MANAGED BY:
KAMIS
26 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM PEMBACA

Senin, 11 Desember 2017 09:07
Infrastruktur Menjadi Wajah Utama

PROKAL.CO, CATATAN: RUSDIANSYAH

WACANA menjadikan Kaltim sebagai salah satu provinsi pariwisata di Indonesia bukanlah hal mustahil. Mengingat Kaltim memiliki luas 129.066,64 km persegi, dan populasi sebesar 3,6 juta atau satu setengah dari luas pulau Jawa. Provinsi ini memiliki banyak potensi pariwisata, tersebar di berbagai kabupaten dan kota.

Faktor pendukung yang kuat ada di sini, Balikpapan. Ialah Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan yang menjadikan Kota Minyak sebagai pintu gerbang utama, masuknya wisatawan asing maupun nusantara. Balikpapan pun menyandang predikat kota perdagangan dan jasa, disebut pula Kota MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition).

Hotel, restoran, tempat hiburan, transportasi serta tempat rekreasi semua tersedia. Yang semakin memanjakan para wisatawan, ataupun para pebisnis yang melakukan kegiatan di Balikpapan. Di sela waktu, mereka ingin diajak melihat penangkaran buaya (Tertip), Pantai Manggar, Pantai Lamaru, dan hutan mangrove yang menjadi andalan destinasi pelancong.

Kegiatan pariwisata di Kaltim lebih mengarah pada wawasan lingkungan, dengan mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial, budaya, ekonomi masyarakat lokal, serta aspek pembelajaran dan pendidikan yang disebut ekowisata. Dengan tujuan meningkatkan ekonomi masyarakat daerah.

Misalnya saja wisata alam Bukit Bangkirai, yang terkenal memiliki canopy bridge atau jembatan di atas pohon yang dikelola oleh PT Inhutani. Wisata ini tentu sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Kaltim. Kawasan wisata ini terletak di Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Jembatan kanopi dibangun pada Januari 1998, yang dikerjakan oleh kontraktor Amerika yang tergabung dalam CCA (Canopy Construction Associates). Sebanyak enam orang pelaksana lapangan dengan dibantu tenaga lokal sebanyak tiga orang. Jembatan tersebut berada di tengah hutan tropis yang banyak ditumbuhi pohon kayu bangkirai.

Ketika sampai di tempat tujuan, pengunjung mesti berjalan kaki sepanjang 500 meter untuk mencapai jembatan kanopi tersebut. Terdapat berbagai jenis pohon tumbuh di sini. Dari jembatan dengan ketinggian 30 meter dari permukaan tanah, pengunjung bisa menyaksikan pemandangan hutan yang teduh. Apalagi saat menyaksikan sunset di senja hari.

Di kawasan wisata juga sering ditemui mawas atau owa-owa, tupai terbang, burung enggang dan monyet merah (lutung merah), serta berbagai jenis burung lainnya. Tiap akhir pekan, banyak sekali pengunjung datang kemari dari berbagai daerah. Menikmati alam dengan udara yang masih segar ataupun sekadar melepas jenuh dari hiruk-pikuk kota.

Namun sayang, jalan sepanjang sembilan kilometer dari pintu gerbang menuju kawasan ini tidaklah seperti yang diharapkan. Jalan tersebut rusak parah, dan jika musim hujan tiba banyak kendaraan terjebak di kubangan lumpur. Pemerintah dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum (PU) seharusnya memperhatikan infrastruktur. Keperluan akses untuk menuju setiap objek wisata memang begitu urgent.

Penangan yang lebih serius, agar jalan yang dilalui benar-benar berkualitas. Maksudnya enggak asal tambal-sulam, he-he. Harus jauh lebih baik. Karena akses atau infrastruktur menggambarkan wajah Kaltim. Bukan hanya Bukit Bangkirai, masih banyak lagi titik wisata di Kaltim yang belum disentuh dengan benar. Butuh bersolek.

Itu berdampak pada kelancaran transportasi, serta perekonomian masyarakat. Yang perlu diingat, komitmen di dalam menjadikan pembangunan pariwisata di Kaltim tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Pariwisata. Tapi dinas terkait juga harus lebih peka terhadap keadaan dan kondisi jalan saat ini.

Amat disayangkan, begitulah keadaannya, transportasi darat di Kaltim masih belum mendapatkan hati. Prioritas, sepertinya begitu sulit. Sedangkan Kaltim tengah bermimpi menjadi provinsi pariwisata. Sudahkah kita bangun dari mimpi tersebut? (*/lil/rsh/k18)

**Penulis merupakan Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Provinsi Kaltim.


BACA JUGA

Rabu, 25 April 2018 08:17

Satu Tahun Menyongsong Pemilu Serentak

OLEH: NOOR THOHA SPD SH(Ketua KPU Kota Balikpapan) SATU tahun menyongsong pemilihan umum legislatif…

Jumat, 20 April 2018 09:25

Jangan Buat Kartini Menangis

CATATAN: BAMBANG ISWANTO (*) MEMBAHAS RA Kartini, biasanya yang terbayang adalah kisah perjuangan emansipasi…

Kamis, 19 April 2018 11:30
Polemik Tanggal HPN

Momentum 9 Februari Tak dapat Tergantikan

POLEMIK  tanggal 9 Februari menjadi  Hari Pers Nasional (HPN) terus muncul tiap tahunnya oleh …

Kamis, 19 April 2018 08:26

Stop Kekerasan terhadap Anak

OLEH: NURHALIFAH(Pengajar Taman Pendidikan Alquran di Sangatta) SEJATINYA, pesantren merupakan sekolah…

Rabu, 18 April 2018 08:14

Masyarakat Cerdas Wujudkan Pemilu Berkualitas

OLEH: IVEN HARTIYASA PRIMA(Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Mulawarman) SEMENJAK ditetapkannya…

Selasa, 17 April 2018 07:41

Menggali Potensi Wisata Desa Kedang Ipil

OLEH: YOHANES ANTONIUS LELAONA SVD(Rohaniwan Pencinta Budaya) DESA wisata Kedang Ipil berjarak kurang…

Senin, 16 April 2018 08:20

Membela Minoritas

OLEH: ARIFUL AMIN BILA kita mencermati perkembangan sosial masyarakat baik di media sosial maupun di…

Sabtu, 14 April 2018 06:00

Menjamin Perlindungan Perempuan dan Anak di Kaltim, Siapa Berani?

OLEH: SUWARDI SAGAMA SH MH(Ketua Program Studi Hukum Tata Negara/Siyasah)IAIN Samarinda PERHELATAN pilkada…

Kamis, 12 April 2018 08:20

Konde Versus Cadar, Polemik Puisi Sukmawati

Oleh: Rusdi Abdullah Minda, MSI, Dosen IAIN Samarinda KASUS kontroversi kembali terjadi. Beberapa hari…

Rabu, 11 April 2018 09:25

Isra Mikraj, Tragedi Teluk, dan Banjir

CATATAN: BAMBANG ISWANTO* ADA tiga peristiwa pada Rajab 1439 H, yakni peringatan Isra Mikraj, tragedi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .