MANAGED BY:
MINGGU
17 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Kamis, 30 November 2017 07:40
Fokus Infrastruktur Dasar

Selisik APBD Kutim 2018

Ismunandar

PROKAL.CO, Defisit anggaran pemerintah daerah belum berakhir. Ini membuat pejabat Pemkab Kutai Timur (Kutim) adu cerdik mengusulkan program melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masing-masing agar teralokasi dalam APBD 2018. Bupati Kutim Ismunandar berulang kali menyampaikan bahwa anggaran tahun depan mengutamakan infrastruktur dasar.

ANGGARAN Pendapatan dan BelanjaDaerah (APBD) di Kutim 2018 telah dirancang sebesar Rp 3,3 triliun. Namun, setelah dibahas lebih detail antara Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dengan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kutim, nilainya turun signifikan. Ada penyesuaian di sana-sini dan sampai kemarin (29/11) telah ditemukan angka ideal untuk APBD Kutim 2018 sebesar Rp 2,5 triliun.

Tapi, itu masih sebatas proyeksi berdasarkan ketentuan dari Kementerian Keuangan RI. Rencananya, angka yang disepakati TAPD dengan Banggar itu akan disahkan hari ini melalui rapat paripurna. Namun, para pimpinan OPD mesti tetap rajin-rajin koordinasi dengan DPRD untuk memastikan anggaran yang diusulkan terakomodasi.

Ditinjau dari item dana bagi hasil (DBH), Kutim mendapat Rp 1,4 triliun. Angkanya jauh merosot dibanding 2017 sebesar Rp 2,4 triliun. Sedangkan dana alokasi umum (DAU) sebesar Rp 515 miliar, juga lebih kecil dari DAU 2017 sebesar Rp 545 miliar. Melihat beban pembiayaan yang semakin berat, Bupati Kutim Ismunandar mengatakan, APBD tahun depan akan difokuskan kembali untuk pembangunan infrastruktur dasar, seperti perbaikan dan peningkatan akses jalan di kecamatan yang jauh dari pusat pemerintahan.

“Yang jelas, APBD 2018 untuk memenuhi pembangunan yang paling sering dikeluhkan masyarakat di daerah hulu. Seperti jalan mau masuk ke Kecamatan Batu Ampar. Kedua, jalan menuju Muara Bengkal dan Muara Ancalong, termasuk jalan akses ke Karangan. Ini sudah ditender dengan MYC (multiyears contract),” ungkap dia. 

Menurutnya, telah dikucurkan dana Rp 76 miliar untuk akses Desa Benua Baru ke Desa Ngayau, lalu Rp 57 miliar untuk Desa Ngayau ke Melupang, dan Rp 50 miliar dari Desa Batu Balai ke Kecamatan Long Mesangat. Kebutuhan dasar lainnya, yakni fasilitas kesehatan yang akan menjadi perhatian Pemkab. Supaya pelayanan sejumlah puskesmas di Kutim bisa maksimal.

Untuk diketahui, saat ini jumlah puskesmas di Kutim 21 unit. Tapi, hanya empat puskesmas yang memiliki dokter spesialis, yakni Teluk Pandan, Teluk Lingga, Tepian Indah, dan Kaliorang. Secara keseluruhan, masih memerlukan 11 dokter spesialis. Hal lain yang menjadi perhatian Pemkab, lanjut Ismunandar, yakni meningkatkan pendidikan pada sarana-prasarananya. “Adapun 20 persen dana yang diwajibkan untuk pendidikan dari APBD, itu diutamakan untuk gaji guru,” tandasnya. 

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kutim Irawansyah menambahkan, saat ini pembahasan RAPBD 2018 masih berjalan. Tema utamanya adalah peningkatan produksi ketahanan pangan dari pertanian. Fokus masalah infrastruktur dasar adalah sesuai dengan visi misi pemerintah, Bupati Ismunandar bersama Wakil Bupati Kasmidi Bulang.  

“Jadi, ada dialokasikan dari APBD 2018 itu 10 persen untuk sektor pertanian, pendidikan 20 persen, kesehatan 10 persen, dan infrastruktur fisik jalan di atas 20 persen,” ulasnya.

Cakupan pelayanan air bersih pemerintah melalui PDAM Tirta Tuah Benua baru sekira 29 persen di 18 kecamatan se-Kutim. Sementara standar nasional, pelayanan air bersih minimal 69 persen. Menurut Irawansyah, ada investor swasta yang menawarkan kerja sama memberi pendanaan untuk pembangunan instalasi pengolahan air bersih (IPA). Namun, belum terealisasi.

Mengenai pemenuhan kebutuhan listrik di sejumlah kecamatan juga masih kurang. Tapi, khusus Sangatta, mulai teratasi. Kebutuhan pada beban puncak mencapai 18 MW, sementara daya yang tersedia 8 MW suplai dari jaringan Teluk Pandan dan sisanya dari pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) sebesar 11 MW. Ada juga bantuan excess power atau kelebihan listrik dari PT Kaltim Prima Coal (KPC) 3x18 MW.

Sementara utang Pemkab, masih ada tersisa untuk dilunasi tahun depan. Ada pembebasan lahan yang menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), yaitu lahan untuk proyek jalan/drainase. “Itu sudah selesai dikerjakan, lalu dialihkan ke APBD 2018 untuk dibayar,” jelas dia.  

Untuk kegiatan pengembangan swasembada pangan, akan disinergikan dengan menggerakkan perusahaan badan usaha milik desa (BUMDes), dibantu alokasi dana desa (ADD). Target utamanya, Kutim bisa swasembada beras pada 2021. “Target jangka pendek, kami ingin kembangkan produk pertanian lokal dari masyarakat, seperti singkong gajah, jagung, hingga kakao. Kami akan berupaya menambah pasarnya di luar Kutim,” tandasnya.

Diwawancarai terpisah, Wakil Ketua DPRD Kutim Encek UR Firgasih mengatakan, dirinya telah mengusulkan kepada Pemkab untuk melakukan pengembangan pertanian di Kutim. Dana Rp 1 miliar disalurkan melalui Perhimpunan Penyuluh Pertanian (Perhiptani) Kutim untuk kegiatan penyuluhan pengembangan agrobisnis di sejumlah kecamatan. Berdasarkan data Dinas Perkebunan Kaltim pada 2016, kebun sawit di Kutim mencapai 450 ribu hektare dengan jumlah produksi 5 juta ton. Dari sektor ini, menampung 71,6 ribu tenaga kerja. (mon/kri/k11)


BACA JUGA

Senin, 11 Desember 2017 09:25

Vonis Tumpul para Koruptor

Korupsi serupa sampar yang tak kunjung memberi waras. Efek jera dari putusan peradilan nyatanya tak…

Senin, 11 Desember 2017 09:22

Alat Bukti Belum Bisa Membawa Keyakinan

RASUAH tak mungkin berdiri sendiri. Namun, tak sedikit kasus yang bergulir ke meja hijau hanya menyajikan…

Senin, 11 Desember 2017 08:35

Berebut Rekomendasi Jelang Pendaftaran

Konstelasi politik jelang Pemilihan Bupati (Pilbup) Penajam Paser Utara (PPU) 2018 mulai menghangat.…

Kamis, 07 Desember 2017 07:33

Masih Ada yang Tinggal di Lereng Gunung

TANA PASER – Lokasi Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Dusun Pasero, RT 05, Desa Kerang Dayu, Kecamatan…

Kamis, 07 Desember 2017 07:31

Masuk Radar Kejaksaan

TANA PASER – Proyek pembangunan rumah untuk Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Dusun Pasero, RT…

Kamis, 07 Desember 2017 07:30

Kades: Warga Sudah Huni Rumah Adat

PROTES warga terhadap kondisi rumah dari proyek Kementerian Sosial (Kemensos) untuk pemberdayaan Komunitas…

Rabu, 06 Desember 2017 07:45

Nasib Kesultanan Paser di Zaman Sekarang

Sejarah panjang Kerajaan Paser telah berakhir 1906 silam. Setelah Pangeran Mangku Jaya Kesuma gelar…

Rabu, 06 Desember 2017 07:39

Ini Riwayat Sultan Terakhir Kerajaan Paser

KEPEMIMPINAN sultan terakhir (kesebelas) jatuh pada masa pemerintahan Pangeran Mangku Jaya Kesuma gelar…

Kamis, 30 November 2017 07:38

Mahyunadi: Perhatikan Utang

LEGISLATOR mendukung program Pemkab di APBD Kutim 2018. Tapi, penyelenggara anggaran diwanti-wanti agar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .