MANAGED BY:
MINGGU
17 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Rabu, 06 Desember 2017 08:25
Dituntut 2,6 Tahun, Perampok Mewek

Pembacaan Vonis 12 Desember

MINTA KERINGANAN: Tuti di ruang tahanan sementara Pengadilan Negeri Balikpapan, Selasa (5/12). (RIDHUAN/KP)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Mengenakan baju tahanan, Tuti Endah Rahayu (50), dan anaknya, Nur Istiqomah (28) serta tetangga mereka Dodi Setiawan (31) masuk ke ruang sidang Kartika di Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan. Setelah menjalani sejumlah tahap persidangan, Selasa (5/12), Jaksa Penuntut Umum (JPU) akhirnya membacakan tuntutan.

Ketiganya dituntut 2,6 tahun penjara dipotong masa penahanan dan membayar beban biaya perkara Rp 5 ribu. Ketiganya dinilai melanggar Pasal 365 Ayat 2 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan.

Ya, bagi yang tidak mengetahui, ketiganya sempat membuat teror di Balikpapan, Agustus lalu. Hampir sebulan ketiganya jadi incaran polisi. Lantaran telah menjadi sindikat perampok. Caranya dengan menyekap dan membuang korbannya.

Ada 17 korban dengan 17 tempat kejadian perkara (TKP) di Balikpapan. “Tak ada yang meringankan bagi para terdakwa,” ujar JPU Agusverry.

Mendengar tuntutan ini, majelis hakim yang diketuai Bambang Setyo Widjonarko bertanya kepada ketiganya. Apakah mereka keberatan dengan tuntutan JPU. Dodi yang pertama kali menjawab keberatan. Dia minta tuntutan dikurangi hingga setahun. “Saya punya tiga anak yang masih kecil yang mulia,” ujar Dodi dengan nada memelas.

Begitu pula dengan Tuti dan Nur yang ikut keberatan. Mereka menyebut tuntutan JPU terlalu berat bagi mereka. Apalagi, Nur mengaku belum pernah melakukan kejahatan sebelumnya. “Tidak yang mulia,” ucap Nur ketika ditanya apakah pernah menjalani hukuman penjara.

Sidang yang berlangsung 15 menit itu ditutup dengan ketukan palu hakim. Menyatakan sidang ditunda dan dilanjutkan dengan pembacaan vonis 12 Desember mendatang. Sementara Tuti usai persidangan menangis. Tidak menghiraukan pertanyaan media ini.

Tuti, Nur dan Dodi diketahui dibekuk tim Jatanras Polres Balikpapan akhir Agustus lalu. Dodi sendiri harus dilumpuhkan dengan timah panas saat mencoba kabur dari kejaran. Korbannya semua perempuan. Bahkan seorang nenek dan cucu. Dibekap dari belakang, dilakban dan dibuang di sejumlah tempat. Termasuk di wilayah Samboja, Kutai Kartanegara.

"Modusnya dengan menghampiri korban yang sedang berjalan kaki. Tersangka berinisial T (Tuti) berpura-pura bertanya alamat atau mencari pembantu. Kemudian meminta korban mengantar ke tujuan,” terang Kanit Jatanras Polres Balikpapan Ipda Dian Kusnawan saat konferensi pers, 31 Agustus lalu.

Untuk melancarkan aksinya, para terdakwa menggunakan mobil rental. Kemudian mengganti nomor pelat dengan pelat palsu hingga membuat petugas kesulitan melacak kendaraan yang digunakan menyekap korban. Namun, berkat intensifnya penyelidikan, polisi akhirnya mampu melakukan identifikasi.

"Ada dua mobil yang digunakan dan sudah kami amankan sebagai barang bukti. Semuanya mobil rental. Sementara dua tersangka yakni T dan I (Nur Istiqomah), keduanya residivis karena pernah terlibat kasus penipuan," pungkasnya. (*/rdh/rsh/k18)


BACA JUGA

Sabtu, 16 Desember 2017 07:14

LANJUTKAN !!! Keputusan MK Tak Pengaruhi Kasus Sodomi oleh P

BALIKPAPAN  –  Kontroversi keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak mengadili…

Sabtu, 16 Desember 2017 07:13

Night Run di Monpera Malam Ini

BALIKPAPAN  —  Malam ini (16/12) ribuan pelari akan meramaikan Night Run garapan Kodim…

Sabtu, 16 Desember 2017 07:13

PENTING !!! Semua Kawasan Publik Harus Terpantau CCTV

BALIKPAPAN  –  Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian ke Balikpapan memberikan pekerjaan…

Sabtu, 16 Desember 2017 07:11

Kumpulkan Tanda Tangan untuk Mengelilingi Indonesia

Meski terlahir sebagai tunarungu dan tunawicara, Ahmad Nawawi tak takut berkelana seorang diri. Meninggalkan…

Jumat, 15 Desember 2017 07:29

Penerima Dana RPU Menghilang

BALIKPAPAN – Kelanjutan perkara dugaan korupsi Rumah Potong Unggas (RPU) di Km 13 Kelurahan Karang…

Jumat, 15 Desember 2017 07:28

Tiga Simpang Dipasangi Markah Beton

BALIKPAPAN – Beton pembatas setinggi 1 meter dipasang di markah simpang Jalan MT Haryono dan MT…

Jumat, 15 Desember 2017 07:26

Maskapai Diminta Bertanggung Jawab

BALIKPAPAN – Pemerintah daerah bersama dengan kantor imigrasi setempat dituntut lebih maksimal…

Jumat, 15 Desember 2017 07:22

Istri Melahirkan, Suami Histeris dan Pingsan

SEBUAH mobil mendadak berhenti di depan Rumah Sakit Sayang Ibu. Dari sisi kanan keluar pria dengan wajah…

Jumat, 15 Desember 2017 07:21

Ditreskrimum Awasi Pembangunan Tol

BALIKPAPAN - Kepolisian dilibatkan dalam percepatan pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda. Korps…

Jumat, 15 Desember 2017 07:16

Perusahaan Kawasan Tunggu Sertifikat Lahan

BALIKPAPAN - Sejak 2014, pembentukan perusahaan kawasan di Kariangau belum juga terealisasi. Padahal,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .