MANAGED BY:
SENIN
21 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Selasa, 05 Desember 2017 11:02
Dari Ingin Eksistensi hingga Kurang Perhatian Orangtua
Asih Minarti Cahyaningrum

PROKAL.CO, Aksi remaja usia SMA yang mengunggah aksinya berciuman di Mahakam Lampion Garden mendapat tanggapan dari kacamata psikolog.

Diungkapkan psikolog Asih Minarni Cahyaningrum, aksi remaja tersebut memang tergolong berani dan tidak memperdulikan lingkungan sekitarnya. Hal itu berkaitan dengan lingkungan sosial dan tahapan perkembangan remaja.

Dalam perkembangan usia remaja, mereka lebih mencari peer group alias kelompoknya. Hal ini biasanya berkaitan dengan eksistensi remaja tersebut. Nah, di sisi lain, pada masa remaja, perkembangan seksual juga menyebabkan mereka mulai tertarik dengan lawan jenis. Maka dari itu, pada fase tersebut harus dibarengi kontrol sosial yang baik. Jika tidak, remaja cenderung mengabaikan norma agama dan sosial.

“Hal ini berkaitan juga dengan perkembangan sosial anak zaman sekarang, interaksinya tidak hanya di dunia nyata. Tetapi juga dunia maya,” jelasnya.

Sehingga, hal-hal yang sedang tren atau kekinian, cepat sekali menyebar bahkan dijadikan contoh bagi kebanyakan remaja. Kemungkinan besar perilaku tersebut akibat remaja terlalu bergaul dengan media sosial, kemudian mencontoh perilaku remaja lain.

Perilaku itu ternyata banyak disukai atau dilakukan mereka, sehingga dirasa biasa. Seperti perilaku berciuman di tempat umum yang dipandang sepele itu pun, akhirnya tidak dianggap melanggar norma agama dan sosial.

“Namun, hal ini tak lepas bagaimana hubungan remaja dengan orangtuanya. Apakah hubungan dengan orangtua berjalan baik atau tidak, berkaitan dengan komunikasi antara anak dan orangtua. Juga bagaimana pola asuh orangtua,” terang Asih.

Jadi, apakah remaja tersebut sudah cukup diberi perhatian orangtua atau justru kurang perhatian. Termasuk, apakah remaja itu kurang kontrol dari orangtua, misal anak diberi kebebasan penuh tanpa arahan orangtua. “Sebagai bahan evaluasi juga, bagi orangtua tetap mengutamakan ajaran agama, norma, dan contoh perilaku tepat bagi remaja. Begitu pula, jangan abaikan pentingnya komunikasi dua arah,” pungkasnya. (*/nyc/iza/k9)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 12 Mei 2018 07:23

“Awalnya Getaran, lalu Suara Menggelegar, Kami Pun Langsung Lari”

Ketika Gunung Merapi mengalami letusan freatik kemarin (11/5), ratusan pendaki tengah memasak, mengopi,…

Sabtu, 12 Mei 2018 06:30

Jelang Ramadan, Penjualan Meningkat 300 Persen

Perabotan dari jati jepara masih menjadi idola masyarakat karena memiliki kualitas mumpuni. Sempat kehilangan…

Sabtu, 05 Mei 2018 11:36

Istri Lebih Enjoy dengan Sex Toys, Suami Pilih Cerai

Salah satu tujuan menikah adalah untuk menyalurkan hasrat biologis. Namun, bagaimana jadinya jika suami…

Sabtu, 05 Mei 2018 07:45

Inisialnya Ada di Pemandian Air Panas, Lokasi Jet Ski, sampai Makam

Di saat Mustofa Kamal Pasa tersandung kasus korupsi, belum ada rencana mengubah nama berbagai tempat…

Sabtu, 28 April 2018 06:22

Pariwisata Harusnya Sumbang Porsi Ekonomi Lebih Besar

Kendati punya surga bernama Derawan, Kakaban, Sangalaki, dan Maratua, nyatanya kontribusi sektor pariwisata…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .