MANAGED BY:
JUMAT
21 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Rabu, 06 Desember 2017 07:26
Penguatan Dolar Bebani Industri Galangan Kapal
TERUSIK KURS: Industri galangan kapal dinilai masih banyak bergantung pada bahan baku impor. (RAHMAN/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Depresiasi rupiah atas dolar Amerika Serikat (AS) memberi dampak beragam pada dunia usaha. Dari industri pelayaran, pengusaha galangan kapal dinilai banyak terjebak atas kondisi ini. Namun bagi jasa pelayaran, menguatnya mata uang Negeri Paman Sam itu justru dianggap menguntungkan.

Hal itu disampaikan Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan DPP Indonesian National Shipowners Association (INSA) Zaenal Arifin Hasibuan. Menurutnya, bisnis galangan kapal sulit menghindari dampak buruk dari pelemahan rupiah. Pasalnya, kata dia, sekitar 80 hingga 90 persen kebutuhan bahan baku pada bisnis tersebut diimpor dari luar negeri, dan dibeli menggunakan dolar A.

“Kalau kurs dolar AS masih Rp 13.500, galangan kapal semakin tertekan. Sampai sekarang pun, belum ada upaya untuk meringankan beban pebisnis di sektor ini,” ungkapnya kepada Kaltim Post, Senin (5/12).

Berlangsung sejak triwulan terakhir tahun lalu, tren penguatan dolar berlanjut tahun ini, meski masih berfluktuasi. Awal 2017, mata uang berlambang garuda ini sempat menguat, dari semula di kisaran Rp 13.400 menjadi Rp 13.300 per dolar AS. Namun, memasuki Oktober lalu, kurs rupiah kembali melemah, dan berfluktuasi, dan menutup November lalu di posisi 13.514 per dolar AS.

Kembali ke industri galangan kapal, di Indonesia, kata Zaenal, produsen armada laut memang masih sulit bersaing. Pasalnya, di luar negeri, pembuatan kapal sedikit lebih murah.

Sama seperti banyak bisnis lain, industri galangan kapal di luar negeri mendapat perlindungan dari pemerintahnya. Termasuk soal ketentuan finansial dan pajak.

“Yang jelas, biaya produksinya lebih murah. Karenanya, saya pesimistis, industri galangan mampu bersaing bila pemerintah masih menerapkan pajak yang masih memberatkan. Tekanan semakin terasa saat rupiah melemah,”  ungkapnya.

Menurut Zaenal, saat dolar naik seperti sekarang, kesejahteraan kalangan manajemen kru kapal membaik, karena tak sedikit dari mereka yang bekerja di kapal-kapal luar negeri, mendapat bayaran dalam bentuk dolar AS.

Sedangkan untuk kapal-kapal domestik, dia mengatakan, pemasukan bergantung pada harga komoditas yang diangkut. Misalnya, saat harga batu bara kembali ke level USD 93 per metrik ton seperti sekarang, posisi tawar penyedia jasa pelayaran pun lebih bagus.

“Walaupun tidak semua sektor bisnis bisa diuntungkan dengan penguatan dolar, tapi secara keseluruhan kondisi ini bisa memperbaiki pemasukan para eksportir. Asalkan, biaya produksi masih mengacu harga lokal,” pungkasnya. (*/ctr/man/tom/k18)


BACA JUGA

Jumat, 21 September 2018 07:15

Kredit Macet Kaltim Tertinggi di Kalimantan

SAMARINDA - Masyarakat Kaltim dituntut bijak dalam berutang. Saat ini, Bumi Etam menjadi daerah dengan…

Kamis, 20 September 2018 07:56

Ini Dia, Bakal Jadi Ikon Wisata Balikpapan

BALIKPAPAN - Tidak mudah meyakinkan masyarakat untuk beralih ke hunian apartemen. Pasalnya, saat ini…

Kamis, 20 September 2018 07:53

2019, Pemerintah Utang Subsidi Rp 15 T ke Pertamina dan PLN

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengatakan, utang subsidi yang belum dibayarkan pemerintah…

Kamis, 20 September 2018 07:48

Jaga Kinerja Ekspor

JAKARTA - Satu dari 28 produk baja dari Indonesia, yaitu non-alloy and other alloy quarto plates dikenakan…

Kamis, 20 September 2018 07:46

Kredit UMKM Kian Tumbuh

SAMARINDA - Meski masih negatif, kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Kaltim menunjukkan perbaikan.…

Kamis, 20 September 2018 07:45

Tonjolkan Pariwisata dan Biodiesel

JAKARTA - Penyelenggaraan International Monetary Fund (IMF) World Bank Group di Nusa Dua, Bali, tinggal…

Kamis, 20 September 2018 07:44

Pemerintah Beri Relaksasi Debitur KUR

JAKARTA – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terkena dampak gempa Lombok bisa…

Rabu, 19 September 2018 07:03

Rupiah Kembali Bergolak

JAKARTA - Nilai tukar rupiah kembali tidak berdaya di hadapan dolar Amerika Serikat (USD). Berdasar…

Rabu, 19 September 2018 07:01

Transaksi Tunai Meningkat

SAMARINDA - Jumlah transaksi tunai di Kaltim pada triwulan II 2018 mengalami peningkatan jika dibandingkan…

Rabu, 19 September 2018 06:56

Siapkan 1,4 Juta Ton Pupuk

BONTANG – Kebutuhan pupuk dalam negeri dipastikan aman. Terutama saat musim tanam pada Oktober…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .