MANAGED BY:
MINGGU
17 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Kamis, 30 November 2017 19:37
Begini Cara Fee Proyek e-KTP Mengalir ke Setya Novanto

PROKAL.CO, Makin terang saja keterlibatan Ketua DPR Setya Novanto dalam kasus korupsi e-KTP. Pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogongmembuka keterlibatan Setya Novanto dalam patgulipat proyek ini. Andi yang kini menjadi terdakwa kasus e-KTP, mengaku pernah diminta Novanto agar menyerahkan fee untuk anggota DPR melalui pengusaha bernama Made Oka Masagung.

Menurut Andi, ada fee USD 7 juta untuk para anggota DPR periode 2009-2014. Uangnya berasal dari para kontraktor e-KTP yang ditransfer ke rekening Oka Masagung.

Andi mengungkapkan itu ketika menjalani persidangan dengan agenda pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (30/11). Ihwal adanya pemberian uang itu berawal pada 2011 ketika Irman selaku Dirjen Dukcapil Kemendagri ditagih oleh ketua Komisi II DPR saat itu, Chairuman Harahap, soal komitmen fee 5 persen.

Penagihan itu dilakukan tak lama setelah DPR menyetujui anggaran proyek e-KTP sebesar Rp 5,9 triliun. Irman lantas melaporkan tagihan dari Chairuman kepada Andi Narogong dan Direktur PT Sandipala Artaputra Paulus Tanos.

"Atas penagihan itu, Paulus dan saya diundang ke Equity Tower kantor Pak Setya Novanto. Di situ ada Chairuman, ada Tanos dan Pak Novanto. Waktu itu mereka (Novanto dan Chairuman) tagih realisasi lima persen," kata Andi.

Andi mengaku kenal dengan Masagung juga dari Novanto. Menurutnya, Novanto menyebut Masagung sebagai orang yang akan mengurus jatah fee e-KTP untuk anggota DPR.

Setelah Novanto dan Chairuman menagih fee, Andi lantas menggelar pertemuan dengan Paulus Tanos, bos PT Quadra Solution Anang Sugiana, serta Johannes Marliem selaku direktur PT Biomorf. Mereka lantas menyatakan bersedia merealisasi komitmen fee sebagaimana yang ditagihkan.

Andi mengungkapkan, dari pertemuan itu, Marliem kemudian mentransfer uang USD 7 juta secara bertahap ke rekening milik Made Oka Masagung. "Marliem melalui Biomorf lalu akan ditransfer ke rekening Oka di Singapura," ungkapnya.

Setelah pengiriman uang, Andi pun langsung melaporkannya kepada Irman dan Sugiharto. Namun, dia mengaku tak tahu apakah Oka Masagung sudah mendistribusikan uang itu kepada anggota DPR.

"Dilaporkan bersama ke Irman dan Sugiharto. Lalu enggak ada tagihan lagi dari DPR. Saat tidak ada yang tagih kita anggap semua sudah terdistribusi," pungkasnya.(put/ce1/JPC)


BACA JUGA

Sabtu, 16 Desember 2017 16:27

Namanya Hilang dari Penerima Aliran e-KTP, Begini Kata Ganjar Pranowo

Nama Gubernur Jateng Ganjar Pranowo sempat disebut-sebut ikut menerima aliran dana e-KTP.  Belakangan…

Sabtu, 16 Desember 2017 16:15

Gempa di 3 Provinsi, Jokowi Tak Bisa Tidur

Gempa yang mengguncang 3 provinsi di Pulau Jawa, yakni di Jawa Barat,  Jawa Tengah dan Jokgjakarta, Jumat…

Sabtu, 16 Desember 2017 16:06

Hina Jokowi, Dokter Wanita Dibekuk

Meski banyak yang terbekuk gara-gara menyebar ujaran kebencian, masih saja banyak pihak melakukannya.…

Sabtu, 16 Desember 2017 16:01

Perlu Hidayah Agar Setnov Buka-bukaan e-KTP

Supaya jadi terang benderang, Setya Novanto (Setnov) harus buka-bukaan soal kasus megakorupsi e-KTP.…

Jumat, 15 Desember 2017 11:29

MENGEJUTKAN..!! Ini Sebabnya Suami Mutilasi dan Bakar Istri Sendiri

KARAWANG- Satreskrim Polres Karawang berhasil mengungkap kasus pembunuhan sadis disertai mutilasi yang…

Jumat, 15 Desember 2017 08:15

Infrastruktur Belum Katrol Pertumbuhan Ekonomi

JAKARTA – Tahun depan perekonomian diproyeksi masih tumbuh moderat. Gencarnya pembangunan infrastruktur…

Kamis, 14 Desember 2017 20:33

KOK TEGA YA..? Begini Kronologi Suami Mutalasi Istri Sendiri

Satreskrim Polres Karawang akhirnya menangkap Muhammad Kholili (24) yang tega membunuh dan memutilasi…

Kamis, 14 Desember 2017 20:31

SADIS BIN KEJAM..!! Suami Mutilasi Istri, Mayatnya Dibakar dan Dibuang

KARAWANG- Satreskrim Polres Karawang berhasil mengungkap kasus pembunuhan sadis disertai mutilasi yang…

Rabu, 13 Desember 2017 19:20

Kaum Radikal Diyakini Dukung Lawan Jokowi di 2019

Siapa lawan Jokowi pada Pilpres 2019 belum jelas. Namun yang pasti, siapapun lawan tersebut, dukungan…

Rabu, 13 Desember 2017 19:14

Anehnya Setnov, Bisa Jalan Tak Bisa Bicara

Setya Novanto membuat hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta kebingungan. Khususnya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .