MANAGED BY:
RABU
23 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Senin, 04 Desember 2017 11:24
80 Cm Ulin Perlu 160 Tahun

Detik Kematian si Kayu Besi

PROKAL.CO, Ulin dengan nama ilmiah Eusideroxylon zwageri disebut juga bulian atau kayu besi. Siapa yang tak mengenal kayu ini. Sayang, dalam beberapa tahun mendatang, bisa jadi, pohon keras ini tinggal cerita. Punah.

 

Boleh dikata, hampir seluruh rumah di daratan Kalimantan menggunakan ulin. Rata-rata, kayu kesohor tersebut digunakan sebagai fondasi, rangka, lantai, dan siring. Untuk rumah klasik, ulin lebih dominan. Fondasi, dinding, lantai, hingga atap terbuat dari pohon tersebut. Lain dulu lain sekarang. Waktu mengubah semuanya.

Saat ini, warga lebih suka menggunakan fondasi besi cor, rangka pun berganti dengan baja ringan. Ulin dengan segala keunggulan dan kelemahannya kini makin susah dicari. Kalaupun ada, harus lebih dalam jauh ke jantung hutan. Imbasnya, harga melambung. Fakta yang tak bisa dibantah adalah ulin mulai punah. “Sejak 1997, Uni Internasional Konservasi Alam (IUCN) menetapkan pohon ulin masuk kategori rentan atau rawan kepunahan,” kata Profesor Marjenah, guru besar Fakultas Kehutanan (Fahutan), Universitas Mulawarman (Unmul).

Dia menegaskan harus segera dilakukan konservasi untuk mempertahankan populasi ulin. “Sekarang sulit ditemukan. Tempat tumbuhnya hanya di lokasi tertentu,” ujarnya. Prof Marjenah mengingatkan, tanpa upaya konservasi serius, dalam waktu dekat, kayu kebanggaan orang Kalimantan ini hanya akan menjadi cerita bagi anak-cucu. “Pertumbuhannya sangat lambat. Bahkan, anakannya sudah jarang ditemukan, begitu pula bijinya,” kata dia.

Ya, pertumbuhan ulin amat lambat. Dalam setahun, diameter hanya bertambah 0,5 cm. Artinya, butuh ratusan tahun agar tumbuh besar. “Dari biji menjadi kecambah saja perlu satu tahun,” papar dosen Fahutan itu. Kemudian, perlu 4–5 tahun untuk menjadi bibit semai siap tanam. “Bayangkan saja, untuk mendapatkan pohon dengan diameter 80 cm butuh waktu 160 tahun,” cetus Marjenah. (*/dq/iza/k8)

 


BACA JUGA

Senin, 21 Januari 2019 11:06

Mulai Investigasi Pelaku Illegal Fishing

Memancing jadi perwujudan hobi banyak kalangan. Sebagian menjadikannya mata pencarian.…

Senin, 21 Januari 2019 11:04

Bahan Racun Terlalu Mudah Ditemukan

DAUD mengayun joran. Kail berumpan terayun menjauh dari tepian Sungai…

Senin, 21 Januari 2019 10:54

Masyarakat Ikut Mengawasi

PENGGUNAAN bahan kimia dan racun, atau setrum untuk menangkap ikan…

Senin, 21 Januari 2019 08:21

Gerindra Optimistis Menang di Mahulu

LONG BAGUN – Sorak serempak menghujani ruang rumah lamin Long…

Minggu, 20 Januari 2019 11:07

Oknum ASN Beli Sabu di "Kampung Bandar"

SAMARINDA - Teriakan polisi berpakaian sipil sembari mengacungkan tangan dan…

Minggu, 20 Januari 2019 11:06

"Saya Bukan Pembunuh"

WAJAH pucat, bibir sedikit mengelupas, dan matanya sayu. Langkahnya pelan,…

Minggu, 20 Januari 2019 11:06

Agendakan Konser Musik Jaz dan Klasik

Setelah mengadakan berbagai kegiatan di Jawa, Sumatra, dan Sulawesi, kini…

Minggu, 20 Januari 2019 11:05

Hanya Pemberhentian, Tanpa PAW

SAMARINDA–Pemprov Kaltim memberi penjelasan terkait polemik pemberhentian lima legislator di…

Minggu, 20 Januari 2019 10:19

WOW..!! Ada Samarinda Magnificent, Ini Maknanya Bagi Wali Kota

SAMARINDA - Logo komersial "Samarinda Magnificent", yang akan diluncurkan 21…

Minggu, 20 Januari 2019 09:39

Kerjakan Laporan Dinas Pendidikan Kukar Pakai Sabu, Gini Dah Jadinya...

SAMARINDA - Entah apa di pikiran Akhmad Fauzi (34). Meski…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*