MANAGED BY:
SENIN
10 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Rabu, 06 Desember 2017 10:59
Hujan Lebat Bakal Berlanjut
RAWAN GENANGAN: Hujan sepanjang siang, Selasa (5/12), menimbulkan genangan di beberapa titik. Di antaranya, kawasan Jalan AW Sjahranie dan Jalan Pramuka di Samarinda Ulu.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Desember menjadi puncak musim hujan tahun ini. Seperti yang terlihat kemarin, sepanjang hari, langit Kota Tepian muram. Hujan pun turun dengan intensitas berubah sewaktu-waktu. Imbasnya, beberapa kawasan di ruas jalan ibu kota provinsi pun mengalami genangan tinggi.

Perkiraan puncak musim hujan disampaikan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Samarinda Sutrisno. Kemarin pukul 07.30–14.00 Wita, intensitas hujan berada di angka 62 milimeter, artinya masuk kategori lebat.

Dia menjelaskan, banyak hal yang memengaruhi intensitas tersebut. Selain masih fase musim hujan, turut dipengaruhi siklon dahlia dan cempaka, hingga indikasi la nina. "Kalau puncak musim hujan di Samarinda ini normalnya pada Desember, Januari, dan Mei," terang dia kemarin (5/12).

Siklon dahlia dan cempaka sedianya hanya memengaruhi kawasan selatan Tanah Air. Sangat kecil pengaruhnya ke kawasan tengah, termasuk Samarinda. Dampak yang paling terasa, yakni angin menjadi lebih kencang. Untuk dampak la nina, pihaknya belum bisa memastikan. Sebab, itu masih sebatas indikasi.

Kategori ekstrem, lanjut dia, bila hujan memasuki intensitas 20 milimeter per jam dan 100 milimeter per hari. Sedangkan hujan kemarin juga imbas cuaca terik di Samarinda sejak beberapa hari terakhir. "Itu indikasinya. Kalau sebelumnya panas terik dan suasananya gerah, kemungkinan besok hari hujan deras," imbuhnya.

Dia pun mengimbau masyarakat yang bermukim di kawasan rawan genangan agar lebih waspada. Sebab, saat ini pasang laut sedang tinggi, turut berdampak pula kepada ketinggian perairan di sungai. Pun begitu dengan masyarakat yang tinggal di kawasan longsor. Air hujan bisa dengan mudah menggerus permukaan tanah dan mengakibatkan longsor. “Apalagi, jika guyuran hujan cukup lebat,” pungkas dia. (*/nyc/ndy/k8)


BACA JUGA

Minggu, 09 Desember 2018 23:16

Dua Pasar di Samarinda Dapat Penghargaan

Pasar Baqa dan Pasar Lok Bahu Raih Penghargaan dari Kemendag Samarinda-…

Minggu, 09 Desember 2018 23:14

Asisten Bagasi Berikan Layanan Khusus

SAMARINDA - Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto, Samarinda, telah…

Minggu, 09 Desember 2018 23:09

Tingkatkan Kapasitas Anggota, IPDP Kaltim Kota Samarinda Gelar Seminar Hipnoterapi dan Jurnalistik

SAMARINDA - IPDP Kaltim kota Samarinda menggelar seminar hipnoterapi dan…

Sabtu, 08 Desember 2018 09:33

Kaltim Green Masih Ada Hambatan, APA SAJA?

SAMARINDA - Pembangunan berwawasan ramah lingkungan tidak mudah diimplementasikan. Seperti…

Sabtu, 08 Desember 2018 09:30

Mau Dijadikan Apa Bekas Bandara Itu?

SAMARINDA- Bekas bandara Temindung memiliki luas 13 hektar diharapkan Pemerintah…

Sabtu, 08 Desember 2018 07:01

Kendalikan Harga saat Momen Krusial

SAMARINDA  –  Pemkot terus menggeber Perusda Pergudangan dan Aneka Usaha…

Jumat, 07 Desember 2018 10:04

KENAPA YA...?? Perpustakaan Kurang Diminati

SAMARINDA–Beberapa tahun belakangan, perpustakaan sebagai wahana tempat membaca mulai kurang…

Jumat, 07 Desember 2018 09:51

BPJS Ketenagakerjaan Cabang Samarinda Sosialisasi Jasa Konstruksi

SAMARINDA – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Samarinda…

Jumat, 07 Desember 2018 07:44

Pusat Pemerintahan Samarinda Bakal Pindah, Daerah Ini Calon Dibangun Balai Kota

Samarinda - Pemerintah Kota Samarinda sedang mengkaji rencana pemindahan pusat…

Kamis, 06 Desember 2018 21:56

Energi Hijau Mulai Dibangun di Kaltim

SAMARINDA - Gerakan Nasional Energi Hijau untuk Indonesia mulai dicanangkan…