MANAGED BY:
SENIN
22 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Kamis, 30 November 2017 08:35
Vonis Batal karena Terdakwa Gagal Dijemput

Perkara Pungli PKL di Lambung Mangkurat

-Ilustrasi

PROKAL.CO, SAMARINDA Dugaan pungutan liar (pungli) ke pedagang kaki lima (PKL) di Gang Rivai, RT 34, Jalan Lambung Mangkurat, Kelurahan Pelita, Samarinda, sejatinya memasuki agenda pembacaan vonis di Pengadilan Negeri (PN) Samarinda, Rabu (29/11). Namun, perkara yang menjerat Agus Salim, ketua RT 34 dan Sumarni, stafnya, tak terlaksana. Lantaran proses penjemputan tahanan dari Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIA Sempaja, Samarinda gagal terjadi.

Tak pelak, sidang pun terpaksa ditunda. Padahal, majelis hakim yang menangani perkara ini, Deky Velix Wagiju didampingi Fery Haryanta dan Parmatoni telah merampungkan putusan untuk kedua terdakwa itu. ”Ya, mau bagaimana lagi terdakwa gagal dijemput makanya harus ditunda saja,” ucap Deky kepada awak media ini, kemarin. Penundaan yang ditempuhnya setelah bermufakat dengan dua hakim anggota. Pembacaan putusan untuk Agus Salim dan Sumarni akan dibacakan hari ini (30/11).

”Sehari saja, lagian hakim anggota juga sidang tipikor (tindak pidana korupsi). Jika tak komplet jelas tak bisa digelar juga,” sambungnya. Diketahui, pada 22 November lalu, Agus Salim dan Sumarni dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Agus Supriyanto dari Kejari Samarinda selama delapan bulan pidana penjara dengan Pasal 368 Ayat 1 KUHP tentang pemerasan juncto Pasal 55 Ayat 1(1) KUHP.

Dari kasus itu, pungli sudah dilakukan kedua terdakwa ini sejak 2013. Saat itu, pedagang di Pasar Rahmat, Lambung Mangkurat enggan direlokasi ke Pasar Merdeka di Pelita. Sebanyak 85 PKL justru memilih berjualan di atas badan jalan Gang Rivai. Perselisihan dengan warga di kawasan itu pun tak terelakkan. Saat itu, Agus Salim yang notabene ketua RT di lokasi itu bermusyawarah dengan warga dan membentuk pengurus PKL yang diketuainya.

Setiap pedagang, dikenakan iuran sebesar Rp 10 ribu per hari per petak yang rutin dipungut Sumarni selaku koordinator lapangan. Dalam sebulan, pungutan yang didapat berkisar Rp 18-20 juta dan digunakan pengurus PKL untuk beragam kegiatan di Gang Rivai. Dari kebersihan, rukun kematian, hingga yasinan ibu-ibu. Dari pendapatan itu pula, Agus Salim menerima honorarium sebesar Rp 500 ribu per bulannya. Sementara Sumarni menerima gaji senilai Rp 1,5 juta per bulannya.

Terpisah, JPU Agus Supriyanto yang dikonfirmasi Kaltim Post mengaku, tak bisa berbuat banyak atas penundaan vonis. Mengingat padatnya jadwal persidangan yang berjalan di PN Samarinda. Baik pidana umum hingga perkara korupsi. Informasi yang dihimpun awak media ini, ada 105 perkara pidana umum dan 17 kasus korupsi yang harus disidangkan kemarin. ”Besok (hari ini) dibacakan. Kami (JPU) enggak bermaksud mengulur prosesnya kok. Hari ini saja saya sendiri harus menyidangkan 15 perkara,” sebutnya.

Saat hendak dijemput, pihak Rutan Klas IIA Sempaja, Samarinda, menolak karena telah lewat batas waktu pengambilan. ”Biasanya paling lambat kami ambil pukul 14.00 Wita. Tapi, tadi baru bisa dijemput sekitar pukul 15.30 Wita,” tutupnya. Adapun Humas PN Samarinda, AF Joko Sutrisno menuturkan banyaknya jumlah perkara yang disidangkan di PN Samarinda membuat proses penjemputan terdakwa dari rutan dan ditahan sementara di sel sementara PN dibuat bertahap.

”Sel tahanan di sini (PN Samarinda) kan hanya muat untuk 60 orang. Sementara sidang bisa lebih dari itu. Belum lagi, satu perkara bisa lebih dari seorang terdakwanya. Makanya kita minta diambil bertahap saja,” tuturnya. “Jika sudah disidangkan, langsung dikembalikan ke rutan dan ambil tahanan selanjutnya,” imbuhnya. (*/ryu/riz/k15)


BACA JUGA

Minggu, 21 Januari 2018 11:05

Barang Milik Orang Lain

Bebasnya Febriadi alias Febi dari tuntutan selama 17 tahun pidana penjara di Pengadilan Negeri (PN)…

Jumat, 19 Januari 2018 12:17

Tersedia 3 Ribu Vial Vaksin

Pemkot Samarinda sangat menyeriusi penanganan penyebaran difteri. Sampai saat ini, pemkot menyediakan…

Jumat, 19 Januari 2018 12:16

Sabu di Samarinda Lebih Murah

Perang terhadap narkoba terus digaungkan. Rabu (17/1) sekitar pukul 21.00 Wita, tim khusus Badan Narkotika…

Jumat, 19 Januari 2018 12:15

Pakai Seragam Perusahaan saat Beraksi

SAMARINDA – Jika beberapa hari terakhir layanan internet (Indihome) dan sambungan telepon Anda…

Jumat, 19 Januari 2018 12:14
Program Jaksa Menyapa Gandeng Kaltim Post

Laporan Kinerja biar Bisa Dikontrol Masyarakat

Kejaksaan punya cara baru agar semakin diketahui masyarakat. Melalui program Jaksa Menyapa, diharapkan,…

Kamis, 18 Januari 2018 09:54

Ratusan PSK Belum Dipulangkan

SAMARINDA – Program pemulangan ribuan pekerja seks komersial se-Kaltim ternyata tak berjalan.…

Kamis, 18 Januari 2018 09:53

PNBP Dialihkan Tanpa Revisi Dianggap Melanggar

SAMARINDA – Dugaan penyimpangan dana pendapatan nasional bukan pajak (PNBP) di Fakultas Pertanian…

Kamis, 18 Januari 2018 09:50

Diduga Mira Tewas Diracun

SAMARINDA – Di permukiman padat penduduk, Jalan Gerilya, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan…

Kamis, 18 Januari 2018 09:49

Alasan Mau Bangun Perumahan

SAMARINDA – Aparat penegak hukum “pasang” mata dan telinga untuk membongkar praktik…

Rabu, 17 Januari 2018 10:55
Hasil Tes Kesehatan Balon Kepala Daerah

Jangan Harap Detailnya

SAMARINDA – Hasil pemeriksaan kesehatan empat pasang bakal calon gubernur (cagub) dan calon wakil…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .