MANAGED BY:
RABU
18 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Rabu, 22 November 2017 10:06
Golongan Putih di Kampus Hijau

PROKAL.CO, BADAN Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Mulawarman memang hanya sebuah organisasi. Namun, untuk lingkup kampus, BEM bisa dianggap negara kecil. Organisasi itu dipimpin presiden dan wakil presiden lengkap dengan kabinet berisi para menteri. Presiden dan wapres BEM, layaknya Republik Indonesia, dipilih melalui pemilihan umum yang disebut pemira, pemilihan raya.

BEM sering dijadikan miniatur perpolitikan. Badan tersebut, bagi sebagian mahasiswa, adalah tempat pendidikan politik. Bukan rahasia, banyak jebolan Unmul yang berkiprah sebagai politikus di Kaltim bahkan nasional. Pada masa lalu, mereka berkiprah di BEM Kampus Hijau, sebutan Unmul.

Namun, kualitas politik di kampus yang notabene diisi kaum intelek sangat jauh berbeda dari keadaan politik sebenarnya. Pemilu di kampus berkali-kali diwarnai keributan yang disertai kontak fisik di antara para pendukung capres dan cawapres. Bukannya adu visi dan misi, kaum intelektual justru beradu jotos.

Hal itu diperparah karena sebagian besar rakyat di “negara Unmul” tak acuh. Tingkat partisipasi tertinggi pemilu di Unmul dalam empat tahun terakhir hanya 17,37 persen, yaitu Pemira 2015. Mahasiswa yang masuk golput, golongan putih atau tidak menggunakan hak suara, sangat tinggi. Pada 2013, golput menembus 93,95 persen (lebih terperinci, lihat infografis). Begitu jauh dibandingkan Pemilihan Gubernur Kaltim pada tahun yang sama. Golput Pilgub 2013 hanya 45,29 persen.

Dari golput sebesar itu, satu pasangan calon hanya perlu 2 ribu suara untuk menang pemira. Padahal, jumlah mahasiswa Unmul yang tercatat saat ini menembus 27 ribu orang.  Dengan kata lain, paslon hanya perlu dipilih 7,4 persen dari total pemegang hak suara untuk menang.

Komisi Penyelenggara Pemilihan Raya (KPPR) Unmul sebenarnya sudah berusaha kuat. Mereka mengambil inisiatif pemilu online untuk mengurangi angka golput. Pemilik suara cukup memilih lewat perangkat telepon pintar masing-masing. Lebih dari itu, pemilu tidak perlu memakai kotak suara lagi. Kotak suara memang meninggalkan cerita Pemira Unmul yang sejak masa lalu sudah penuh kekerasan. Pada 2013, terakhir kali pemira konvensional di kampus, kotak suara dibakar oleh satu kelompok.

Belakangan, memilih melalui telepon pintar terbukti tidak ampuh. Golput tetap tinggi. Sementara keamanan fasilitas pemilihan selalu disoal para kandidat. KPPR memodifikasi kembali sistem pemilihan. Tahun ini, pemilik suara harus datang ke tempat pemungutan suara (TPS). Namun, mereka tidak perlu mencoblos, cukup memilih lewat komputer yang disediakan panitia. Lewat cara itu, sistem keamanan yang disoal bisa lebih dipertanggungjawabkan. Tentu saja, pemira juga hemat ongkos karena tidak harus mencetak surat suara.

Rektor Unmul Profesor Masjaya menjelaskan, semua rangkaian Pemira 2018 diatur sedemikian rupa agar berjalan baik. Namun, dia mengakui perjalanan pemilu tidak seperti yang diharapkan. Sebagai rektor, Masjaya tak bermaksud mengintervensi.

“Saya hanya menjaga agar kampus kembali kondusif,” tegasnya. (fch/him/fel/far/k8)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 17 Juli 2018 09:14

Jamaah Terus Dibikin Menggantung

BALIKPAPAN – Ratusan orang berkumpul di Masjid Baitul Aman Mapolres Balikpapan, Senin (16/7).…

Selasa, 17 Juli 2018 09:05

Dua Bulan Lagi Didarati Boeing 737

SAMARINDA –Tarik ulur rencana penerbangan lintas provinsi di Bandara APT Pranoto Samarinda mulai…

Selasa, 17 Juli 2018 09:02

Coret Caleg Mantan Koruptor

SAMARINDA – Hari ini (17/7), menjadi batas terakhir pendaftaran calon legislatif (caleg) untuk…

Selasa, 17 Juli 2018 08:59

Mahfud Teratas Dampingi Jokowi

JAKARTA – Satu demi satu, nama-nama calon pendamping Presiden Jokowi dalam Pemilihan Presiden…

Selasa, 17 Juli 2018 08:57

Wujudkan Smart City, Minta Jangan Gagap Teknologi

Perlahan namun pasti, janji Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni dan Wakil Wali Kota Basri Rase terpenuhi.…

Senin, 16 Juli 2018 11:00
Pemilihan Rektor Unmul

Calon Rektor Unmul Adu Kuat di Pusat

Memang tak seheboh dan sepanas Pilkada Kaltim. Tapi, proses pemilihan Rektor Universitas Mulawarman…

Senin, 16 Juli 2018 10:00

Tiap Fakultas Beda Dukungan

AWAL tahun 2000, pertama kali Julinda Romauli Manullang memulai risetnya. Di antara semua penelitian,…

Senin, 16 Juli 2018 08:54

Les Bleus Bintang Dua

MOSKOW – Didier Deschamps mengulang memori indah 20 tahun lalu. Pada 1998, dia menjadi kapten…

Senin, 16 Juli 2018 08:47

Ubah Tradisi Sembilan Dekade

PEMINDAHAN jadwal Piala Dunia 2022 Qatar sudah diumumkan Presiden Gianni Infantino pada Kongres FIFA,…

Senin, 16 Juli 2018 08:42

Semangat Meriset Terbentur Dana

PENDIDIKAN, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Itulah tri dharma perguruan tinggi. Penelitian di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .