MANAGED BY:
RABU
17 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Rabu, 22 November 2017 10:00
Nusyirwan: APBD Perubahan Molor

Tangani Banjir, Proyek Drainase Menumpuk pada Akhir Tahun

MOMOK IBU KOTA: Banjir yang melanda Jalan DI Panjaitan, Samarinda, beberapa waktu lalu.(alan rusandi/kp)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Belasan proyek penanganan banjir menumpuk pada akhir tahun. Fenomena itu diklaim bukan kesengajaan. APBD Perubahan 2017 yang terlambat disahkan menjadi penyebabnya. Wakil Wali Kota Samarinda Nusyirwan Ismail mengatakan, pengesahan APBD perubahan seharusnya dapat terlaksana pada Juli 2017. Nyatanya, APBD dengan angka Rp 2,3 triliun itu baru disahkan September 2017. Alokasi anggaran pun terlambat.

“Awalnya pengendalian banjir dijalankan dengan program multiyears (kontrak tahun jamak) yang dianggarkan di APBD perubahan,” ujarnya. Namun, program itu urung berjalan. Nusyirwan yang juga koordinator pengendalian banjir Samarinda berkata, rencana skema tahun jamak diganti program drainase tersebar. Total anggaran untuk penanganan banjir Samarinda yakni Rp 72 miliar yang terbagi dalam 13 pekerjaan. “Itu menyebabkan pekerjaan pada akhir tahun,” tuturnya.

Kegiatan penanganan banjir semakin menumpuk pada pengujung 2017 karena anggaran bersumber dari bantuan provinsi (banprov) Rp 52,4 miliar ikut dikerjakan akhir tahun. Nusyirwan mengatakan, hal itu juga karena menunggu pengesahan APBD Perubahan Kaltim. “Kami harus tahu berapa anggaran yang diterima dari provinsi. Lagi pula, jika masuk di APBD murni, skemanya ikut di perubahan,” terangnya.

Wawali menyatakan, pada dasarnya, drainase yang dikerjakan adalah penyempurnaan. Manfaatnya sangat dipengaruhi oleh kebersihan saluran. Jika dipelihara dengan baik, drainase bekerja baik. “Pemeliharaan rutin sangat perlu dan ini dipengaruhi perilaku masyarakat. Saya berharap, masyarakat ikut menjaga,” terangnya.

Politikus NasDem itu meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait lebih jeli. Untuk memastikan drainase terjaga, proyek perumahan, pembukaan lahan harus dipantau. Jangan sampai bukaan lahan membuat lumpur mengendap di drainase.

Berbagai proyek penanganan banjir di Samarinda yang menumpuk pada akhir tahun memantik perhatian. Selain menuai masalah, kemacetan kota makin bertambah. Sebagian besar proyek harus menutup jalan utama kota.

Dari 10 kecamatan, tercatat 17 pekerjaan penanganan banjir berjalan dalam waktu bersamaan. Empat dikerjakan provinsi, 13 oleh pemkot. Sebagian besar proyek baru dimulai pada September dan berakhir Desember 2017.

Sebagian besar proyek penanganan banjir berbentuk pembangunan drainase. Proyek pemkot tersebar di Jalan Urip Sumoharjo, Pasar Palaran, Jalan Veteran, Jalan HM Ardans, Jalan Rapak Indah, Jalan Setia Kawan, Jalan Gerilya, Jalan Pramuka, dan Jalan Wahid Hasyim I. Sedangkan pemprov mengerjakan penanganan banjir di Jalan P Antasari, Jalan Harun Nafsi, Jalan DI Pandjaitan, dan Jalan Jakarta.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Samarinda Budi Tristriyono mengungkapkan belum bisa mengukur keberhasilan proyek penanganan banjir yang dijalankan saat ini. Setiap wilayah, terang dia, punya kondisi yang berbeda. Di perempatan Sempaja, contohnya, tergenang hingga berjam-jam pada masa lalu. "Sekarang cukup 20 menit, air sudah surut," ujarnya.

Kepala Seksi Pembangunan Jaringan Sumber Air, DPUPR Samarinda, Darmadi, satu suara. Dari 17 pembangunan drainase, dia belum bisa memastikan keberhasilannya. "Pekerjaan belum selesai, jadi belum bisa dievaluasi," ucap dia. Namun, Darmadi yakin, pengurangan banjir bisa dirasakan. Dia mengambil contoh kawasan Lubuk Sawah. Ketika hujan, air segera masuk drainase sehingga tidak sempat menggenang. "Yang dikerjakan rata-rata seperti itu," sebutnya. (*/dq/fel/far/k8)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 17 Oktober 2018 10:40

Waduh, Utang Luar Negeri Indonesia Naik, Tembus Rp 5.410 Triliun..!!

JAKARTA- Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia tumbuh sebesar USD 360,7 miliar atau Rp 5.410 triliun (kurs…

Selasa, 16 Oktober 2018 11:14

MAAF..!! Tol Balikpapan - Samarinda Molor, Ngga Jadi Diresmikan Jokowi

SAMARINDA- Tol Balikpapan-Samarinda batal diresmikan akhir tahun ini. Padahal mantan Gubernur Kaltim…

Senin, 15 Oktober 2018 11:42
Menelisik Prostitusi Online di Kota Semarang

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota…

Senin, 15 Oktober 2018 11:36
Romo Leo Joosten Ginting Suka, Warga Belanda yang Lestarikan Budaya Batak Karo

Lestarikan Budaya Batak karena Cinta

Begitu menginjakkan kaki di Tapanuli Utara pada 1971, Leo Joosten langsung jatuh cinta dengan tanah…

Minggu, 14 Oktober 2018 14:11

INNALILLAHI..!! 12 Siswa Tewas Diterjang Banjir

JAKARTA – Kelas sore itu berubah jadi tragedi. Puluhan siswa yang tengah belajar diterjang air…

Minggu, 14 Oktober 2018 14:09

Premium Tak Naik, Tapi Pasokan Dikurangi?

Pengamat Ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudistira menilai,…

Minggu, 14 Oktober 2018 08:06

Sikat Persebaya, Borneo FC Bidik Papan Atas

SURABAYA – Gairah Borneo FC kembali membuncah. Tekad bersaing di papan atas makin kuat. Suntikan…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:10

Rumah DP 0 Persen Diluncurkan Anies

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan berharap rumah DP 0 persen dapat meringankan warga…

Sabtu, 13 Oktober 2018 10:28

Dua Kali Dipanggil Mangkir, Ketua DPRD Itu Dibawa Polisi

JAKARTA – Isu bahwa Ketua DPRD Samarinda Alphad Syarif ditangkap polisi terjawab. Ya, Mabes Polri…

Jumat, 12 Oktober 2018 11:09

Soal BBM, Ini Tiga Tekanan yang Dihadapi Pemerintah

JAKARTA- Pemerintah membatalkan kenaikan harga BBM jenis premium dari Rp 6.650 menjadi Rp 7.000 per…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .