MANAGED BY:
JUMAT
22 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Rabu, 06 Desember 2017 07:39
Ini Riwayat Sultan Terakhir Kerajaan Paser
DAYA TARIK: Musem atau Keraton Sadurangas merupakan peninggalan kesultanan yang kunjungannya paling tinggi dibandingkan lainnya, seperti masjid ataupun makam. (NAJIB/KP)

PROKAL.CO, KEPEMIMPINAN sultan terakhir (kesebelas) jatuh pada masa pemerintahan Pangeran Mangku Jaya Kesuma gelar Sultan Ibrahim Khaliluddin. Pelantikan Aji Meja, gelar Pangeran Mangku Jaya Kesuma menjadi sultan yang memerintah Kesultanan Paser itu, dilakukan Resident Julius Broers dan Resident Zuider en Ooster Afdeeling van Borneo atas nama Pemerintahan Hindia-Belanda pada 8 Juli 1900. Selanjutnya, dilantik pula Aji Nyese gelar Pangeran Jaya Kesuma Ningrat menjadi Sultan Muda.

Namun, dalam pengangkatan itu, Julius Broers tidak mengikutsertakan para pemangku adat serta alim ulama untuk bermusyawarah. Penentuan Pangeran Mangku Jaya Kesuma sebagai sultan sudah di luar kebiasaan adat. Tak heran jika alim ulama dan kepala adat menilai, jika Sultan Ibrahim Khaliluddin bukan sultannya rakyat Paser, melainkan sultan Belanda yang hendak menguasai dan memerintah Kesultanan.

“Banyak yang menentang dia menjadi sultan. Karena itu tadi, Sultan Ibrahim dinilai masyarakat adalah tangan kanan Pemerintah Belanda yang diangkat hanya untuk menguasai Kesultanan Paser ini,” jelas Sekretaris Kerukunan Keluarga Kesultanan Paser (KKKP) M Darmawi.

Belakangan, Sultan Ibrahim Khaliluddin justru berani melawan kekuasaan kolonial Belanda. Dia memimpin perlawanan bersenjata menentang Belanda, meski sempat mengalihkan Pemerintahan Kesultanan Paser kepada Belanda. Berbagai pemberontakan gencar dilakukan. Sampai akhirnya, Pengadilan Belanda di Banjarmasin mengeluarkan amar keputusan Sultan Ibrahim Khaliluddin dijatuhi hukuman pengasingan seumur hidup ke Teluk Betung, Batavia, dan Cimahi. Terakhir dipindahkan ke Cianjur (Jawa Barat). ”Di sana (Cianjur) juga Sultan Ibrahim meninggal pada 1934,” ujar Darmawi.

Sejak saat itu tidak ada satu pun keturunannya yang menggantikan dia sebagai sultan. Paser jadi satu-satunya kesultanan di Indonesia yang tampuk kekuasaannya kosong sebelum Indonesia merdeka. Kalau ada yang mengaku sebagai sultan, Darmawi hanya bisa tertawa. Hal itu karena pengangkatan sebagai sultan di Kesultanan Paser tidak semudah membalikkan telapak tangan. Terlebih pada zaman sekarang. Ada beberapa syarat harus dipenuhi. Selain itu, banyak pertimbangan yang wajib dimusyawarahkan.

Karena begitu kontroversi siapa saja garis keturunan Kesultanan Sadurangas, pernah pelaku film nasional ingin membuat film tentang kesultanan tersebut. Namun ditolak masyarakat Paser karena dianggap tidak melambangkan ciri khas Kerajaan Paser. Saat itu, aktris Wulan Guritno menjadi pemeran utamanya. Kesultanan Paser telah menghilang, 

Tidak adanya pewaris gelar sultan, membuat banyak pihak mengaku memiliki garis keturunan keraton. Wakil Ketua I KKKP Muhammad Azan mengatakan, sempat ada wacana pengangkatan gelar sultan dari KKKP kepada salah satu keturunan yang kini menjabat sebagai ketua umum, yakni Aji Burhan. Namun, Aji Burhan belum memberikan respons setuju atau tidak.

“Memang masih banyak pertanyaan, siapa saja pihak yang memiliki garis keturunan dari Sultan Ibrahim Khaliluddin, karena yang kami tahu beliau meninggal di Cianjur, namun tidak ada informasi valid yang menyatakan, apakah memiliki keturunan ataupun anak angkat,” terang Azan yang beristrikan Aji Siti Jahrah binti Aji Jailani keturunan dari Aji Meja (Pangeran Menteri). (jib/*ns/waz/k9)


BACA JUGA

Rabu, 13 Juni 2018 07:51

Kriminalitas “Merajai” Jelang Idulfitri, Penyamun Terus Mengintai

Adagium itu masih terbukti. Kejahatan tak pernah kenal waktu. Ramadan dan jelang Idulfitri, kriminalitas…

Rabu, 13 Juni 2018 07:43

Selama Ramadan, Perputaran Uang Capai Rp 2,7 Triliun

DISTRIBUSI uang selama Ramadan dan Idulfitri pada 2018 tak kurang Rp 2,7 triliun. Jumlah ini meningkat…

Rabu, 13 Juni 2018 07:33
Lebaran Makin Dekat, Waspada Kejahatan di Jalan

Gunakan Nontunai, Hindari Perhiasan

JELANG Idulfitri, tak hanya pengeluaran yang harus dijaga. Keamanan juga. Aksi copet, jambret,…

Senin, 11 Juni 2018 09:21

THR Kutunggu, THR Kuhabiskan

Hari-hari terakhir Ramadan penuh berkah. Khususnya bagi pekerja, abdi negara atau pegawai swasta. Semua…

Senin, 11 Juni 2018 09:17

Cuti Bersama yang Dikeluhkan Pengusaha

ALFIN mengucap syukur. Kopi hitam diseruputnya dalam-dalam. Setelah puas, kedua sudut bibirnya ditarik…

Senin, 11 Juni 2018 09:15

Akselerasi Sektor Dagang dan Transportasi

TUNJANGAN Hari Raya menjadi tambahan penghasilan bagi masyarakat. Namun, di sisi lain, kebutuhan juga…

Senin, 11 Juni 2018 09:07

Membagi Waktu dan Berkah THR

OLEH: MUHAMMAD RIDHUAN(Wartawan Kaltim Post) LAPORAN utama kali ini sengaja kami kemas ringan. Biar…

Jumat, 08 Juni 2018 09:09

Menggantung Asa di Program Pusat

GAP antara si kaya raya dan miskin papa masih terbentang lebar. Kesenjangannya tak hanya tentang pendapatan,…

Jumat, 08 Juni 2018 09:05

Teliti Developer sebelum Membeli Rumah

NEGARA mengatur rakyatnya memiliki hak terhadap papan yang memadai, sebagaimana tertulis dalam UUD 1945.…

Jumat, 08 Juni 2018 09:03

TAK MUDAH..!! Rumah yang Bisa Dikredit dengan Harga Bersahabat

SEPTIANI (23), kini berumah tangga dengan Ivandi (23). Tidak hanya berdua, mereka kini memiliki putri…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .