MANAGED BY:
SENIN
22 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Senin, 11 Desember 2017 08:35
Berebut Rekomendasi Jelang Pendaftaran

Baru PAN dan Demokrat, Sisa Delapan Parpol

-Dayang Donna Faroek

PROKAL.CO, Konstelasi politik jelang Pemilihan Bupati (Pilbup) Penajam Paser Utara (PPU) 2018 mulai menghangat. Beberapa rekomendasi partai untuk mengusung pasangan calon mulai bermunculan. Ada pasangan calon yang diusung partai sendiri, ada juga yang tidak.

JAGAD sosial media ramai 5 Desember 2017, pekan lalu. Pemicunya terbitnya surat rekomendasi Partai Amanat Nasional (PAN). Ditujukan kepada Dayang Donna Faroek, putri Gubernur Kaltim dan Sudirman (ketua Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan). Surat berstempel kop surat DPP PAN ditandatangani Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Sekretaris Jenderal PAN Eddy Suparno, 7 November 2017. Dalam surat itu mencantumkan Dayang Donna Faroek memiliki nama asli Dayang Donna Walfiaries Tania sebagai calon bupati (cabup) dan Sudirman sebagai calon wakil bupati (cawabup).

Sehari setelahnya, beredar surat rekomendasi dari Partai Demokrat. Bernomor 669/DPP.PD/XI/2017, surat diterbitkan di Jakarta, 23 November 2017. Ditandatangani Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca IP Pandjaitan. Surat bermaterai dan berstempel parpol tersebut tidak memiliki kop surat. Mencantumkan nama Abdul Gafur (tanpa Mas’ud), Ketua DPC Partai Demokrat Balikpapan selaku calon bupati dan Hamdam, ketua DPC Partai Amanat Nasional (PAN) PPU sebagai cawabup.

Dua parpol tersebut masih belum bisa mengusung pasangan calon sendiri. Harus membentuk koalisi parpol agar bisa memenuhi syarat. Lima kursi keterwakilan di DPRD. Selain Golkar yang memiliki lima kursi di DPRD PPU, PAN misalnya hanya memiliki dua kursi. Adapun Demokrat punya tiga kursi. Paling tidak, keduanya harus menjalin koalisi dengan partai yang memiliki tiga dan dua kursi agar syarat pengusung pasangan calon tercukupi.

Bahkan Golkar yang sudah pasti mengusung pasangan calon sendiri, masih gamang menentukan pendamping Andi Harahap. Ada dua nama yang telah diusulkan menjadi cawabup dari Golkar. Yakni Fadli Imawan (ketua DPD AMPI Provinsi Kaltim) dan Nanang Ali (ketua DPRD PPU dari Fraksi Partai Golkar). “Kami masih menunggu. Bisa jadi sudah ada. Hanya kandidat yang tahu. Karena belum disampaikan ke tim II untuk diumumkan,” kata Ketua Ketua Tim Sebelas Penjaringan Cawabup Golkar PPU Gunawan kepada harian ini, beberapa waktu lalu.

Selain Golkar, ada juga Partai Nasional Demokrat (Nasdem) yang belum memutuskan siapa pendamping Dayang Donna Faroek. Parpol pemilik satu kursi di DPRD PPU itu masih mempertimbangkan tiga nama yang akan dijadikan cawabup dari Nasdem. Hartono Basuki (sekretaris PDIP PPU), Hermanto Kewot (anggota DPRD Kaltim dari Fraksi PDIP), dan Alimuddin (kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan/Bapelitbang PPU). Namun, tidak ada nama Sudirman yang sebelumnya masuk dalam rekomendasi PAN sebagai cawabup PPU. Dia memperkirakan rekomendasi DPP Partai Nasdem akan terbit akhir Desember.

“Kuncinya ada di PDIP. Kalau kami mengusung nama yang sama, maka akan bisa mengusung pasangan calon,” kata Ketua DPC Partai Nasdem PPU, Bahrani saat dihubungi kemarin.

Ketua DPC PDIP PPU Sudirman juga tidak bisa berkomentar banyak mengenai rekomendasi yang akan dikeluarkan partainya.

KABAR REKOMENDASI MENYEBAR

Beragam spekulasi dukungan parpol terhadap pasangan calon kian menyeruak. Seperti Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang dikabarkan memberikan rekomendasi kepada Abdul Gafur Mas’ud. Begitu Partai Bulan Bintang (PBB) yang telah memberikan rekomendasi kepada Dayang Donna Faroek.

Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPD) DPD PKS PPU Thohiron membantah kabar tersebut. Hingga saat ini, belum ada rekomendasi yang terbit dari DPP PKS. Terkait siapa nama yang akan diusung dalam Pilbup PPU 2018. “Semua masih dinamis,” ujarnya singkat saat dihubungi kemarin.

PKS PPU yang tidak membuka penjaringan bakal calon sudah mengusulkan dua kadernya ke DPP untuk diusung dalam Pilbup PPU. Yakni Wakidi (ketua DPD PKS PPU) dan Sariman (wakil ketua DPD PKS). Di samping itu, ada Abdul Gafur Mas’ud dan Andi Sunandar (mantan ketua KPU Kaltim periode 2009–2014). Keduanya datang bersilaturahmi ke Sekretariat DPD PKS PPU untuk menjalin komunikasi terkait Pilbup 2018. Di mana rekomendasi diperkirakan terbit akhir Desember 2017 atau awal Januari 2018. “Itu kami anggap keseriusan mereka untuk bermitra dengan PKS. Tapi masih berproses, semua berpeluang mendapat rekomendasi DPP,” ungkap Thohiron.  

Bantahan lainnya disampaikan Ketua DPC PBB PPU Syamsuddin Alie. PBB yang baru membuka penjaringan bakal calon tahap kedua, beberapa waktu lalu menyebut, pengusulan masih berada di DPW PBB Kaltim. Ada sebelas nama dibahas untuk diusulkan ke DPP. Seperti Andi Harahap, Alimuddin, Raup Muin pada penjaringan tahap pertama. Lalu delapan orang pada penjaringan tahap kedua, yakni Hamdam, Abdul Gafur Mas’ud, Dayang Donna Faroek, Andi Sunandar, Hasanuddin, dan Sofyan Nur. “Masih digodok DPW,” terangnya kepada harian ini kemarin.  

Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) pun belum bersikap dalam menentukan pasangan calon. Padahal, Wakil Bupati Mustaqim MZ yang selalu digadang-gadang bakal mendapat surat rekomendasi dari DPP Partai Gerindra. Belakangan, Ketua DPC Partai Gerindra PPU itu dikabarkan sibuk mengurus surat rekomendasi DPP di Jakarta. “Nantilah. Itu urusan saya. Kurang dari sehari (waktu penutupan pendaftaran pasangan calon ke KPU) pun enggak apa,” tutur suami dari Yuli Maghfirah itu. 

Sementara itu, mengenai partai koalisi yang akan dibangun Partai Gerindra untuk mengusung pasangan calon, Mustaqim MZ masih merahasiakan hal tersebut. Pasalnya, partainya tidak bisa mengusung pasangan calon sendiri karena hanya memiliki tiga kursi. Masih kurang dua kursi. Syarat mengusung pasangan calon harus memiliki lima kursi keterwakilan di DPRD PPU. “Nanti… nanti ya,” pungkasnya. (*/kip/waz/k16)


BACA JUGA

Rabu, 17 Januari 2018 09:07
Nasib Jalan Tol ketika Bandara Samarinda Beroperasi

Sepi Sesaat, Kendaraan Tumbuh Pesat

KEKHAWATIRAN terhadap fungsi jalan tol ketika Bandara APT Pranoto di Samarinda beroperasi sempat mencuat.…

Selasa, 16 Januari 2018 08:46

"Terlalu Sensitif Diungkapkan"

PEMUCUK pimpinan Perusda Melati Bhakti Satya (MBS) berganti dari Sabri Ramdhani kepada Agus Dwitarto…

Senin, 15 Januari 2018 08:58

Dianggap Berbeda, Setahun Tak ke Kantin

MELIHAT namanya masuk daftar mahasiswa yang lulus, Nur Intan Savitri meluapkan kebahagiaan dengan hati…

Senin, 15 Januari 2018 08:53

Rp 62,4 Miliar dari Kaltim Cemerlang

BEASISWA penuh bagi seluruh mahasiswa Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Kaltim adalah tawaran…

Senin, 15 Januari 2018 08:52

Terobos Ruang Gubernur untuk Lapor Kekurangan

PERPINDAHAN aktivitaskuliah ISBI Kaltim dari Jogjakarta ke Tenggarong menjadi awal lahirnya kesukaran.…

Senin, 15 Januari 2018 08:46

Quo Vadis Seni Budaya Kaltim

Oleh: Syamsul Rijal(Dosen Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman, Samarinda) SELAIN minyak dan…

Senin, 15 Januari 2018 08:43

"Jangan Sampai Ahli Budaya Merasa Miskin"

MEMASUKI tahun keenam, ISBI Kaltim masih jauh dari sebutan perguruan tinggi. Padahal, saat didirikan…

Rabu, 10 Januari 2018 09:28

Begini Sikap Yusran setelah Didepak Isran

PARTAI Gerindra telah mengusung Isran Noor-Hadi Mulyadi dalam Pemilihan Gubernur Kaltim 2018. Keduanya…

Selasa, 09 Januari 2018 08:49

Peduli Lingkungan dan Antikorupsi

Komposisi empat pasang calon gubernur dan wakil hampir bisa dipastikan. Publik punya harapan dengan…

Senin, 08 Januari 2018 09:05
Pilgub Kaltim, Menjemput Generasi Gunung Kelua

Unmul Juga Bisa

Pemilihan Gubernur Kaltim 2018 menjadi pembuktian bagi Universitas Mulawarman. Lima alumni berpeluang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .