MANAGED BY:
MINGGU
17 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Sabtu, 02 Desember 2017 07:46
Berusia Lebih 70 Tahun, Lahirkan Pesepak Bola Besar

Lapangan Kinibalu yang Melegenda Itu

BAKAL TINGGAL SEJARAH: Lapangan Kinibalu di Jalan Arjuna, Samarinda. Di lokasi ini akan dibangun Masjid Masjid Al Faruq. Foto atas Aji Sofyan Alex.

PROKAL.CO, Lapangan Kinibalu bukanlah lapangan biasa bagi Kota Tepian. Sederet nama besar pesepakbola lahir dari sana. 

FACHRIZAL MULIAWAN-ARIF BILLAH, Samarinda

LIMA  bersaudara dengan tawa riang berlari-lari kecil mengejar ayah mereka yang mengendarai sepeda kumbang. Aji Sofyan Alex, sulung berusia 12 tahun sekaligus yang berbadan paling besar, memimpin di depan adik-adiknya. Setelah melahap rute setengah kilometer, mereka tiba di Lapangan Kinibalu, Samarinda. 

Sore pada 1956, Adji Alex, sang ayah, yang mengendarai sepeda menjalankan rutinitasnya. Dia mengajak kelima anaknya berlari selepas salat Asar. Mereka pergi dari kediaman keluarga di Jalan Melati, sekarang Jalan Awang Long, menuju lapangan sepak bola.

Lari-lari kecil itu menjadi pemanasan setiap sore sebelum keluarga besar Ajdi Alex berlatih sepak bola. Darah pemain lapangan hijau memang mengalir di dalam keluarga. Adji Alex adalah pengolah si kulit bundar ternama di Samarinda pada era 1950-an. “Saat itu, ayah sudah bermain untuk Putra Samarinda,” kenang Aji Sofyan Alex, kini berusia 73 tahun.

Dengan begitu, ayahnya telah menekuni dunia sepak bola sejak dekade 1940-an. Ayahnya adalah generasi pertama yang menjajal Lapangan Kinibalu, yang sampai sekarang masih berdiri di Jalan Arjuna, Samarinda Ulu. Di atas lahan hampir 1 hektare itulah, Pemprov Kaltim hendak membangun Masjid Al Faruq. Rencana pembangunan rumah ibadah itu belakangan banyak ditentang.

Ingatan Aji Sofyan Alex melayang jauh ke era 1950-an ketika ditemui Kaltim Post di kediamannya di Jalan Danau Poso, Samarinda, Jumat (1/12). Warsa-warsa itu, seingat dia, Samarinda sering menjadi tuan rumah pertandingan sepak bola. Tim tamu berdatangan dari penjuru Kalimantan, mulai Balikpapan hingga Banjarmasin.

Samarinda menjadi idola karena Lapangan Kinibalu dianggap representatif. Zaman tempo doeloe, Kinibalu merupakan sedikit dari lapangan yang memiliki rumput bagus dan dilengkapi tribune penonton. Dia baru kalah dari GOR Segiri yang selesai dibangun pada 1970, awal masa pemerintah Gubernur Abdoel Wahab Sjahranie.

Sofyan, yang pernah menjadi anggota DPRD Kaltim periode 2009–2014, memastikan bahwa ayahnya adalah angkatan pertama yang merumput di Lapangan Kinibalu. Ayahnya tak sendiri. Sederet nama besar pernah unjuk kemampuan di Kinibalu seperti mantan Gubernur Kaltim Muhammad Ardans. “Pak Ardans bermain di Kinibalu saat persiapan Pekan Pemuda di Surabaya pada 1957,” tutur Sofyan yang pernah maju sebagai calon wakil gubernur 2013 silam.

Lapangan Kinibalu berdiri jauh sebelum Kantor Gubernur Kaltim dibangun. Kantor gubernur yang sekarang didesain pada masa Gubernur AW Sjahranie yang menjabat sampai 1978. Kantor enam lantai itu baru selesai dibangun pada 1983, ketika Gubernur Soewandi Roestam mulai menjabat. Dengan usianya yang tua, bukan istimewa ketika Lapangan Kinibalu melahirkan banyak pemain sepak bola ternama.

Sofyan punya hubungan kuat dengan lapangan itu. Bukan hanya ayah, adik-adiknya menjadi pemain sepak bola top jebolan Lapangan Kinibalu. Dari 13 bersaudara, tiga adik laki-laki Sofyan bermain untuk Pusam. Mereka adalah Mursandi Alex, Deki Alex, dan almarhum Adji Surya Dharma Alex.

Nama terakhir itu merupakan pendiri Ikatan Putra Daerah Peduli (IPDP) Kaltim. Sejak 1990-an, Dharma Alex menjadikan lapangan itu sebagai “markas” IPDP. Organisasi yang didirikannya dipercaya Gubernur HM Ardans hingga Gubernur Suwarna mengelola lapangan tersebut. Tanah di belakang kantor gubernur itu memang aset Pemprov Kaltim.

Mengenai sejarah kepemilikan lahan, Aji Sofyan Alex hanya mendengar cerita warga sekitar. Dulu sekali, lahan dimiliki keluarga bergelar gusti yang tinggal di Kampung Jawa, Samarinda Ulu. “Punya keluarga Gusti Ahmad,” ujar mantan kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kaltim itu. Sofyan tidak mengetahui cerita lahan tadi berubah menjadi lapangan sepak bola. Dia hanya tahu masih ada ahli waris keluarga yang masih hidup bernama Gusti Mugeni.

Aji Sofyan menurutkan, Lapangan Kinibalu punya sejarah panjang dan penting. Saat pemberontakan Partai Komunis Indonesia pada 1965, dia mendengar kisah bahwa harta kesultanan di Kaltim sempat dijarah. Harta-harta itu dibakar di Lapangan Kinibalu. "Silakan dicatat dan ditelusuri agar masyarakat mengetahuinya," ucap pria yang pernah menjadi politikus PDI Perjuangan itu.

Mendengar rencana lapangan itu hendak didirikan masjid, Sofyan tak ingin berpolemik. Namun, dia melihat bahwa jumlah masjid di kawasan itu sudah cukup. Alangkah baiknya, kata Sofyan, masjid-masjid yang sudah berdiri dimakmurkan saja. “Mungkin lebih baik menjadi ruang terbuka hijau,” saran dia. Sofyan tak tutup mata bila sekarang semakin jarang yang bermain sepak bola di situ.

Lapangan Kinibalu kini berusia lebih 70 tahun, hampir seusia dengan Republik Indonesia. Sekian lamanya, dia menjadi perhelatan turnamen sepak bola. Biaya sewanya dulu Rp 40 ribu sejam sampai 2009. Setelah lapangan futsal mulai menjamur, peminat di Lapangan Kinibalu menurun.

Eddy Simon Badawi adalah pemain sepak bola ternama yang mengetahui perkembangan lapangan pada era 90-an. Mantan pemain Pusam itu khatam mengenali seluruh sudut Lapangan Kinibalu. Pada zamannya, beberapa nama bersinar dari gelanggang itu. Salah satunya Aji Ridwan Mas, yang pernah memperkuat Tim Nasional Indonesia pada 1980-an.

“Kalau dihitung kenangannya, banyak sekali,” tutur Eddy kepada Kaltim Post. Namun, dia tak mempermasalahkan jika masjid didirikan di lapangan. Menurut dia, tempat ibadah juga penuh manfaat dan demi kemaslahatan orang banyak.

Menyimak penolakan terhadap pembangunan Masjid Al Faruq, Eddy berharap komunikasi antara pemerintah dan masyarakat berjalan baik. Bila perlu, lahan pengganti disiapkan untuk lapangan baru. Regenerasi pesepak bola di Samarinda pun tetap berjalan. (fel/k8)

 


BACA JUGA

Minggu, 10 Desember 2017 11:21

Kinigalau Kampung Sebelah

Oji hanya bisa bengong. Dia tak mengira, Lapangan Kinigalau di Kampung Sebelah yang jadi tempat bermainnya…

Selasa, 05 Desember 2017 11:02

Dari Ingin Eksistensi hingga Kurang Perhatian Orangtua

Aksi remaja usia SMA yang mengunggah aksinya berciuman di Mahakam Lampion Garden mendapat tanggapan…

Senin, 04 Desember 2017 08:32

Sering Diberi Makan, Muncul saat Air Pasang

Hidup berdampingan bersama buaya sudah dilalui warga bantaran Sungai Guntung, Bontang, sejak lama. Belakangan…

Sabtu, 02 Desember 2017 07:27

Tinggal Bersama Keluarga Ateis, Aktivitas Agama Justru Didukung

An-Nahl Aulia Hakim merupakan satu dari empat siswa SMA 1 Balikpapan yang diterbangkan ke luar negeri…

Sabtu, 02 Desember 2017 06:59

Meneteskan Air Mata Kala Dengar Curhat PSK

Menjadi petugas trantib (ketenteraman dan ketertiban) pada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten…

Jumat, 01 Desember 2017 07:38

Asuh 40 Anak Yatim Piatu, Suami Meninggal karena Depresi

Perempuan ini telah menghabiskan waktu 11 tahun hidup bersama human immunodeficiency virus (HIV). Bukan…

Kamis, 30 November 2017 08:34

Bawa Rempah Sendiri, Sanggup Menampung 20 Orang

Sauna ini baru pertama di TPA yang ada di Indonesia. Terobosan ini dulunya sempat dianggap gila. GUNUNGAN…

Rabu, 29 November 2017 08:35

Pengajuan Anggaran Molor, Hasil Musrenbang Belum Diakomodasi

  Masalah utang pihak ketiga yang tak kunjung tuntas menghantui Pemkot Samarinda. Solusi sejatinya…

Selasa, 28 November 2017 08:38

Harus Cerdas Ekspos Temuan agar Tak Ditunggangi Kepentingan Politik

Investigasi Kaltim Post pada Desember 2016 di wilayah Muara Jawa, Kutai Kartanegara, berdampak signifikan.…

Sabtu, 25 November 2017 07:44

Sebagian Besar Makanan yang Dikonsumsi Diolah Sendiri

Pada usia yang memasuki angka 80 tahun, artis Titiek Puspa seolah tak kalah dengan penuaan. Wajahnya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .