Mitra Polri Provinsi Kaltim) SELAMA 72…

Kamis, 12 Juli 2018 10:37

“Tangkap Bandarnya”

MALAM semakin larut, ketika banyak orang sudah terlelap tidur, polisi masih terus bekerja. Melawan penjahat,…

Senin, 09 Juli 2018 07:47

Cara Kota Dunia Mengatasi Banjir

OLEH: ERIC MANGIRI(Mahasiswa Magister Ilmu Lingkungan Unmul) BANJIR merupakan suatu keadaan sungai di…

Minggu, 08 Juli 2018 09:18

Seberapa Efektif Manajemen Blusukan

OLEH: ARIFUL AMIN(Koordinator Komunitas Pemerhati Balikpapan) PERIODE kepemimpinan dalam hal ini presiden,…

Kamis, 05 Juli 2018 07:49

Bukti Kinerja Polri yang Semakin Promoter (2-Habis)

OLEH: HARTONO KISWORO(Penulis adalah pemerhati masalah sosial, domisili di Balikpapan) SIAPA pun perlu…

Rabu, 04 Juli 2018 07:32

Ikhtiar Polri di Tengah Isu Kebangsaan (1)

OLEH: HARTONO KISWORO(Penulis adalah pemerhati masalah sosial, domisili di Balikpapan) SIDANG pembaca…

Selasa, 03 Juli 2018 08:57

Generasi Golput yang Luput dari Perhitungan Pilgub Kaltim

OLEH: DENI PURBA, SPd MM(Pemerhati Sosial, Politik dan Pendidikan di Balikpapan)PESTA demokrasi serentak…

Senin, 02 Juli 2018 08:22

Globalisasi dan Hak Asasi Hewan

PENULIS: INDA FITRYARINI(Pengajar Ilmu Komunikasi Universitas Mulawarman) "ANOTHER Possible World" adalah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .