MANAGED BY:
JUMAT
15 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM PEMBACA

Sabtu, 02 Desember 2017 06:22
Ruko-Ruko Nganggur

CATATAN Oleh : Nanang Sulaiman

Nanang Sulaiman

PROKAL.CO, TAHUN 2015  dan 2016 disebut banyak pihak sebagai periode lesunya bisnis properti. Di Kaltim, pasarnya disebut turun hingga 90 persen. Tak hanya residensial atau hunian, namun juga untuk segmen komersial, seperti rumah toko (ruko) dan rumah kantor (rukan).

Turunnya penjualan itu, tentu karena lesunya permintaan. Dalam hukum pasar, kondisi itu tentu berdampak pada pergerakan harga. Jika permintaan turun, maka harga pun berkurang, atau setidaknya tumbuh melambat, atau mungkin stagnan.

Bank Indonesia mencatat, perkembangan indeks harga properti komersial pada triwulan III tahun ini ada di posisi 172,27 poin. angka itu 0,04 persen lebih kecil dibanding kuartal sebelumnya.

Dalam bisnis properti, baik bangunan maupun tanah, penurunan harga tentu bukan hal lazim. Di Samarinda, pada 2011 hingga 2013 lalu, harga properti bahkan bisa naik antara 20-30 persen per tahun.

Penurunan harga properti di Kaltim, tak cuma terjadi pada unit yang dijual. Tarif sewa pun ikut turun, berasa semakin sulitnya mencari konsumen. Belakangan, tak sulit mendapati ruko-ruko, bahkan di lokasi strategis, menganggur dengan sebagian diberi label sebagai tanda sedang dijual.

Dibanding membiarkannya menganggur, dan diam menunggu pembeli atau penyewa dengan harga bagus, para pemilik ruko barangkali bisa “menghidupkan” aset tersebut. Salah satunya, bisa untuk dijadikan wadah bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sebelumnya, penulis turut menjadi salah satu pemilik ruko menganggur di Samarinda. Dua tahun belakangan, memang sangat sulit mengomersialkan properti komersial itu. Jangankan bernegosiasi untuk menyewa, yang menanyakan lowong atau tidaknya ketiga ruko saya pun, tidak ada.

Belakangan, baru terlintas di pikiran bahwa tak ada ruginya memaksimalkan aset itu untuk menggandeng pengusaha-pengusaha yang memang membutuhkan. Tentunya, dengan penawaran kerja sama yang menarik. Bukan lagi dengan skema penyewa dan juragan, seperti sebelumnya.

Selama berlokasi di tempat strategis dan cocok untuk bisnis, tentu tak sulit mencari UMKM yang mau memaksimalkannya. Tak menutup kemungkinan, diaktifkannya ruko-ruko menganggur tersebut, menjadi salah satu penyebab harganya bisa kembali naik.

Kaitannya tentu dalam hal ekspektasi. Meski tak kasat mata, harapan pasar selalu berpengaruh atas pulihnya suatu bisnis. Setidaknya, keterlibatan UMKM untuk mengoptimalkan ruko-ruko menganggur itu, dapat melahirkan kesan bahwa ekonomi kembali pulih.

Beberapa bulan terakhir, tiga ruko di Samarinda milik saya, menjadi lebih hidup dengan adanya aktivitas para pelaku UMKM. Ramainya pengunjung juga menjadi salah satu nilai tambah yang dapat mendongkrak kembali harga ruko tersebut.

Di sisi lain, pemilik ruko seperti saya juga dapat berkontribusi terhadap para pertumbuhan UMKM. Bagi saya, lebih baik dapat untung kecil sembari membantu perekonomian, ketimbang membiarkan aset potensial itu kosong bertahun-tahun. (*/ctr/man/k18)


BACA JUGA

Minggu, 10 Desember 2017 11:28

Perokok Zaman Now

Sudah menjadi kesepakatan dan terbukti, bahwa rokok sangatlah tak baik bagi kesehatan si perokok sendiri…

Jumat, 24 November 2017 07:01

Peluang dan Tantangan Kaltim Tahun Depan

CATATAN: SUHARYONO SOEMARWOTO *) BICARA masalah ekonomi, tak lepas dari aspek mikro dan makro. Banyak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .