MANAGED BY:
RABU
12 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Rabu, 06 Desember 2017 08:20
Fokus Pengamanan Perairan Jelang Pilkada

HUT Ke-67 Ditpolair Polda Kaltim

SYUKURAN. Usai memotong tumpeng, Kapolda dan pejabat utama di panggung berjoget bersama personel Ditpolair. (foto:Baim/KP)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Memasuki usia ke-67 Direktorat Polisi Perairan (Ditpolair) Polda Kaltim lebih meningkatkan pengawasan di laut. Khususnya penangkapan ikan ilegal. Selain itu termasuk mengamankan Pilkada 2018.

“Tantangan semakin berat menjaga perairan,” kata Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin saat memimpin upacara serta syukuran di Markas Ditpolair, Jalan AW Syahrani, Kelurahan Somber, Balikpapan Utara, Selasa (5/12).

Safaruddin yang didampingi wakilnya, Brigjen Pol M Naufal Yahya dan Direktur Polair Kombes Pol Omad menyebut, tantangan lainnya yakni mengamankan pilkada di perairan. Hal ini diperlukan, mengingat wilayah Kaltim dan Kaltara mayoritas sungai dan laut. Apalagi berbatasan langsung dengan Malaysia. “Pengamanan pilkada juga target kami agar berjalan aman dan lancar,” timpal Omad.

Meski kondisi hujan, tak membuat surut semangat pasukan Ditpolair mengikuti upacara dan syukuran itu. Hadir sejumlah pejabat utama serta kapolres. Kapolda didaulat memotong tumpeng kemudian diserahkan pada anggota tertua, Iptu Ambo Rape dan termuda Bhayangkara Dua (Bharada) Ikhsan yang usianya 19 tahun.

Sejumlah upaya penegakan hukum telah pula dilakukan. Seperti pengungkapan penyelundupan kepiting ilegal, peredaran minuman keras, penambangan ilegal, pencurian minyak di laut, perompak dan penggunaan bom ikan. Termasuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat khususnya pesisir dan nelayan agar tidak menggunakan bom ikan.

Ini sesuai Peraturan Kementerian Kelautan dan Perikanan Nomor 1/2015 tentang larangan ekspor kepiting betina bertelur. Juga, melarang ekspor atau menangkap kepiting jantan dan betina dengan ukuran kurang dari 15 cm.

Soal bom ikan, pelaku berharap tangkapan ikan banyak. Kemudian bahan peledak (handak) dijadikan sarana untuk diledakkan di laut. Tangkapan berlimpah, namun ekosistem jadi rusak. Omad menguraikan, rusaknya ekosistem terumbu karang juga mematikan benih ikan.

“Kebutuhan jangka panjang, kalau benih mati, otomatis yang rugi nelayan juga,” paparnya. (aim/rsh/k18)


BACA JUGA

Senin, 10 Desember 2018 07:57

Dinas PU Siapkan Desain Pagar

BALIKPAPAN – Sudah tiga nyawa melayang akibat terseret air bah…

Senin, 10 Desember 2018 07:40

Larangan Plastik di Tempat Umum Diterapkan Tahun Depan

BALIKPAPAN - Peraturan Daerah (Perda) terkait larangan penggunaan kantong plastik…

Minggu, 09 Desember 2018 07:18

Terus Berulang, Saran Buat Pagar

PROSES pencarian Amin, bocah delapan tahun yang hanyut di drainase,…

Minggu, 09 Desember 2018 07:13

LIPI Evaluasi Kebun Raya

BALIKPAPAN - Status Kebun Raya Balikpapan (KRB) masih menjadi kewenangan…

Minggu, 09 Desember 2018 07:10

Polda Antisipasi Potensi Penimbun BBM

BALIKPAPAN – Pembatasan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, khususnya…

Sabtu, 08 Desember 2018 06:49

Pemkot Dianggap Tak Punya Taji

BALIKPAPAN  –  Pemkot Balikpapan dianggap tak punya taji. Mengatasi masalah…

Jumat, 07 Desember 2018 07:57

Korban Jiwa Pembakaran Rumah Bertambah

BALIKPAPAN - Setelah bertahan hidup selama tiga hari, Garini (55),…

Kamis, 06 Desember 2018 08:16

Bukan Kasus yang Pertama

BALIKPAPAN – Pengungkapan dugaan praktik pembuatan sabu industri rumahan di…

Kamis, 06 Desember 2018 08:08

Pembinaan Teritorial Kodam VI/Mulawarman Terbaik Ketiga

BALIKPAPAN – Pembinaan teritorial oleh Kodam VI/Mulawarman mendapat apresiasi dari…

Rabu, 05 Desember 2018 08:37

Terancam Penjara Seumur Hidup

BALIKPAPAN – Hukuman berat penanti Hasto Purnomo (47), tersangka pembakar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .