MANAGED BY:
RABU
26 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Rabu, 06 Desember 2017 07:39
Ini Riwayat Sultan Terakhir Kerajaan Paser
DAYA TARIK: Musem atau Keraton Sadurangas merupakan peninggalan kesultanan yang kunjungannya paling tinggi dibandingkan lainnya, seperti masjid ataupun makam. (NAJIB/KP)

PROKAL.CO, KEPEMIMPINAN sultan terakhir (kesebelas) jatuh pada masa pemerintahan Pangeran Mangku Jaya Kesuma gelar Sultan Ibrahim Khaliluddin. Pelantikan Aji Meja, gelar Pangeran Mangku Jaya Kesuma menjadi sultan yang memerintah Kesultanan Paser itu, dilakukan Resident Julius Broers dan Resident Zuider en Ooster Afdeeling van Borneo atas nama Pemerintahan Hindia-Belanda pada 8 Juli 1900. Selanjutnya, dilantik pula Aji Nyese gelar Pangeran Jaya Kesuma Ningrat menjadi Sultan Muda.

Namun, dalam pengangkatan itu, Julius Broers tidak mengikutsertakan para pemangku adat serta alim ulama untuk bermusyawarah. Penentuan Pangeran Mangku Jaya Kesuma sebagai sultan sudah di luar kebiasaan adat. Tak heran jika alim ulama dan kepala adat menilai, jika Sultan Ibrahim Khaliluddin bukan sultannya rakyat Paser, melainkan sultan Belanda yang hendak menguasai dan memerintah Kesultanan.

“Banyak yang menentang dia menjadi sultan. Karena itu tadi, Sultan Ibrahim dinilai masyarakat adalah tangan kanan Pemerintah Belanda yang diangkat hanya untuk menguasai Kesultanan Paser ini,” jelas Sekretaris Kerukunan Keluarga Kesultanan Paser (KKKP) M Darmawi.

Belakangan, Sultan Ibrahim Khaliluddin justru berani melawan kekuasaan kolonial Belanda. Dia memimpin perlawanan bersenjata menentang Belanda, meski sempat mengalihkan Pemerintahan Kesultanan Paser kepada Belanda. Berbagai pemberontakan gencar dilakukan. Sampai akhirnya, Pengadilan Belanda di Banjarmasin mengeluarkan amar keputusan Sultan Ibrahim Khaliluddin dijatuhi hukuman pengasingan seumur hidup ke Teluk Betung, Batavia, dan Cimahi. Terakhir dipindahkan ke Cianjur (Jawa Barat). ”Di sana (Cianjur) juga Sultan Ibrahim meninggal pada 1934,” ujar Darmawi.

Sejak saat itu tidak ada satu pun keturunannya yang menggantikan dia sebagai sultan. Paser jadi satu-satunya kesultanan di Indonesia yang tampuk kekuasaannya kosong sebelum Indonesia merdeka. Kalau ada yang mengaku sebagai sultan, Darmawi hanya bisa tertawa. Hal itu karena pengangkatan sebagai sultan di Kesultanan Paser tidak semudah membalikkan telapak tangan. Terlebih pada zaman sekarang. Ada beberapa syarat harus dipenuhi. Selain itu, banyak pertimbangan yang wajib dimusyawarahkan.

Karena begitu kontroversi siapa saja garis keturunan Kesultanan Sadurangas, pernah pelaku film nasional ingin membuat film tentang kesultanan tersebut. Namun ditolak masyarakat Paser karena dianggap tidak melambangkan ciri khas Kerajaan Paser. Saat itu, aktris Wulan Guritno menjadi pemeran utamanya. Kesultanan Paser telah menghilang, 

Tidak adanya pewaris gelar sultan, membuat banyak pihak mengaku memiliki garis keturunan keraton. Wakil Ketua I KKKP Muhammad Azan mengatakan, sempat ada wacana pengangkatan gelar sultan dari KKKP kepada salah satu keturunan yang kini menjabat sebagai ketua umum, yakni Aji Burhan. Namun, Aji Burhan belum memberikan respons setuju atau tidak.

“Memang masih banyak pertanyaan, siapa saja pihak yang memiliki garis keturunan dari Sultan Ibrahim Khaliluddin, karena yang kami tahu beliau meninggal di Cianjur, namun tidak ada informasi valid yang menyatakan, apakah memiliki keturunan ataupun anak angkat,” terang Azan yang beristrikan Aji Siti Jahrah binti Aji Jailani keturunan dari Aji Meja (Pangeran Menteri). (jib/*ns/waz/k9)


BACA JUGA

Senin, 24 September 2018 09:19

Jalan Berliku Tekan Aborsi

Hingga kini praktik menggugurkan kandungan atau aborsi masih diperdebatkan. Bahkan, di negara maju sekalipun.…

Senin, 24 September 2018 09:09

Obat Lambung Bukan Penggugur Janin

RAGAM obat beredar luas di masyarakat. Sejauh ini, tidak ada obat khusus untuk menggugurkan kandungan.…

Senin, 24 September 2018 09:08

Ada yang Usia 14 Tahun Sudah Berhubungan Seksual

REMAJA akanmenghadapi masalah kompleks, seiring masa transisi yang dialami. Problematika yang menonjol…

Senin, 24 September 2018 09:07

Sanksi Berat Tak Bisa Ditawar

AKSI menggugurkan janin yang dilakukan tanpa ketentuan apalagi bukan kebutuhan mendesak, patut mendapat…

Senin, 24 September 2018 09:06

"Saya Miris, Ada Anak-Anak Sewa Hotel"

PULUHAN kasus kekerasan terhadap anak ditangani Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Samarinda. Mulai…

Kamis, 20 September 2018 10:12

Literasi Keuangan (Jangan) Disepelekan

Literasi keuangan belum menunjukkan angka ideal. Realita yang rawan disalahgunakan oknum jahat, yang…

Kamis, 20 September 2018 09:53

Literasi Minim, Wanprestasi Menghantui

SEMENTARA tingkat penggunaan produk keuangan publik Kaltim mencapai 74,9 persen, level pemahaman terhadap…

Senin, 17 September 2018 09:18

Buku (Bukan Lagi) Jendela Ilmu

Dahulu buku jendela dunia. Namun, perlahan-lahan sang primadona mulai hilang pamor. Era digital disebut-sebut…

Senin, 17 September 2018 09:14

Ideal Baca 6 Jam Sehari

DUA pekan lalu menjadi hari penting bagi pecinta buku. Sebab 8 September ditetapkan sebagai hari literasi…

Senin, 17 September 2018 09:06

Koleksi Perpustakaan Daerah Belum Lengkap

BERBAGAI cara dilakukan untuk berkontribusi menambah literasi dari masyarakat lokal. Sejarawan lokal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .