MANAGED BY:
JUMAT
15 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Senin, 04 Desember 2017 09:52
Pilihan Realistis saat Isi Kantong Menipis

Mi Instan Masih Primadona Mahasiswa Zaman Now

PROKAL.CO, Mi instan dan mahasiswa, dua hal yang sulit dipisahkan. Khususnya bagi para penuntut ilmu yang jauh dari keluarga. Sayang, hubungan “mesra” ini banyak memberi dampak negatif.

VOLUME Nur Sa’adah dalam melahap mi instan termasuk tinggi. Perempuan 19 tahun itu biasa makan mi instan dua hari sekali. Intensitas tersebut semakin sering saat akhir bulan. Kala isi kantongnya mulai menipis, menu mi pun jadi santapan tiap hari. Bahkan, dia sudah punya menu andalan. Salah satunya, mi goreng rasa ayam.

Sa'adah sadar, kerap mengonsumsi mi instan punya dampak tak baik bagi tubuh. Mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Fisika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Mulawarman (Unmul), Samarinda, itu mudah sakit. "Memang kayaknya karena saya suka makan mi instan jadi cepat ngantuk, perut kembung, dan terkadang mag kumat. Ibu marah kalau tahu saya sering makan mi instan," ujarnya.

Mahasiswa angkatan 2016 itu doyan makan mi instan sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Bahkan, saking sukanya, dia kerap mengonsumsi tanpa bumbu. "Saya sering stok mi instan untuk persediaan seminggu. Kadang saya lapor ke orangtua. Ya, biar cepat dikirimin uang jajan," katanya, terkekeh. Selain kebiasaan mengonsumsi mi instan, Sa'adah kerap begadang hingga pukul 03.00 Wita untuk menyelesaikan pelbagai tugas kuliah.

Mi instan memang jadi menu yang dipilih banyak kalangan masyarakat, terutama mahasiswa yang tinggal jauh dari orangtua atau indekos. Ketika lapar, anak kos-kosan mencari cara instan untuk mengatasinya. Mi instan jadi salah satu pilihan. Selain mudah dan cepat untuk diolah, juga tersedia dengan banyak pilihan rasa. Mulai rasa bakso, rendang, soto ayam, hingga ayam bawang. Tersedia pula pilihan cita rasa mulai tradisional hingga mancanegara. "Harganya murah. Kalau sudah akhir bulan enggak ada pilihan lain," tambah mahasiswi asal Bontang tersebut.

Fakta tingginya angka konsumsi mi instan tak hanya diakui Sa’adah. Hal itu tergambar dari hasil survei Tim Riset Kaltim Post mengenai pola hidup mahasiswa di Samarinda. Hasil riset menunjukkan, mi instan masih jadi primadona. Sebanyak 46,4 persen dari mahasiswa di ibu kota Kaltim yang menggemari makanan cepat saji memilih mi instan sebagai menu favorit sehari-hari. “Penggemar” didominasi oleh mahasiswa yang tinggal sendiri atau indekos. Persentasenya mencapai 51,8 persen atau 55 dari 106 responden yang disurvei. Selain mi instan, junk food yang digemari mahasiswa adalah gorengan 18,1 persen, makanan kaleng 14,1 persen, sosis olahan 10,1 persen, keju 6,1 persen, dan burger 5,1 persen.

Anggota Tim Riset Kaltim Post, Eka Syafitri Andarini, mengatakan bahwa dalam riset yang dilakukan, responden yang disurvei sebanyak 106 mahasiswa dengan rentang usia 17–25 tahun. Teknik sampling yang digunakan merupakan purposive sampling. Yakni, pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan peneliti. Teknik tersebut termasuk teknik pengambilan sampel nonprobabilitas. Artinya, peluang setiap orang untuk terpilih menjadi sampel tidak sama. Dalam teknik sampling nonprobabilitas, perhitungan margin of error tidak dicantumkan.

“Kami menemukan tingkat konsumsi junk food mahasiswa di Samarinda tinggi. Sementara yang menyediakan waktu rutin untuk berolahraga sedikit, rata-rata 46,2 persen. Alasannya 67,3 persen karena tidak ada waktu (berolahraga), sisanya 32,7 persen karena malas,” ujar Eka. Dari penelusuran timnya, sejumlah mahasiswa mengakui, karena banyak mengonsumsi junk food seperti mi instan dan jarang berolahraga, membuat badan mereka mudah lemas dan pegal-pegal. (lihat grafis)

“Pola makan dan olahraga mahasiswa di Samarinda yang tinggal sendiri atau indekos cenderung tidak teratur. Kami menemukan mahasiswa tidur kurang dari 5 jam sebanyak 22,6 persen, sementara yang di atas 7 jam hanya 12,3 persen. Mereka mayoritas tidur di atas pukul 00.00 Wita,” kata dia.

Dia menyampaikan, tujuan survei untuk melihat pola makan dan kebiasaan hidup sehari-hari mahasiswa di Samarinda. Survei ini, tambah dia, tidak dimaksudkan untuk mewakili seluruh pendapat mahasiswa di Samarinda. “Yang ikut survei kami mayoritas perempuan dan mereka tinggal sendiri. Pola hidup antara mahasiswa jurusan eksakta dan noneksakta tidak ada perbedaan signifikan,” jelasnya. (*/him/far/k8)


BACA JUGA

Kamis, 14 Desember 2017 09:27
Putusan Bebas Abun dan Elly, Jaksa Masih Buat Telaah Hukum

Sekarang Giliran KPK

SAMARINDA – Putusan Pengadilan Negeri (PN) Samarinda yang membebaskan Hery Susanto Gun alias Abun…

Kamis, 14 Desember 2017 09:23

Antisipasi Manuver di Sidang Setnov

JAKARTA – Setya Novanto (Setnov) tidak bisa berkelit ketika ketua majelis hakim Pengadilan Tipikor…

Kamis, 14 Desember 2017 09:19

Balsam Terkesan Panas, Berintan Berpeluang

Jalan Tol Balikpapan-Samarinda belum beroperasi. Singkatan Balsam sudah melekat di proyek yang ditarget…

Kamis, 14 Desember 2017 09:14

Masuk Lebih 2 Ribu Setruk

ANTUSIASME tinggi ditunjukkan publik untuk mengikuti program Strukvaganza. Buktinya, jumlah setruk yang…

Kamis, 14 Desember 2017 09:13

Hasil Tangan Kreatif Perempuan Gaza yang Jadi Senjata Diplomasi

Sejumlah tokoh publik di Tanah Air mengirimkan dukungan mereka ke Palestina lewat syal. Ada cerita perjuangan…

Rabu, 13 Desember 2017 09:37

Tak Terbukti Memeras, Abun Bebas

SAMARINDA – Perkara dugaan pemerasan di Terminal Peti Kemas (TPK) Palaran yang disidangkan di…

Rabu, 13 Desember 2017 09:27
Golkar Kaltim Belum Tentukan Arah Dukungan

Pasang Kriteria Ketum Baru

SAMARINDA – Partai Golkar segera menentukan babak baru masa depannya. Seluruh DPD Golkar provinsi…

Rabu, 13 Desember 2017 09:23

IUP Menunggak PNBP Rp 1 T

SAMARINDA – Pemblokiran aktivitas pemegang izin usaha pertambangan (IUP) menjadi cara baru pemerintah…

Rabu, 13 Desember 2017 09:21

Jangan Lupa Simpan Setruk Anda

BAGI Anda yang sudah mengikuti program Strukvaganza, setelah mengirim foto setruk via WhatsApp (WA),…

Selasa, 12 Desember 2017 09:45

244 Perusahaan Tambang Dibekukan

SAMARINDA – Pengusaha di Kaltim bakal dihantui rasa cemas. Sebab, pemerintah pusat mengeluarkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .