MANAGED BY:
RABU
12 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Rabu, 06 Desember 2017 07:26
Penguatan Dolar Bebani Industri Galangan Kapal
TERUSIK KURS: Industri galangan kapal dinilai masih banyak bergantung pada bahan baku impor. (RAHMAN/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Depresiasi rupiah atas dolar Amerika Serikat (AS) memberi dampak beragam pada dunia usaha. Dari industri pelayaran, pengusaha galangan kapal dinilai banyak terjebak atas kondisi ini. Namun bagi jasa pelayaran, menguatnya mata uang Negeri Paman Sam itu justru dianggap menguntungkan.

Hal itu disampaikan Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan DPP Indonesian National Shipowners Association (INSA) Zaenal Arifin Hasibuan. Menurutnya, bisnis galangan kapal sulit menghindari dampak buruk dari pelemahan rupiah. Pasalnya, kata dia, sekitar 80 hingga 90 persen kebutuhan bahan baku pada bisnis tersebut diimpor dari luar negeri, dan dibeli menggunakan dolar A.

“Kalau kurs dolar AS masih Rp 13.500, galangan kapal semakin tertekan. Sampai sekarang pun, belum ada upaya untuk meringankan beban pebisnis di sektor ini,” ungkapnya kepada Kaltim Post, Senin (5/12).

Berlangsung sejak triwulan terakhir tahun lalu, tren penguatan dolar berlanjut tahun ini, meski masih berfluktuasi. Awal 2017, mata uang berlambang garuda ini sempat menguat, dari semula di kisaran Rp 13.400 menjadi Rp 13.300 per dolar AS. Namun, memasuki Oktober lalu, kurs rupiah kembali melemah, dan berfluktuasi, dan menutup November lalu di posisi 13.514 per dolar AS.

Kembali ke industri galangan kapal, di Indonesia, kata Zaenal, produsen armada laut memang masih sulit bersaing. Pasalnya, di luar negeri, pembuatan kapal sedikit lebih murah.

Sama seperti banyak bisnis lain, industri galangan kapal di luar negeri mendapat perlindungan dari pemerintahnya. Termasuk soal ketentuan finansial dan pajak.

“Yang jelas, biaya produksinya lebih murah. Karenanya, saya pesimistis, industri galangan mampu bersaing bila pemerintah masih menerapkan pajak yang masih memberatkan. Tekanan semakin terasa saat rupiah melemah,”  ungkapnya.

Menurut Zaenal, saat dolar naik seperti sekarang, kesejahteraan kalangan manajemen kru kapal membaik, karena tak sedikit dari mereka yang bekerja di kapal-kapal luar negeri, mendapat bayaran dalam bentuk dolar AS.

Sedangkan untuk kapal-kapal domestik, dia mengatakan, pemasukan bergantung pada harga komoditas yang diangkut. Misalnya, saat harga batu bara kembali ke level USD 93 per metrik ton seperti sekarang, posisi tawar penyedia jasa pelayaran pun lebih bagus.

“Walaupun tidak semua sektor bisnis bisa diuntungkan dengan penguatan dolar, tapi secara keseluruhan kondisi ini bisa memperbaiki pemasukan para eksportir. Asalkan, biaya produksi masih mengacu harga lokal,” pungkasnya. (*/ctr/man/tom/k18)


BACA JUGA

Selasa, 11 Desember 2018 06:39

Sampai Kapan...?? Daya Beli Petani Kaltim Belum Baik

SAMARINDA - Kemampuan daya beli petani di Kaltim kembali menurun.…

Selasa, 11 Desember 2018 06:35

2019, Properti Lebih Menggeliat

JAKARTA – Pasar properti pada 2019 diprediksi tumbuh lebih baik…

Selasa, 11 Desember 2018 06:34

KEK GB Diharapkan Dongkrak Perekonomian

JAKARTA - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang (GB), Bintan,…

Senin, 10 Desember 2018 06:43

SANGAT POTENSIAL..!! Ekonomi Syariah Jadi Alternatif Sumber Perekonomian Kaltim

SAMARINDA – Pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Kaltim diyakini…

Senin, 10 Desember 2018 06:43

Pengusaha Antusias Sambut Aturan Baru

SAMARINDA – Langkah pemerintah menghilangkan pungutan ekspor minyak kelapa sawit…

Senin, 10 Desember 2018 06:40

Bagasi Lebih Besar dari Nmax

BALIKPAPAN - Yamaha kembali memanaskan persaingan kendaraan roda dua di…

Senin, 10 Desember 2018 06:38

Banyak Tangani Urusan Nonteknis, Pastikan Program Berjalan

Syaifudin adalah sosok yang peduli. Tak hanya soal pekerjaannya sebagai…

Senin, 10 Desember 2018 06:35

Bapenda Gelar Gebyar Pajak Daerah 2018

SAMARINDA – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Samarinda menggelar Gebyar…

Senin, 10 Desember 2018 06:34

Proyeksi Penerimaan Pajak Capai 95 Persen

JAKARTA – Direktur Jenderal Pajak Robert Pakpahan memproyeksi penerimaan pajak…

Sabtu, 08 Desember 2018 10:00

Bernostalia dengan Era 1970-an

BALIKPAPAN  –  Maskapai Garuda Indonesia (GA) memberikan pelayanan baru dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .