MANAGED BY:
JUMAT
16 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Kamis, 07 Desember 2017 07:12
2018, Harga Batu Bara Stagnan
HATI-HATI: Jika melihat kondisi permintaan dan pasokan terbaru, BI memprediksi, harga batu bara justru cenderung turun sepanjang 2018 nanti.(ANGGI PRADITHA/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA - Meski masih berfluktuasi, tahun ini harga batu bara memang dalam tren positif. Memasuki 2018, pergerakan nilai jual emas hitam itu diperkirakan sulit berlanjut.

Dalam laporan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Harga Batu Bara Acuan sudah berada di level USD 90-100 per metrik ton sejak triwulan IV tahun lalu. Terus bergerak setiap bulan, Oktober tahun ini, harga komoditas tersebut ada di posisi USD 94 per metrik ton.

Proyeksi atas stagnansi harga batu bara itu, disampaikan Kepala Tim Advisori Ekonomi dan Keuangan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim Harry Aginta. Dia mengakui, tidak ada yang bisa memprediksi secara pasti harga komoditas energi di pasar global. Namun, jika kalau beberapa faktor fundamental, struktur harga komoditas energi tahun depan disebutnya bakal tak banyak bergerak. Bahkan ada kecenderungan lebih rendah dari tahun ini.

“Tidak terlihat alasan yang bisa menyeret harga batu bara naik signifikan. Bahkan, jika dilihat dari kondisi supply and demand terakhir, justru ada kemungkinan turun,” jelas Harry saat ditemui di kantornya, Rabu (6/12) kemarin.

Meski begitu, Harry menyebut, masih ada peluang bagi Kaltim untuk mendongkrak kinerja ekonomi. Kata dia, hal itu bisa dimulai dari mempercepat realisasi pembangunan infrastruktur. Ketersediaan prasarana investasi, disebut Harry menjadi kunci mendongkrak minat pemodal untuk mask.

Upaya mendatangkan lebih banyak investasi baru di Kaltim, disebutnya kian mendesak. Daerah ini, disebut Harry tak boleh bergantung pada fluktuasi harga komoditas. Saat ini, pertambangan batu bara disebutnya masih menguasai 46 persen struktur produk domestik regional bruto (PDRB) Kaltim.

“Contoh saja Kalsel. Batu bara di sana hanya 20 persen dari total PDRB. Saat bisnis tambang itu anjlok, daerah itu tidak terkontraksi seperti Kaltim,” ungkapnya.

Sumatra Selatan, lanjut Harry, lebih bagus lagi. Daerah itu punya banyak inovasi untuk membangkitkan ekonomi, di tengah buruknya harga komoditas utama mereka.

“Semua sama-sama penghasil batu bara, tapi mengapa perekonomiannya tidak minus seperti Kaltim, dua tahun lalu? Karena ada punya banyak penopang lain,” pungkasnya. (*/ctr/man)


BACA JUGA

Kamis, 15 November 2018 06:45

Tahun Depan Sasar Utara dan Selatan

BALIKPAPAN – Kota Minyak terus mengembangkan jaringan gas (jargas) di masyarakat. Saat ini Pemkot…

Kamis, 15 November 2018 06:43

Ini Masalah yang Selalu Jadi Momok Investasi di Kaltim

BALIKPAPAN – Permasalahan lahan kerap menjadi penghambat dalam mengembangkan investasi di Kaltim.…

Kamis, 15 November 2018 06:42

Siapkan Rencana Operasi Pasar

JAKARTA – Pergerakan harga beras medium bakal menjadi perhatian pemerintah dalam sebulan ke depan.…

Kamis, 15 November 2018 06:40

PHSS Sukses Kapalkan LNG Perdana

BALIKPAPAN - Upaya PT Pertamina dalam mengelola blok migas eks VICO Indonesia mulai membuahkan hasil.…

Kamis, 15 November 2018 06:37

Perdamaian Dikabulkan, Peluang Merpati Terbang Lagi Kian Besar

SURABAYA - Langkah Merpati Nusantara Airlines untuk kembali terbang semakin mulus. Pengadilan Niaga…

Kamis, 15 November 2018 06:33

Antisipasi Praktik Kartel

JAKARTA - Pemerintah perlu mengevaluasi tata niaga kebijakan gula di Tanah Air. Pasalnya, beberapa kebijakan…

Kamis, 15 November 2018 06:32

Kadin-Bappenas Fokus Perkuat Industri Kelautan

JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional…

Kamis, 15 November 2018 06:31

Berharap Produk Olahan Perikanan Mendunia

JAKARTA - Sebagai salah satu negara kepulauan, kekayaan laut Indonesia tidak bisa dimungkiri. Sayangnya,…

Kamis, 15 November 2018 06:30

Investor Masih Khawatir Pasar Negara Berkembang

JAKARTA – Perdagangan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) kembali berada dalam…

Kamis, 15 November 2018 06:30

Produk UKM Sulit Bersaing

JAKARTA – Pertumbuhan e-commerce yang begitu pesat tampaknya perlu diikuti regulasi yang jelas.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .