MANAGED BY:
SABTU
24 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Selasa, 05 Desember 2017 11:02
Dari Ingin Eksistensi hingga Kurang Perhatian Orangtua
Asih Minarti Cahyaningrum

PROKAL.CO, Aksi remaja usia SMA yang mengunggah aksinya berciuman di Mahakam Lampion Garden mendapat tanggapan dari kacamata psikolog.

Diungkapkan psikolog Asih Minarni Cahyaningrum, aksi remaja tersebut memang tergolong berani dan tidak memperdulikan lingkungan sekitarnya. Hal itu berkaitan dengan lingkungan sosial dan tahapan perkembangan remaja.

Dalam perkembangan usia remaja, mereka lebih mencari peer group alias kelompoknya. Hal ini biasanya berkaitan dengan eksistensi remaja tersebut. Nah, di sisi lain, pada masa remaja, perkembangan seksual juga menyebabkan mereka mulai tertarik dengan lawan jenis. Maka dari itu, pada fase tersebut harus dibarengi kontrol sosial yang baik. Jika tidak, remaja cenderung mengabaikan norma agama dan sosial.

“Hal ini berkaitan juga dengan perkembangan sosial anak zaman sekarang, interaksinya tidak hanya di dunia nyata. Tetapi juga dunia maya,” jelasnya.

Sehingga, hal-hal yang sedang tren atau kekinian, cepat sekali menyebar bahkan dijadikan contoh bagi kebanyakan remaja. Kemungkinan besar perilaku tersebut akibat remaja terlalu bergaul dengan media sosial, kemudian mencontoh perilaku remaja lain.

Perilaku itu ternyata banyak disukai atau dilakukan mereka, sehingga dirasa biasa. Seperti perilaku berciuman di tempat umum yang dipandang sepele itu pun, akhirnya tidak dianggap melanggar norma agama dan sosial.

“Namun, hal ini tak lepas bagaimana hubungan remaja dengan orangtuanya. Apakah hubungan dengan orangtua berjalan baik atau tidak, berkaitan dengan komunikasi antara anak dan orangtua. Juga bagaimana pola asuh orangtua,” terang Asih.

Jadi, apakah remaja tersebut sudah cukup diberi perhatian orangtua atau justru kurang perhatian. Termasuk, apakah remaja itu kurang kontrol dari orangtua, misal anak diberi kebebasan penuh tanpa arahan orangtua. “Sebagai bahan evaluasi juga, bagi orangtua tetap mengutamakan ajaran agama, norma, dan contoh perilaku tepat bagi remaja. Begitu pula, jangan abaikan pentingnya komunikasi dua arah,” pungkasnya. (*/nyc/iza/k9)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 24 Februari 2018 11:05
Subuh Perdana Novel Baswedan di Masjid Al Ihsan setelah Teror Air Keras

Tidak Trauma, Hanya Pandangan Mata Kabur

Setelah lebih dari sepuluh bulan, Novel Baswedan kembali berjalan kaki melewati jalan tempat dia disiram…

Sabtu, 17 Februari 2018 08:09

Motivasi Warga Binaan Rutan, sampai Resmikan Musala di Pelosok

Di luar ingar-bingar aksi panggungnya, Wali Band memiliki sejumlah kegiatan sosial. Dengan bendera Wali…

Sabtu, 17 Februari 2018 06:34

Ubah Metode Tanam, Produksi Naik Dua Kali Lipat

Padi menjadi salah satu komoditas terpenting dalam struktur pangan nasional. Tak terkecuali di Kaltim.…

Sabtu, 03 Februari 2018 01:47

Cepat Haus dan Sering Buang Air Kecil, Tanda Harus Waspada

Penyakit diabetes mellitus (DM) mengincar seluruh kalangan. Tak kenal muda, tua sampai anak-anak, semua…

Senin, 29 Januari 2018 08:26

Bertahun-tahun Tersesat, Lupa Nama dan Alamat

Hampir semua orang ingin berumur panjang. Tapi, tak selamanya anugerah itu membuat orang bahagia. Di…

Minggu, 28 Januari 2018 07:44

Ada Timses Tak Bisa Bikin Surat Elektronik

Sistem baru pelaporan harta kekayaan peserta pemilihan kepala daerah (pilkada) yang berbasis online…

Sabtu, 27 Januari 2018 07:02

Merasakan Serunya Memacu Ski-doo

Setelah kunjungan ke pabrik alat-alat berat, saatnya menjajal lokasi wisata. Menikmati keseruan ski-doo…

Sabtu, 27 Januari 2018 06:53

Tumbuh Subur, Suplai Hasil Panen ke Hotel dan Perusahaan

Tak banyak yang tahu kegiatan narapidana di dalam lapas. Selama ini, mereka hanya diidentikkan terisolasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .