MANAGED BY:
SENIN
21 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Rabu, 06 Desember 2017 07:26
Penguatan Dolar Bebani Industri Galangan Kapal
TERUSIK KURS: Industri galangan kapal dinilai masih banyak bergantung pada bahan baku impor. (RAHMAN/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Depresiasi rupiah atas dolar Amerika Serikat (AS) memberi dampak beragam pada dunia usaha. Dari industri pelayaran, pengusaha galangan kapal dinilai banyak terjebak atas kondisi ini. Namun bagi jasa pelayaran, menguatnya mata uang Negeri Paman Sam itu justru dianggap menguntungkan.

Hal itu disampaikan Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan DPP Indonesian National Shipowners Association (INSA) Zaenal Arifin Hasibuan. Menurutnya, bisnis galangan kapal sulit menghindari dampak buruk dari pelemahan rupiah. Pasalnya, kata dia, sekitar 80 hingga 90 persen kebutuhan bahan baku pada bisnis tersebut diimpor dari luar negeri, dan dibeli menggunakan dolar A.

“Kalau kurs dolar AS masih Rp 13.500, galangan kapal semakin tertekan. Sampai sekarang pun, belum ada upaya untuk meringankan beban pebisnis di sektor ini,” ungkapnya kepada Kaltim Post, Senin (5/12).

Berlangsung sejak triwulan terakhir tahun lalu, tren penguatan dolar berlanjut tahun ini, meski masih berfluktuasi. Awal 2017, mata uang berlambang garuda ini sempat menguat, dari semula di kisaran Rp 13.400 menjadi Rp 13.300 per dolar AS. Namun, memasuki Oktober lalu, kurs rupiah kembali melemah, dan berfluktuasi, dan menutup November lalu di posisi 13.514 per dolar AS.

Kembali ke industri galangan kapal, di Indonesia, kata Zaenal, produsen armada laut memang masih sulit bersaing. Pasalnya, di luar negeri, pembuatan kapal sedikit lebih murah.

Sama seperti banyak bisnis lain, industri galangan kapal di luar negeri mendapat perlindungan dari pemerintahnya. Termasuk soal ketentuan finansial dan pajak.

“Yang jelas, biaya produksinya lebih murah. Karenanya, saya pesimistis, industri galangan mampu bersaing bila pemerintah masih menerapkan pajak yang masih memberatkan. Tekanan semakin terasa saat rupiah melemah,”  ungkapnya.

Menurut Zaenal, saat dolar naik seperti sekarang, kesejahteraan kalangan manajemen kru kapal membaik, karena tak sedikit dari mereka yang bekerja di kapal-kapal luar negeri, mendapat bayaran dalam bentuk dolar AS.

Sedangkan untuk kapal-kapal domestik, dia mengatakan, pemasukan bergantung pada harga komoditas yang diangkut. Misalnya, saat harga batu bara kembali ke level USD 93 per metrik ton seperti sekarang, posisi tawar penyedia jasa pelayaran pun lebih bagus.

“Walaupun tidak semua sektor bisnis bisa diuntungkan dengan penguatan dolar, tapi secara keseluruhan kondisi ini bisa memperbaiki pemasukan para eksportir. Asalkan, biaya produksi masih mengacu harga lokal,” pungkasnya. (*/ctr/man/tom/k18)


BACA JUGA

Minggu, 20 Mei 2018 06:31

Permintaan Aneh Pelanggan Menggali Kreativitas

SETELAH lulus dari Limkokwing University of Creative Technology, Malaysia pada 2014, Sherli Sukangto…

Minggu, 20 Mei 2018 06:28

Jaga Komunikasi, Kualitas, dan Kecepatan Kerja

MENGELOlA bisnis di bidang desain sejak 2014, Sherli Sukangto mengaku telah banyak menghadapi persaingan.…

Sabtu, 19 Mei 2018 00:14

2019, Ekonomi Ditarget Tumbuh 5,8 Persen

JAKARTA  –  Pemerintah memasang target pertumbuhan ekonomi pada 2019 mendatang mencapai…

Sabtu, 19 Mei 2018 00:09

BI Terbitkan Buku Kajian Stabilitas Keuangan

JAKARTA –  Bank Indonesia (BI) meluncurkan buku Kajian Stabilitas Keuangan No.30, Maret 2018.…

Sabtu, 19 Mei 2018 00:08

BI Terapkan Pengetatan Moneter, Era Bunga Tinggi Dimulai

JAKARTA  –  Bank Indonesia (BI) akhirnya menaikkan suku bunga acuan. Kamis (17/5), rapat…

Jumat, 18 Mei 2018 06:32

Lampaui Target Konsumsi Nasional

TANA PASER  –  Meski terjadi kenaikan harga, masyarakat Paser tidak perlu bingung mencari…

Jumat, 18 Mei 2018 06:30

Penguatan Dolar Bisa Katrol Harga Otomotif

BALIKPAPAN - Harga jual otomotif di Kaltim diprediksi bakal terpengaruh penguatan dolar Amerika Serikat…

Jumat, 18 Mei 2018 06:27

Asuransi Optimistis Tumbuh 20 Persen

JAKARTA – Industri asuransi tetap optimistis bisa tumbuh 20-30 persen tahun ini. Indonesia dinilai…

Jumat, 18 Mei 2018 06:26

Tren Positif Batu Bara Belum Merata

BALIKPAPAN - Meski harga batu bara menguat dan ekspor meningkat, kondisi ini tak serta-merta membuat…

Jumat, 18 Mei 2018 06:23

Penambahan Subsidi Solar Belum Final

JAKARTA – Masyarakat harus bersabar. Rencana Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .