MANAGED BY:
SENIN
20 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Selasa, 05 Desember 2017 11:02
Dari Ingin Eksistensi hingga Kurang Perhatian Orangtua
Asih Minarti Cahyaningrum

PROKAL.CO, Aksi remaja usia SMA yang mengunggah aksinya berciuman di Mahakam Lampion Garden mendapat tanggapan dari kacamata psikolog.

Diungkapkan psikolog Asih Minarni Cahyaningrum, aksi remaja tersebut memang tergolong berani dan tidak memperdulikan lingkungan sekitarnya. Hal itu berkaitan dengan lingkungan sosial dan tahapan perkembangan remaja.

Dalam perkembangan usia remaja, mereka lebih mencari peer group alias kelompoknya. Hal ini biasanya berkaitan dengan eksistensi remaja tersebut. Nah, di sisi lain, pada masa remaja, perkembangan seksual juga menyebabkan mereka mulai tertarik dengan lawan jenis. Maka dari itu, pada fase tersebut harus dibarengi kontrol sosial yang baik. Jika tidak, remaja cenderung mengabaikan norma agama dan sosial.

“Hal ini berkaitan juga dengan perkembangan sosial anak zaman sekarang, interaksinya tidak hanya di dunia nyata. Tetapi juga dunia maya,” jelasnya.

Sehingga, hal-hal yang sedang tren atau kekinian, cepat sekali menyebar bahkan dijadikan contoh bagi kebanyakan remaja. Kemungkinan besar perilaku tersebut akibat remaja terlalu bergaul dengan media sosial, kemudian mencontoh perilaku remaja lain.

Perilaku itu ternyata banyak disukai atau dilakukan mereka, sehingga dirasa biasa. Seperti perilaku berciuman di tempat umum yang dipandang sepele itu pun, akhirnya tidak dianggap melanggar norma agama dan sosial.

“Namun, hal ini tak lepas bagaimana hubungan remaja dengan orangtuanya. Apakah hubungan dengan orangtua berjalan baik atau tidak, berkaitan dengan komunikasi antara anak dan orangtua. Juga bagaimana pola asuh orangtua,” terang Asih.

Jadi, apakah remaja tersebut sudah cukup diberi perhatian orangtua atau justru kurang perhatian. Termasuk, apakah remaja itu kurang kontrol dari orangtua, misal anak diberi kebebasan penuh tanpa arahan orangtua. “Sebagai bahan evaluasi juga, bagi orangtua tetap mengutamakan ajaran agama, norma, dan contoh perilaku tepat bagi remaja. Begitu pula, jangan abaikan pentingnya komunikasi dua arah,” pungkasnya. (*/nyc/iza/k9)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 18 Agustus 2018 07:11

Sempat Sakit Perut sebelum Upacara, Biasa Panjat Pohon Kelapa

Upacara pengibaran bendera Merah Putih saat HUT Ke-73 Proklamasi Kemerdekaan RI di Lapangan Pantai Motaain,…

Selasa, 14 Agustus 2018 09:03

Anggrek, si Eksotis yang Terus Terkikis

Anggrek menjadi salah satu tumbuhan favorit pencinta tanaman hias. Namun, tingginya minat itu berisiko…

Sabtu, 11 Agustus 2018 02:02

Persaingan Ketat, Timnas Bakal Jadi Kuda Hitam

Kejuaraan Daerah (Kejurda) 2015 di Stadion Utama Palaran, Samarinda menjadi momen debutnya di bola tangan.…

Sabtu, 11 Agustus 2018 00:04

Berkontribusi untuk Ibu-Ibu Puskesmas hingga Astronaut

Bagi para awam, mungkin sulit membayangkan miliaran bakteri bisa terkandung dalam botol minuman bervolume…

Sabtu, 28 Juli 2018 06:54

Sepuluh Tahun Memimpin dengan Segudang Prestasi

Kota Tepian berduka. Abdul Waris Husain berpulang. Wali kota Samarinda ke-6 itu meninggalkan kenangan…

Sabtu, 28 Juli 2018 06:09

Manjakan Konsumen, Tangkap Peluang Pasar dari Hunian Premium

Peluang pasar yang besar dimanfaatkan Informa dengan mengembangkan unit bisnis lain di Kota Minyak.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .