MANAGED BY:
RABU
18 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Kamis, 07 Desember 2017 11:37
Jalan Panjang Revitalisasi Sungai Karang Mumus
KUMUH: Perlu dibangun kesadaran bahwa bantaran sungai harus bersih. Di kawasan Jembatan Baru, Jalan Gatot Subroto masih ada warga yang belum direlokasi.

PROKAL.CO, Menuntaskan masalah di Sungai Karang Mumus (SKM) perlu kerja keras nan panjang yang berkelanjutan. Ada persoalan sosial, budaya, dan ekonomi yang harus ditangani tuntas di sungai dengan panjang 34,7 kilometer ini.

Anak Sungai Mahakam tersebut membelah Samarinda, hulunya menuju utara. Beragam persoalan menumpuk di sana. “Persoalan SKM memang cukup kompleks, karena bukan hanya tanggung jawab pemkot, melainkan juga dibutuhkan kesadaran individu, kelompok, dan swasta untuk ikut peduli mewujudkan kebersihan SKM,” kata Kepala Pusat Kajian dan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur (PKP2A) III LAN Samarinda Mariman Darto.

Lembaga Administrasi Negara (LAN) Kota Samarinda memang melibatkan diri dalam mewujudkan program revitalisasi Sungai Karang Mumus sebagai bagian dari program smart city yang dicanangkan Pemkot Samarinda. Revitalisasi SKM, kata Mariman, tak melulu soal ketersediaan anggaran. Tentu yang utama harus diubah adalah pola pikir warga dan aparat pemerintah. Pola berpikir sungai sebagai tempat membuang sampah, mandi, mencuci, buang hajat, sampai tempat usaha alias mencari penghasilan, mesti diubah. Yakni, menjadi SKM sebagai aset masa depan Samarinda yang menopang kehidupan warga tanpa merusak sungai.

Pemkot mengupayakan menurunkan persentase aktivitas mandi cuci kakus (MCK) di SKM. Itu terintegrasi dengan program smart city. Salah satu penunjang program tersebut, yaitu mengoptimalkan konsep kota bersisian dengan perairan atau waterfront city. Menata estetika kawasan tepian perairan, berarti aktivitas warga di bantaran sungai harus ditekan.

Wakil Wali Kota Samarinda Nusyirwan Ismail mengatakan, waterfront city yang akan diimplementasikan dengan mendandani kawasan tepian Sungai Mahakam yakni mulai Jembatan Mahkota II hingga taman di sepanjang tepian sungai.

Upaya penataan sungai yang kini sedang berjalan, antara lain, normalisasi Sungai Karang Mumus. Pada segmen I, sungai dari Jembatan Ruhui Rahayu hingga Jembatan Gelatik segera diturap. Sedangkan segmen II mulai Jembatan Kehewanan sampai Jembatan Lambung Mangkurat akan bersih dari permukiman bantaran sungai. “Pelan-pelan kami akan mempercantik dan mengembalikan fungsi bantaran. Bekerja sama dengan masyarakat maupun swasta,” ucapnya beberapa waktu lalu.

SKM adalah bagian penting dari ibu kota Kaltim. Apalagi diperkirakan 30 persen warga Samarinda masih tinggal di bantaran sungai. Sebagian memanfaatkan air sungai untuk berbagai aktivitas sehari-hari. Nah, PKP2A III LAN berupaya mendorong kesadaran masyarakat untuk peduli dengan kawasan lingkungan sungai di sekitar mereka.

Sayangnya, jalan terjal bakal mengadang. Menggandeng Badan Penelitian dan Pengembangan (BPP) Kota Samarinda selaku leading sektor pelaksanaan inovasi, LAN mengundang 41 stakeholder (organisasi perangkat daerah) yang terkait langsung dengan SKM untuk memberi masukan. Juga, 10 perbankan, 4 universitas, dan 3 perhotelan. Mirisnya, hanya tiga yang memberi saran. “Dua OPD dan satu universitas,” terangnya.

Meski demikian, masih ada harapan agar program ini berjalan. Akan ada sejumlah kegiatan yang dilaksanakan LAN Samarinda untuk membantu revitalisasi SKM dengan menggunakan dana dari pemerintah pusat. “Kami juga paham, saat ini, anggaran Pemkot Samarinda lagi defisit. Sehingga, kami mencoba mengupayakan kegiatan dari sumber lain,” imbuhnya. Pihaknya menyusun peta jalan (road map) revitalisasi SKM dengan sasaran membangun kesadaran dari berbagai elemen masyarakat dan pemerintah terkait tanggung jawab menjaga kelangsungan SKM yang kini sudah tercemar cukup parah.

Pada tahapan road map, dalam jangka pendek yang harus diselesaikan adalah membangun kesadaran. “Ini yang berat dan kompleks. Maka, pendekatan yang kami pilih adalah whole of governance. Keterlibatan semua pilar tidak hanya pemerintah tetapi juga masyarakat dan swasta,” katanya.

Pendekatan ini sangat efektif. “Tidak ada dominant player tetapi semua berperan dan merasa memiliki SKM. Bahkan, umumnya, peran pemerintah sedikit jika dibandingkan dengan swasta dan masyarakat,” tegasnya. Nah, dalam rangka menjaring gagasan dari berbagai elemen masyarakat, LAN Samarinda akan melaksanakan lokakarya membahas masalah SKM, 9 Desember 2017, di SKM Center, kawasan Muang Hilir, Kecamatan Samarinda Utara. “Sehari kemudian, kami menggelar car free day berlokasi di sepanjang jalur pinggiran SKM,” ujar Mariman.  (iza/k8)


BACA JUGA

Selasa, 17 Juli 2018 23:22

Kini, Daftar Perkara Cukup Lewat Online

SAMARINDA – Transparansi harus terus digaungkan, lembaga peradilan pun harus terus mengedepankan…

Selasa, 17 Juli 2018 10:44

Gerindra Lagi Seksi, Target Menang di Kaltim

SAMARINDA - Ketua DPD Gerindra Kaltim Andi Harun memastikan semua daerah pemilihan (dapil) telah memiliki…

Selasa, 17 Juli 2018 08:42

KESETANAN..!! Pekerja Ruko Ngamuk, Kepala Orang Dicatuk Pakai Tukul, 1 Tewas

SAMARINDA–Banyak pengendara tiba-tiba menghentikan laju kendaraan saat melintas di persimpangan…

Senin, 16 Juli 2018 12:34
Pekerja BPU Cukup Bayar Rp 16.800 Per Bulan

Tingkatkan Peran PKH di Masyarakat

SAMARINDA–Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Samarinda, terus berupaya…

Senin, 16 Juli 2018 10:07

Vaksinasi Campak dan Rubella Digelar Serentak

SAMARINDA – Agustus mendatang, Dinas Kesehatan (Diskes) Kaltim melakukan imunisasi campak dan…

Senin, 16 Juli 2018 10:06
Menengok Tim 901 Polresta Samarinda

Bidik Balapan Liar hingga Narkoba

Polisi dituntut kerja cepat, cerdas, dan terukur. Itu sebabnya, tak mudah bertugas sebagai aparat berseragam…

Minggu, 15 Juli 2018 13:30

Seleksi Direksi PDAM Bakal Ramai

SAMARINDA – Langkah Pemkot Samarinda melakukan penjaringan direksi PDAM Tirta Kencana mendapat…

Minggu, 15 Juli 2018 09:47

Kerusakan Flyover Harus Diseriusi

SAMARINDA – Pengamat konstruksi Kaltim Haryoto angkat bicara, terkait kerusakan jalan layang (flyover)…

Minggu, 15 Juli 2018 09:47

KTP Pernah Dicetak 5.000 Keping tapi Tidak Diambil

Berbagai upaya perbaikan pelayanan publik telah didengungkan pemerintah daerah. Faktanya, sampai pekan…

Minggu, 15 Juli 2018 09:46

Pemakaman Pun Terancam Tambang

SAMARINDA – Terik matahari begitu menyengat, namun semangat mencari keadilan tak luntur. Warga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .