MANAGED BY:
JUMAT
15 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Rabu, 22 November 2017 10:06
Golongan Putih di Kampus Hijau

PROKAL.CO, BADAN Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Mulawarman memang hanya sebuah organisasi. Namun, untuk lingkup kampus, BEM bisa dianggap negara kecil. Organisasi itu dipimpin presiden dan wakil presiden lengkap dengan kabinet berisi para menteri. Presiden dan wapres BEM, layaknya Republik Indonesia, dipilih melalui pemilihan umum yang disebut pemira, pemilihan raya.

BEM sering dijadikan miniatur perpolitikan. Badan tersebut, bagi sebagian mahasiswa, adalah tempat pendidikan politik. Bukan rahasia, banyak jebolan Unmul yang berkiprah sebagai politikus di Kaltim bahkan nasional. Pada masa lalu, mereka berkiprah di BEM Kampus Hijau, sebutan Unmul.

Namun, kualitas politik di kampus yang notabene diisi kaum intelek sangat jauh berbeda dari keadaan politik sebenarnya. Pemilu di kampus berkali-kali diwarnai keributan yang disertai kontak fisik di antara para pendukung capres dan cawapres. Bukannya adu visi dan misi, kaum intelektual justru beradu jotos.

Hal itu diperparah karena sebagian besar rakyat di “negara Unmul” tak acuh. Tingkat partisipasi tertinggi pemilu di Unmul dalam empat tahun terakhir hanya 17,37 persen, yaitu Pemira 2015. Mahasiswa yang masuk golput, golongan putih atau tidak menggunakan hak suara, sangat tinggi. Pada 2013, golput menembus 93,95 persen (lebih terperinci, lihat infografis). Begitu jauh dibandingkan Pemilihan Gubernur Kaltim pada tahun yang sama. Golput Pilgub 2013 hanya 45,29 persen.

Dari golput sebesar itu, satu pasangan calon hanya perlu 2 ribu suara untuk menang pemira. Padahal, jumlah mahasiswa Unmul yang tercatat saat ini menembus 27 ribu orang.  Dengan kata lain, paslon hanya perlu dipilih 7,4 persen dari total pemegang hak suara untuk menang.

Komisi Penyelenggara Pemilihan Raya (KPPR) Unmul sebenarnya sudah berusaha kuat. Mereka mengambil inisiatif pemilu online untuk mengurangi angka golput. Pemilik suara cukup memilih lewat perangkat telepon pintar masing-masing. Lebih dari itu, pemilu tidak perlu memakai kotak suara lagi. Kotak suara memang meninggalkan cerita Pemira Unmul yang sejak masa lalu sudah penuh kekerasan. Pada 2013, terakhir kali pemira konvensional di kampus, kotak suara dibakar oleh satu kelompok.

Belakangan, memilih melalui telepon pintar terbukti tidak ampuh. Golput tetap tinggi. Sementara keamanan fasilitas pemilihan selalu disoal para kandidat. KPPR memodifikasi kembali sistem pemilihan. Tahun ini, pemilik suara harus datang ke tempat pemungutan suara (TPS). Namun, mereka tidak perlu mencoblos, cukup memilih lewat komputer yang disediakan panitia. Lewat cara itu, sistem keamanan yang disoal bisa lebih dipertanggungjawabkan. Tentu saja, pemira juga hemat ongkos karena tidak harus mencetak surat suara.

Rektor Unmul Profesor Masjaya menjelaskan, semua rangkaian Pemira 2018 diatur sedemikian rupa agar berjalan baik. Namun, dia mengakui perjalanan pemilu tidak seperti yang diharapkan. Sebagai rektor, Masjaya tak bermaksud mengintervensi.

“Saya hanya menjaga agar kampus kembali kondusif,” tegasnya. (fch/him/fel/far/k8)


BACA JUGA

Kamis, 14 Desember 2017 09:27
Putusan Bebas Abun dan Elly, Jaksa Masih Buat Telaah Hukum

Sekarang Giliran KPK

SAMARINDA – Putusan Pengadilan Negeri (PN) Samarinda yang membebaskan Hery Susanto Gun alias Abun…

Kamis, 14 Desember 2017 09:23

Antisipasi Manuver di Sidang Setnov

JAKARTA – Setya Novanto (Setnov) tidak bisa berkelit ketika ketua majelis hakim Pengadilan Tipikor…

Kamis, 14 Desember 2017 09:19

Balsam Terkesan Panas, Berintan Berpeluang

Jalan Tol Balikpapan-Samarinda belum beroperasi. Singkatan Balsam sudah melekat di proyek yang ditarget…

Kamis, 14 Desember 2017 09:16

Sembilan Suspek Difteri di Kaltim

SAMARINDA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendapat laporan 11 provinsi tentang kejadian luar…

Kamis, 14 Desember 2017 09:14

Masuk Lebih 2 Ribu Setruk

ANTUSIASME tinggi ditunjukkan publik untuk mengikuti program Strukvaganza. Buktinya, jumlah setruk yang…

Kamis, 14 Desember 2017 09:13

Hasil Tangan Kreatif Perempuan Gaza yang Jadi Senjata Diplomasi

Sejumlah tokoh publik di Tanah Air mengirimkan dukungan mereka ke Palestina lewat syal. Ada cerita perjuangan…

Rabu, 13 Desember 2017 09:37

Tak Terbukti Memeras, Abun Bebas

SAMARINDA – Perkara dugaan pemerasan di Terminal Peti Kemas (TPK) Palaran yang disidangkan di…

Rabu, 13 Desember 2017 09:27
Golkar Kaltim Belum Tentukan Arah Dukungan

Pasang Kriteria Ketum Baru

SAMARINDA – Partai Golkar segera menentukan babak baru masa depannya. Seluruh DPD Golkar provinsi…

Rabu, 13 Desember 2017 09:23

IUP Menunggak PNBP Rp 1 T

SAMARINDA – Pemblokiran aktivitas pemegang izin usaha pertambangan (IUP) menjadi cara baru pemerintah…

Rabu, 13 Desember 2017 09:21

Jangan Lupa Simpan Setruk Anda

BAGI Anda yang sudah mengikuti program Strukvaganza, setelah mengirim foto setruk via WhatsApp (WA),…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .