MANAGED BY:
SENIN
21 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Rabu, 06 Desember 2017 07:29
Momen Bagus Kelapa Sawit

Imbas Musim Dingin, Permintaan CPO Global Meningkat

SIKLUS TAHUNAN: Meski memiliki pangsa pasar bagus di pasar internasional, kelapa sawit dinilai akan lebih cepat berkembang jika memiliki hilirisasi masif di dalam negeri. (ANGGI PRADITHA/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Harga kelapa sawit melanjutkan siklus tahunan. Memasuki Desember, Dinas Perkebunan Kaltim menetapkan harga tandan buah segar (TBS) tanaman itu naik ke posisi RP 1.779 per kilogram.

Bulan lalu, harga TBS kelapa sawit masih di posisi Rp 1.696 per kilogram. Jika menilik trennya dalam dua tahun terakhir, harga tersebut masih bakal naik hingga triwulan pertama 2018. (selengkapnya lihat info grafis)

Akhir tahun memang menjadi momentum bagus bagi kelapa sawit. Naiknya harga tersebut disebabkan permintaan dan harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di pasar internasional juga meningkat.

Kepala Dinas Perkebunan Kaltim Ujang Rachmad mengakui, tahun lalu, harga TBS tak sebaik tahun ini. Salah satu penyebabnya adalah badai panas el nino yang terjadi pada 2015 lalu. Kualitas tanaman tropis ini menurun, dan harganya jatuh di pasaran.

Namun seiring waktu berjalan, harga kembali pulih. “Harga terus membaik seiring meningkatnya kualitas buah. Bahkan, tahun ini, TBS sawit di Kaltim sempat menyentuh Rp 1.954 per kilogram,” kata Ujang kepada Kaltim Post, kemarin (4/12).

Perbaikan harga TBS sawit, lanjut Ujang, tak lepas dari perbaikan harga CPO di pasar internasional. Situasi itu pun, disebutnya sebagai indikasi bahwa potensi penyerapan tanaman ini masih tinggi. Karenanya, para petani diminta tak kendur dalam berproduksi.

“Selama minyak nabati stoknya menurun, maka harga CPO akan meningkat. Saat musim dingin seperti sekarang, permintaan dari Eropa dan Amerika naik, karena produksi minyak nabati mereka terhenti. Mereka butuh CPO serta turunannya, sebagai pengganti,” jelas Ujang.

Terkait produksi, dia menyebut, tahun ini Kaltim diprediksi mampu memproduksi sekitar 3,2 juta ton CPO, dari 14,58 juta ton TBS sawit. Jumlah TBS itu, disebut Ujang ditarget naik tahun depan, menjadi 18 juta ton.

“Tak hanya berharap pada CPO, petani TBS juga bisa menambah pundi-pundi pendapatan ketika CPO sudah memiliki bisnis turunan di dalam negeri,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, CPO yang merupakan olahan awal, masih bisa diolah menjadi produk-produk turunan baru. Seperti  minyak goreng, margarin, kosmetik, dan lainnya. Potensi ini yang sedang digarap untuk meningkatkan ekonomi baru.

“Sehingga tidak perlu menunggu musim dingin. Adanya industri hilir baru untuk CPO bisa membuat penghasilan baru bagi petani kelapa sawit,” ujarnya. (*/ctr/man/tom/k18)


BACA JUGA

Minggu, 20 Mei 2018 06:31

Permintaan Aneh Pelanggan Menggali Kreativitas

SETELAH lulus dari Limkokwing University of Creative Technology, Malaysia pada 2014, Sherli Sukangto…

Minggu, 20 Mei 2018 06:28

Jaga Komunikasi, Kualitas, dan Kecepatan Kerja

MENGELOlA bisnis di bidang desain sejak 2014, Sherli Sukangto mengaku telah banyak menghadapi persaingan.…

Sabtu, 19 Mei 2018 00:14

2019, Ekonomi Ditarget Tumbuh 5,8 Persen

JAKARTA  –  Pemerintah memasang target pertumbuhan ekonomi pada 2019 mendatang mencapai…

Sabtu, 19 Mei 2018 00:09

BI Terbitkan Buku Kajian Stabilitas Keuangan

JAKARTA –  Bank Indonesia (BI) meluncurkan buku Kajian Stabilitas Keuangan No.30, Maret 2018.…

Sabtu, 19 Mei 2018 00:08

BI Terapkan Pengetatan Moneter, Era Bunga Tinggi Dimulai

JAKARTA  –  Bank Indonesia (BI) akhirnya menaikkan suku bunga acuan. Kamis (17/5), rapat…

Jumat, 18 Mei 2018 06:32

Lampaui Target Konsumsi Nasional

TANA PASER  –  Meski terjadi kenaikan harga, masyarakat Paser tidak perlu bingung mencari…

Jumat, 18 Mei 2018 06:30

Penguatan Dolar Bisa Katrol Harga Otomotif

BALIKPAPAN - Harga jual otomotif di Kaltim diprediksi bakal terpengaruh penguatan dolar Amerika Serikat…

Jumat, 18 Mei 2018 06:27

Asuransi Optimistis Tumbuh 20 Persen

JAKARTA – Industri asuransi tetap optimistis bisa tumbuh 20-30 persen tahun ini. Indonesia dinilai…

Jumat, 18 Mei 2018 06:26

Tren Positif Batu Bara Belum Merata

BALIKPAPAN - Meski harga batu bara menguat dan ekspor meningkat, kondisi ini tak serta-merta membuat…

Jumat, 18 Mei 2018 06:23

Penambahan Subsidi Solar Belum Final

JAKARTA – Masyarakat harus bersabar. Rencana Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .