MANAGED BY:
MINGGU
17 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Rabu, 06 Desember 2017 07:39
Ini Riwayat Sultan Terakhir Kerajaan Paser
DAYA TARIK: Musem atau Keraton Sadurangas merupakan peninggalan kesultanan yang kunjungannya paling tinggi dibandingkan lainnya, seperti masjid ataupun makam. (NAJIB/KP)

PROKAL.CO, KEPEMIMPINAN sultan terakhir (kesebelas) jatuh pada masa pemerintahan Pangeran Mangku Jaya Kesuma gelar Sultan Ibrahim Khaliluddin. Pelantikan Aji Meja, gelar Pangeran Mangku Jaya Kesuma menjadi sultan yang memerintah Kesultanan Paser itu, dilakukan Resident Julius Broers dan Resident Zuider en Ooster Afdeeling van Borneo atas nama Pemerintahan Hindia-Belanda pada 8 Juli 1900. Selanjutnya, dilantik pula Aji Nyese gelar Pangeran Jaya Kesuma Ningrat menjadi Sultan Muda.

Namun, dalam pengangkatan itu, Julius Broers tidak mengikutsertakan para pemangku adat serta alim ulama untuk bermusyawarah. Penentuan Pangeran Mangku Jaya Kesuma sebagai sultan sudah di luar kebiasaan adat. Tak heran jika alim ulama dan kepala adat menilai, jika Sultan Ibrahim Khaliluddin bukan sultannya rakyat Paser, melainkan sultan Belanda yang hendak menguasai dan memerintah Kesultanan.

“Banyak yang menentang dia menjadi sultan. Karena itu tadi, Sultan Ibrahim dinilai masyarakat adalah tangan kanan Pemerintah Belanda yang diangkat hanya untuk menguasai Kesultanan Paser ini,” jelas Sekretaris Kerukunan Keluarga Kesultanan Paser (KKKP) M Darmawi.

Belakangan, Sultan Ibrahim Khaliluddin justru berani melawan kekuasaan kolonial Belanda. Dia memimpin perlawanan bersenjata menentang Belanda, meski sempat mengalihkan Pemerintahan Kesultanan Paser kepada Belanda. Berbagai pemberontakan gencar dilakukan. Sampai akhirnya, Pengadilan Belanda di Banjarmasin mengeluarkan amar keputusan Sultan Ibrahim Khaliluddin dijatuhi hukuman pengasingan seumur hidup ke Teluk Betung, Batavia, dan Cimahi. Terakhir dipindahkan ke Cianjur (Jawa Barat). ”Di sana (Cianjur) juga Sultan Ibrahim meninggal pada 1934,” ujar Darmawi.

Sejak saat itu tidak ada satu pun keturunannya yang menggantikan dia sebagai sultan. Paser jadi satu-satunya kesultanan di Indonesia yang tampuk kekuasaannya kosong sebelum Indonesia merdeka. Kalau ada yang mengaku sebagai sultan, Darmawi hanya bisa tertawa. Hal itu karena pengangkatan sebagai sultan di Kesultanan Paser tidak semudah membalikkan telapak tangan. Terlebih pada zaman sekarang. Ada beberapa syarat harus dipenuhi. Selain itu, banyak pertimbangan yang wajib dimusyawarahkan.

Karena begitu kontroversi siapa saja garis keturunan Kesultanan Sadurangas, pernah pelaku film nasional ingin membuat film tentang kesultanan tersebut. Namun ditolak masyarakat Paser karena dianggap tidak melambangkan ciri khas Kerajaan Paser. Saat itu, aktris Wulan Guritno menjadi pemeran utamanya. Kesultanan Paser telah menghilang, 

Tidak adanya pewaris gelar sultan, membuat banyak pihak mengaku memiliki garis keturunan keraton. Wakil Ketua I KKKP Muhammad Azan mengatakan, sempat ada wacana pengangkatan gelar sultan dari KKKP kepada salah satu keturunan yang kini menjabat sebagai ketua umum, yakni Aji Burhan. Namun, Aji Burhan belum memberikan respons setuju atau tidak.

“Memang masih banyak pertanyaan, siapa saja pihak yang memiliki garis keturunan dari Sultan Ibrahim Khaliluddin, karena yang kami tahu beliau meninggal di Cianjur, namun tidak ada informasi valid yang menyatakan, apakah memiliki keturunan ataupun anak angkat,” terang Azan yang beristrikan Aji Siti Jahrah binti Aji Jailani keturunan dari Aji Meja (Pangeran Menteri). (jib/*ns/waz/k9)


BACA JUGA

Senin, 11 Desember 2017 09:25

Vonis Tumpul para Koruptor

Korupsi serupa sampar yang tak kunjung memberi waras. Efek jera dari putusan peradilan nyatanya tak…

Senin, 11 Desember 2017 09:22

Alat Bukti Belum Bisa Membawa Keyakinan

RASUAH tak mungkin berdiri sendiri. Namun, tak sedikit kasus yang bergulir ke meja hijau hanya menyajikan…

Senin, 11 Desember 2017 08:35

Berebut Rekomendasi Jelang Pendaftaran

Konstelasi politik jelang Pemilihan Bupati (Pilbup) Penajam Paser Utara (PPU) 2018 mulai menghangat.…

Kamis, 07 Desember 2017 07:33

Masih Ada yang Tinggal di Lereng Gunung

TANA PASER – Lokasi Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Dusun Pasero, RT 05, Desa Kerang Dayu, Kecamatan…

Kamis, 07 Desember 2017 07:31

Masuk Radar Kejaksaan

TANA PASER – Proyek pembangunan rumah untuk Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Dusun Pasero, RT…

Kamis, 07 Desember 2017 07:30

Kades: Warga Sudah Huni Rumah Adat

PROTES warga terhadap kondisi rumah dari proyek Kementerian Sosial (Kemensos) untuk pemberdayaan Komunitas…

Rabu, 06 Desember 2017 07:45

Nasib Kesultanan Paser di Zaman Sekarang

Sejarah panjang Kerajaan Paser telah berakhir 1906 silam. Setelah Pangeran Mangku Jaya Kesuma gelar…

Kamis, 30 November 2017 07:40

Fokus Infrastruktur Dasar

Defisit anggaran pemerintah daerah belum berakhir. Ini membuat pejabat Pemkab Kutai Timur (Kutim) adu…

Kamis, 30 November 2017 07:38

Mahyunadi: Perhatikan Utang

LEGISLATOR mendukung program Pemkab di APBD Kutim 2018. Tapi, penyelenggara anggaran diwanti-wanti agar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .