MANAGED BY:
MINGGU
17 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Kamis, 07 Desember 2017 11:38
Resmi, UMK 2018 Rp 2,6 Juta

Syarat Ketat, Hak Sanggah Lewat

-

PROKAL.CO, SAMARINDA – Akhirnya Upah Minimum Kota (UMK) Samarinda tahun 2018 ditetapkan. Jika 2017 sebesar Rp 2.408.562, pada 2018 menjadi Rp 2.654.894. “Surat dari gubernur sudah saya terima sejak ditetapkan 25 November,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Samarinda Erham Yusuf.

Penetapan tersebut berdasarkan surat keputusan (SK) Gubernur Kaltim Nomor 561/K.758/2017. Dalam SK itu juga disebutkan, perusahaan yang telah memberi upah lebih tinggi dari ketentuan upah minimum, dilarang mengurangi atau menurunkan upah tersebut. “Gubernur meminta agar berlaku mulai 21 Desember (tahun ini),” tuturnya.

Untuk menindaklanjuti keputusan tersebut, Erham mengatakan sudah menyosialisasikan pada Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Samarinda, Dewan Pengupahan Kota (DPK) Samarinda dan serikat pekerja. “Kami berencana mengundang pihak terkait untuk memberitahukan secara langsung agar lebih jelas,” ungkapnya. “Bila terbukti tidak menerapkan, ada sanksinya. Tapi selama ini perusahaan besar pasti menerapkan. Sudah menjadi keputusan bersama,” sambung dia. Lagi pula, tambah dia, sampai saat ini belum ada pihak yang menyanggah putusan itu. “Yang jelas, pihak pengusaha sudah mengetahui,” katanya.

Mengenai banyak sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang belum menerapkan UMK, dia memastikan, ada toleransi. “Untuk UMKM diberi toleransi. Kami memberi kesempatan bagi mereka untuk berkembang. Selama pekerjanya tidak mempersoalkan dan tidak ada laporan, tidak masalah,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Apindo Samarinda Novel Chaniago mengatakan, pihaknya mau tidak mau mengikuti aturan UMK. “Sebenarnya berat. Karena KHL (kebutuhan hidup layak) di Kaltim diperkirakan Rp 2,4 juta. UMK ini jauh di atas KHL,” ucapnya. Dia tidak menampik, banyak perusahaan besar bisa membayar di atas UMK. Namun tidak semua perusahaan mampu, apalagi di tengah kondisi ekonomi Kaltim seperti sekarang. “Tahun lalu minus 0,3 persen. Memang tahun ini membaik 3,8 persen. Tapi tetap jelek dibanding pertumbuhan nasional 8,71 persen. Tidak mudah bagi perusahaan menyesuaikan diri,” sebut dia.

Memang pemerintah memberi kesempatan untuk mengajukan keberatan. “Tapi tidak mungkin menggunakan hak sanggah, karena syaratnya ketat. Harus ada audit angkutan publik bahwa memang merugi,” terang Novel. Ada pula, perusahaan yang mengajukan keberatan harus punya kesepakatan dengan serikat pekerja (SP). Setelah itu mendapat izin dari Disnaker. “Syarat itu yang enggan ditempuh pengusaha,” kata dia.

Bila merasa tidak mampu, pengusaha bisa saja mengurangi produksi dan tenaga kerja. Tidak menutup kemungkinan bila harus menutup tempat usaha. “Bisa seperti itu,” sebutnya. “Tapi usaha besar, tidak begitu. Namun, lambat laun bisa saja jika tergerus. Apalagi upah naik sampai 10 persen sementara produktivitas tenaga kerja tidak meningkat,” ungkapnya.

Karena itu, dia berharap, pekerja meningkatkan produktivitas. Dia meminta pekerja harus paham. Tidak hanya menuntut gaji, tapi juga meningkatkan produktivitas agar perusahaan bertahan. (*/dq/iza/k8)


BACA JUGA

Sabtu, 16 Desember 2017 10:43

Berhasil Efisiensi Rp 54 Miliar

TERHITUNG sejak Januari hingga 15 Desember 2017, Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kaltim berhasil…

Sabtu, 16 Desember 2017 10:42

Ada One Day One Ayat dan Kayuh Baimbai

Pusat Kajian dan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur (PKP2A) III LAN Samarinda kembali meraih Juara I…

Sabtu, 16 Desember 2017 10:40
Rumah yang Melanggar Batas Sempadan Sungai Karang Mumus

Data Sudah Dipegang Pemkot

SAMARINDA – Inventarisasi bangunan yang melanggar batas sempadan di bantaran Sungai Karang Mumus…

Jumat, 15 Desember 2017 11:25

PEMBANGUNAN STAGNAN !!! Soal Parkir Kontainer yang Berantakan di Pergudangan Samarinda

SAMARINDA – Parkir truk kontainer di Jalan Ir Sutami semakin semrawut. Kondisi jalan yang di beberapa…

Jumat, 15 Desember 2017 11:24

Digugat Mantan Lurah, Pemkot Tak Gentar

SAMARINDA – Rupanya, Saripudin La Bario, tersangka kasus dugaan penyerobotan lahan dan pemalsuan…

Jumat, 15 Desember 2017 11:24

“Mungkin Konsultan Hanya Copy-Paste”

SAMARINDA – Rencana tata ruang wilayah (RTRW) milik Pemkot Samarinda kerap tidak sejalan dengan…

Jumat, 15 Desember 2017 11:22

Charity Night 3 Jam, Rp 80 Juta Digunakan untuk Renovasi

Berdiri sejak 2003, siapa sangka rumah dua lantai bermaterial kayu itu memberi kenyamanan 71 orang yang…

Jumat, 15 Desember 2017 11:17

“Minta Jatah” Itu Sudah Tradisi

SAMARINDA – Aktivitas di Sungai Mahakam memang tidak pernah berhenti. Selama 24 jam, sungai sepanjang…

Jumat, 15 Desember 2017 11:16

Bandar Narkoba Pakai Senpi Laras Panjang

SAMARINDA – Pintu perbatasan Kaltim dan Kalsel beberapa pekan terakhir bakal mendapat perhatian…

Jumat, 15 Desember 2017 11:15

Potensi CSR Bisa Rp 1 Triliun

SAMARINDA – Resolusi SKM Bersih 2025 sudah diniatkan. Jalannya memang panjang dan harus konsisten.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .