MANAGED BY:
MINGGU
25 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Sabtu, 02 Desember 2017 06:59
Meneteskan Air Mata Kala Dengar Curhat PSK

Rahma Dayanti; 10 Tahun Mengabdi untuk Satpol PP

Rahma Dayanti

PROKAL.CO, Menjadi petugas trantib (ketenteraman dan ketertiban) pada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Paser menjadi kebanggaan tersendiri bagi Rahma Dayanti. Perempuan tersebut hampir 10 tahun lamanya bergabung di Satpol PP.

 SEJAK  menjadi anggota Satpol PP Kabupaten Paser 2008 silam, Rahma—sapaan akrabnya—langsung ditempatkan sebagai petugas trantib. Kemudian, awal 2017 lalu, diberikan mandat menjadi ajudan Kepala Satpol PP Kabupaten Paser. “Saya suka pekerjaan yang menantang. Lebih suka di lapangan daripada dibelakang meja. Selama ini, sudah merasakan kepemimpinan delapan Satpol PP,” ucapnya.

 Selama bertugas, Rahma kerap terlibat dalam razia penyakit masyarakat (pekat). Dia mengaku, sering kali menjadi tempat curhat pekerja seks komersial (PKS) yang tertangkap saat razia. Tidak jarang, dia ikut meneteskan air mata saat mendengarkan keluh kesah mereka.

 Menurut dia, banyak wanita yang tenggelam dalam bisnis haram tersebut karena alasan ekonomi. Sebagian besar mereka adalah janda yang tidak memiliki pilihan lain untuk mencari uang untuk menghidupi kebutuhan dirinya dan anak-anaknya. “Sebagai sesama perempuan, saya miris dengan keputusan yang mereka ambil. Tetapi, di sisi lain, mereka tidak memiliki pekerjaan lain. Saya hanya dapat memberikan semangat kepada mereka,” ungkapnya.

 Selain terlibat dengan PSK, Rahma kerap ikut operasi razia penanganan pedagang kaki lima (PKL). Tidak jarang memperoleh perlawanan dari pemilik dagangan. Berdebat dan dimaki-maki pedagang sudah biasa dia hadapi.  

 Kecintaannya terhadap pekerjaannya tersebut memperoleh dukungan penuh dari sang suami. Ibu tiga anak itu mengatakan, keluarga tetap prioritas utamanya meskipun pekerjaan yang dijalani kerap tidak mengenal waktu. Kalau sudah razia PSK, pasti jauh perjalanannya. Alhamdulillah, suami dan anak-anak memberikan dukungan penuh,” ucapnya.

Terakhir, dia berharap, semakin banyak ASN perempuan menjadi petugas Satpol PP. Baginya, pekerjaan mulia tidak hanya dokter dan guru. Satpol PP juga profesi mulia, mengedepankan pembinaan terhadap masyarakat yang melanggar peraturan daerah (perda) khususnya di Kabupaten Paser. (*/ns/waz/k11)

 


BACA JUGA

Sabtu, 24 Februari 2018 11:05
Subuh Perdana Novel Baswedan di Masjid Al Ihsan setelah Teror Air Keras

Tidak Trauma, Hanya Pandangan Mata Kabur

Setelah lebih dari sepuluh bulan, Novel Baswedan kembali berjalan kaki melewati jalan tempat dia disiram…

Sabtu, 24 Februari 2018 07:36

Mesti Observasi Dua Hari, Disarankan Istirahat Total

Foto Nusyirwan Ismail terbaring sakit membuat heboh jagat maya kemarin (23/2). “Tumbangnya”…

Senin, 29 Januari 2018 08:26

Bertahun-tahun Tersesat, Lupa Nama dan Alamat

Hampir semua orang ingin berumur panjang. Tapi, tak selamanya anugerah itu membuat orang bahagia. Di…

Minggu, 28 Januari 2018 07:44

Ada Timses Tak Bisa Bikin Surat Elektronik

Sistem baru pelaporan harta kekayaan peserta pemilihan kepala daerah (pilkada) yang berbasis online…

Sabtu, 27 Januari 2018 07:02

Merasakan Serunya Memacu Ski-doo

Setelah kunjungan ke pabrik alat-alat berat, saatnya menjajal lokasi wisata. Menikmati keseruan ski-doo…

Sabtu, 27 Januari 2018 06:53

Tumbuh Subur, Suplai Hasil Panen ke Hotel dan Perusahaan

Tak banyak yang tahu kegiatan narapidana di dalam lapas. Selama ini, mereka hanya diidentikkan terisolasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .