MANAGED BY:
MINGGU
23 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Jumat, 01 Desember 2017 07:42
Terdakwa Pungli PKL Divonis 8 Bulan, Senyumlah Dia....
DIVONIS BERSALAH: Sumarni dan Agus Salim meninggalkan ruang sidang PN Samarinda, kemarin. (saipul anwar/kp)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Sumarni dan Agus Salim begitu ganar ketika Deky Velix Wagiju menyilakan keduanya bersikap atas putusan perkara yang membelit keduanya. Mengajukan banding, menerima putusan atau pikir-pikir atas vonis delapan bulan pidana penjara dari kasus pungutan liar (pungli) yang membuat keduanya harus merasakan kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Samarinda, kemarin (30/11).

”Apa enggak bisa lebih rendah lagi, Majelis. Saya punya anak kecil,” tutur Sumarni lirih. Namun Deky, ketua majelis hakim yang menangani perkara pungli di Gang Rivai, RT 34, Jalan Lambung Mangkurat, Kelurahan Pelita, Samarinda mengatakan, para terdakwa memiliki tiga hak atas hukuman yang diberikan itu. Yakni mengajukan banding, menerima putusan, atau pikir-pikir selama tujuh hari kerja.

Begitu pula perkara yang menjerat keduanya, lanjut Deky, merupakan delik khusus yang menjadi khalayak perhatian masyarakat. Mengingat, perbuatan keduanya merupakan hasil operasi tangkap tangan (OTT) Tim Sapu Bersih (Saber) Pungli Samarinda. ”Vonis ini hasil musyawarah kami dan dibacakan resmi di persidangan. Tidak bisa diubah lagi,” ucapnya. “Pidana yang dijalani pun dikurangi masa penahanan yang dijalani terdakwa selama persidangan bergulir,” imbuhnya.

Sepintas berpikir, keduanya mengambil opsi pikir-pikir atas vonis delapan bulan penjara tersebut. Keluar Ruang Soebekti, keduanya menghindari beberapa awak media yang menunggu persidangannya dan bergegas kembali ke sel tahanan di PN Samarinda. Dikonfirmasi atas putusan itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Agus Supriyanto memilih sikap serupa, pikir-pikir. ”Kami sudah menyampaikan tuntutan kami pekan lalu. Selebihnya, bergantung pilihan para terdakwa. Jika mengajukan banding, maka akan kami ajukan juga kontra bandingnya,” sebutnya.

Terlepas dari opsi pikir-pikir, Agus mengaku cukup puas dengan diterimanya tuntutan selama delapan bulan pidana penjara yang diajukannya ke hadapan majelis hakim yang diketuai Deky Velix Wagiju didampingi Fery Haryanta dan Parmatoni itu. ”Pas saja, penuntut umum kan  mempertimbangkan hak-hak terdakwa juga,” singkatnya.

Sumarni dan Agus Salim dijerat dengan dakwaan tunggal, yakni Pasal 368 Ayat 1 KUHP tentang Pemerasan terhadap 85 pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di badan jalan Gang Rivai. Pungli sudah dilakukan kedua terdakwa ini sejak 2013. Saat itu, pedagang di Pasar Rahmat, Lambung Mangkurat enggan direlokasi ke Pasar Merdeka di Pelita dan memilih berjualan di lokasi itu.

Perselisihan dengan warga di kawasan itu pun tak terelakkan. Saat itu, Agus Salim yang notabene ketua RT di lokasi itu bermusyawarah dengan warga dan membentuk pengurus PKL yang diketuainya. Setiap pedagang dikenakan iuran sebesar Rp 10 ribu per hari per petak yang rutin dipungut Sumarni, koordinator lapangan. Dalam sebulan, pungutan yang didapat berkisar Rp 18- 20 Juta dan digunakan pengurus PKL untuk beragam kegiatan di warga di daerah itu.

Dari kebersihan, rukun kematian, hingga yasinan ibu-ibu. Dari pendapatan itu pula, Agus Salim menerima honorarium sebesar Rp 500 ribu per bulannya. Sementara Sumarni menerima gaji senilai Rp 1,5 juta per bulannya.

Terpisah, hakim Deky menuturkan, hukuman yang dijatuhkan itu sudah cukup rendah. “Enggak bisa lebih rendah lagi, kami menilai sudah cukup delapan bulan. Apalagi fakta persidangan memang tak bisa dimungkiri,” katanya.

Menurutnya, efek jera putusan tak hanya dilihat dari lamanya vonis yang diberikan. Toh, sambung dia, pendapatan yang diperoleh keduanya dari pungli sejak 2013 itu dinyatakan disita untuk negara dalam amar putusan. ”Jadi, melihatnya jangan hanya dari lamanya putusan. Lihat juga, rekening senilai Rp 135 juta yang dirampas untuk negara. Itu hasil pungli yang dilakukan keduanya,” jelasnya.

“Tapi, itu baru berlaku selepas perkara ini inkrah (berkekuatan hukum tetap),” pungkasnya.  Menilik putusan selama delapan bulan pidana penjara itu, jika diterima keduanya paling lambat pada 7 Desember mendatang (menyesuaikan batas waktu pikir-pikir selama tujuh hari), maka tak butuh waktu lama keduanya akan menghirup udara bebas pada 4 Januari 2018 nanti. Delapan bulan sama dengan 243 hari, sementara keduanya sudah ditahan selama 216 hari sejak pertama kali dijebloskan ke Rutan Klas IIA Sempaja Samarinda pada 9 Mei 2017 lalu. (*/ryu/riz/k15)


BACA JUGA

Minggu, 23 September 2018 12:00

Anggota DPRD Pelaku Persekusi Itu Ngga Mau Minta Maaf

PUBLIK tampaknya sudah telanjur kecewa dengan tindakan tiga oknum anggota dewan dari fraksi PDI Perjuangan.…

Sabtu, 22 September 2018 01:30

Pelaku Persekusi Itu Curhat ke MUI, Ini Kata Ketua MUI

SAMARINDA  -  Videopersekusi yang melibatkan tiga kader PDI Perjuangan di Samarinda sudah…

Sabtu, 22 September 2018 01:27

SPG Gagal Menikah karena Pesta Sabu

SAMARINDA  –   Malam telah larut pada Kamis (21/9). Perempuan berambut sepinggang berjalan…

Sabtu, 22 September 2018 01:25

Korban Persekusi Akan Diperiksa

SEMENTARA itu, meski belum ada kejelasan terkait laporan korban persekusi, Polresta Samarinda tak tinggal…

Sabtu, 22 September 2018 01:24

Anggota DPRD Lakukan Persekusi, BK Jamin Bertindak Tegas

BADAN  Kehormatan (BK) DPRD Samarinda memastikan akan melibatkan kepolisian dalam menyikapi dugaan…

Sabtu, 22 September 2018 01:23

Tak Ada Penyambungan Baru Tahun Ini

SAMARINDA  –  Hingga akhir tahun ini, direksi PDAM Balikpapan memastikan tak akan menambah…

Sabtu, 22 September 2018 01:19

Henna Tema Kaltim Mencuri Perhatian

HENNA merupakan bagian dari tradisi pernikahan. Memperindah tangan dengan desain nan cantik. Meski begitu,…

Jumat, 21 September 2018 08:51

MUI Minta Politisi PDIP Itu Minta Maaf

SAMARINDA – Kredibilitas DPRD Samarinda tengah diuji oleh ulah tiga anggotanya. Yakni Ahmad Vananzda,…

Jumat, 21 September 2018 08:48

Kriminlog: Aparat Jangan Terkesan Berpihak

KASUS dugaan persekusi yang menyeret tiga anggota DPRD Samarinda dari Fraksi PDI Perjuangan memasuki…

Jumat, 21 September 2018 08:47

Polemik Data Janda dan Duda Tak Valid

SAMARINDA – Sebuah pesan berantai di aplikasi WhatsApp (WA) membuat Pengadilan Agama Klas II Samarinda…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .