MANAGED BY:
SENIN
21 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Sabtu, 02 Desember 2017 06:59
Meneteskan Air Mata Kala Dengar Curhat PSK

Rahma Dayanti; 10 Tahun Mengabdi untuk Satpol PP

Rahma Dayanti

PROKAL.CO, Menjadi petugas trantib (ketenteraman dan ketertiban) pada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Paser menjadi kebanggaan tersendiri bagi Rahma Dayanti. Perempuan tersebut hampir 10 tahun lamanya bergabung di Satpol PP.

 SEJAK  menjadi anggota Satpol PP Kabupaten Paser 2008 silam, Rahma—sapaan akrabnya—langsung ditempatkan sebagai petugas trantib. Kemudian, awal 2017 lalu, diberikan mandat menjadi ajudan Kepala Satpol PP Kabupaten Paser. “Saya suka pekerjaan yang menantang. Lebih suka di lapangan daripada dibelakang meja. Selama ini, sudah merasakan kepemimpinan delapan Satpol PP,” ucapnya.

 Selama bertugas, Rahma kerap terlibat dalam razia penyakit masyarakat (pekat). Dia mengaku, sering kali menjadi tempat curhat pekerja seks komersial (PKS) yang tertangkap saat razia. Tidak jarang, dia ikut meneteskan air mata saat mendengarkan keluh kesah mereka.

 Menurut dia, banyak wanita yang tenggelam dalam bisnis haram tersebut karena alasan ekonomi. Sebagian besar mereka adalah janda yang tidak memiliki pilihan lain untuk mencari uang untuk menghidupi kebutuhan dirinya dan anak-anaknya. “Sebagai sesama perempuan, saya miris dengan keputusan yang mereka ambil. Tetapi, di sisi lain, mereka tidak memiliki pekerjaan lain. Saya hanya dapat memberikan semangat kepada mereka,” ungkapnya.

 Selain terlibat dengan PSK, Rahma kerap ikut operasi razia penanganan pedagang kaki lima (PKL). Tidak jarang memperoleh perlawanan dari pemilik dagangan. Berdebat dan dimaki-maki pedagang sudah biasa dia hadapi.  

 Kecintaannya terhadap pekerjaannya tersebut memperoleh dukungan penuh dari sang suami. Ibu tiga anak itu mengatakan, keluarga tetap prioritas utamanya meskipun pekerjaan yang dijalani kerap tidak mengenal waktu. Kalau sudah razia PSK, pasti jauh perjalanannya. Alhamdulillah, suami dan anak-anak memberikan dukungan penuh,” ucapnya.

Terakhir, dia berharap, semakin banyak ASN perempuan menjadi petugas Satpol PP. Baginya, pekerjaan mulia tidak hanya dokter dan guru. Satpol PP juga profesi mulia, mengedepankan pembinaan terhadap masyarakat yang melanggar peraturan daerah (perda) khususnya di Kabupaten Paser. (*/ns/waz/k11)

 


BACA JUGA

Sabtu, 12 Mei 2018 07:23

“Awalnya Getaran, lalu Suara Menggelegar, Kami Pun Langsung Lari”

Ketika Gunung Merapi mengalami letusan freatik kemarin (11/5), ratusan pendaki tengah memasak, mengopi,…

Sabtu, 12 Mei 2018 06:30

Jelang Ramadan, Penjualan Meningkat 300 Persen

Perabotan dari jati jepara masih menjadi idola masyarakat karena memiliki kualitas mumpuni. Sempat kehilangan…

Sabtu, 05 Mei 2018 11:36

Istri Lebih Enjoy dengan Sex Toys, Suami Pilih Cerai

Salah satu tujuan menikah adalah untuk menyalurkan hasrat biologis. Namun, bagaimana jadinya jika suami…

Sabtu, 28 April 2018 06:22

Pariwisata Harusnya Sumbang Porsi Ekonomi Lebih Besar

Kendati punya surga bernama Derawan, Kakaban, Sangalaki, dan Maratua, nyatanya kontribusi sektor pariwisata…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .