MANAGED BY:
SENIN
22 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Senin, 04 Desember 2017 11:24
80 Cm Ulin Perlu 160 Tahun

Detik Kematian si Kayu Besi

PROKAL.CO, Ulin dengan nama ilmiah Eusideroxylon zwageri disebut juga bulian atau kayu besi. Siapa yang tak mengenal kayu ini. Sayang, dalam beberapa tahun mendatang, bisa jadi, pohon keras ini tinggal cerita. Punah.

 

Boleh dikata, hampir seluruh rumah di daratan Kalimantan menggunakan ulin. Rata-rata, kayu kesohor tersebut digunakan sebagai fondasi, rangka, lantai, dan siring. Untuk rumah klasik, ulin lebih dominan. Fondasi, dinding, lantai, hingga atap terbuat dari pohon tersebut. Lain dulu lain sekarang. Waktu mengubah semuanya.

Saat ini, warga lebih suka menggunakan fondasi besi cor, rangka pun berganti dengan baja ringan. Ulin dengan segala keunggulan dan kelemahannya kini makin susah dicari. Kalaupun ada, harus lebih dalam jauh ke jantung hutan. Imbasnya, harga melambung. Fakta yang tak bisa dibantah adalah ulin mulai punah. “Sejak 1997, Uni Internasional Konservasi Alam (IUCN) menetapkan pohon ulin masuk kategori rentan atau rawan kepunahan,” kata Profesor Marjenah, guru besar Fakultas Kehutanan (Fahutan), Universitas Mulawarman (Unmul).

Dia menegaskan harus segera dilakukan konservasi untuk mempertahankan populasi ulin. “Sekarang sulit ditemukan. Tempat tumbuhnya hanya di lokasi tertentu,” ujarnya. Prof Marjenah mengingatkan, tanpa upaya konservasi serius, dalam waktu dekat, kayu kebanggaan orang Kalimantan ini hanya akan menjadi cerita bagi anak-cucu. “Pertumbuhannya sangat lambat. Bahkan, anakannya sudah jarang ditemukan, begitu pula bijinya,” kata dia.

Ya, pertumbuhan ulin amat lambat. Dalam setahun, diameter hanya bertambah 0,5 cm. Artinya, butuh ratusan tahun agar tumbuh besar. “Dari biji menjadi kecambah saja perlu satu tahun,” papar dosen Fahutan itu. Kemudian, perlu 4–5 tahun untuk menjadi bibit semai siap tanam. “Bayangkan saja, untuk mendapatkan pohon dengan diameter 80 cm butuh waktu 160 tahun,” cetus Marjenah. (*/dq/iza/k8)

 


BACA JUGA

Minggu, 21 Januari 2018 11:05

Barang Milik Orang Lain

Bebasnya Febriadi alias Febi dari tuntutan selama 17 tahun pidana penjara di Pengadilan Negeri (PN)…

Jumat, 19 Januari 2018 12:17

Tersedia 3 Ribu Vial Vaksin

Pemkot Samarinda sangat menyeriusi penanganan penyebaran difteri. Sampai saat ini, pemkot menyediakan…

Jumat, 19 Januari 2018 12:16

Sabu di Samarinda Lebih Murah

Perang terhadap narkoba terus digaungkan. Rabu (17/1) sekitar pukul 21.00 Wita, tim khusus Badan Narkotika…

Jumat, 19 Januari 2018 12:15

Pakai Seragam Perusahaan saat Beraksi

SAMARINDA – Jika beberapa hari terakhir layanan internet (Indihome) dan sambungan telepon Anda…

Jumat, 19 Januari 2018 12:14
Program Jaksa Menyapa Gandeng Kaltim Post

Laporan Kinerja biar Bisa Dikontrol Masyarakat

Kejaksaan punya cara baru agar semakin diketahui masyarakat. Melalui program Jaksa Menyapa, diharapkan,…

Kamis, 18 Januari 2018 09:54

Ratusan PSK Belum Dipulangkan

SAMARINDA – Program pemulangan ribuan pekerja seks komersial se-Kaltim ternyata tak berjalan.…

Kamis, 18 Januari 2018 09:53

PNBP Dialihkan Tanpa Revisi Dianggap Melanggar

SAMARINDA – Dugaan penyimpangan dana pendapatan nasional bukan pajak (PNBP) di Fakultas Pertanian…

Kamis, 18 Januari 2018 09:50

Diduga Mira Tewas Diracun

SAMARINDA – Di permukiman padat penduduk, Jalan Gerilya, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan…

Kamis, 18 Januari 2018 09:49

Alasan Mau Bangun Perumahan

SAMARINDA – Aparat penegak hukum “pasang” mata dan telinga untuk membongkar praktik…

Rabu, 17 Januari 2018 10:55
Hasil Tes Kesehatan Balon Kepala Daerah

Jangan Harap Detailnya

SAMARINDA – Hasil pemeriksaan kesehatan empat pasang bakal calon gubernur (cagub) dan calon wakil…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .