MANAGED BY:
RABU
17 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM PEMBACA

Sabtu, 25 November 2017 06:19
Peluang dan Tantangan Kaltim Tahun Depan

CATATAN Oleh: Suharyono Soemarwoto

Suharyono Soemarwoto

PROKAL.CO, SELAIN  faktor makroekonomi dan investasi, masih ada beberapa aspek yang turut menghadapi risiko sekaligus peluang pada tahun depan. Salah satu yang paling vital adalah terkait sumber daya manusia.

The right man on the right place. Inilah kata yang tepat untuk mengelola ekonomi Kaltim pada masa mendatang. BUMD maupun BUMDes harus dikelola oleh para pelaku bisnis yang sudah teruji keberhasilannya. Pimpinan perusahaan di daerah tak cukup hanya profesional di bidangnya, namun juga harus berorientasi pada profit serta tidak membebani APBD.

Dalam rekrutmen SDM, terutama manajemen puncak harus dilakukan melalui lelang terbuka dan hanya orang yang benar-benar ahli dan berpengalaman. Menurut hemat kami, akan lebih tepat guna kalau merekrut para praktisi ahli yang jejak rekam dan prestasinya sudah teruji.

Orientasinya harus pada prestasi dan profit. Bukan mengakomodasi kroni-kroni. sehingga ke depan, perusda dapat berpacu lebih kencang dan inovatif untuk meraih keuntungan dalam kancah investasi dan bisnis yang sangat kompetitif.

Perusda pun harus out of the box. Tidak terbelenggu beban-beban birokrat, sehingga fokus dan on the track pada urusan bisnis. Para pengisi posisi tersebut juga harus visioner, dan menjadi inovator utama penggerak semua unit bisnis, serta berorientasi pada nilai-nilai, keuntungan besar, dan keberlanjutan perusahaan.

Pemprov Kaltim, sependek pengetahuan penulis, memiliki tujuh perusda. Termasuk PT BPD Kaltim-Kaltara, serta perusda-perusda lain di beberapa bidang. Perusahaan-perusahaan ini harus digenjot untuk menghasilkan profit yang maksimal agar sokongan kepada pendapatan daerah juga meningkat.

Secara umum, semua lini bisnis perusda punya prospek baik, seiring dibangunnya infrastruktur perekonomian. Mulai jalan tol, pelabuhan, bandara, kawasan ekonomi, pasar, bendungan, serta infrastruktur lain.

Sebagai ilustrasi, kita bisa simak kembali pada tahun 2016 lalu. Sokongan Perusda/BUMD baru  sebesar 3,4 persen dari total Rp 3,9 triliun PAD Kaltim. Porsi terbesar, 98 persen, itu dari profit BPD Kaltim (sekarang BPD Kaltim-Kaltara). Sedangkan enam perusda lainnya masih jauh dari harapan.

Di sisi lain, sumber PAD terbesar Kaltim masih mengandalkan penerimaan pajak, dengan kontribusi lebih dari 74 persen. Dana perimbangan yang dulunya menjadi primadona pun, ternyata beberapa tahun terakhir menurun nilainya.

Upaya terobosan harus dilakukan pemda untuk merekrut para pengelola manajerial Perusda. Yakni mereka yang berasal dari selain aparatur sipil negara (ASN). Profit oriented dan merger perusahaan yang tidak sehat dan membuat perusda baru merupakan salah satu solusi yang dapat dilakukan.

Terkait Perusda/BUMD harus ada perubahan yang revolusioner, menyangkut desain dan prinsip organisasi, budaya kerja, orientasi strategi bisnis, sumber-sumber, SDM, dan kebijakan penempatan karyawan. Budaya kerja yang bersifat birokratik, harus berubah menjadi budaya prestasi dan entrepreneur andal.

Sejalan dengan itu, Kaltim harus memerhatikan indeks pembangunan manusia (IPM), sebagai acuan utama kualitas SDM. Pendidikan 12 tahun gratis harus benar-benar diwujudkan, sekaligus menyiapkan bibit unggul untuk pendidikan tinggi baik di dalam maupun di luar negeri dengan APBD maupun sponsorship dari industri, dalam bentuk tanggung jawab sosial atau corporate social responsibility.

Terkait peningkatan kualitas SDM, harus diperbanyak jumlah sekolah-sekolah dan perguruan tinggi unggulan. Agar rakyat mudah mendapatkan akses pendidikan yang bermutu tinggi dengan biaya yang terjangkau. (**/man/k15/habis)


BACA JUGA

Selasa, 16 Oktober 2018 06:51

Mitigasi Bencana melalui Pengenalan Bencana Geologi

Oleh: Muhammad Dahlan Balfas(Dosen Program Studi S-1 Teknik Geologi Fakultas Teknik, Universitas Mulawarman)…

Sabtu, 13 Oktober 2018 00:11

Mana Tanah Rakyat? Refleksi Hari Tani Nasional

HARI Tani Nasional (HTN) yang diperingati setiap 24 September merupakan hari lahirnya Undang-Undang…

Sabtu, 13 Oktober 2018 00:10

Masihkah Sepak Bola Menjadi Alat Pemersatu Bangsa?

SEPAK  BOLA Indonesia kembali memakan korban. Duel klasik antara Persib Bandung dan Persija Jakarta…

Kamis, 11 Oktober 2018 07:13

Teknologi Bisa Mengubah Kita

Oleh: RP Yohanes Antonius Lelaona, SVD(Rohaniwan Warga Tenggarong) DALAM bulan September lalu, perusahaan…

Kamis, 11 Oktober 2018 07:11

"Enggak Perlu Pakai Helm"

Oleh: Hendrajati(Pendiri HSE Indonesia & Mahasiswa S-2 MP UAD Jogjakarta.) Enggak perlu pakai helm,…

Rabu, 10 Oktober 2018 07:03

Pentingnya Bangun Ketahanan Mental sejak Dini

Oleh: dr Mariati Herlina Sitinjak Sp KJ(Dokter spesialis kedokteran jiwa dari Rumah Sakit Samarinda…

Rabu, 10 Oktober 2018 07:00

Menaruh Harapan pada Isran–Hadi untuk Kaltim Berdaulat

OLEH: SUHARYONO SOEMARWOTO, MM(Pemerhati Ketenagakerjaan dan Ekonomi Kerakyatan, Mahasiswa S3-Doktor…

Selasa, 09 Oktober 2018 07:00

Mari Jaga Martabat Peradilan

OLEH: USNUL KHOTIMAH(Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Mulawarman) KESADARAN masyarakat untuk mewujudkan…

Selasa, 09 Oktober 2018 06:56

Gempa, Geological Hazard

OLEH: Dr SUNARTO SASTROWARDOJO(Dosen Sekolah Pascasarjana Perencanaan dan Pengembangan Wilayah, Universitas…

Kamis, 04 Oktober 2018 08:13

Kebenaran Narasi Sejarah demi Pembangunan Berkelanjutan

OLEH: SUHARYONO SOEMARWOTO, MM (Pemerhati Ketenagakerjaan dan Ekonomi Kerakyatan, Mahasiswa S-3 Prodi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .