MANAGED BY:
JUMAT
15 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Rabu, 22 November 2017 10:00
Nusyirwan: APBD Perubahan Molor

Tangani Banjir, Proyek Drainase Menumpuk pada Akhir Tahun

MOMOK IBU KOTA: Banjir yang melanda Jalan DI Panjaitan, Samarinda, beberapa waktu lalu.(alan rusandi/kp)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Belasan proyek penanganan banjir menumpuk pada akhir tahun. Fenomena itu diklaim bukan kesengajaan. APBD Perubahan 2017 yang terlambat disahkan menjadi penyebabnya. Wakil Wali Kota Samarinda Nusyirwan Ismail mengatakan, pengesahan APBD perubahan seharusnya dapat terlaksana pada Juli 2017. Nyatanya, APBD dengan angka Rp 2,3 triliun itu baru disahkan September 2017. Alokasi anggaran pun terlambat.

“Awalnya pengendalian banjir dijalankan dengan program multiyears (kontrak tahun jamak) yang dianggarkan di APBD perubahan,” ujarnya. Namun, program itu urung berjalan. Nusyirwan yang juga koordinator pengendalian banjir Samarinda berkata, rencana skema tahun jamak diganti program drainase tersebar. Total anggaran untuk penanganan banjir Samarinda yakni Rp 72 miliar yang terbagi dalam 13 pekerjaan. “Itu menyebabkan pekerjaan pada akhir tahun,” tuturnya.

Kegiatan penanganan banjir semakin menumpuk pada pengujung 2017 karena anggaran bersumber dari bantuan provinsi (banprov) Rp 52,4 miliar ikut dikerjakan akhir tahun. Nusyirwan mengatakan, hal itu juga karena menunggu pengesahan APBD Perubahan Kaltim. “Kami harus tahu berapa anggaran yang diterima dari provinsi. Lagi pula, jika masuk di APBD murni, skemanya ikut di perubahan,” terangnya.

Wawali menyatakan, pada dasarnya, drainase yang dikerjakan adalah penyempurnaan. Manfaatnya sangat dipengaruhi oleh kebersihan saluran. Jika dipelihara dengan baik, drainase bekerja baik. “Pemeliharaan rutin sangat perlu dan ini dipengaruhi perilaku masyarakat. Saya berharap, masyarakat ikut menjaga,” terangnya.

Politikus NasDem itu meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait lebih jeli. Untuk memastikan drainase terjaga, proyek perumahan, pembukaan lahan harus dipantau. Jangan sampai bukaan lahan membuat lumpur mengendap di drainase.

Berbagai proyek penanganan banjir di Samarinda yang menumpuk pada akhir tahun memantik perhatian. Selain menuai masalah, kemacetan kota makin bertambah. Sebagian besar proyek harus menutup jalan utama kota.

Dari 10 kecamatan, tercatat 17 pekerjaan penanganan banjir berjalan dalam waktu bersamaan. Empat dikerjakan provinsi, 13 oleh pemkot. Sebagian besar proyek baru dimulai pada September dan berakhir Desember 2017.

Sebagian besar proyek penanganan banjir berbentuk pembangunan drainase. Proyek pemkot tersebar di Jalan Urip Sumoharjo, Pasar Palaran, Jalan Veteran, Jalan HM Ardans, Jalan Rapak Indah, Jalan Setia Kawan, Jalan Gerilya, Jalan Pramuka, dan Jalan Wahid Hasyim I. Sedangkan pemprov mengerjakan penanganan banjir di Jalan P Antasari, Jalan Harun Nafsi, Jalan DI Pandjaitan, dan Jalan Jakarta.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Samarinda Budi Tristriyono mengungkapkan belum bisa mengukur keberhasilan proyek penanganan banjir yang dijalankan saat ini. Setiap wilayah, terang dia, punya kondisi yang berbeda. Di perempatan Sempaja, contohnya, tergenang hingga berjam-jam pada masa lalu. "Sekarang cukup 20 menit, air sudah surut," ujarnya.

Kepala Seksi Pembangunan Jaringan Sumber Air, DPUPR Samarinda, Darmadi, satu suara. Dari 17 pembangunan drainase, dia belum bisa memastikan keberhasilannya. "Pekerjaan belum selesai, jadi belum bisa dievaluasi," ucap dia. Namun, Darmadi yakin, pengurangan banjir bisa dirasakan. Dia mengambil contoh kawasan Lubuk Sawah. Ketika hujan, air segera masuk drainase sehingga tidak sempat menggenang. "Yang dikerjakan rata-rata seperti itu," sebutnya. (*/dq/fel/far/k8)


BACA JUGA

Kamis, 14 Desember 2017 09:27
Putusan Bebas Abun dan Elly, Jaksa Masih Buat Telaah Hukum

Sekarang Giliran KPK

SAMARINDA – Putusan Pengadilan Negeri (PN) Samarinda yang membebaskan Hery Susanto Gun alias Abun…

Kamis, 14 Desember 2017 09:23

Antisipasi Manuver di Sidang Setnov

JAKARTA – Setya Novanto (Setnov) tidak bisa berkelit ketika ketua majelis hakim Pengadilan Tipikor…

Kamis, 14 Desember 2017 09:19

Balsam Terkesan Panas, Berintan Berpeluang

Jalan Tol Balikpapan-Samarinda belum beroperasi. Singkatan Balsam sudah melekat di proyek yang ditarget…

Kamis, 14 Desember 2017 09:16

Sembilan Suspek Difteri di Kaltim

SAMARINDA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendapat laporan 11 provinsi tentang kejadian luar…

Kamis, 14 Desember 2017 09:14

Masuk Lebih 2 Ribu Setruk

ANTUSIASME tinggi ditunjukkan publik untuk mengikuti program Strukvaganza. Buktinya, jumlah setruk yang…

Kamis, 14 Desember 2017 09:13

Hasil Tangan Kreatif Perempuan Gaza yang Jadi Senjata Diplomasi

Sejumlah tokoh publik di Tanah Air mengirimkan dukungan mereka ke Palestina lewat syal. Ada cerita perjuangan…

Rabu, 13 Desember 2017 09:37

Tak Terbukti Memeras, Abun Bebas

SAMARINDA – Perkara dugaan pemerasan di Terminal Peti Kemas (TPK) Palaran yang disidangkan di…

Rabu, 13 Desember 2017 09:27
Golkar Kaltim Belum Tentukan Arah Dukungan

Pasang Kriteria Ketum Baru

SAMARINDA – Partai Golkar segera menentukan babak baru masa depannya. Seluruh DPD Golkar provinsi…

Rabu, 13 Desember 2017 09:23

IUP Menunggak PNBP Rp 1 T

SAMARINDA – Pemblokiran aktivitas pemegang izin usaha pertambangan (IUP) menjadi cara baru pemerintah…

Rabu, 13 Desember 2017 09:21

Jangan Lupa Simpan Setruk Anda

BAGI Anda yang sudah mengikuti program Strukvaganza, setelah mengirim foto setruk via WhatsApp (WA),…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .