MANAGED BY:
MINGGU
17 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Kamis, 07 Desember 2017 11:37
Jalan Panjang Revitalisasi Sungai Karang Mumus
KUMUH: Perlu dibangun kesadaran bahwa bantaran sungai harus bersih. Di kawasan Jembatan Baru, Jalan Gatot Subroto masih ada warga yang belum direlokasi.

PROKAL.CO, Menuntaskan masalah di Sungai Karang Mumus (SKM) perlu kerja keras nan panjang yang berkelanjutan. Ada persoalan sosial, budaya, dan ekonomi yang harus ditangani tuntas di sungai dengan panjang 34,7 kilometer ini.

Anak Sungai Mahakam tersebut membelah Samarinda, hulunya menuju utara. Beragam persoalan menumpuk di sana. “Persoalan SKM memang cukup kompleks, karena bukan hanya tanggung jawab pemkot, melainkan juga dibutuhkan kesadaran individu, kelompok, dan swasta untuk ikut peduli mewujudkan kebersihan SKM,” kata Kepala Pusat Kajian dan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur (PKP2A) III LAN Samarinda Mariman Darto.

Lembaga Administrasi Negara (LAN) Kota Samarinda memang melibatkan diri dalam mewujudkan program revitalisasi Sungai Karang Mumus sebagai bagian dari program smart city yang dicanangkan Pemkot Samarinda. Revitalisasi SKM, kata Mariman, tak melulu soal ketersediaan anggaran. Tentu yang utama harus diubah adalah pola pikir warga dan aparat pemerintah. Pola berpikir sungai sebagai tempat membuang sampah, mandi, mencuci, buang hajat, sampai tempat usaha alias mencari penghasilan, mesti diubah. Yakni, menjadi SKM sebagai aset masa depan Samarinda yang menopang kehidupan warga tanpa merusak sungai.

Pemkot mengupayakan menurunkan persentase aktivitas mandi cuci kakus (MCK) di SKM. Itu terintegrasi dengan program smart city. Salah satu penunjang program tersebut, yaitu mengoptimalkan konsep kota bersisian dengan perairan atau waterfront city. Menata estetika kawasan tepian perairan, berarti aktivitas warga di bantaran sungai harus ditekan.

Wakil Wali Kota Samarinda Nusyirwan Ismail mengatakan, waterfront city yang akan diimplementasikan dengan mendandani kawasan tepian Sungai Mahakam yakni mulai Jembatan Mahkota II hingga taman di sepanjang tepian sungai.

Upaya penataan sungai yang kini sedang berjalan, antara lain, normalisasi Sungai Karang Mumus. Pada segmen I, sungai dari Jembatan Ruhui Rahayu hingga Jembatan Gelatik segera diturap. Sedangkan segmen II mulai Jembatan Kehewanan sampai Jembatan Lambung Mangkurat akan bersih dari permukiman bantaran sungai. “Pelan-pelan kami akan mempercantik dan mengembalikan fungsi bantaran. Bekerja sama dengan masyarakat maupun swasta,” ucapnya beberapa waktu lalu.

SKM adalah bagian penting dari ibu kota Kaltim. Apalagi diperkirakan 30 persen warga Samarinda masih tinggal di bantaran sungai. Sebagian memanfaatkan air sungai untuk berbagai aktivitas sehari-hari. Nah, PKP2A III LAN berupaya mendorong kesadaran masyarakat untuk peduli dengan kawasan lingkungan sungai di sekitar mereka.

Sayangnya, jalan terjal bakal mengadang. Menggandeng Badan Penelitian dan Pengembangan (BPP) Kota Samarinda selaku leading sektor pelaksanaan inovasi, LAN mengundang 41 stakeholder (organisasi perangkat daerah) yang terkait langsung dengan SKM untuk memberi masukan. Juga, 10 perbankan, 4 universitas, dan 3 perhotelan. Mirisnya, hanya tiga yang memberi saran. “Dua OPD dan satu universitas,” terangnya.

Meski demikian, masih ada harapan agar program ini berjalan. Akan ada sejumlah kegiatan yang dilaksanakan LAN Samarinda untuk membantu revitalisasi SKM dengan menggunakan dana dari pemerintah pusat. “Kami juga paham, saat ini, anggaran Pemkot Samarinda lagi defisit. Sehingga, kami mencoba mengupayakan kegiatan dari sumber lain,” imbuhnya. Pihaknya menyusun peta jalan (road map) revitalisasi SKM dengan sasaran membangun kesadaran dari berbagai elemen masyarakat dan pemerintah terkait tanggung jawab menjaga kelangsungan SKM yang kini sudah tercemar cukup parah.

Pada tahapan road map, dalam jangka pendek yang harus diselesaikan adalah membangun kesadaran. “Ini yang berat dan kompleks. Maka, pendekatan yang kami pilih adalah whole of governance. Keterlibatan semua pilar tidak hanya pemerintah tetapi juga masyarakat dan swasta,” katanya.

Pendekatan ini sangat efektif. “Tidak ada dominant player tetapi semua berperan dan merasa memiliki SKM. Bahkan, umumnya, peran pemerintah sedikit jika dibandingkan dengan swasta dan masyarakat,” tegasnya. Nah, dalam rangka menjaring gagasan dari berbagai elemen masyarakat, LAN Samarinda akan melaksanakan lokakarya membahas masalah SKM, 9 Desember 2017, di SKM Center, kawasan Muang Hilir, Kecamatan Samarinda Utara. “Sehari kemudian, kami menggelar car free day berlokasi di sepanjang jalur pinggiran SKM,” ujar Mariman.  (iza/k8)


BACA JUGA

Minggu, 17 Desember 2017 09:59

12 Inovasi Itu Berpotensi Direplikasi OPD

SAMARINDA – Keberhasilan PKP2A III LAN Samarinda mendapatkan penghargaan inovasi dari Lembaga…

Minggu, 17 Desember 2017 09:58

Alarm Berbunyi, Warga Gunung Steling Panik

SAMARINDA – Bencana masih mengintai Samarinda. Apalagi di musim hujan seperti saat ini, banjir…

Minggu, 17 Desember 2017 09:57

Berharap Dapat Lagi

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda Heri Suriansyah menyebut, alat early warning…

Minggu, 17 Desember 2017 09:57

Disiplin Tata Ruang Harus Tegak

SAMARINDA – Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) milik Pemkot Samarinda kerap tidak sejalan dengan…

Jumat, 15 Desember 2017 11:25

PEMBANGUNAN STAGNAN !!! Soal Parkir Kontainer yang Berantakan di Pergudangan Samarinda

SAMARINDA – Parkir truk kontainer di Jalan Ir Sutami semakin semrawut. Kondisi jalan yang di beberapa…

Jumat, 15 Desember 2017 11:24

Digugat Mantan Lurah, Pemkot Tak Gentar

SAMARINDA – Rupanya, Saripudin La Bario, tersangka kasus dugaan penyerobotan lahan dan pemalsuan…

Jumat, 15 Desember 2017 11:24

“Mungkin Konsultan Hanya Copy-Paste”

SAMARINDA – Rencana tata ruang wilayah (RTRW) milik Pemkot Samarinda kerap tidak sejalan dengan…

Jumat, 15 Desember 2017 11:22

Charity Night 3 Jam, Rp 80 Juta Digunakan untuk Renovasi

Berdiri sejak 2003, siapa sangka rumah dua lantai bermaterial kayu itu memberi kenyamanan 71 orang yang…

Jumat, 15 Desember 2017 11:17

“Minta Jatah” Itu Sudah Tradisi

SAMARINDA – Aktivitas di Sungai Mahakam memang tidak pernah berhenti. Selama 24 jam, sungai sepanjang…

Jumat, 15 Desember 2017 11:16

Bandar Narkoba Pakai Senpi Laras Panjang

SAMARINDA – Pintu perbatasan Kaltim dan Kalsel beberapa pekan terakhir bakal mendapat perhatian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .