MANAGED BY:
RABU
23 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM PEMBACA

Sabtu, 25 November 2017 06:19
Peluang dan Tantangan Kaltim Tahun Depan

CATATAN Oleh: Suharyono Soemarwoto

Suharyono Soemarwoto

PROKAL.CO, SELAIN  faktor makroekonomi dan investasi, masih ada beberapa aspek yang turut menghadapi risiko sekaligus peluang pada tahun depan. Salah satu yang paling vital adalah terkait sumber daya manusia.

The right man on the right place. Inilah kata yang tepat untuk mengelola ekonomi Kaltim pada masa mendatang. BUMD maupun BUMDes harus dikelola oleh para pelaku bisnis yang sudah teruji keberhasilannya. Pimpinan perusahaan di daerah tak cukup hanya profesional di bidangnya, namun juga harus berorientasi pada profit serta tidak membebani APBD.

Dalam rekrutmen SDM, terutama manajemen puncak harus dilakukan melalui lelang terbuka dan hanya orang yang benar-benar ahli dan berpengalaman. Menurut hemat kami, akan lebih tepat guna kalau merekrut para praktisi ahli yang jejak rekam dan prestasinya sudah teruji.

Orientasinya harus pada prestasi dan profit. Bukan mengakomodasi kroni-kroni. sehingga ke depan, perusda dapat berpacu lebih kencang dan inovatif untuk meraih keuntungan dalam kancah investasi dan bisnis yang sangat kompetitif.

Perusda pun harus out of the box. Tidak terbelenggu beban-beban birokrat, sehingga fokus dan on the track pada urusan bisnis. Para pengisi posisi tersebut juga harus visioner, dan menjadi inovator utama penggerak semua unit bisnis, serta berorientasi pada nilai-nilai, keuntungan besar, dan keberlanjutan perusahaan.

Pemprov Kaltim, sependek pengetahuan penulis, memiliki tujuh perusda. Termasuk PT BPD Kaltim-Kaltara, serta perusda-perusda lain di beberapa bidang. Perusahaan-perusahaan ini harus digenjot untuk menghasilkan profit yang maksimal agar sokongan kepada pendapatan daerah juga meningkat.

Secara umum, semua lini bisnis perusda punya prospek baik, seiring dibangunnya infrastruktur perekonomian. Mulai jalan tol, pelabuhan, bandara, kawasan ekonomi, pasar, bendungan, serta infrastruktur lain.

Sebagai ilustrasi, kita bisa simak kembali pada tahun 2016 lalu. Sokongan Perusda/BUMD baru  sebesar 3,4 persen dari total Rp 3,9 triliun PAD Kaltim. Porsi terbesar, 98 persen, itu dari profit BPD Kaltim (sekarang BPD Kaltim-Kaltara). Sedangkan enam perusda lainnya masih jauh dari harapan.

Di sisi lain, sumber PAD terbesar Kaltim masih mengandalkan penerimaan pajak, dengan kontribusi lebih dari 74 persen. Dana perimbangan yang dulunya menjadi primadona pun, ternyata beberapa tahun terakhir menurun nilainya.

Upaya terobosan harus dilakukan pemda untuk merekrut para pengelola manajerial Perusda. Yakni mereka yang berasal dari selain aparatur sipil negara (ASN). Profit oriented dan merger perusahaan yang tidak sehat dan membuat perusda baru merupakan salah satu solusi yang dapat dilakukan.

Terkait Perusda/BUMD harus ada perubahan yang revolusioner, menyangkut desain dan prinsip organisasi, budaya kerja, orientasi strategi bisnis, sumber-sumber, SDM, dan kebijakan penempatan karyawan. Budaya kerja yang bersifat birokratik, harus berubah menjadi budaya prestasi dan entrepreneur andal.

Sejalan dengan itu, Kaltim harus memerhatikan indeks pembangunan manusia (IPM), sebagai acuan utama kualitas SDM. Pendidikan 12 tahun gratis harus benar-benar diwujudkan, sekaligus menyiapkan bibit unggul untuk pendidikan tinggi baik di dalam maupun di luar negeri dengan APBD maupun sponsorship dari industri, dalam bentuk tanggung jawab sosial atau corporate social responsibility.

Terkait peningkatan kualitas SDM, harus diperbanyak jumlah sekolah-sekolah dan perguruan tinggi unggulan. Agar rakyat mudah mendapatkan akses pendidikan yang bermutu tinggi dengan biaya yang terjangkau. (**/man/k15/habis)


BACA JUGA

Rabu, 23 Januari 2019 08:09

Mengenal Metode Pembelajaran yang Tepat untuk IPS

Oleh: Slamet Pujiono (Guru SMP 23 Samarinda, NIP 19680427199308001) UNTUK…

Rabu, 23 Januari 2019 08:06

Kontroversi Hari Jadi Kota Samarinda

Oleh: Muhammad Sarip {Pemerhati Sejarah Lokal & Pengurus Lembaga Studi…

Selasa, 22 Januari 2019 09:24

Sisa Ruang Profesi Wartawan

Oleh Amir Machmud NS KEGELISAHAN konstruktif Ganjar Pranowo tentang masa…

Selasa, 22 Januari 2019 07:52

BPJS Perlu Belajar dari NHI Taiwan

OLEH: FERRY FADZLUL RAHMAN (Dosen Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur) PERSOALAN…

Selasa, 22 Januari 2019 07:49

Bahasa Menunjang Tumbuh Kembang Anak Usia Dini

OLEH: PERMIN (Warga Samarinda Seberang) SEBAGAI seorang ibu sekaligus sebagai…

Senin, 21 Januari 2019 07:19

Masih Fokus Pencegahan Stunting

OLEH: Prof Dr BERNATAL SARAGIH SP M Si (Guru Besar…

Sabtu, 19 Januari 2019 06:59

Tumbler: Langkah Awal Peduli Kualitas Air Minum Isi Ulang

BARU - baru ini kita dikejutkan dengan video laut yang…

Kamis, 17 Januari 2019 08:37

Banjir Dungu

OLEH: SUNARTO SASTROWARDOJO (DOSEN SEKOLAH PASCA PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN WILAYAH…

Rabu, 16 Januari 2019 07:48

Berselancar di Atas Batu Bara

OLEH: NUGRA, ST(Competent Person Cadangan Coal) BATU BARA, barang Tuhan…

Selasa, 15 Januari 2019 07:59

Jangan Jadi Penyampah

Oleh: Hendrajati, S.Pd (Praktisi K3, Pendiri HSE Indonesia, Mahasiswa S-2…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*