MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Jumat, 01 Desember 2017 07:42
Terdakwa Pungli PKL Divonis 8 Bulan, Senyumlah Dia....
DIVONIS BERSALAH: Sumarni dan Agus Salim meninggalkan ruang sidang PN Samarinda, kemarin. (saipul anwar/kp)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Sumarni dan Agus Salim begitu ganar ketika Deky Velix Wagiju menyilakan keduanya bersikap atas putusan perkara yang membelit keduanya. Mengajukan banding, menerima putusan atau pikir-pikir atas vonis delapan bulan pidana penjara dari kasus pungutan liar (pungli) yang membuat keduanya harus merasakan kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Samarinda, kemarin (30/11).

”Apa enggak bisa lebih rendah lagi, Majelis. Saya punya anak kecil,” tutur Sumarni lirih. Namun Deky, ketua majelis hakim yang menangani perkara pungli di Gang Rivai, RT 34, Jalan Lambung Mangkurat, Kelurahan Pelita, Samarinda mengatakan, para terdakwa memiliki tiga hak atas hukuman yang diberikan itu. Yakni mengajukan banding, menerima putusan, atau pikir-pikir selama tujuh hari kerja.

Begitu pula perkara yang menjerat keduanya, lanjut Deky, merupakan delik khusus yang menjadi khalayak perhatian masyarakat. Mengingat, perbuatan keduanya merupakan hasil operasi tangkap tangan (OTT) Tim Sapu Bersih (Saber) Pungli Samarinda. ”Vonis ini hasil musyawarah kami dan dibacakan resmi di persidangan. Tidak bisa diubah lagi,” ucapnya. “Pidana yang dijalani pun dikurangi masa penahanan yang dijalani terdakwa selama persidangan bergulir,” imbuhnya.

Sepintas berpikir, keduanya mengambil opsi pikir-pikir atas vonis delapan bulan penjara tersebut. Keluar Ruang Soebekti, keduanya menghindari beberapa awak media yang menunggu persidangannya dan bergegas kembali ke sel tahanan di PN Samarinda. Dikonfirmasi atas putusan itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Agus Supriyanto memilih sikap serupa, pikir-pikir. ”Kami sudah menyampaikan tuntutan kami pekan lalu. Selebihnya, bergantung pilihan para terdakwa. Jika mengajukan banding, maka akan kami ajukan juga kontra bandingnya,” sebutnya.

Terlepas dari opsi pikir-pikir, Agus mengaku cukup puas dengan diterimanya tuntutan selama delapan bulan pidana penjara yang diajukannya ke hadapan majelis hakim yang diketuai Deky Velix Wagiju didampingi Fery Haryanta dan Parmatoni itu. ”Pas saja, penuntut umum kan  mempertimbangkan hak-hak terdakwa juga,” singkatnya.

Sumarni dan Agus Salim dijerat dengan dakwaan tunggal, yakni Pasal 368 Ayat 1 KUHP tentang Pemerasan terhadap 85 pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di badan jalan Gang Rivai. Pungli sudah dilakukan kedua terdakwa ini sejak 2013. Saat itu, pedagang di Pasar Rahmat, Lambung Mangkurat enggan direlokasi ke Pasar Merdeka di Pelita dan memilih berjualan di lokasi itu.

Perselisihan dengan warga di kawasan itu pun tak terelakkan. Saat itu, Agus Salim yang notabene ketua RT di lokasi itu bermusyawarah dengan warga dan membentuk pengurus PKL yang diketuainya. Setiap pedagang dikenakan iuran sebesar Rp 10 ribu per hari per petak yang rutin dipungut Sumarni, koordinator lapangan. Dalam sebulan, pungutan yang didapat berkisar Rp 18- 20 Juta dan digunakan pengurus PKL untuk beragam kegiatan di warga di daerah itu.

Dari kebersihan, rukun kematian, hingga yasinan ibu-ibu. Dari pendapatan itu pula, Agus Salim menerima honorarium sebesar Rp 500 ribu per bulannya. Sementara Sumarni menerima gaji senilai Rp 1,5 juta per bulannya.

Terpisah, hakim Deky menuturkan, hukuman yang dijatuhkan itu sudah cukup rendah. “Enggak bisa lebih rendah lagi, kami menilai sudah cukup delapan bulan. Apalagi fakta persidangan memang tak bisa dimungkiri,” katanya.

Menurutnya, efek jera putusan tak hanya dilihat dari lamanya vonis yang diberikan. Toh, sambung dia, pendapatan yang diperoleh keduanya dari pungli sejak 2013 itu dinyatakan disita untuk negara dalam amar putusan. ”Jadi, melihatnya jangan hanya dari lamanya putusan. Lihat juga, rekening senilai Rp 135 juta yang dirampas untuk negara. Itu hasil pungli yang dilakukan keduanya,” jelasnya.

“Tapi, itu baru berlaku selepas perkara ini inkrah (berkekuatan hukum tetap),” pungkasnya.  Menilik putusan selama delapan bulan pidana penjara itu, jika diterima keduanya paling lambat pada 7 Desember mendatang (menyesuaikan batas waktu pikir-pikir selama tujuh hari), maka tak butuh waktu lama keduanya akan menghirup udara bebas pada 4 Januari 2018 nanti. Delapan bulan sama dengan 243 hari, sementara keduanya sudah ditahan selama 216 hari sejak pertama kali dijebloskan ke Rutan Klas IIA Sempaja Samarinda pada 9 Mei 2017 lalu. (*/ryu/riz/k15)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 14 Desember 2018 11:00

SUDAH DIDUGA..!! Target Jembatan Kembar Diprediksi Meleset

SAMARINDA - Target penyelesaian Jembatan IV Mahakam atau jembatan kembar…

Jumat, 14 Desember 2018 10:16
Untuk Pertama Kalinya, Penumpukan Penumpang Terjadi di Bandara APT Pranoto

Lengkapi Dong Fasilitas Penerbangan Malam di Bandara APT Pranoto, Biar Ngga Kayak Gini....

SAMARINDA- Untuk pertama kalinya, penumpukan penumpang terjadi di Bandara APT…

Jumat, 14 Desember 2018 08:06

Kalah Judi, Curi Cincin Nikah Sepupu

SAMARINDA - Berselancar di dunia maya, hampir setiap hari dilakukan…

Kamis, 13 Desember 2018 21:54

Nasdem Kaltim Bidik Dua Kursi DPR RI

SAMARINDA - Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Surya Paloh…

Kamis, 13 Desember 2018 06:30

Surya Paloh Dijadwalkan Hadiri Orientasi Caleg NasDem

SAMARINDA–Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh dijadwalkan hadir dalam…

Rabu, 12 Desember 2018 21:03

Jaringan Pengedar Sabu Kutai Timur Dibongkar, Mobil dan Motor Disita

Samarinda - Jajaran Badan Narkotika Nasional Provinsi Kaltim membongkar jaringan…

Rabu, 12 Desember 2018 21:00

Tower Lampu Hias di Taman Samarendah Ternyata Sumbangan XL

SAMARINDA- - Tower lampu hias di bagian tengah Taman Samarendah…

Rabu, 12 Desember 2018 09:18

Rapat 30 Menit, Inspektur Tambang Dapat Pembagian Laptop

SAMARINDA - Menindak lanjuti tuntutan Komite Lawan Tambang yang berunjuk…

Rabu, 12 Desember 2018 08:20

Tersangka Kasus Pasar Baqa Bertambah

SAMARINDA – Jumlah tersangka dalam dugaan korupsi pembangunan Pasar Baqa…

Senin, 10 Desember 2018 21:48

Mahasiswa Nyerocos dan Mengejek, Wagub Sempat Berang

SAMARINDA  - Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi merasa berang terhadap…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .