MANAGED BY:
MINGGU
25 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Rabu, 06 Desember 2017 07:26
Penguatan Dolar Bebani Industri Galangan Kapal
TERUSIK KURS: Industri galangan kapal dinilai masih banyak bergantung pada bahan baku impor. (RAHMAN/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Depresiasi rupiah atas dolar Amerika Serikat (AS) memberi dampak beragam pada dunia usaha. Dari industri pelayaran, pengusaha galangan kapal dinilai banyak terjebak atas kondisi ini. Namun bagi jasa pelayaran, menguatnya mata uang Negeri Paman Sam itu justru dianggap menguntungkan.

Hal itu disampaikan Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan DPP Indonesian National Shipowners Association (INSA) Zaenal Arifin Hasibuan. Menurutnya, bisnis galangan kapal sulit menghindari dampak buruk dari pelemahan rupiah. Pasalnya, kata dia, sekitar 80 hingga 90 persen kebutuhan bahan baku pada bisnis tersebut diimpor dari luar negeri, dan dibeli menggunakan dolar A.

“Kalau kurs dolar AS masih Rp 13.500, galangan kapal semakin tertekan. Sampai sekarang pun, belum ada upaya untuk meringankan beban pebisnis di sektor ini,” ungkapnya kepada Kaltim Post, Senin (5/12).

Berlangsung sejak triwulan terakhir tahun lalu, tren penguatan dolar berlanjut tahun ini, meski masih berfluktuasi. Awal 2017, mata uang berlambang garuda ini sempat menguat, dari semula di kisaran Rp 13.400 menjadi Rp 13.300 per dolar AS. Namun, memasuki Oktober lalu, kurs rupiah kembali melemah, dan berfluktuasi, dan menutup November lalu di posisi 13.514 per dolar AS.

Kembali ke industri galangan kapal, di Indonesia, kata Zaenal, produsen armada laut memang masih sulit bersaing. Pasalnya, di luar negeri, pembuatan kapal sedikit lebih murah.

Sama seperti banyak bisnis lain, industri galangan kapal di luar negeri mendapat perlindungan dari pemerintahnya. Termasuk soal ketentuan finansial dan pajak.

“Yang jelas, biaya produksinya lebih murah. Karenanya, saya pesimistis, industri galangan mampu bersaing bila pemerintah masih menerapkan pajak yang masih memberatkan. Tekanan semakin terasa saat rupiah melemah,”  ungkapnya.

Menurut Zaenal, saat dolar naik seperti sekarang, kesejahteraan kalangan manajemen kru kapal membaik, karena tak sedikit dari mereka yang bekerja di kapal-kapal luar negeri, mendapat bayaran dalam bentuk dolar AS.

Sedangkan untuk kapal-kapal domestik, dia mengatakan, pemasukan bergantung pada harga komoditas yang diangkut. Misalnya, saat harga batu bara kembali ke level USD 93 per metrik ton seperti sekarang, posisi tawar penyedia jasa pelayaran pun lebih bagus.

“Walaupun tidak semua sektor bisnis bisa diuntungkan dengan penguatan dolar, tapi secara keseluruhan kondisi ini bisa memperbaiki pemasukan para eksportir. Asalkan, biaya produksi masih mengacu harga lokal,” pungkasnya. (*/ctr/man/tom/k18)


BACA JUGA

Sabtu, 24 Februari 2018 06:35

Tahun Ini Mulai Pantau lewat Satelit

JAKARTA  –  Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan, pengawasan…

Sabtu, 24 Februari 2018 06:30

BPD Diminta Segera Berintegrasi

MANADO   -  Otoritas Jasa Keuangan meminta agar bank pembangunan daerah (BPD) segera berintegrasi…

Sabtu, 24 Februari 2018 06:29

Mei, Kartu GPN Terbit

SEBELUM bank pembangunan daerah, integrasi layanan lebih dulu disiapkan untuk perbankan nasional. Mei…

Sabtu, 24 Februari 2018 06:29

Jonan: Tak Mudah Penuhi Target EBT

JAKARTA  -  Pemerintah mengakui, mewujudkan bauran energi baru dan terbarukan (EBT) lebih…

Jumat, 23 Februari 2018 07:21

CATAT..!! Tak Daftar Lewat 28 Februari, Tak Bisa Nikmati Layanan

BALIKPAPAN – Kurang dari sepekan, batas registrasi ulang nomor telepon dan data identitas diri…

Jumat, 23 Februari 2018 07:18

Tunggu Kesiapan Pengusaha, Mendag Siapkan Insentif

JAKARTA - Pemerintah berencana mengundur waktu implementasi kewajiban penggunaan kapal dan asuransi…

Jumat, 23 Februari 2018 07:14

Harga Minyak Naik, PNBP Moncer

JAKARTA - Pendapatan pemerintah awal tahun ini menunjukkan pertumbuhan signifikan. Itu terlihat dari…

Jumat, 23 Februari 2018 07:12

Dirjen Pajak Sebut Aturan Belum Final

JAKARTA - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mengaku baru akan meminta penerbit kartu kredit untuk menyampaikan…

Jumat, 23 Februari 2018 07:11

Marketplace Jadi Panggung Produk Impor

JAKARTA - Produk impor marak ditemukan di pusat dagang daring (e-commerce) nasional. Menteri Perencanaan…

Kamis, 22 Februari 2018 07:34

Pertambangan Masih Dominasi Investasi

SAMARINDA – Tren kenaikan harga komoditas pertambangan langsung direspons investor. Sepanjang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .