MANAGED BY:
SELASA
20 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Selasa, 05 Desember 2017 11:02
Dari Ingin Eksistensi hingga Kurang Perhatian Orangtua
Asih Minarti Cahyaningrum

PROKAL.CO, Aksi remaja usia SMA yang mengunggah aksinya berciuman di Mahakam Lampion Garden mendapat tanggapan dari kacamata psikolog.

Diungkapkan psikolog Asih Minarni Cahyaningrum, aksi remaja tersebut memang tergolong berani dan tidak memperdulikan lingkungan sekitarnya. Hal itu berkaitan dengan lingkungan sosial dan tahapan perkembangan remaja.

Dalam perkembangan usia remaja, mereka lebih mencari peer group alias kelompoknya. Hal ini biasanya berkaitan dengan eksistensi remaja tersebut. Nah, di sisi lain, pada masa remaja, perkembangan seksual juga menyebabkan mereka mulai tertarik dengan lawan jenis. Maka dari itu, pada fase tersebut harus dibarengi kontrol sosial yang baik. Jika tidak, remaja cenderung mengabaikan norma agama dan sosial.

“Hal ini berkaitan juga dengan perkembangan sosial anak zaman sekarang, interaksinya tidak hanya di dunia nyata. Tetapi juga dunia maya,” jelasnya.

Sehingga, hal-hal yang sedang tren atau kekinian, cepat sekali menyebar bahkan dijadikan contoh bagi kebanyakan remaja. Kemungkinan besar perilaku tersebut akibat remaja terlalu bergaul dengan media sosial, kemudian mencontoh perilaku remaja lain.

Perilaku itu ternyata banyak disukai atau dilakukan mereka, sehingga dirasa biasa. Seperti perilaku berciuman di tempat umum yang dipandang sepele itu pun, akhirnya tidak dianggap melanggar norma agama dan sosial.

“Namun, hal ini tak lepas bagaimana hubungan remaja dengan orangtuanya. Apakah hubungan dengan orangtua berjalan baik atau tidak, berkaitan dengan komunikasi antara anak dan orangtua. Juga bagaimana pola asuh orangtua,” terang Asih.

Jadi, apakah remaja tersebut sudah cukup diberi perhatian orangtua atau justru kurang perhatian. Termasuk, apakah remaja itu kurang kontrol dari orangtua, misal anak diberi kebebasan penuh tanpa arahan orangtua. “Sebagai bahan evaluasi juga, bagi orangtua tetap mengutamakan ajaran agama, norma, dan contoh perilaku tepat bagi remaja. Begitu pula, jangan abaikan pentingnya komunikasi dua arah,” pungkasnya. (*/nyc/iza/k9)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 10 November 2018 06:56

Banyak Ingin Mengadopsi, Segudang Harapan untuk Abidah Nur Ghania

Nasib bayi yang terbuang selalu banyak yang menginginkan. Seperti itu…

Sabtu, 10 November 2018 06:43

Enam Generasi Terisolasi, Kini Berkah Bertubi

Menjelang peringatan Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November, warga…

Sabtu, 10 November 2018 06:11

Ingin Kenalkan Paser lewat Batik

Bermodal kegigihan, pembatik Paser Suliono berhasil menjadikan batik Paser sebagai…

Sabtu, 03 November 2018 06:57

Sangat Nyaman Dilintasi, Teringat Jembatan Balikpapan-Penajam

Jembatan yang menghubungkan Hong Kong, Zhuhai, dan Makau, sudah diresmikan…

Kamis, 01 November 2018 10:11

Stop Makan Nasi, Kopi Jadi Sumber Energi

Tren minum kopi hitam tanpa gula semakin menjamur di Indonesia.…

Sabtu, 27 Oktober 2018 08:34

Jatuh Cinta dengan Majikan, Pemuda Ini Nikahi Janda 67 Tahun

 Ini kisah nikah beda usia yang terpaut jauh. Muhamad Idris,…

Sabtu, 27 Oktober 2018 02:07

Awalnya 16 Kapal yang Melayani, Kini Tersisa Tiga

Tanpa digratiskan pun, Jembatan Suramadu sudah menggerus habis kejayaan penyeberangan…

Sabtu, 27 Oktober 2018 01:51

Media Efektif Tangkal Hoax di Sosmed

Kaltim Post menjadi salah satu media yang memiliki rubrik khusus…

Minggu, 21 Oktober 2018 10:53

Pramugari Nyerah, Punya Suami yang Brutal di Ranjang

Mungkin Donwori, 31, berpikir jika Karin, 29, ini Dakota Johnson dalam…

Sabtu, 20 Oktober 2018 01:46

Syaratnya, Jangan Berisik, Jangan Menatap, Jangan Mendongak

Bisa bertemu orangutan dari jarak dekat adalah “kemewahan” yang ditawarkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .