MANAGED BY:
JUMAT
15 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Minggu, 26 November 2017 07:49
Investasikan Gaji hingga Cuti

Siasat Hilangkan Rasa Jenuh saat Kerja

PROKAL.CO, Para pekerja, khususnya generasi millennial yang kini berusia 16–34 tahun cepat merasa bosan dan jenuh. Hal itu membuat mereka memutuskan berhenti bekerja dan mulai berwirausaha.

KONDISI tersebut tergambar dari hasil survei yang dilakukan Tim Riset Kaltim Post. Sebanyak 74,7 persen para pekerja millennial menjawab “Ya” ketika ditanya tentang niat mereka untuk berhenti bekerja. Ada beberapa alasan sehingga mereka memutuskan sikap itu.

Sebanyak 40 persen beralasan karena pendapatan yang minim. Kemudian 25,5 persen kerena tingkat jenuh yang tinggi dengan pekerjaannya saat ini. Hanya 22,7 persen yang ingin berhenti bekerja karena alasan pekerjaannya sekarang tidak sesuai dengan keahlian. Sisanya 11,8 persen karena merasa terlalu banyak tekanan di tempat kerja.

Namun, masih ada 25,3 persen dari para pekerja generasi millennial yang ingin bertahan dengan pekerjaannya saat ini. Mereka mayoritas bekerja dengan menginvestasikan gajinya untuk menjadi modal usaha pada masa mendatang. Investasi itu 38,1 persen ditanamkan generasi millennial melalui emas. Kemudian sebanyak 36,1 persen melalui investasi tanah, dan sebanyak 25,8 persen melalui investasi tabungan.

Koordinator Tim Riset Kaltim Post Rizky Rizkyawandy menyebut, survei dilakukan kepada 110 responden yang berasal dari Samarinda dan Balikpapan. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian yakni purposive sampling. Mayoritas sampel merupakan karyawan swasta sebanyak 68,2 persen dan pegawai negeri sipil (PNS) 29,1 persen.

“Kami menemukan 76,4 persen pekerja dari generasi millennial cepat jenuh dengan pekerjaannya saat ini,” beber pria yang akrab disapa Wandy tersebut.

Dari hasil survei itu, tambah dia, pekerja generasi millennial menyiasati jenuh dengan sejumlah cara. Sebanyak 38,2 persen di antaranya mengambil cuti kerja. Kemudian 18,2 persen dengan mendengarkan musik. Lalu, 13,6 persen lagi menyiasati dengan bermain game di smartphone. (lihat grafis)

“Mereka yang tak tahan dengan kejenuhan itu memutuskan berhenti bekerja. Mereka mencoba peruntungan dengan memulai usaha. Hasil survei kami 48,5 persen atau mayoritas di antara mereka memilih usaha di bidang kuliner,” paparnya.

Dia menyebut, survei yang dilakukan Tim Riset Kaltim Post menggunakan teknik pengambilan sampel nonprobabilitas. Artinya, peluang setiap orang untuk terpilih menjadi sampel tidak sama.

Dalam teknik sampling nonprobabilitas perhitungan margin of error tidak dicantumkan. Meski demikian, sebut dia, hasil survei ini tidak dimaksudkan untuk mewakili seluruh pendapat masyarakat umum yang telah bekerja di Samarinda dan Balikpapan. “Tujuannya untuk melihat persepsi generasi millennial di tempat kerja yang kerap jenuh dan bosan, serta cara mereka mengatasinya,” pungkas dia.

Psikolog dari Biro Psikologi Mata Hati Samarinda Yulia Wahyu Ningrum mengatakan, ada banyak faktor yang menyebabkan kejenuhan. Seperti disebabkan pekerjaannya tidak sesuai dengan karakter si pegawai.

Misalnya, ujar dia, pekerja tersebut tipe out door atau yang berhubungan dengan orang banyak, ramai, dan dinamis. Tapi ditempatkan di bagian gudang atau admin, dengan pimpinan yang terlalu kaku dan kurang mampu mengakomodasi kemampuan, serta bakat atau ide-ide kreatif bawahannya. “Sementara gaji kurang. Tidak sesuai dengan beban pekerjaannya yang banyak,” sebut Yulia.

Penyebab kejenuhan berikutnya, menurut dia, karena penghargaan yang kurang dari pimpinan. Pekerja sudah loyal dan berdedikasi besar dengan lembur, banyak menghasilkan laba, namun tetap saja kurang dihargai atasan atau perusahaan. Sementara perusahaan hanya mengukur dari absen semata. Pimpinan perusahaan sama sekali tidak mempertimbangkan dedikasi pekerja tersebut.

“Parahnya kondisi itu ditambah dengan pimpinan yang cuek dan kurang memahami keperluan bawahan. Bahkan, hanya memberikan punishment tanpa diberikan reward. Akhirnya staf jadi lelah, stres, dan depresi karena tak tahu harus berbuat apa. Akhirnya ya berhenti kerja,” paparnya.

Tak berhenti sampai di situ. Disebutkannya, perilaku atasan yang tidak adil atau kurang mampu melihat kompetensi bawahan turut menjadi penyebab. Misalnya yang selalu mendapat jatah perjalanan dinas selalu orang sama.

Kemudian minimnya jenjang karier yang jelas. Pegawai bertahun-tahun hanya jadi staf di tempat dan posisi yang sama tanpa ada perubahan atau mutasi, rolling atau promosi.  Sehingga, dia pastikan pegawai yang di posisi dan tempat sama yang lebih dari empat tahun bakal jenuh. Terutama di ruangan dengan dekorasi yang sama berpuluh tahun. Bahkan, membuat karyawan mudah emosi dan stres.

“Tidak sedikit pimpinan memperlakukan pekerja tidak adil. Mereka bekerja puluhan tahun, namun ketika melakukan kesalahan pimpinan langsung marah atau memberikan punishment berat. Padahal hanya kesalahan kecil. Marah tanpa mempertimbangkan hal baik lainnya,” tuturnya.

Demi menghindari kejenuhan tersebut, dia menyarankan, perusahaan harus mampu menyesuaikan karyawan dengan pekerjaan yang tepat. Sesuai dengan passion si karyawan. Caranya melalui proses rekrutmen yang benar. Job fit. Itu penting untuk menyesuaikan karakter atau kepribadian karyawan dengan pekerjaan yang ada.

Kemampuan yang sesuai kompetensi karyawan akan membuat pekerja lebih bertanggung jawab. “Misalnya si A memiliki IQ di atas rata-rata normal. Mereka banyak ide dan kreatif. Namun bekerjanya sebagai administrasi dengan pola kerja yang harus menyesuaikan dengan pimpinan. Semua ide yang dimiliki harus izin pimpinan. Mereka sudah pasti jenuh,” pungkasnya. (*/him/rom/k9)


BACA JUGA

Kamis, 14 Desember 2017 09:27
Putusan Bebas Abun dan Elly, Jaksa Masih Buat Telaah Hukum

Sekarang Giliran KPK

SAMARINDA – Putusan Pengadilan Negeri (PN) Samarinda yang membebaskan Hery Susanto Gun alias Abun…

Kamis, 14 Desember 2017 09:23

Antisipasi Manuver di Sidang Setnov

JAKARTA – Setya Novanto (Setnov) tidak bisa berkelit ketika ketua majelis hakim Pengadilan Tipikor…

Kamis, 14 Desember 2017 09:19

Balsam Terkesan Panas, Berintan Berpeluang

Jalan Tol Balikpapan-Samarinda belum beroperasi. Singkatan Balsam sudah melekat di proyek yang ditarget…

Kamis, 14 Desember 2017 09:16

Sembilan Suspek Difteri di Kaltim

SAMARINDA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendapat laporan 11 provinsi tentang kejadian luar…

Kamis, 14 Desember 2017 09:14

Masuk Lebih 2 Ribu Setruk

ANTUSIASME tinggi ditunjukkan publik untuk mengikuti program Strukvaganza. Buktinya, jumlah setruk yang…

Kamis, 14 Desember 2017 09:13

Hasil Tangan Kreatif Perempuan Gaza yang Jadi Senjata Diplomasi

Sejumlah tokoh publik di Tanah Air mengirimkan dukungan mereka ke Palestina lewat syal. Ada cerita perjuangan…

Rabu, 13 Desember 2017 09:37

Tak Terbukti Memeras, Abun Bebas

SAMARINDA – Perkara dugaan pemerasan di Terminal Peti Kemas (TPK) Palaran yang disidangkan di…

Rabu, 13 Desember 2017 09:27
Golkar Kaltim Belum Tentukan Arah Dukungan

Pasang Kriteria Ketum Baru

SAMARINDA – Partai Golkar segera menentukan babak baru masa depannya. Seluruh DPD Golkar provinsi…

Rabu, 13 Desember 2017 09:23

IUP Menunggak PNBP Rp 1 T

SAMARINDA – Pemblokiran aktivitas pemegang izin usaha pertambangan (IUP) menjadi cara baru pemerintah…

Rabu, 13 Desember 2017 09:21

Jangan Lupa Simpan Setruk Anda

BAGI Anda yang sudah mengikuti program Strukvaganza, setelah mengirim foto setruk via WhatsApp (WA),…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .