MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Senin, 04 Desember 2017 07:16
Ongkos Produksi Juga Naik
BELUM TENTU MAKMUR: Tak hanya harga jual, naiknya kurs dolar AS juga menaikkan komponen produksi. Termasuk untuk produksi batu bara, yang banyak menggunakan alat-alat impor. (DOK/KP)

PROKAL.CO, MESKI di pasaran bisa menguntungkan para eksportir, menguatnya kurs dolar terhadap rupiah juga bisa menambah beban. Pasalnya, tak sedikit pengusaha yang beroperasi dengan alat-alat impor.

Salah satu bisnis yang dianggap untung karena dolar menguat, adalah pertambangan dan perdagangan batu bara. Selain diuntungkan posisi kurs, para pengusaha emas hitam juga tengah menikmati pulihnya harga komoditas, yang per Oktober lalu berada di level USD 93,6 per metrik ton (Harga Batu Bara Acuan Ditjen Minerba Kementerian ESDM).

Namun, Wakil Ketua Bidang Investasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kaltim Alexander Soemarno menyebut, kedua faktor itu belum tentu sepenuhnya berefek baik bagi pebisnis batu bara. Dia menyebut, tingginya nilai tukar dolar USD tinggi sepanjang tahun ini memang banyak dinikmati pengusaha.

Namun, dia mengatakan, tak sedikit pula yang tertekan. Seperti mereka yang banyak berutang dalam bentuk dolar. “Tentunya mereka harus membayar lebih mahal,” ujarnya kepada Kaltim Post, Minggu (3/12).

Alex menyebut, tak selamanya keuntungan pengusaha dapat diukur lewat kurs. Sebab, selain harga jual komoditas, menguatnya dolar AS juga turut mengerek harga barang produksi. Artinya, di tengah pendapatan yang meningkat, pengeluaran penambang juga naik.

“Mengukurnya tidak bisa seperti itu. Bicara keuntungan, itu setelah pemasukan dipotong biaya produksi. Dolar tinggi tidak menjamin pebisnis batu bara makmur,” tuturnya.

Selain ongkos produksi dan impor alat, dolar yang tinggi juga bisa saja membuat ongkos kirim lebih mahal. Meski demikian, bagi sebagian pebisnis, naiknya harga jual tentu tetap bisa menjadi momen mendongkrak keuntungan.

“Yang pasti untung adalah barang-barang yang diproduksi dengan alat yang dibeli menggunakan rupiah, lalu diekspor dalam bentuk USD. Itu yang paling untung karena harga komponen produksinya lokal semua,” jelas Alex.

Dia menegaskan, selama biaya produksi masih melibatkan dolar AS, kondisi saat ini belum bisa menjadi faktor yang menguntungkan. “Naik-turunnya dolar ini, tentu ada plus-minusnya. Memang yang terbaik adalah stabil, tidak jatuh terlalu dalam, dan tidak naik begitu tinggi,” pungkasnya. (*/ctr/man2/k15)


BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 06:09

Optimistis Daya Beli Pulih

SAMARINDA  -  Hypermart terus memanjakan pelanggan setia dengan memberikan harga…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:05

Pertahankan Sistem Penjualan Dual Brand di Kalsel

BANJARMASIN  –  PT Semen Indonesia (SI) masih mempertahankan sistem penjualan…

Jumat, 14 Desember 2018 06:41

Pemerintah Tambah Pasokan BBM 8 Persen

JAKARTA – Pemerintah berencana menambah pasokan bahan bakar minyak (BBM)…

Jumat, 14 Desember 2018 06:36

Beralih ke Elektronik Menengah Atas

JAKARTA – Pelaku industri elektronik, khususnya di segmen home appliance,…

Jumat, 14 Desember 2018 06:36

Bulog Amankan Pasokan Pangan

JAKARTA - Jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Perusahaan Umum…

Jumat, 14 Desember 2018 06:35

AP II Terbitkan Surat Utang Rp 750 Miliar

JAKARTA - PT Angkasa Pura II (Persero) resmi mencatatkan obligasi…

Kamis, 13 Desember 2018 06:44

Awal 2019, Ekonomi Tumbuh Positif

SAMARINDA – Perekonomian Kaltim pada triwulan I 2019 diprediksi tumbuh…

Kamis, 13 Desember 2018 06:43

Perkuat Pasar Motor Sport

BALIKPAPAN - Penyegaran kembali dilakukan Honda kepada motor sport andalannya,…

Kamis, 13 Desember 2018 06:39

Bersiap Tatap Bonus Demografi

BALIKPAPAN - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) terus mendorong…

Kamis, 13 Desember 2018 06:37

CGV Hadirkan Sweetbox Class

BALIKPAPAN - CGV Cinemas Plaza Balikpapan terus memanjakan penggemar film…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .