MANAGED BY:
JUMAT
15 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Jumat, 24 November 2017 07:15
Raih 34 Medali Emas dari Ajang WSC di AS

IPEKA Integrated Christian School dari Indonesia

Tim dari IPEKA Integrated Christian School (IICS) saat berada di Woolsey Hall Yale University Amerika Serikat setelah mengikuti babak Tournament of Champions, World Scholar’s Cup (WSC).

PROKAL.CO, JAKARTA - Sekolah IPEKA Integrated Christian School (IICS) kembali mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional dalam ajang World Scholar’s Cup (WSC) di Yale, Amerika Serikat, 11-14 November 2017.

Tim peserta IICS sukses  membawa pulang 2 piala, 34 medali emas, dan 23 medali perak. Selain itu, tim putra IICS  dinobatkan sebagai tim terbaik dari Indonesia, dan menempati peringkat II dari seluruh peserta di Asia Tenggara.

World Scholar’s Cup merupakan sebuah ajang kompetisi tingkat dunia yang memperlombakan empat area kompetisi, yaitu Debate, Writing, Scholar’s Challenge, dan Scholar’s Bowl.

Setiap tim dari berbagai sekolah yang berasal dari 50  negara wajib mengirimkan tiga orang peserta yang akan diikutsertakan dalam empat area kompetisi tersebut. 

Tim putra dan putri IICS  telah melewati babak regional World Scholar’s Cup di Jakarta pada Mei 2017 dan babak global di Hanoi dan Athens pada Juni -  Juli 2017,  kemudian berkompetisi dengan lebih dari 1.000 peserta dari 50 negara di babak Tournament of Champions di Yale University.

Tim putra dari SMP IICS yang terdiri dari Michael Leonardi, Nathanael Massie Winoto, dan Ryan Batubara meraih peringkat kelima dari ratusan grup, di ajang World Scholar’s Cup Tournament of Champions di Yale University, Amerika Serikat.

Keberhasilan tim putra pun diikuti oleh pencapaian tim putri IICS yang terdiri dari Alicia Sutandar, Catalina Tan dan Michele Lie, di peringkat Top 13%.

Kepala Sekolah SMP IICS, Ms. Joshie Katherine Tan mengatakan, setelah tim IICS berhasil di tingkat global round – Hanoi dan Athens, pihaknya mengevaluasi winning profile setiap anak dan mempersiapkan mereka untuk Tournament of Champions di Yale.

“Kami harapkan setiap anak bisa mempertahankan keunggulannya masing-masing dan menyempurnakan apa yang masih menjadi kelemahan mereka, sehingga bisa mencapai hasil yang maksimal. Selain top tim, murid-murid kami juga masuk dalam top scholars.  Kami bangga dengan hasil tersebut, apalagi ini adalah pertama kali IICS ikut serta dalam ajang World Scholar’s Cup dan membawa nama harum Indonesia di tingkat internasional,” ujar Ms. Joshie.

Ajang WSC membawa pulang beragam pengalaman berharga bagi setiap peserta, seperti yang diungkapkan oleh Nathanael Massie Winoto, Top 1% debater yang meraih medali emas,“Yang saya sangat sukai dari debate di WSC adalah bukan hanya semata-mata tentang pemikiran fakta atau argumentasinya, tetapi juga bagaimana menyampaikan pemikiran tersebut dalam cara yang kreatif dan menyenangkan. 

Lebih dari itu, topik debate di WSC juga sangat beragam, sehingga memerlukan pemikiran yang kritikal untuk membangun argumentasi yang kuat.

Dan yang paling penting menunjukkan bahwa kita anak Indonesia mampu bersaing dengan di tingkat Internasional,“ tegas Nathanael.

Alicia Sutandar, yang berhasil meraih peringkat Top 1% di kategori Writing menceritakan, dalam kategori ini yang dibutuhkan adalah persuasive writing.  

"Kalau dalam debat harus meyakinkan pokok pikiran kami, begitu juga dalam tulisan. Saya sendiri memilih format creative writing yaitu membuat cerita daripada membuat format esai, sehingga kreativitas kita bisa tampil beda dibanding peserta-peserta lain," katanya.

Kemudian Michael Leonardi, peraih peringkat 1 di Social Studies, dan peringkat 2 di Mythology tak ingin ketinggalan membagi pengalamannya saat di WSC.

Ia mengatakan, di dalam Scholar’s Challenge, ada enam topik, yaitu art & music, literature, science, social studies, history, dan mythology.Ini tidak sama dengan topik sekolah.

"Kami butuh riset untuk semua topik itu, dan belajar bukan hanya mengerti topik-topik tersebut tetapi juga menganalisa dan mengerti hubungan antarenam topik tersebut.  Tema debate dan writing juga didasarkan pada topik-topik tersebut.

 “Team work merupakan hal yang penting.  Di Scholar’s Bowl yang formatnya seperti cerdas cermat di mana kami secara tim harus menjawab pertanyaan yang tingkat kesulitannya sangat tinggi, dalam waktu 15 detik. Dibutuhkan kekompakan, kecepatan, dan ketepatan,” kata Michelle Lie, yang sangat puas dengan performa timnya.

Salah satu peserta dari IICS lainnya, Ryan Batubara menambahkan, keberhasilan yang mereka capai diperoleh berkat dukungan orangtua, guru-guru, dan pihak sekolah serta teman-teman di sekolah.

"Kami sangat berterima kasih kepada Mr Darren Carter, coach kami. Beliau yang percaya pada kemampuan kami dari awal dan meyakinkan kami semua.  Beliau melatih kami dengan melihat kemampuan dan kekurangan kami secara individu bukan hanya secara tim secara umum, sehingga performa kami bisa maksimal.  Beliau rela untuk memberi waktu pribadi dia untuk melatih kami lebih, " ujarnya.

Selain Mr. Darren, Mr. Tom juga ikut mendampingi kami dan memberikan support.

Catalina Tan bersama seluruh temannya dengan berpakaian sarimbit batik di acara penutupan, mengatakan, dia bersyukur mendapat kesempatan mewakili sekolah dan juga Indonesia untuk bertanding di ajang dunia.

 "Kami bangga kami anak Indonesia bisa memberi yang terbaik.  Yang kami dapatkan selama kompetisi ini dari Jakarta round sampai Tournament of Champions di Yale bukan hanya sekadar medali atau piala, tetapi juga pengalaman yang tak ternilai. Kami berharap dapat menjadi inspirasi buat teman-teman lainnya bahwa anak Indonesia mampu berprestasi," katanya. (pro) 

 


BACA JUGA

Jumat, 15 Desember 2017 11:29

MENGEJUTKAN..!! Ini Sebabnya Suami Mutilasi dan Bakar Istri Sendiri

KARAWANG- Satreskrim Polres Karawang berhasil mengungkap kasus pembunuhan sadis disertai mutilasi yang…

Kamis, 14 Desember 2017 20:33

KOK TEGA YA..? Begini Kronologi Suami Mutalasi Istri Sendiri

Satreskrim Polres Karawang akhirnya menangkap Muhammad Kholili (24) yang tega membunuh dan memutilasi…

Kamis, 14 Desember 2017 20:31

SADIS BIN KEJAM..!! Suami Mutilasi Istri, Mayatnya Dibakar dan Dibuang

KARAWANG- Satreskrim Polres Karawang berhasil mengungkap kasus pembunuhan sadis disertai mutilasi yang…

Rabu, 13 Desember 2017 19:20

Kaum Radikal Diyakini Dukung Lawan Jokowi di 2019

Siapa lawan Jokowi pada Pilpres 2019 belum jelas. Namun yang pasti, siapapun lawan tersebut, dukungan…

Rabu, 13 Desember 2017 19:14

Anehnya Setnov, Bisa Jalan Tak Bisa Bicara

Setya Novanto membuat hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta kebingungan. Khususnya…

Rabu, 13 Desember 2017 19:08

Setnov Jadi Bisu dan Diare

Sidang pertama untuk Setya Novanto (Setnov) akhirnya digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor)…

Senin, 11 Desember 2017 15:23

17 Dokter Spesialis Mundur, RS Mulai Tolak Pasien

17 dokter spesialis yang bertugas di RS Regional Sumbar mundur sejak akhir pekan lalu. Dampaknya pun…

Senin, 11 Desember 2017 15:15

Bangsawan Bali Bela Ustaz Somad

Meski sebagian orang sempat mendemo Ustad Abdul Somad, tapi sebagaian warga di Bali justru membela ustad…

Senin, 11 Desember 2017 15:09

Tuduh Ustaz Somad Anti Pancasila, Anggota DPD dari Bali Diperkarakan

Saat bersafari di Bali, Sabtu (9/12), Ustaz Abdul Somad yang hendak berceramah sempat mendapat…

Senin, 11 Desember 2017 15:02

Ditunjuk Gantikan Setnov, Aziz Bilang Siap

Ketua Umum Golkar Setya Novanto (Setnov) membuat surat sakti yang isinya menunjuk Aziz Syamsudin sebagai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .