MANAGED BY:
SENIN
22 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Sabtu, 02 Desember 2017 07:41
Royalti Batu Bara Bakal Naik

Pemerintah Terapkan Tarif Progresif

-

PROKAL.CO, JAKARTA  –  Pemerintah berencana menaikkan royalti sektor pertambangan mineral secara progresif. Sebab, harga sejumlah komoditas pertambangan, antara lain emas, tembaga, perak, dan batu bara, mengalami kenaikan.

Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bambang Susigit menyatakan, pemerintah telah menyelesaikan revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 9 Tahun 2012 tentang Jenis dan Tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Dalam draf revisi tersebut tercantum adanya kenaikan royalti progresif untuk sektor pertambangan. “Tetapi, memang harus dikoordinasikan ke Menko Bidang Perekonomian,” ujarnya kemarin (1/12).

Penetapan royalti progresif berpotensi meningkatkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP). “Setiap ada kenaikan harga sekian, royalti akan naik 0,25 persen,” kata Bambang.

Dia mencontohkan, tarif progresif diberlakukan bila harga mencapai USD 1.300 per ons troy untuk royalti emas. Jika mengacu PP Nomor 9 Tahun 2012, tarif royaltinya tetap 3,75 persen. Namun, dengan skema tarif progresif, royalti emas di harga tersebut bakal mencapai 4 persen. Sebab, ada tambahan tarif royalti progresif 0,25 persen.

Ketika harga emas kembali naik dari USD 1.300 per ons troy menjadi USD 1.400 per ons troy, diterapkan kenaikan tarif progresif lagi 0,25 persen. “Kenaikan royalti dikenakan setiap kali ada kenaikan USD 100 per ons troy, maka akan kena 0,25 persen,” jelasnya.

Menurut Bambang, kenaikan harga mineral dan batu bara belum tentu diikuti kenaikan ongkos produksi. “Karena itu, pemerintah ingin keuntungan lebih tinggi yang diperoleh perusahaan juga dirasakan negara. Saat ini diusulkan lantaran fluktuasi harganya dinilai paling tinggi,” ungkapnya.

Berdasar data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), PNBP dari sektor pertambangan hingga pertengahan November mencapai Rp 35 triliun. Angka tersebut lebih tinggi dari target capaian PNBP tahun ini Rp 32,4 triliun.

Jumlah PNBP itu didominasi penerimaan royalti Rp 19,8 triliun atau 56,6 persen. Kemudian, penjualan hasil tambang Rp 14,7 triliun dan iuran tetap Rp 500 miliar. “Saat ini kami masih menghitung potensi kenaikan penerimaan negara dari royalti pertambangan batu bara, jika aturan itu diterapkan,” tutur Bambang.

Ketua Indonesian Mining Association (IMA) Ido Hutabarat menuturkan, peraturan tersebut dinilai tidak menguntungkan pelaku industri pertambangan. “Peraturan itu tidak adil. Pemerintah menaikkan tarif royalti progresif saat terjadi kenaikan harga tambang. Tetapi, saat harga turun, tidak ada penurunan tarif royalti maupun insentif bagi pelaku usaha pertambangan,” paparnya.

Ido meminta pemerintah mempertimbangkan pemberian insentif maupun penurunan tarif saat harga komoditas tambang mengalami penurunan. Dengan begitu, perusahaan tambang bisa terus bertahan. (vir/c14/fal/jpnn/rom/k8)


BACA JUGA

Minggu, 21 Januari 2018 08:57

Verifikasi Jadi Kunci, Dinyatakan Gugur jika Masih Ada Perbaikan

SAMARINDA – Empat pasang bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang mendaftar pada Pilgub Kaltim…

Minggu, 21 Januari 2018 08:56

NU Pilih Jaga Jarak

NAHDLATUL Ulama (NU) dengan tangan terbuka akan membantu menyukseskan pemilihan kepala daerah di arena…

Minggu, 21 Januari 2018 08:55

Orgatrans Minta Pakai Pelat Kuning

SAMARINDA – Di tengah persiapan penerapan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 108…

Minggu, 21 Januari 2018 08:51
Menengok Ruang Isolasi RSKD, Tempat Perawatan Pasien Difteri

Sayangkan Status KLB, Pertegas Vaksinasi

Masuk dan keluar ruang isolasi harus melalui sterilisasi berlapis. Selain rawan penularan penyakit,…

Minggu, 21 Januari 2018 08:46

Gubernur Ideal Taat Agama

PEMILIHAN gubernur sudah di depan mata. Berbagai kelompok masyarakat angkat suara tentang gubernur ideal…

Minggu, 21 Januari 2018 08:43
Kisah para Relawan Difagana ketika Bencana

Keterbatasan Bukan Halangan untuk Membantu

Relawan di Difagana memang tidak hanya beraksi ketika organisasi itu terbentuk. Jauh sebelumnya, mereka…

Sabtu, 20 Januari 2018 07:15

JELAS LAH..!!! Gubernur Total Dukung Anak Sendiri

SAMARINDA  –   Gubernur Awang Faroek Ishak kukuh dengan pendiriannya dalam menentukan…

Sabtu, 20 Januari 2018 07:13

APBD Harus Fokus Pengendalian Banjir

BALIKPAPAN  –  Setiap masuk musim hujan, banjir menghantui beberapa daerah di Samarinda…

Sabtu, 20 Januari 2018 07:11

Rita Mengaku Suka Tas KW

JAKARTA  –  Bupati non aktif Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari angkat bicara…

Sabtu, 20 Januari 2018 07:08

Driver Keluhkan Stiker Permanen

SAMARINDA  – Transisi penerapan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 108 Tahun…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .