MANAGED BY:
JUMAT
23 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Senin, 04 Desember 2017 07:16
Ongkos Produksi Juga Naik
BELUM TENTU MAKMUR: Tak hanya harga jual, naiknya kurs dolar AS juga menaikkan komponen produksi. Termasuk untuk produksi batu bara, yang banyak menggunakan alat-alat impor. (DOK/KP)

PROKAL.CO, MESKI di pasaran bisa menguntungkan para eksportir, menguatnya kurs dolar terhadap rupiah juga bisa menambah beban. Pasalnya, tak sedikit pengusaha yang beroperasi dengan alat-alat impor.

Salah satu bisnis yang dianggap untung karena dolar menguat, adalah pertambangan dan perdagangan batu bara. Selain diuntungkan posisi kurs, para pengusaha emas hitam juga tengah menikmati pulihnya harga komoditas, yang per Oktober lalu berada di level USD 93,6 per metrik ton (Harga Batu Bara Acuan Ditjen Minerba Kementerian ESDM).

Namun, Wakil Ketua Bidang Investasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kaltim Alexander Soemarno menyebut, kedua faktor itu belum tentu sepenuhnya berefek baik bagi pebisnis batu bara. Dia menyebut, tingginya nilai tukar dolar USD tinggi sepanjang tahun ini memang banyak dinikmati pengusaha.

Namun, dia mengatakan, tak sedikit pula yang tertekan. Seperti mereka yang banyak berutang dalam bentuk dolar. “Tentunya mereka harus membayar lebih mahal,” ujarnya kepada Kaltim Post, Minggu (3/12).

Alex menyebut, tak selamanya keuntungan pengusaha dapat diukur lewat kurs. Sebab, selain harga jual komoditas, menguatnya dolar AS juga turut mengerek harga barang produksi. Artinya, di tengah pendapatan yang meningkat, pengeluaran penambang juga naik.

“Mengukurnya tidak bisa seperti itu. Bicara keuntungan, itu setelah pemasukan dipotong biaya produksi. Dolar tinggi tidak menjamin pebisnis batu bara makmur,” tuturnya.

Selain ongkos produksi dan impor alat, dolar yang tinggi juga bisa saja membuat ongkos kirim lebih mahal. Meski demikian, bagi sebagian pebisnis, naiknya harga jual tentu tetap bisa menjadi momen mendongkrak keuntungan.

“Yang pasti untung adalah barang-barang yang diproduksi dengan alat yang dibeli menggunakan rupiah, lalu diekspor dalam bentuk USD. Itu yang paling untung karena harga komponen produksinya lokal semua,” jelas Alex.

Dia menegaskan, selama biaya produksi masih melibatkan dolar AS, kondisi saat ini belum bisa menjadi faktor yang menguntungkan. “Naik-turunnya dolar ini, tentu ada plus-minusnya. Memang yang terbaik adalah stabil, tidak jatuh terlalu dalam, dan tidak naik begitu tinggi,” pungkasnya. (*/ctr/man2/k15)


BACA JUGA

Kamis, 22 Februari 2018 07:34

Pertambangan Masih Dominasi Investasi

SAMARINDA – Tren kenaikan harga komoditas pertambangan langsung direspons investor. Sepanjang…

Kamis, 22 Februari 2018 07:32

Target Pendapatan Naik, Cuaca Jadi Tantangan

PERGERAKAN positifharga batu bara diyakini masih berlanjut. Hal tersebut menjadi acuan PT Bumi Resources…

Kamis, 22 Februari 2018 07:32

PLN Kebut Rasio Elektrifikasi di Kaltara

SEBAGAI provinsi termuda, Kalimantan Utara sangat serius membangun infrastruktur pendukung untuk meningkatkan…

Kamis, 22 Februari 2018 07:29

Beli Rumah, Petik Angpau Berhadiah Jutaan Rupiah

INGIN memiliki hunian nyaman, mewah dengan lokasi strategis? Balikpapan Regency bisa menjadi referensi.…

Kamis, 22 Februari 2018 07:27

Hari Ini, Terakhir Kirim Setruk

BERLANGSUNG sejak 22 November lalu, program Strukvaganza memasuki hari terakhirnya, Kamis (22/2) ini.…

Kamis, 22 Februari 2018 07:27

Pertama Jajal Kalimantan, Tepat Pilih Waktu dan Lokasi

Balikpapan dan Samarinda masih menjadi salah satu sasaran utama retailer nasional di Kalimantan. Tak…

Kamis, 22 Februari 2018 07:22

Serba 61 di HUT BCA

MERAYAKAN bertambahnya usia pada Rabu (21/2), PT Bank Central Asia (BCA) membagi-bagi hadiah kepada…

Kamis, 22 Februari 2018 07:19

Menperin Usul PPh e-Commerce 0,5 Persen

JAKARTA - Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto mengusulkan pajak penghasilan (PPh) khusus pelaku…

Kamis, 22 Februari 2018 07:18

Presiden Minta 52 Perusahaan Asing Listing di BEI

JAKARTA - Presiden Joko Widodo meminta 52 perusahaan yang memiliki aset dan mencari pendapatan di Tanah…

Kamis, 22 Februari 2018 07:17

Belanja Pemerintah Akan Pakai Kartu Kredit

JAKARTA - Kementerian Keuangan memastikan transaksi belanja barang pemerintah yang selama ini menggunakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .