MANAGED BY:
MINGGU
23 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Senin, 04 Desember 2017 07:16
Ongkos Produksi Juga Naik
BELUM TENTU MAKMUR: Tak hanya harga jual, naiknya kurs dolar AS juga menaikkan komponen produksi. Termasuk untuk produksi batu bara, yang banyak menggunakan alat-alat impor. (DOK/KP)

PROKAL.CO, MESKI di pasaran bisa menguntungkan para eksportir, menguatnya kurs dolar terhadap rupiah juga bisa menambah beban. Pasalnya, tak sedikit pengusaha yang beroperasi dengan alat-alat impor.

Salah satu bisnis yang dianggap untung karena dolar menguat, adalah pertambangan dan perdagangan batu bara. Selain diuntungkan posisi kurs, para pengusaha emas hitam juga tengah menikmati pulihnya harga komoditas, yang per Oktober lalu berada di level USD 93,6 per metrik ton (Harga Batu Bara Acuan Ditjen Minerba Kementerian ESDM).

Namun, Wakil Ketua Bidang Investasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kaltim Alexander Soemarno menyebut, kedua faktor itu belum tentu sepenuhnya berefek baik bagi pebisnis batu bara. Dia menyebut, tingginya nilai tukar dolar USD tinggi sepanjang tahun ini memang banyak dinikmati pengusaha.

Namun, dia mengatakan, tak sedikit pula yang tertekan. Seperti mereka yang banyak berutang dalam bentuk dolar. “Tentunya mereka harus membayar lebih mahal,” ujarnya kepada Kaltim Post, Minggu (3/12).

Alex menyebut, tak selamanya keuntungan pengusaha dapat diukur lewat kurs. Sebab, selain harga jual komoditas, menguatnya dolar AS juga turut mengerek harga barang produksi. Artinya, di tengah pendapatan yang meningkat, pengeluaran penambang juga naik.

“Mengukurnya tidak bisa seperti itu. Bicara keuntungan, itu setelah pemasukan dipotong biaya produksi. Dolar tinggi tidak menjamin pebisnis batu bara makmur,” tuturnya.

Selain ongkos produksi dan impor alat, dolar yang tinggi juga bisa saja membuat ongkos kirim lebih mahal. Meski demikian, bagi sebagian pebisnis, naiknya harga jual tentu tetap bisa menjadi momen mendongkrak keuntungan.

“Yang pasti untung adalah barang-barang yang diproduksi dengan alat yang dibeli menggunakan rupiah, lalu diekspor dalam bentuk USD. Itu yang paling untung karena harga komponen produksinya lokal semua,” jelas Alex.

Dia menegaskan, selama biaya produksi masih melibatkan dolar AS, kondisi saat ini belum bisa menjadi faktor yang menguntungkan. “Naik-turunnya dolar ini, tentu ada plus-minusnya. Memang yang terbaik adalah stabil, tidak jatuh terlalu dalam, dan tidak naik begitu tinggi,” pungkasnya. (*/ctr/man2/k15)


BACA JUGA

Sabtu, 22 September 2018 00:07

Realisasi Pajak Capai Rp 12,8 T

BALIKPAPAN   -   Direktorat Jenderal Pajak Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimra)…

Sabtu, 22 September 2018 00:06

Tabungan Masih Mendominasi

BALIKPAPAN  -  Membaiknya perekonomian di Kaltim turut mengerek dana pihak ketiga (DPK) di…

Sabtu, 22 September 2018 00:06

Proyek Infrastruktur Dongkrak Kinerja Investasi

SAMARINDA   -  Kinerja pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi Kaltim pada…

Sabtu, 22 September 2018 00:04

Optimistis Capai Target

JAKARTA  –  Pemerintah terus memantapkan program mandatori biodiesel 20 persen (B20)…

Sabtu, 22 September 2018 00:02

Kemenkeu Imbau Perusahaan Gunakan Rupiah

JAKARTA  –  Pemerintah menggunakan serangkaian strategi jitu untuk memperkuat rupiah.…

Sabtu, 22 September 2018 00:00

Perbaiki Data Produksi Beras

0

Jumat, 21 September 2018 23:59

Pengusaha Pemula Harus Jeli

JAKARTA  –  Pengusaha baru di Indonesia terus tumbuh seiring kemudahan akses informasi…

Jumat, 21 September 2018 07:15

Kredit Macet Kaltim Tertinggi di Kalimantan

SAMARINDA - Masyarakat Kaltim dituntut bijak dalam berutang. Saat ini, Bumi Etam menjadi daerah dengan…

Jumat, 21 September 2018 07:13

Pertamina Butuh Investasi USD 56 M

SAMARINDA – PT Pertamina tampaknya harus bekerja ekstra untuk meningkatkan produksi minyak dan…

Jumat, 21 September 2018 07:10

CGV Balikpapan Hadirkan Studio Velvet

BALIKPAPAN - CGV Cinemas Balikpapan terus berinovasi untuk memenangi persaingan bisnis layar lebar.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .