MANAGED BY:
KAMIS
18 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Sabtu, 02 Desember 2017 07:41
Royalti Batu Bara Bakal Naik

Pemerintah Terapkan Tarif Progresif

-

PROKAL.CO, JAKARTA  –  Pemerintah berencana menaikkan royalti sektor pertambangan mineral secara progresif. Sebab, harga sejumlah komoditas pertambangan, antara lain emas, tembaga, perak, dan batu bara, mengalami kenaikan.

Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bambang Susigit menyatakan, pemerintah telah menyelesaikan revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 9 Tahun 2012 tentang Jenis dan Tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Dalam draf revisi tersebut tercantum adanya kenaikan royalti progresif untuk sektor pertambangan. “Tetapi, memang harus dikoordinasikan ke Menko Bidang Perekonomian,” ujarnya kemarin (1/12).

Penetapan royalti progresif berpotensi meningkatkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP). “Setiap ada kenaikan harga sekian, royalti akan naik 0,25 persen,” kata Bambang.

Dia mencontohkan, tarif progresif diberlakukan bila harga mencapai USD 1.300 per ons troy untuk royalti emas. Jika mengacu PP Nomor 9 Tahun 2012, tarif royaltinya tetap 3,75 persen. Namun, dengan skema tarif progresif, royalti emas di harga tersebut bakal mencapai 4 persen. Sebab, ada tambahan tarif royalti progresif 0,25 persen.

Ketika harga emas kembali naik dari USD 1.300 per ons troy menjadi USD 1.400 per ons troy, diterapkan kenaikan tarif progresif lagi 0,25 persen. “Kenaikan royalti dikenakan setiap kali ada kenaikan USD 100 per ons troy, maka akan kena 0,25 persen,” jelasnya.

Menurut Bambang, kenaikan harga mineral dan batu bara belum tentu diikuti kenaikan ongkos produksi. “Karena itu, pemerintah ingin keuntungan lebih tinggi yang diperoleh perusahaan juga dirasakan negara. Saat ini diusulkan lantaran fluktuasi harganya dinilai paling tinggi,” ungkapnya.

Berdasar data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), PNBP dari sektor pertambangan hingga pertengahan November mencapai Rp 35 triliun. Angka tersebut lebih tinggi dari target capaian PNBP tahun ini Rp 32,4 triliun.

Jumlah PNBP itu didominasi penerimaan royalti Rp 19,8 triliun atau 56,6 persen. Kemudian, penjualan hasil tambang Rp 14,7 triliun dan iuran tetap Rp 500 miliar. “Saat ini kami masih menghitung potensi kenaikan penerimaan negara dari royalti pertambangan batu bara, jika aturan itu diterapkan,” tutur Bambang.

Ketua Indonesian Mining Association (IMA) Ido Hutabarat menuturkan, peraturan tersebut dinilai tidak menguntungkan pelaku industri pertambangan. “Peraturan itu tidak adil. Pemerintah menaikkan tarif royalti progresif saat terjadi kenaikan harga tambang. Tetapi, saat harga turun, tidak ada penurunan tarif royalti maupun insentif bagi pelaku usaha pertambangan,” paparnya.

Ido meminta pemerintah mempertimbangkan pemberian insentif maupun penurunan tarif saat harga komoditas tambang mengalami penurunan. Dengan begitu, perusahaan tambang bisa terus bertahan. (vir/c14/fal/jpnn/rom/k8)


BACA JUGA

Rabu, 17 Oktober 2018 10:46

Cerita Perjalanan Sunarman, Napi Palu yang Menyerahkan Diri ke Rutan Solo

Bencana gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) beberapa…

Selasa, 16 Oktober 2018 11:14

MAAF..!! Tol Balikpapan - Samarinda Molor, Ngga Jadi Diresmikan Jokowi

SAMARINDA- Tol Balikpapan-Samarinda batal diresmikan akhir tahun ini. Padahal mantan Gubernur Kaltim…

Senin, 15 Oktober 2018 11:42
Menelisik Prostitusi Online di Kota Semarang

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota…

Senin, 15 Oktober 2018 11:36
Romo Leo Joosten Ginting Suka, Warga Belanda yang Lestarikan Budaya Batak Karo

Lestarikan Budaya Batak karena Cinta

Begitu menginjakkan kaki di Tapanuli Utara pada 1971, Leo Joosten langsung jatuh cinta dengan tanah…

Minggu, 14 Oktober 2018 14:11

INNALILLAHI..!! 12 Siswa Tewas Diterjang Banjir

JAKARTA – Kelas sore itu berubah jadi tragedi. Puluhan siswa yang tengah belajar diterjang air…

Minggu, 14 Oktober 2018 14:09

Premium Tak Naik, Tapi Pasokan Dikurangi?

Pengamat Ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudistira menilai,…

Minggu, 14 Oktober 2018 08:06

Sikat Persebaya, Borneo FC Bidik Papan Atas

SURABAYA – Gairah Borneo FC kembali membuncah. Tekad bersaing di papan atas makin kuat. Suntikan…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:10

Rumah DP 0 Persen Diluncurkan Anies

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan berharap rumah DP 0 persen dapat meringankan warga…

Sabtu, 13 Oktober 2018 10:28

Dua Kali Dipanggil Mangkir, Ketua DPRD Itu Dibawa Polisi

JAKARTA – Isu bahwa Ketua DPRD Samarinda Alphad Syarif ditangkap polisi terjawab. Ya, Mabes Polri…

Jumat, 12 Oktober 2018 10:06

Putusan Sela Ditolak, Pemilihan Rektor Unmul Final

SAMARINDA- Pemilihan Rektor Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda berlangsung berlangsung lancar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .