MANAGED BY:
RABU
25 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Senin, 04 Desember 2017 11:24
80 Cm Ulin Perlu 160 Tahun

Detik Kematian si Kayu Besi

PROKAL.CO, Ulin dengan nama ilmiah Eusideroxylon zwageri disebut juga bulian atau kayu besi. Siapa yang tak mengenal kayu ini. Sayang, dalam beberapa tahun mendatang, bisa jadi, pohon keras ini tinggal cerita. Punah.

 

Boleh dikata, hampir seluruh rumah di daratan Kalimantan menggunakan ulin. Rata-rata, kayu kesohor tersebut digunakan sebagai fondasi, rangka, lantai, dan siring. Untuk rumah klasik, ulin lebih dominan. Fondasi, dinding, lantai, hingga atap terbuat dari pohon tersebut. Lain dulu lain sekarang. Waktu mengubah semuanya.

Saat ini, warga lebih suka menggunakan fondasi besi cor, rangka pun berganti dengan baja ringan. Ulin dengan segala keunggulan dan kelemahannya kini makin susah dicari. Kalaupun ada, harus lebih dalam jauh ke jantung hutan. Imbasnya, harga melambung. Fakta yang tak bisa dibantah adalah ulin mulai punah. “Sejak 1997, Uni Internasional Konservasi Alam (IUCN) menetapkan pohon ulin masuk kategori rentan atau rawan kepunahan,” kata Profesor Marjenah, guru besar Fakultas Kehutanan (Fahutan), Universitas Mulawarman (Unmul).

Dia menegaskan harus segera dilakukan konservasi untuk mempertahankan populasi ulin. “Sekarang sulit ditemukan. Tempat tumbuhnya hanya di lokasi tertentu,” ujarnya. Prof Marjenah mengingatkan, tanpa upaya konservasi serius, dalam waktu dekat, kayu kebanggaan orang Kalimantan ini hanya akan menjadi cerita bagi anak-cucu. “Pertumbuhannya sangat lambat. Bahkan, anakannya sudah jarang ditemukan, begitu pula bijinya,” kata dia.

Ya, pertumbuhan ulin amat lambat. Dalam setahun, diameter hanya bertambah 0,5 cm. Artinya, butuh ratusan tahun agar tumbuh besar. “Dari biji menjadi kecambah saja perlu satu tahun,” papar dosen Fahutan itu. Kemudian, perlu 4–5 tahun untuk menjadi bibit semai siap tanam. “Bayangkan saja, untuk mendapatkan pohon dengan diameter 80 cm butuh waktu 160 tahun,” cetus Marjenah. (*/dq/iza/k8)

 


BACA JUGA

Selasa, 24 April 2018 10:38

Momen Buktikan Kemampuan

SAMARINDA – Menjamu Madura United (27/4), Borneo FC tampil tanpa Lerby Eliandry. Dia jalani tugas…

Selasa, 24 April 2018 10:00

Tangkal Hoax dengan Jurnalisme

INTERNET sebagai new media, kini menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Termasuk…

Selasa, 24 April 2018 10:00

Beroperasi sebelum Lebaran

SAMARINDA –Pemprov Kaltim merencanakan penerbangan pertama di Bandara APT Pranoto pada 24 Mei.…

Senin, 23 April 2018 09:17

Hidupkan Gairah Kunjungi Citra Niaga

SAMARINDA – Pentas kesenian Sandiwara Mamanda (Sandima) yang diprakarsai Pemerintah Kota…

Senin, 23 April 2018 09:12

MTQ Samarinda, Kafilah Palaran Juara Umum

SAMARINDA – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-40 tingkat Kota Samarinda resmi ditutup,…

Minggu, 22 April 2018 20:49

Mantan Sekkot Samarinda Calonkan Diri Jadi DPD

SAMARINDA - Mantan Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda Hermanto ternyata berniat maju sebagai anggota…

Minggu, 22 April 2018 10:41

Pertengahan Mei Penjara Khusus Perempuan Dibangun

SAMARINDA - Pembangunan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Samarinda direncanakan pertengahan Mei…

Minggu, 22 April 2018 10:41

13 Persen Melahirkan di Nonfasilitas Kesehatan

SAMARINDA - Nurul Ade (23) akhir tahun lalu baru saja melahirkan putri pertamanya. Bermukim di Kecamatan…

Minggu, 22 April 2018 10:40

Berharap Diakomodasi di APBD Perubahan

SAMARINDA – Meski sudah diuji Komisi Keamanan Jembatan Terowongan dan Jalan (KKJTJ)…

Minggu, 22 April 2018 10:39

TAKSI ONLINE Dibatasi Cuma 200 Unit

SAMARINDA – Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim mengadakan rapat koordinasi Dishub se-Kaltim…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .