MANAGED BY:
RABU
12 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Sabtu, 02 Desember 2017 07:27
Tinggal Bersama Keluarga Ateis, Aktivitas Agama Justru Didukung

Pengalaman Toleransi saat Pertukaran Pelajar di Negeri Paman Sam

PROKAL.CO, An-Nahl Aulia Hakim merupakan satu dari empat siswa SMA 1 Balikpapan yang diterbangkan ke luar negeri untuk misi pertukaran pelajar pada 2016-2017. Tinggal di negara yang mengusung kebebasan tidak seperti dibayangkan orang-orang.

Rizki Hadid, Balikpapan

ALARM  ponsel milik Nahl berbunyi ketika waktu sahur tiba. Lelaki berkacamata itu melompat dari kasur dan bergegas ke ruang makan. Di meja makan sudah tersaji sepiring pasta dan salad. Di sebelahnya ada segelas susu dan teh hangat. Segera dilahapnya makanan khas luar negeri itu. Ya, dia tidak sedang di Indonesia. Nahl saat itu menjalani pertukaran pelajar di Logan, Utah, Amerika Serikat selama hampir satu tahun. 

Di Logan, siswa kelas XII IPA 3 SMA 1 Balikpapan itu tinggal bersama orangtua asuh yang ditunjuk pemerintah. Dia baru tahu jika penduduk Amerika Serikat begitu beragam. Mulai dari etnis Afrika, Arab, hingga Tiongkok ada di Negeri Paman Sam. Di sekolah, dia mengambil kelas medical anatomy, memasak, drama, olahraga, dan produksi pertunjukan. Selain itu, dia menjadi volunteer di masjid dekat rumah. Dia menyebut, selain perbedaan cuaca dan makanan, dia merasakan nilai toleransi yang tinggi.

Keluarga asuhnya tidak beragama meski percaya adanya Tuhan. Menurut dia, apa yang dikatakan orang soal ateis dan agnostik tak sepenuhnya benar. Mereka sangat toleran pada agama. Misalnya saat family time setiap Jumat malam. “Ibu asuh selalu mengingatkan salat. Bahkan TV dimatikan menunggu saya kelar supaya tidak mengganggu,” ujar dia. 

Suatu hari, dia ingin puasa Senin dan Kamis. Nahl menjelaskan ke orangtua asuh bahwa ini bagian dari ibadah. Selama dia puasa, seisi rumah menghargainya. Kalau memasak tidak boleh tercium Nahl dengan cara menyesuaikan waktu.

Tak hanya itu, sahur dan buka puasa disiapkan orangtua asuh meski jam makan mereka berbeda. “Setiap saya salat Jumat selalu diantar. Kalau tak bisa mengantar, disediakan sepeda karena lokasinya sekitar 1 kilometer dari rumah,” sebut dia.

Dia menceritakan, sebagian warga Amerika Serikat tidak beragama. Biasanya sewaktu masih ikut orangtua beragama. Ketika keluar rumah sejak menikah mereka memutuskan tidak beragama. Sebab menurut mereka, agama urusan spiritual masing-masing. Beda dengan Indonesia yang lebih terbuka membahas agama.

Selama tinggal di sana dia belum pernah mendengar pertikaian soal agama. Di Logan banyak pengikut Mormon yang ajarannya hampir mirip Kristen. Dia melihat pengikut Mormon sangat tertib. Tidak merokok dan minum alkohol, serta urusan pacaran sangat diatur. Diajarkan pula menghargai agama lain supaya bisa menjalankan ibadah masing-masing.

Selain urusan agama, Negeri Paman Sam mengusung kebebasan berpendapat. Kata dia, tak boleh memotong pembicaraan sebelum selesai. Jadi, sebagai pendengar harus diterima dulu. Kalau tak cocok, boleh utarakan perbedaan pendapat setelahnya.

Ada beberapa inspirasi yang bisa diterapkan di Balikpapan. Semisal bagaimana masyarakat menghargai bumi. Jika ingin ke tempat yang dekat, tidak perlu berkendara. Cukup jalan kaki atau mengayuh sepeda. Itu supaya mengurangi potensi pemanasan global. “Kalau cuaca cerah untuk apa pakai mobil kalau hanya 8 kilometer,” sebut dia.

Masalah sampah juga benar-benar dijaga. Mereka buang sampah seminggu dua kali. Jenis sampah dipisah dan tidak dibiarkan berserakan. Warga Amerika Serikat menghargai warga yang tidak merokok. Jika ingin merokok harus berkumpul di tempat yang disediakan bersama perokok aktif lainnya. (*)

 


BACA JUGA

Sabtu, 08 Desember 2018 06:56

Patroli TNI AL Diperlukan, Pariwisata Bisa Ikut Menyelamatkan

Di balik kesibukan Pasar Manggar, Balikpapan Timur, ada kawasan ekowisata…

Sabtu, 08 Desember 2018 06:16
Pratu Agung Pujianto Raih Dua Emas Porprov

Persembahkan Medali untuk Calon Istri

Raut bahagia tak bisa disembunyikan Pratu Agung Pujianto. Dua emas…

Kamis, 06 Desember 2018 21:51

Tempat Makan Enak yang Cuma Ada di Bali

  Untuk anda yang ingin mencoba Makanan enak di Bali…

Sabtu, 01 Desember 2018 07:07

Mudahkan Pemerintah Bebaskan Lahan, Mempercepat Pembangunan

Kawasan Industri Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi di Kabupaten Bulungan…

Sabtu, 01 Desember 2018 06:05

Pintar Tangkap Peluang, Berani Berekspansi

Bukan hal mudah bagi Imam Muslikin dalam mengukir kesuksesan sebagai…

Sabtu, 24 November 2018 13:28
Penulis Muda Ini Tak Ingin Asal-asalan Berkarya

Rajin Mencatat Setiap Ide yang Tersirat

Seperti pepatah jatuhnya buah tak jauh dari pohonnya. Seperti itu…

Sabtu, 17 November 2018 01:45

Dimakamkan di Samping Putri Pertama sang Kakek

Kabar duka menyelimuti keluarga Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan…

Sabtu, 10 November 2018 06:56

Banyak Ingin Mengadopsi, Segudang Harapan untuk Abidah Nur Ghania

Nasib bayi yang terbuang selalu banyak yang menginginkan. Seperti itu…

Sabtu, 10 November 2018 06:43

Enam Generasi Terisolasi, Kini Berkah Bertubi

Menjelang peringatan Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November, warga…

Sabtu, 10 November 2018 06:11

Ingin Kenalkan Paser lewat Batik

Bermodal kegigihan, pembatik Paser Suliono berhasil menjadikan batik Paser sebagai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .