MANAGED BY:
SABTU
21 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Senin, 04 Desember 2017 11:24
80 Cm Ulin Perlu 160 Tahun

Detik Kematian si Kayu Besi

PROKAL.CO, Ulin dengan nama ilmiah Eusideroxylon zwageri disebut juga bulian atau kayu besi. Siapa yang tak mengenal kayu ini. Sayang, dalam beberapa tahun mendatang, bisa jadi, pohon keras ini tinggal cerita. Punah.

 

Boleh dikata, hampir seluruh rumah di daratan Kalimantan menggunakan ulin. Rata-rata, kayu kesohor tersebut digunakan sebagai fondasi, rangka, lantai, dan siring. Untuk rumah klasik, ulin lebih dominan. Fondasi, dinding, lantai, hingga atap terbuat dari pohon tersebut. Lain dulu lain sekarang. Waktu mengubah semuanya.

Saat ini, warga lebih suka menggunakan fondasi besi cor, rangka pun berganti dengan baja ringan. Ulin dengan segala keunggulan dan kelemahannya kini makin susah dicari. Kalaupun ada, harus lebih dalam jauh ke jantung hutan. Imbasnya, harga melambung. Fakta yang tak bisa dibantah adalah ulin mulai punah. “Sejak 1997, Uni Internasional Konservasi Alam (IUCN) menetapkan pohon ulin masuk kategori rentan atau rawan kepunahan,” kata Profesor Marjenah, guru besar Fakultas Kehutanan (Fahutan), Universitas Mulawarman (Unmul).

Dia menegaskan harus segera dilakukan konservasi untuk mempertahankan populasi ulin. “Sekarang sulit ditemukan. Tempat tumbuhnya hanya di lokasi tertentu,” ujarnya. Prof Marjenah mengingatkan, tanpa upaya konservasi serius, dalam waktu dekat, kayu kebanggaan orang Kalimantan ini hanya akan menjadi cerita bagi anak-cucu. “Pertumbuhannya sangat lambat. Bahkan, anakannya sudah jarang ditemukan, begitu pula bijinya,” kata dia.

Ya, pertumbuhan ulin amat lambat. Dalam setahun, diameter hanya bertambah 0,5 cm. Artinya, butuh ratusan tahun agar tumbuh besar. “Dari biji menjadi kecambah saja perlu satu tahun,” papar dosen Fahutan itu. Kemudian, perlu 4–5 tahun untuk menjadi bibit semai siap tanam. “Bayangkan saja, untuk mendapatkan pohon dengan diameter 80 cm butuh waktu 160 tahun,” cetus Marjenah. (*/dq/iza/k8)

 


BACA JUGA

Kamis, 19 Juli 2018 10:51

PKL Menjamur, Satpol PP Disorot

SAMARINDA–Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda Sugeng Chairuddin geram dengan pedagang kaki…

Rabu, 18 Juli 2018 10:32

Pimpinan Termuda Partai Se-Indonesia

TANA PASER – Meski terlahir bukan dari keluarga politikus, Priyan Dita Arie Sandy sejak duduk…

Rabu, 18 Juli 2018 10:11

Psikolog Rekomendasikan Observasi

SAMPAI kemarin (17/7), kepolisian masih menelusuri penyebab timbulnya aksi brutal Sarifuddin, dua hari…

Rabu, 18 Juli 2018 10:11

Belum Bisa Disebut Gangguan Jiwa

Kejadian yang menimpa Muhammad Riharja (38), membuat masyarakat Benua Etam terenyuh dan geram. Entah…

Selasa, 17 Juli 2018 23:22

Kini, Daftar Perkara Cukup Lewat Online

SAMARINDA – Transparansi harus terus digaungkan, lembaga peradilan pun harus terus mengedepankan…

Selasa, 17 Juli 2018 10:44

Gerindra Lagi Seksi, Target Menang di Kaltim

SAMARINDA - Ketua DPD Gerindra Kaltim Andi Harun memastikan semua daerah pemilihan (dapil) telah memiliki…

Selasa, 17 Juli 2018 08:42

KESETANAN..!! Pekerja Ruko Ngamuk, Kepala Orang Dicatuk Pakai Tukul, 1 Tewas

SAMARINDA–Banyak pengendara tiba-tiba menghentikan laju kendaraan saat melintas di persimpangan…

Selasa, 17 Juli 2018 08:41

Nama Calon Rektor Sudah Dikirim ke Pusat

SAMARINDA–Dinamika Pemilihan Rektor Universitas Mulawarman (Unmul), 10 Juli lalu, sungguh di luar…

Selasa, 17 Juli 2018 08:39

Disperkim Ingin seperti Bandung

SAMARINDA–Tidak terawatnya Taman Cerdas adalah hal biasa bagi masyarakat Samarinda. Betapa tidak,…

Selasa, 17 Juli 2018 08:38

Lelek Pentol Manula Tewas Dihantam Motor

SAMARINDA–Kayuhan sepeda tua Tarso cukup pelan. Sesekali wajahnya berpaling ke belakang. Melihat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .